Movie

Buku, Film dan Twitter

Semenjak lulus sekolah dan menunda melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, saya akhirnya mulai merasakan dunia kerja di sebuah restoran kecil di pinggir laut utara Jakarta. Tidak berlangsung lama sih, hanya beberapa minggu karena kemudian saya mendapatkan pekerjaan lain.

Pekerjaannya bukan saya banget. Saat sekolah dulu, saya pernah punya keinginan bila seandainya harus bekerja, saya mau punya pekerjaan yang mengharuskan saya banyak bergerak dan bertemu banyak orang; 2 hal yang sangat saya sukai.

Sementara pekerjaan yang saya dapatkan adalah asisten seorang dokter kulit. Enak sih, jalan-jalan terus ke tempat pasien. Tapi entah mengapa saya kurang sreg. Dan pekerjaan ini tidak bertahan lama.Saya kemudian di rekomendasikan ke teman dokter tersebut untuk bekerja menjadi seorang customer service sebuah perusahaan kecil karena pekerjaan saya cukup baik. Saya bekerja disini sampai 1 tahun lebih sedikit.

Saya kemudian di rekomendasikan ke teman dokter tersebut untuk bekerja menjadi seorang customer service sebuah perusahaan kecil karena pekerjaan saya cukup baik. Saya bekerja disini sampai 1 tahun lebih sedikit.

Karena perusahaan tempat saya bekerja cukup kecil dan tidak banyak customer yang datang, saya memiliki cukup banyak waktu luang. Bersyukur saya mengenal internet. Pada saat itu, waktu luang di kala kerja banyak saya habiskan dengan berselancar di dunia maya terutama untuk main twitter.

Sejak lulus sekolah, selain menunda melanjutkan pendidikan saya juga merombak habis citra diri saya di dunia maya. Saya menghapus pertemanan dengan beberapa teman sekolah di berbagai sosial media; twitter, facebook, instagram. Saya mulai mencari ”teman” baru dari twitter. Teman yang benar-benar tidak saya ketahui bagaimana rupa aslinya atau bahkan lokasi tinggalnya di peta.

Apa ya, semacam ingin mengenal dunia baru saja sih. Kalau seharusnya saya kuliah kan saya akan mendapat teman baru (secara nyata). Nah karena saya menunda kuliah dan kebetulan di lingkungan kerja saya tidak ada partner lain sehingga saya tidak memiliki teman, maka saya memutuskan mencari teman baru dari dunia maya.

Dan berhasil.

Saya lupa bagaimana ceritanya tapi yang jelas saya sempat bergabung ke beberapa circle geng tubir (tubir=ribut) yang ”cukup” terkenal di twitter. Saya kenal dengan beberapa pengguna akun twitter, kerap bercengkrama dan bertemu juga melalui komunitas Commutrip, komunitas yang hobinya jalan-jalan naik commuter line di Jabodetabek juga beberapa komunitas organisasi dan volunteer lain.

Lalu pada suatu ketika, saya mengenal seorang lawan jenis yang cukup menarik dan kami sempat dekat (silahkan artikan sendiri). Kami dekat, dekat, dekat lalu kami memiliki suatu kebiasaan kecil berkirim paket tiap bulan. Lokasi tinggal kami berjauhan dan kami suka saling berkirim paket yang isinya pinjaman buku / makanan ringan buatan sendiri atau flash drive yang isinya film.

Sejak kecil saya paling susah menonton film. Mata saya termasuk tidak cukup kuat menatap layar terlalu lama. Kalau dipaksakan, pasti saya akan ketiduran. Ini tidak hanya terjadi pada layar televisi tetapi juga dengan layar bioskop. Makanya selama saya pacaran beberapa kali, bisa dihitung dengan 10 jari berapa kali saya kencan ke bioskop xD.

Sejak dekat dengan seseorang ini, saya di perkenalkan dengan dunia film. Saya ingat waktu pertama kali beliau mengirimkan flashdrive berisi beberapa film dan sebuah surat. Dalam surat itu, kalau tidak salah ia menulis sebuah kutipan yang kira-kira seperti ini,

Dengan menonton satu film sehari, maka kita tidak lagi membutuhkan dokter.

Kurang ingat bagaimana pastinya tapi kira-kira begitu (suratnya masih saya simpan tapi malas tak bongkar di tumpukan file). Beberapa inti lain dari surat itu kalau tidak salah adalah, 1). Dengan menonton film, kita bisa jadi belajar tentang ”hidup” orang lain. 2). Menonton film dengan tema berbeda tiap harinya bisa membuat kita lebih bahagia.

Ya kira-kira seperti itulah, hh..

Beberapa film pertama yang ia kirimkan pada hari itu diantaranya adalah Taiyou no Uta (2006), Densha Otoko the Movie (2005), Koizora (2007) dan Collage of Our Life (2003). Ya, saya diberi film-film Jepang karena memang saya pernah bilang kalau saya tidak bisa menikmati ”gaya” film amerika.

Itu adalah kali pertama saya menonton film Jepang dan saya langsung suka. Dan kami jadi semakin sering berkirim paket. Kadang dalam sebulan bisa saling berkirim 2x kadang hanya sekali. Karena koleksi buku saya banyak, biasanya saya berkirim buku dan beliau yang mengirim film.

Tidak hanya film, saya juga sempat dikenalkan dengan seri drama Jepang. Beberapa seri drama awal perkenalan dan memiliki kesan menyenangkan bagi saya di antaranya, Rich Man Poor Woman (2013), Gokusen (2002), Hana Kimi (2007), Brother Beat (2005) dan Hotaru no Hikari (2007).

Yang menarik, beberapa film dan seri drama yang saya sebutkan di atas itu pilihan dari beliau. Bukan dari saya. Dan entah mengapa, setiap film dan serial drama yang dikirimkan selalu ”pas” dengan kondisi terakhir hidup saya gitu wqwq (cocoklogi). Biasanya kalau selesai nonton, saya dan beliau akan membahasnya entah itu melalui chat atau telepon berjam-jam.

Tapi dari semua itu, ada 2 film yang benar-benar membekas dalam benak saya yang menyangkut hidup dan hubungan kami berdua juga. Eat Sleep Die (2012) dan Solanin (2010).

Film pertama saya tonton ketika saya resign dari pekerjaan customer service dengan alasan ingin melanjutkan kuliah tapi ternyata saya malah main-main. Saya ingat, waktu menonton film itu saya menangis ra karuan karena saya juga sedang mengalami kebingungan seperti tokoh dalam film tersebut karena tidak memiliki kepastian pekerjaan dan masa depan.

Sementara film kedua, Solanin, saya menontonnya bersama beliau. Tidak, kami menonton di rumah masing-masing. Cuma nontonnya barengan gitu. Saat menonton film itu kondisi kami berdua sebenarnya dalam keadaan sehabis berantem. Lalu saat sudah selesai menonton itu, saya nangis super kejer sampai beberapa jam. Tokoh Meiko sedikit mirip saya.

Kami berdua sempat berbicara di telepon setelah selesai menonton film Solanin. Curhat akan banyak hal termasuk membahas sedikit soal pertengkaran kecil diantara kami beberapa hari sebelumnya. Seperti halnya dalam film Solanin, kami berdua juga mengucapkan janji kecil-kecilan untuk tidak saling meninggalkan dan tetap bersama. (hadeeh), yang sayangnya beberapa bulan kemudian malah saya langgar dan menyebabkan kami berpisah.

Dan ya, begitulah. Kami berpisah. Kebiasaan mengirim film itu terhenti. Saya pun berhenti menonton film, melanjutkan hidup hingga akhirnya resmi menunda kuliah lagi dan mendapatkan pekerjaan baru.

***

Beberapa waktu setelah saya resmi berpisah dengan beliau ini, saya sempat menghindari twitter, tempat kami berdua saling mengenal. Tapi tidak bertahan lama soalnya saya berhasil menemukan hal lain dari twitter yang lebih menyenangkan.

Saya lalu mendalami beberapa ilmu menarik seputar dunia twitter (yang tentunya tidak perlu saya jabarkan disini). Saya sempat membuat beberapa grup ngobrol menarik yang kerap membahas rencana rencana-yang tentu saja, lagi-lagi tidak perlu saya jabarkan disini.

Saya juga kemudian bergabung dengan komunitas membaca buku, mengaktifkan akun Goodreads dan kembali giat membaca. Saya menyembuhkan patah hati dan mengobati kesedihan saya dengan banyak membaca dan bertemu orang baru. (beberapa buku menarik yang saya temukan ada di post ini)

Waktu terus berlalu, saya akhirnya mulai merasa sedikit bosan dengan ritme hidup yang gini-gini aja. Kerja-pulang kerja baca buku-tidur:diulang setiap hari. Pekerjaan baru saya adalah sosmed admin di sebuah perusahaan dan toko yang cukup besar di sebuah Spesialist Trade Mall di Barat Jakarta.

Produk yang disediakan toko saya ini cukup beragam mulai dari alat safety, alat perkebunan dan pertanian, tangga dan perkakas rumah tangga, alat listrik, alat kesehatan hingga AC serta timbangan yang dijual dalam partai besar. Selain menjual secara offline, toko tempat saya bekerja ini juga menjual secara online.

Jobdesc saya adalah menginput barang-barang yang dijual tersebut ke website resmi dan beberapa situs marketplace. Kadang saya juga membuat beberapa konten dan ikut langsung ke proyek untuk melihat dan meninjau pengajuan pembelian dari calon pembeli.

Sebenarnya pekerjaan ini cukup sulit dan sibuk, mengingat stok barang ada banyak dan terus berkurang serta bertambah tiap hari. Tapi meski sibuk, kadang saya punya beberapa waktu senggang yang kerap saya gunakan untuk twitteran hingga yang baru saya tekuni setahun terakhir yaitu mengunduh film.

Dulu kan waktu saya dekat dengan seseorang itu saya dikirimi film yang sudah dia unduh. Nah, suatu hari saya kepikiran kalau bisa dia unduh, berarti saya juga bisa dong? Trus saya cari deh ”unduh film Jepang” dari google dan muncul beberapa situs ternama dan klik klik klik, saya mulai mengunduh dan menonton film lagi.

Lalu entah bagaimana, kebiasaan menonton film ini kembali hidup dan menjadi sebuah aktivitas yang cukup penting dalam keseharian saya. Saya mengunduh dan menyimpan film itu di komputer kantor (huhu maaf pakai peralatan kantor seenaknya :'<) lalu film yang sudah saya unduh itu saya pindahkan ke handphone karena kebetulan saya tidak punya dan tidak bisa juga sih lama-lama menatap layar laptop.

Karena menonton dari hp, dalam sehari kadang saya bisa menonton sampai 5 film sekaligus. Biasanya saya nonton saat dalam perjalanan pulang-pergi kerja dan malam hari sebelum tidur. Begitu terus kebiasaan saya setiap hari.

Dan yah, pada post kali ini saya ingin membuat daftar 30 film favorit yang tanpa sadar mempengaruhi dan membentuk pola pikir hingga sekarang saat saya hampir memasuki usia 21 tahun. Tadinya saya mau membuat 21 film tapi sulit menentukan pilihan. Jadi saya genapkan menjadi 30 hehe.

Iya, beberapa hari lagi saya berusia 21 tahun. Hm, kalau saya jadi mahasiswi maka saya sudah di semester akhir ya….HHH tidak. Yang mau kita bahas sekarang film bukan galauin masa depan. Langsung saja, ini 30 film kesukaan saya.

Kebanyakan film Jepang/Asia karena saya belum tertarik menjelajah film dari benua lain. Kebanyakan film juga bergenre drama-family-friend-youth karena saya belum berani nonton film yang banyak darah atau film setan.

Ini 30 film tersebut di urutkan berdasarkan abjad, bukan rating atau urutan kesukaan.

17-06-14-12-42-50-004_deco17-06-14-12-44-19-258_deco17-06-16-15-02-22-970_deco

17-06-14-12-46-59-920_deco

  1. 0,5mm
  2. 10 Items or Less
  3. 5 to 7
  4. After The Storm
  5. A Letter to Momo
  6. A Story of Yonosuke
  7. Big Hero 6
  8. Castle In The Sky
  9. Chef
  10. Fallen Angel
  11. Hana-Bi
  12. Flying Colors
  13. Inside Out
  14. I Wish
  15. Kisaragi
  16. Monster University
  17. Oh Brother, Oh Sister!
  18. One Million Yen Girl
  19. Ponyo
  20. Solanin
  21. Sue, Mai, Sawa: Righting the Girl Ship
  22. Summer Wars
  23. Sunny
  24. Tampan Tailor
  25. The Secret Life of Walter Mitty
  26. Tokyo Oasis
  27. Wall – E
  28. Whisper of The Heart
  29. Wood Job
  30. Zootopia

Kalau diminta untuk membuat kesimpulan, maka yang bisa saya katakan adalah, kebanyakan film yang saya cantumkan di atas bertema family dan krisis pencarian jati diri. Lebih banyak sih yang seputar family complex: keluarga berantakan, orangtua bercerai, hubungan kakak adik, ketakutan akan masa depan dan hal-hal sejenis itu.

Saya tidak begitu paham banget soal sinematografi film. Biasa saya menonton dan mengunduh film karena siapa pemain dan sutradara, apa judulnya dan genrenya apa. Jarang saya menonton film lihat sinopsisnya dulu.

Ada beberapa film di atas yang saya sukai karena tidak sengaja mengunduh, ada juga yang rekomendasi dari teman. Intinya, kalau kamu bertanya ”Mai itu orang yang gimana sih?”. Mungkin jawabannya ada di 30 film itu. Atau mungkin kamu bertanya, ”keluarganya Mai itu kayak gimana sih? Mai mau punya hubungan di rumah tangga yang bagaimana sih?” dll, jawabannya ada di 30 film itu wqwq.

Kalau ditanya, saya tentu ingin memiliki akhir hidup yang menyenangkan seperti dalam kisah 30 film kesukaan tersebut. Tapi ah, hidup saya kan bukan film. Jadi yang bisa saya lakukan adalah tetap melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya. Semoga akhirnya baik sih, hehe

***

Lalu, kalau seandainya kamu bertanya berdasarkan apa saya memilih film-film tersebut, maka mungkin jawabannya seperti ini:

Semenjak saya tidak sekolah, saya seperti kehilangan jati diri. Di lingkungan kerja isinya orang yang lebih tua dari saya semua, tidak punya teman mengobrol dan saya terjebak dalam “rutinitas”. Tidak bisa ketemu banyak orang, jarang bicara dan terus menatap komputer dan lain sebagainya. Berselancar di internet memang menyenangkan, tapi saya tidak pernah bisa benar-benar menikmati dengan baik.

Badan rasanya ada yang “salah” kalau tidak berinteraksi dengan banyak manusia. Sebagai seorang extrovert dan ESFP sejati yang bisa stress kalau kebanyakan diam, bekerja di depan komputer sangat menyiksa saya.

Nah, kehadiran internet dan film mungkin bisa dikatakan adalah seorang “teman” pengganti yang baik. Twitter dan film menurut saya seperti sebuah “sekolah tidak resmi” bagi kehidupan saya setelah lulus. Dari twitter dan pengguna yang saya ikuti, saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang manusia. Mempelajari status yang kerap mereka unggah, trivia yang mereka ketahui bahkan sampai kisah sehari-hari dari kantor atau hubungan dengan kekasih.

Dari film, saya seperti belajar sebuah teori. Semacam mendengarkan guru yang sedang mengajarkan sesuatu. Yang menarik, saya bisa memilih mau belajar apa hari ini: alih-alih mengikuti “jadwal” belajar. Ya, memang apa yang saya dapatkan dari film tidak semuanya berguna sih. Soalnya kan tetap, yang terpenting adalah praktek (dan tentu saja tidak semua yang saya dapatkan dari film bisa saya praktekkan dalam kehidupan yang saya jalani saat ini).

Tetapi intinya, dari menonton banyak film dan berselancar di twitter, saya jadi merasa tidak terlalu kesepian banget. Saya juga berkesempatan ikut beberapa kegiatan relawan untuk charge energi extrovert saya (seperti volunteer mikoshi kemarin). Dan ya, begitulah hal-hal yang membentuk kepribadian saya 21 tahun terakhir.

***

Beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan buka bersama dengan teman-teman semasa sekolah. Obrolan yang terjadi tentu bisa ditebak, ada beberapa yang mulai membahas tugas akhir kuliah, ada juga sih yang sibuk membahas diskon pakaian anak. Jujur, saya agak merasa sedih.

Dulu saat sekolah saya cukup berprestasi, eh tapi malah menunda kuliah. Ya memang tidak ada yang salah sih. Hanya saja kalau habis menonton film yang endingnya bahagia gitu kadang saya suka kepikiran, mau sampai kapan “sampai kantor download sampai rumah nonton film terus?”. “Mau kerjaannya gini-gini doang duduk depan komputer?”. “Emangnya gak mau ketemu dengan banyak orang secara real dan bekerja dengan banyak gerak?”. Dan masih banyak pikiran-pikiran lain yang tidak ada habisnya membuat khawatir.

Tetapi, yah, begitulah. Keinginan untuk menjadi lebih baiknya sih ada. Tapi mungkin nanti aja.

Kapan?

Kapan-kapan.

Hhhhh ­čśą

Kalau mau jujur, 30 film yang saya pilih adalah film-film yang menggambarkan tentang, keluarga-pertemanan-percintaan-dan karir yang saya harapkan dan inginkan di masa depan. Kira-kira, ada gak ya, dari 30 film itu yang endingnya bisa terjadi sama saya di dunia nyata(?)

Hhaaaaaahhh, sisa beberapa hari lagi sebelum saya berusia 21.

Saya penasaran, kira-kira hal menarik macam apa ya yang menunggu di depan sana?

 

 

*Pada post ini saya ingin mengucapkan spesial terima kasih kepada Dony Iswara, pengguna twitter pertama yang mengikuti balik akun saya dan “tanpa disadari” memperkenalkan saya pada geng CPS, Commutrip, dll, dsb, dst.

***Juga pada -Jaeger Admin y?- yang memperkenalkan saya pada film, JKT48 dan dunia Jepang lebih luas. s(y)g.

***Pada Burhan, Paidi, Badrun! 3 tokoh fiktif twitter kesayangan. Terima kasih sudah mampir ke warkop ci mai<3

****Pada reixha, kaknash, bangsop, ranANNISrun, ghaida farisya, viviyona apriani, cindy yuvia. Teman curhat, oshi kesayangan dan senpai baik hati<3

*****Pada semua following twitter saya sejak 2014 baik yang sudah kopdar atau masih tidak diketahui bagaimana bentuk aslinya, kalian mewarnai masa pencarian jati diri saya, terima kasih!

[Review & Recap] Membaca dan Menonton di bulan Januari-Februari

Dulu saya kurang suka menonton film. Rasanya aneh. Dan saya tidak bisa betah berlama-lama menatap layar juga. Setiap selesai nonton (bahkan sinetron yang diselingi iklan pun) pasti saya akan merasa pusing.

2 Tahun ini kebiasaan tersebut sedikit berubah. Saya berkenalan dengan seseorang yang kerap memberikan beberapa copy film yang diunduh dari situs online pada saya. Dari dia, saya mengetahui beberapa jenis film menyenangkan yang tidak membuat pusing tapi justru menimbulkan banyak ”what if” dan pemikiran-pemikiran baru setelah ditonton.

Film – film dari Jepang.

Sejak saat itulah saya mulai terjebak dan jatuh cinta pada dunia Jejepangan.

Gak sampai jatuh cinta banget sih. Tapi saya jadi suka mengamati perkembangan dunia Jepang terbaru, tapi dalam hal ini khusus dunia hiburannya saja. Selalu menyenangkan ketika menonton film-film Jepang. Saya suka tiap adegan yang menyoroti lingkungan tempat tinggal dan juga aktivitas yang dilakukan pemain film tersebut.

Dan yah, perlahan saya jadi suka menonton film. Tidak 100% bisa dikatakan suka juga sih karena yang saya tonton hanya film-film Jepang dan seputar Asia saja. Kalau film animasi dan film luar selain dari Asia, saya masih belum bisa cocok.

Film selain dari Asia menurut saya terlalu keras(?) dan pengambilan gambarnya juga bikin pusing. Entahlah, saya belum pernah bisa menonton film luar Asia tanpa harus di pause berkali-kali untuk istirahat dulu soalnya. Hal ini juga yang membuat saya jarang nonton film di bioskop. Paling film Indonesia saja. Itu pun bisa dihitung jari dalam setahun.

***

Berbicara tentang film ini, saya jadi ingat salah satu project yang saya buat pada tahun lalu; memperbanyak nonton film dan mengurangi nonton teater. Project-nya bisa dikatakan cukup berhasil. Terakhir kali saya nonton teater itu 20 Desember saat last day kelulusan Ghaida Farisya. Setelah itu sampai sekarang gak pernah mampir ke f(x) sudirman lagi dan bahkan saya sudah berhenti mengikuti semua akun media sosial yang berhubungan dengan JKT48.

Kenapa berhenti? Hm, mungkin karena bosan kali ya. Dan ya, kadang saya merasa, daripada menyemangati mereka untuk menggapai mimpi, lebih baik saya berusaha dulu untuk hidup saya yang masih tidak jelas dan berantakan. Capek juga dengan banyaknya drama yang ada (antar fans maupun member) + saya masih kurang cocok dengan sistem ticketing JKT48 yang terbaru saja sih hehe.

Berbicara tentang film, sejak dibuatnya project itu sampai sekarang, mungkin saya sudah menonton hampir 150 film dan beberapa serial drama dengan berbagai genre. Eh gak berbagai juga sih, kebanyakan film yang saya tonton hanya bergenre drama gitu, (drama-comedy, teen-drama, dll). Gak ada yang bergenre horor dan fantasi. Saya takut wqwq.

Nah setelah selesai dengan project itu, saya berpikir untuk membuat project baru khusus di blog ini. Mulai bulan ini, setiap bulannya saya akan membuat post rekap bulanan dan rekomendasi film dan buku yang sudah saya tonton di bulan itu.

Agak telat sih, harusnya saya mulai ini dari Januari kemarin. Tapi saya baru kepikiran kemarin pas lagi nunggu ojek online dan yah daripada tidak sama sekali kan ya?

Jadi untuk post ini mungkin akan panjang sekali karena gabungan rekapan bulan Januari dan Februari. Dan tanpa banyak kata lagi, inilah catatan 2 bulan menonton dan membaca saya. Selamat membaca, siapa tau menemukan rekomendasi yang menarik!~

***

Januari
Film :  22 (6 film animasi, 2 film Thailand, 1 film Taiwan, 3 film luar asia, sisanya film Jepang)
Serial Drama : 1 (11 episode)
Buku : 61 (18 novel, sisanya buku how to, buku travel dll)

Awal tahun yang cukup menyenangkan. Januari kemarin saya menang kuis berhadiah 1 paket buku dari penerbit baru di Indonesia, serial #BlueValley. Ceritanya sendiri sangat menarik. Bertema kehilangan dan bagaimana para tokohnya bangkit dari kesedihan itu.

Saya juga berhasil membaca buku yang tahun lalu menjadi buku favorit pembaca, Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi. Edan banget sih buku itu, dan yah saya akui dan juga menobatkan buku itu sebagai buku kesukaan saya.

Bulan Januari lalu saya tidak hanya menonton film Jepang. Beberapa kali saya juga menonton film animasi juga film dari Thailand dan Taiwan. Semuanya memiliki warna dan kesan tersendiri buat saya.

Januari ini saya juga menonton  La La Land, film pertama yang saya tonton di bioskop tahun ini dan, uh, maaf. Saya kurang bisa menikmati dengan baik karena saya ketiduran + kedinginan wqwq. Ya salah saya juga sih nonton di hari Senin pukul 9 malam habis pulang lembur. Saya ketiduran pas di awal-awal gitu. Nanti deh saya masukkan ke kolom suka setelah saya nonton ulang kalau udah ada di lk21 xD. Tapi saya cukup suka kok.

Buku kesukaan di bulan Januari17-02-10-12-08-31-615_deco

  1. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi.
    Saya memberi 4 bintang. Ekseksusi cerita dan tokoh-tokohnya mantap. Tema cerita yang ditawarkan juga tidak biasa. Hanya saja saking tidak biasanya ini, saya merasa terlalu sayang untuk memberi 5 bintang. Terlalu sempurna wqwq. Saya kurang suka endingnya sih, tapi manis. Ada sedikit review saya disini.
  2. Ken & Kaskus
    Buku biografi pertama yang saya baca tahun ini. Kisahnya menarik. Dan saya suka dengan gaya tulisan di buku ini. Tidak terkesan ”sombong” dan mengajari. Pelajaran hidupnya juga gak terang-terangan diselipkan di setiap tulisan gitu, jadi kita bisa intropeksi dan mengambil kesimpulan sendiri dari tiap cerita.
  3. Kesetiaan Mr.X
    Saya dapat buku ini sebagai hadiah kuis Giveaway pada tahun lalu, tapi belum sempat saya baca eh bukunya hilang. Untung ada teman twitter yang berbaik hati meminjamkan. Dan yah, ini buku pertama yang genre-nya bukan saya banget tapi berhasil saya tamatkan dan saya sukai. Kalau ditanya tentang apa, mungkin bisa cari review orang lain aja ya. Inti dari buku ini; saya belajar bahwa ”cinta” itu kadang benar-benar menakutkan dan menyedihkan. Kesukaan!
  4. Pasarnye Jakarta
    Buku ini berisi daftar pasar-pasar tradisional di Jakarta. Waktu selesai membaca buku ini, entah mengapa saya langsung merasa beruntung tinggal di Jakarta. Dari buku ini saya tahu kalau hampir apa saja ada di Jakarta. Apa saja. Ada pasar-pasar khusus di berbagai pelosok Jakarta yang menjual yang kita cari itu. Buku ini lumayan lengkap. Mencatut 5 daerah penting Jakarta lengkap dengan transportasi kesananya pakai apa.
  5. Eat Play Leave
    Ini saya benar-benar gak menduga banget kalau saya akan menyukai buku ini. Mbak Jenny-nya sendiri (penulis) sering saya follow-unfollow di twitter. Apa ya, kadang saya merasa kurang sreg aja gitu sama pendapat-pendapat pribadinya wqwq. Cerita di buku ini adalah tentang kisah mbak Jenny selama tinggal di Bali. Pengalamannya bertemu banyak mahluk ajaib di Bali pasca film Eat Pray Love tayang juga tentang bagaimana Bali membuat mbak Jenny tumbuh dan mengenal dirinya lebih baik lagi. Saya berkali-kali nangis dan ketawa pas baca ini. Jadi bikin pengen berjalan jauh juga. Suka!
  6. Serial Blue Valley
    Saya memasukkan dalam daftar buku kesukaan saya bukan karena saya dapat ini secara gratis tapi ya memang serial ini bagus (meski tidak semua). Blue Valley bercerita tentang kisah orang-orang yang tinggal di komplek perumahan bernama Blue Valley dalam menghadapi kehilangan. Kata kuncinya adalah kehilangan dan bangkit. 5 kisah di buku ini bercerita dengan kehilangan yang berbeda-beda. Dan baru saya sadari, bahwa 5 buku ini juga mendapat rate yang berbeda-beda dari saya.
    Tidak ada buku yang benar-benar membekas baik banget buat saya sih. Tapi ada 1 buku yang berhasil bikin saya bengong semingguan, yang Lara Miya. Yang lainnya…ya begitulah hehe. Tidak bisa dikatakan bagus/jelek. Tergantung selera pembaca tapi saya merekomendasikan untuk membaca serial ini. Nilai plusnya, sampulnya cantik-cantik!

 

Film kesukaan di bulan Januari

17-02-22-12-20-49-968_deco

  1. Ponyo (2008)
    Saya suka bangeeeettt!
    Awalnya saya sempat takut sih, kayak ponyo ini mahluk apaan? ikan? apa apa? Tapi seiring bertambahnya waktu dan cerita yang bergulir, saya langsung suka. Suka aja gitu sama gambar dan karakternya. Laut. Sejak dulu saya suka sama laut walaupun bisa dihitung jari berapa kali saya mampir kesana. Saya lebih suka ini daripada totoro. Dan sampai review ini dibuat, saya sudah mengulang nonton ini 6x. Suka.
  2. Le Petit Prince (2015)
    Ini saya iseng nonton dan unduh filmnya. Saya sebenernya gak begitu ngerti banget sama bukunya (jangan bully saya :'(). Tapi saya suka dengan filmnya. Bikin merenung banget 20 tahun hidup w ngapain aja dah hhh
  3. Back to 90’s (2015)
    Ini iseng unduh juga ya. Dan ternyata ceritanya manis banget. Menceritakan tentang seorang anak yang tiba-tiba bisa kembali ke tahun 90an saat kedua orangtuanya masih kuliah gitu. Di film ini kita bakal menemukan kejayaan pager, telepon umum dan beberapa benda dari tahun 90an. Bahkan internet juga masih menjadi barang baru di tahun itu. Nonton ini bikin senyum-senyum sendiri. Manis.
  4. Kisaragi (2007)
    Ini saya unduh karena penasaran dengan akting Oguri Shun, aktor kesukaan saya. Dan ceritanya menarik. Tentang 5 orang yang menjadi fans seorang idol yang memutuskan untuk bertemu di dunia nyata setelah selama ini hanya mengobrol di forum saja. Siapa sangka, saat bertemu itu ternyata mereka ber-5 memiliki ”hubungan” dengan idola mereka. Setelah nonton ini saya jadi mikir aja gitu gimana ya kalau saya ketemuan sama teman-teman dari twitter hhe.
  5. At Cafe 6 (2016)
    Ini tema ceritanya lumayan banyak. Tentang hubungan seorang anak laki-laki dengan sahabat, ibu juga dengan pacarnya yang menjalin LDR. Alur cerita ini mundur dengan eksekusi cerita yang gak terduga. Dan ada 1 kutipan di film ini yang sangat menohok ”LDR itu akan berhasil kalau kamu gak miskin. Secanggih apapun teknologi, tapi kalau kamu miskin dan gakbisa ke tempatnya tiap minggu ya pasti gagal”. Jahat sih, tapi saya agak setuju juga sama kutipan itu wqwq
  6. A letter to Momo (2011)
    Suka juga sama yang iniiii. Berkali-kali ngakak juga walaupun sebenernya tokoh setannya itu ada yang nyeremin. Tapi bagus. Film ini juga mengingatkan saya pada salah satu nasehat kakek; jangan pernah keluar rumah atau pergi dalam keadaan marah. Selalu lepas kepergian dan pamit pergi dalam keadaan berbaikan dengan siapapun. Kita gatau apakah 10 menit lagi mereka masih hidup atau tidak. Bagus!
  7. A Story of Yonosuke (2013)
    Sesuai judulnya, film ini menceritakan tentang kisah hidup Yonosuke dari sudut pandang orang disekitarnya. Yonosuke, seorang teman yang mau melakukan apa saja asal semua orang di sekitarnya merasa tenang dan senang. Seseorang yang mungkin saja mudah dilupakan seseorang tapi bila kita diminta untuk mengingatnya, maka kita akan tersenyum dan mengatakan ”dia orang yang sangat menyenangkan”. Suka.
  8. Villain (2010)
    Ini selama nonton ini dada saya perih banget. Kayak diremas-remas gitu. Menceritakan tentang sebuah pembunuhan yang dilakukan seorang pria kepada gadis yang ia temui dari aplikasi online. Masalah yang diangkat dari film ini adalah tentang sisi psikologis pembunuh dan keluarganya yang berubah drastis sejak kejadian itu. Sedih banget sih, saya bisa ”meresap” dengan baik merasakan ketakutan dan kesedihan yang dirasakan pelaku atau keluarganya. Suka!
  9. Big Hero 6 (2014)
    Baru nonton ini dan suka jugaaaa xD
    Pengen punya Baymax juga. Eh tapi lebih pengen punya otak kayak Hiro sih, gila otaknya keren banget. Saya selalu kagum dengan orang pintar. Tapi gak 100% pengen jadi kayak mereka juga sih. Kadang jadi bodoh juga gak buruk-buruk banget. Tapi pokoknya suka sama film ini! Mungkin masuk daftar 100 film kesukaan saya hehe

 

***

Februari
Film : 36 (2 film animasi, 3 film Taiwan, 1 film Cina, 4 film luar asia, sisanya film Jepang)
Serial Drama : –
Buku : 114 (4 komik, 6 buku kumpulan cerita pendek, 14 novel, 22 buku puisi, sisanya buku travel, komik/novel grafik, buku kumpulan essai/catatan)

Buku yang saya baca di bulan ini banyak sekali. Kebetulan saya berlangganan 2 paket premium dari aplikasi membaca buku online selama sebulan. Yaitu aplikasi Scoop dan Bookmate. Masa berlangganan habis bulan Maret. Jadi ya saya mencoba memaksimalkan waktu membacanya dengan baik biar nggak sia-sia wqwq.

Tapi meski waktu senggang saya banyak dihabiskan untuk membaca, saya juga baru ngeh kalau jumlah tontonan saya bulan ini tak kalah banyak. Banyak banget malah. Buat yang tanya bagaimana cara saya membagi waktunya, maka jawaban saya kira-kira begini;

  1. Saya membaca tiap pagi sambil menunggu dan saat di dalam transjakarta sebelum berangkat ke kantor. Ini tidak selalu terjadi karena kalau misal saya bangun kesiangan dan terburu-buru atau cuaca hujan, biasanya saya malas membaca dan hanya mendengarkan musik saja. Dari kegiatan ini biasanya saya bisa dapat 10-20 lembar halaman buku elektronik.
  2. Saya membaca lagi saat pulang kerja dalam commuter line. Ini biasanya bisa dapat lebih dari 20 halaman. Oiya, saya tidak berlangganan paket internet. Jadi kalau internetan hanya di rumah dan kantor saja. Pakai wifi. Jadi kalau di tempat umum gapernah internetan dan bisa fokus membaca hehe.
  3. Khusus bulan ini kenapa bisa banyak baca buku mungkin karena bulan ini saya banyak ikut ke tempat klien. Sering di luar kantor, terjebak hujan dan macet membuat saya jadi produktif membaca.
  4. Sampai di rumah (biasanya masih ada waktu 40 menit sebelum maghrib) saya pakai untuk makan dan istirahat sebentar sambil menonton film. Kalau filmnya seru biasanya akan saya lanjut setelah selesai sholat dan biasanya selesai sampai jam 7.30 malam (tergantung durasi film). Setelah selesai saya biasanya ”istirahat” dengan lanjut membaca sampai ketiduran.
  5. Saya tidur jam 9 malam. Paling telat jam 10. Kecuali hari Jumat. Kalau hari Jumat, alarm tubuh saya baru bisa tidur jam 11 malam.
  6. Aktivitas pada nomor 3 bisa diganti. Seperti misal kalau pas tadi di commuter line saya habis membaca buku yang seru, sampai rumah bakal saya lanjutin sampai tamat dan kalau udah lewat jam 8 maka berarti hari itu gak nonton film. Atau kalau masih ada waktu, setelah selesai baca akan lanjut nonton sebentar.
  7. Tiap jam 8 atau 8.30 malam biasanya saya sudah berhenti memegang hp. Sudah kebiasaan gitu biar gak kena radiasi dan biar mata istirahat juga.
  8. Ini tidak berlangsung tiap hari karena kadang saya malas menonton atau membaca dan jadinya malah sibuk twitter-an. Kalau mood seperti ini kambuh, biasanya saya uninstall twitter. Jadi di rumah gak bakal bisa twitteran karena kalau mau install ulang twitter, wifi rumah suka gak kuat wqwq
  9. Saya menonton dan membaca dari HP yang berlayar dan memiliki daya tahan baterai yang cukup kuat. Bukan dari laptop/tab. Jadi ya saya bisa menonton dimana saja kalau bosan.
  10. Saya jarang keluar rumah untuk main atau mampir kemana-mana dulu jadi ya hidup saya tiap hari begitu terus diulang-ulang hhh

Begitulah kira-kira kalau ada yang bertanya gimana caranya saya membagi waktu untuk menonton dan membaca sebanyak itu hhe ­čśą

Dan inilah buku kesukaan saya selama bulan Februari

17-02-24-12-02-03-617_deco

  1. Jakarta sebelum pagi
    Untuk yang belum tau, mbak Ziggy (saya tidak hapal nama panjangnya) adalah salah seorang perempuan yang pernah 2x menang sayembara DKJ. Ini adalah buku keduanya yang saya baca dan kalau boleh jujur, saya jauh lebih suka buku ini daripada buku Di Tanah Lada yang membuatnya menjadi pemenang sayembara itu.
    Apa ya, pas baca ini tuh saya seperti diajak muter-muter. Jangan tanya saya buku ini bercerita tentang apa karena saya aja gatau. Pokoknya isinya ngalur ngidul bahas babi, teh, bunga, korban perang, orang arab, orang belanda, jakarta…macem-macem deh. Tapi kamu bakalan suka. Saya masih geleng-geleng kepala kalau ingat isi buku ini. SUKA!
  2. Kingyo Used Books
    Komik pertama yang saya baca tahun ini!
    Padahal saya sudah berniat tahun ini gak baca komik biar tidak di-nyinyirin orang tapi saya pikir bodoamatlah wqwq. Ini bagus, saya dapat rekomendasi ini dari teman twitter. Menceritakan tentang sebuah toko komik bekas, Kingyo dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan tempat itu. Jadi ini ceritanya komik di dalam komik gitu, seru banget!
    Dari komik ini kita juga bakal dapat rekomendasi komik lain dari setiap cerita yang ada. Dan oh, ini bukan komik serial gitu tapi kumpulan oneshoot dalam beberapa volume. Sayangnya, scan-nya baru sampai volume 4 padahal edisi cetak di Jepangnya sudah jauh. Tapi tetap suka! SUKA BANGET!
  3. A Monster Call
    Saya dapat buku ini hadiah dari salah satu teman di goodreads dan wah, waktu lihat sampulnya pertama kali itu saya takut banget, terlihat seram. Tapi ternyata isinya surem hhh. Kalau tanya buku ini tentang apa mungkin bisa cari dari review orang lain ya, tapi salah satu hal yang saya pelajari dari buku ini adalah untuk tidak takut. Jangan takut, dan lawanlah. Lawanlah monster yang ada dalam dirimu. Jangan biarkan ia bangkit dan menguasaimu. Kesukaan~
  4. Tea For Two
    Selama ini saya mengenal Clara Ng sebagai penulis buku anak-anak. Nah, ini adalah buku pertama beliau yang bukan bertema buku anak-anak dan SUKA BANGET. Surem, rasanya saat menulis review singkat disini jadi ingin mengumpat karena ingat cerita di buku itu. Menceritakan tentang Sassy, seorang wanita mandiri yang cukup sukses dan mendirikan sebuah usaha perjodohan. Suatu hari Sassy akhirnya menikah dan ia mengalami KDRT yang dilakukan oleh suaminya. Dalam buku ini dijelaskan apa yang Sassy alami dan lakukan dalam menghadapi KDRT tersebut. Asli ya, saya baca ini tuh berkali-kali mengumpat, nangis, ketawa, nangis, mengumpat lagi.
    Satu yang terlintas dalam pikiran saya setelah selesai membaca ini adalah. bisakah saya menemukan sahabat-sahabat yang baik seperti yang Sassy miliki dan mau membantu bangkit? Karena saya iri sekali dengan Sassy yang memiliki sahabat baik. Setelah baca ini saya juga jadi mikir, Sassy yang cantik, mandiri, sukses, punya perusahaan sendiri aja bisa jadi korban KDRT dan termakan rayuan cinta, apalagi w yang jelek, buluk gini hhh. Jadi berpikir ulang 100000x juga sih tentang pernikahan. Tapi saya juga dapat pemikiran baru dari buku ini, bahwa pernikahan itu kadang seperti sebuah koin, ada 2 sisi. Dan kita tidak boleh selalu memandang sinis ataupun terlalu berandai akan bahagia selamanya, sebab yang namanya hidup ya tidak selalu bahagia. Bagus. Bagus banget… :’)
  5. Semua buku kumpulan puisi Robert M Drake
    Bulan ini sebenarnya saya banyak membaca buku puisi. Tapi setelah memilih dan menimbang, saya memutuskan untuk memasukkan semua karya Robert M Drake sebagai daftar kesukaan. Ada 5 buku puisi yang semuanya saya baca gratis dari aplikasi bookmate. Kalau ditanya yang benar-benar kesukaan mungkin yang Broken Flowers, tapi hampir semuanya saya suka. Puisi di tiap buku bertema berbeda. Ada yang bahas kehilangan, life guide, ketakutan akan masa depan dan juga keluarga. Paling banyak tentang keluarga sih karena kalau saya tidak salah menerjemahkan, semua buku puisi yang ditulis oleh Robert ini didedikasikan untuk adiknya yang meninggal karena kanker. Kalau boleh jujur, saya jauh lebih suka karya beliau daripada serialnya Lang Leav hehe
  6. Perempuan
    Pas baca ini….merasa minder sendiri karena ugh, saya masih merasa jauh sekali dari sosok perempuan baik dari segi sikap maupun penampilan. Walaupun sudah berhijab dan kadang dandan, saya masih sering beberapa kali dikira laki-laki wq.
    Buku ini berisi banyak informasi yang cukup lengkap seputar perempuan. Ada pembahasan tata cara berpakaian, kedudukan wanita dalam lingkungan, kedudukan wanita sebagai ibu, pendidik, istri dan wanita karir, juga bahas pernikahan beda agama. Bagus. Pikiran saya jadi terbuka dan tercerahkan banget. Baca ini dari aplikasi bookmate dan jadi ingin punya versi cetaknya hehe
  7. The princess saves herself in this one
    Ini buku puisi yang hhhnnggggg banget. Di awal-awal ya, saya tertawa dengan pilihan katanya. Di pertengahan, lho apa nih kok tiba-tiba nangis….. Pas mau bagian akhir nangis kejer gak karuan sampai, ugh, saya cukup terguncang banget. Untung akhirnya bahagia.
    Memang ceritanya tentang apa sih? Tentang sebuah kelurga kecil yang perlahan-lahan ”hancur”. Ibu yang pergi, adik yang mengalami kecelakaan dsb. Ada banyak tragedi tak terduga di buku ini tapi ditutup dengan ending yang membuat lega dan ”yakin” kalau hidup tidak akan selamanya sedih. Pilihan dan permainan katanya Bagus. Bagus!
  8. 1984
    Tahun lalu akhirnya saya berhasil mencoba membaca Animal Farm dan cukup suka. Sudah punya file filmnya juga tinggal di tonton. Nah semenjak kemenangan presiden Trump kemarin, mendadak banyak orang yang membahas buku ini dan saya jadi penasaran. Sebenarnya penasarannya sih sudah sejak dulu, cuma baru sekarang ”niat” untuk membacanya hadir. Dan wow. Apa ya, gak bisa bayangin aja sih kalau saya hidup di era itu bagaimana. Dan ini buku juga bikin depresi banget ya, tapi gak separah The Cathcer in The Rye. Kalau yang itu saya sampai ikutan depresi parah berhari-hari setelah membaca. Yang ini nggak, hanya bertahan 2 harian saja karena selanjutnya saya jadi sibuk berpikir yang tidak-tidak dan berharap semoga hal buruk di buku itu tidak sampai terjadi saja sih.
    Dan ya, saya tidak tau kategori buku bagus itu seperti apa dan saya juga tidak cukup cerdas untuk mengkritisi dan memberi pendapat khusus mengenai buku ini. Tapi yang jelas saya suka, dan buku ini berhasil menimbulkan rasa penasaran saya dengan baik bagaimana kisah selanjutnya, juga membuat saya berpikir tentang banyak hal di masa depan. Kesukaan.

 

Film kesukaan bulan Februari

17-02-24-12-09-40-849_deco

  1. Oh Brother, Oh Sister! (2014)
    Film tentang kakak adik yang hhh. Sebenarnya tidak terlalu sedih banget. Jatuhnya malah ini film drama komedi kalau saya bilang. Tapi karena kebetulan saya seorang kakak perempuan (yang jelek) dan punya adik laki-laki (yang ganteng) persis seperti tokoh dalam film ini, jadi ya saya merasa sedih sendiri aja gitu, membayangkan, kalau suatu saat nanti di masa depan tinggal saya dan adik saya saja seperti film ini dan lalu adik saya memilih untuk menunda pernikahannya menunggu saya bahagia dulu gimana ya hadeeehhhhh. Bagus!
  2. The Foreign Duck, the Native Duck and God in a Coin Locker (2007)
    Ini saya cari film ini susah banget. Penasaran sama film ini karena teman twitter pernah twit, untung ada teman yang mau bantu mencarikan hehe. Ceritanya…err, saya gatau juga sih cerita pastinya ini tentang apa. Tapi mungkin secara garis besarnya bisa dikatakan tentang orang asing yang mencoba agar bisa diterima di tempat baru. Dalam hal ini khususnya Jepang. Soalnya di Jepang, orang asing itu seperti dipandang sebelah mata. Lagi-lagi, moodboard filmnya saya banget. Plus, Eita (salah satu pemainnya) adalah aktor kesukaan saya terlihat lucu dengan rambutnya yang bikin gemas di film ini, hehe. Kesukaan!
  3. One Million Yen Girl (2008)
    Sebenarnya tidak bisa dikatakan sama, tapi menurut pendapat pribadi saya, inti dari film ini adalah tentang hubungan kakak-beradik. Hampir mirip Oh Brother, Oh Sister! walaupun genre film ini tidak memiliki unsur comedy. Saya nonton ini nangis kejer. Dan pada beberapa hal, saya juga pengen kayak gitu. Pergi ke suatu tempat, bekerja, mengumpulkan sampai 1 juta(?), pindah ke tempat lain, mengumpulkan 1 juta lagi, begitu terus. Berpindah. Pergi ke tempat dimana tidak ada yang mengenal. Bertemu banyak orang baru. Kesukaan saya banget!
  4. Bangkok Traffic Love Story (2009)
    Ini film ngenes banget sih. Tentang seorang perempuan yang bisa dikatakan cantik dan bersahabat dengan perempuan yang bisa dikatakan tidak cantik. Mereka terus bersama sampai kerja (sekolah-kerja di tempat yang sama) tapi kenyataannya si cantik gak pernah laku bahkan ia ditinggal nikah duluan sama temannya. Waktu nonton ini dada saya ngilu membayangkan, iya juga ya, gimana ya nanti kalau w ditinggal nikah sama teman-teman w.
    Dalam hal ini, dada saya bukan ngilu karena ingin menikah juga. Saya lebih ke membayangkan apakah kalau mereka sudah menikah nanti mereka masih mau saya repotkan dan masih mau meluangkan waktunya untuk saya dan hal-hal semacam itu. Dari film ini saya belajar memahami kesepian dan kesendirian. Dan oh, jadi pengen mengalami kisah cinta yang demikian juga sih. Dan oh (lagi), tokoh cowoknya ini tipe saya banget. Bukan berdasarkan tampang ya, tapi dari gaya pakaian seragam kerjanya + pekerjaan +auranya. Kebetulan tipe saya memang yang agak bapak-bapak dan tipe pekerja keras gitu. Saya suka betah lama-lama ngeliatin orang yang kerja luar ruangan. Mereka terlihat macho. Waktu kecil, saya pernah memiliki pemikiran bahwa kerja=bergerak dan berkeringat. Makanya saya suka kalau lihat laki-laki yang terlihat serius bekerja dan bergerak gitu. Seperti di film ini,hhe.
  5. If Cat Dissapear From The World (2016)
    Ini lebih ke film psikologi dan pencarian jati diri sih ya kalau saya bilang. Film ini membahas tentang hidup. Tentang bagaimana kamu ingin diingat dan dikenang oleh seseorang, tentang ketakutan dilupakan dan pentingnya eksistensi diri. Nonton sendiri aja deh, bingung saya juga jelasinnya wqwq
    Satu kutipan kesukaan yang saya ingat dari film ini,
    ”kalau kamu diberi kesempatan untuk menelepon dan berbicara dengan seseorang untuk yang terakhir kalinya, siapa yang bakal kamu telepon?”
    Yang membuat saya terdiam merenung hingga lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget karena isi kontak saya hanya ada 3 orang; bos saya, nenek saya dan ibu saya.
  6. What a wonderful family (2016)
    Saya memutuskan mengunduh film ini karena naksir dengan poster filmnya yang lucu. Dan ya ini adalah film ringan bergenre drama komedi tentang sebuah keluarga kecil (ayah, istri, 3 anak, menantu, calon menantu) dalam mendefinisikan tentang apa itu keluarga dan apa itu cinta. Pesan yang saya dapat dari film ini kira-kira mungkin begini; yang namanya cinta, kadang juga perlu sebuah pernyataan dalam bentuk ucapan. Jangan terus selalu dalam bentuk tindakan karena hei, bibir itu diciptakan bukan hanya untuk makan. Jadi, jangan ragu katakan apa yang kamu rasakan, sebelum ia pergi dan kesempatanmu hilang. SUKA!
  7. Wall-E (2008)
    Hehehehehehehehehehehehehehehe
    Nonton ini karena waktu itu nanya ke 3 orang terdekat saya ”apa film disney kesukaanmu” dan salah seorang dari 3 itu menjawab Wall-E. Alasannya karena katanya film ini romantis. Mengejar kekasih ke luar angkasa gitu.
    Trus ya yaudah, pas nonton ini jadi terbayang dan berpikir yang macam-macam. Nangis mewek berkali-kali juga sih. Eh itu mah karena saya yang emang cengeng kali ya, surem. Perjuangan banget nih nonton ini karena sempat ngulang 4x soalnya ketiduran terus, hadeeh. Eh iya, suka ini bukan karena ikut-ikutan. Emang filmnya bagus.
  8. Sue, Mai & Sawa: Righting The Girl Ship (2012)
    Menceritakan tentang 3 orang perempuan single yang sudah dalam usia rata-rata dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan; atasan dan rekan kerja yang menyebalkan, paksaan untuk menikah dari keluarga dan lingkungan, gebetan yang ternyata tak sesuai harapan. INI BAGUS BANGET!. Semua cewek mungkin harus nonton ini kalau saya bilang. Apa ya, segala kekhawatiran saya akan masa depan sebagai perempuan digambarkan dengan baik banget di film ini. Nangis kejer juga kayak, bajeeenggg, tar kira-kira w gedenya bakal kayak Sue, Mai atau Sawa ya? hh.
    Oh iya, 3 orang ini bersahabat. Dan mereka bisa sama-sama menguatkan satu sama lain dalam berbagai masalah yang ada meskipun sebenarnya masalah mereka secara individu pun sudah bikin kepala pusing. Pas nonton ini jadi inget buku Tea For Two dan film Bangkok Traffic Love juga dan mikir, kok bisa pas gini ya bulan Februari ini dapet film dan buku yang bahas pernikahan gini wqwq. Film ini masuk ke daftar 100 film kesukaan saya!
  9. Rentaneko (2012)
    Film yang hhh. Menceritakan tentang seorang gadis yang sudah kecil sangat dekat dengan kucing. Jadi entah mengapa, dimanapun gadis ini berada dan bila tak jauh dari tempat ia berada ada kucing, kucing itu akan otomatis mendekat dan tertarik dengannya gitu. Begitu terus hingga kecil sampai dewasa. Ia akhirnya membuka sebuah jasa penyewaan kucing untuk orang-orang yang kesepian. Dan ya, film ini berisi kisah-kisahnya yang bertemu dengan beberapa orang ”kesepian” dan menyewa kucing miliknya juga kisahnya dalam menghadapi ”kesepian” yang dia alami yang ternyata, tidak semuanya bisa diselesaikan dengan bantuan kucing. Gemas banget nonton ini. Dan jadi ingin memelihara kucing juga sih. Penasaran juga sih kira-kira nanti kalau dibandingkan dengan film Neko Atsume (belum tayang), bakal bagusan mana karena sama-sama membahas kucing yang banyak.

 

Waktu saya menulis semua catatan rekapan ini, saya agak bingung dan takjub juga ya selama bulan Februari bisa nonton sebanyak itu gimana ceritanya wqwq. Tapi saya ingat, ada 2 hari Minggu yang saya habiskan dan isi dengan maraton 6 film sekaligus dari pagi (total jadi 12 film) karena saya malas keluar rumah dan kebetulan hujan juga. Saya ingat, begitu bangun dan keluar rumah, mata saya langsung perih pas liat matahari dan badan saya sakit karena kelamaan menunduk melihat hp xD

Dari semua buku yang saya tulis di atas, alhamdulillah semuanya tidak ada yang saya miliki. Ada yang dari aplikasi scoop, bookmate dan pinjam orang. Rencana tahun ini untuk tidak jajan buku sepertinya sukses. Ya, walaupun beli langganan bookmate/scoop gitu juga pakai uang sih hehe

Selain project mencatat ini, saya sebenarnya juga membuat project menabung tiap selesai membaca. Jadi tiap selesai membaca 1 buku elektronik harus menyimpan Rp5.000, 1 buku cetak harus menyimpan uang Rp10.000,-. Nanti di akhir tahun uangnya akan ditabung/dibelikan sesuatu yang berguna gitu. Sudah jalan sih, cuma beberapa waktu lalu sempat terhenti. Tapi pasti akan saya lanjutkan kok!

Dan untuk yang bertanya saya mengunduh film Jepang tersebut darimana, saya unduh dari situs lk21, kissasian, dramacool, dan undlworks(dot)me. Beberapa film lainnya saya temukan juga dari beberapa situs yang lupa entah apa karena saya langsung cari dari google dengan format pencarian Judul film+tahun-download (misal, Rentaneko 2012-download). Nah, nanti dicoba deh satu persatu link yang muncul.

Untuk yang bertanya atau mungkin berminat dengan film di atas, maaf saya gak punya lagi file-nya. Soalnya saya punya kebiasaan setelah nonton akan saya hapus karena tidak punya ruang penyimpanan yang cukup. Jadi jangan minta file-nya pada saya :p

Dan itulah catatan untuk bulan Januari-Februari ini. Seru!

Sampai bertemu bulan selanjutnya!

Oiya, mari berteman dengan saya di goodreads dan mydramalist xD

 

Top 10 Fave Japan Actor

Setelah top Actress atau pemain film wanita, kali ini saya akan membuat daftar pemain pria film pria Jepang yang menjadi kesukaan saya. Ini bikin daftarnya lumayan sulit ya wqwq. Bingung milih siapa yang berada di urutan pertamanya hhe.

Oiya, saya menyukai aktor-aktor berikut lagi-lagi karena suaranya. Suara-suara aktor yang nanti saya sebutkan ini lucu-lucu. Jadi tegas bisa, jadi konyol juga bisa…bikin adem suasana banget deh wq. Setelah itu saya lihat aktingnya baru fisik.

Dan yah, inilah 10 pemeran utama pria dari Jepang yang menjadi kesukaan saya.

screenshot_2016-11-17-12-45-04-987

10. Osamu Mukai

Perkenalan pertama saya dengan mas Mukai terjadi saat saya nonton film Nodame Cantabile. Disitu perannya menarik mata saya banget hhe. Dia cocok jadi cowok tegas senpai yang tidak bisa digapai gitu wqwq.

Perkenalan selanjutnya terjadi saat saya menonton film BECK . Walaupun perannya cuma sebentar (meskipun tokoh utama), tapi saya benar-benar jatuh hati dengan aktingnya. Eh makin jatuh cinta waktu lihat aktingnya di film My Pretend Girlfriend. Papah-able banget<3

Rekomendasi: BECK, My Pretend Girlfriend, Nodame Cantabile,

9. Tsutsumi Shinichi

Bapak-bapak idola<3 hhe

Jatuh cinta dengan beliau saat menonton aktingnya di trilogi Always Sunset sebagai pak Suzuki. MANTABDJIWA banget. Mirip persis dengan manganya XD. Terus pas nonton beliau di Our Little Sister juga lumayan bagus.

Rekomendasi: Trilogi Always Sunset, Our Little Sister,

8. Iura Arata

Terpesona dengan beliau saat nonton drama Rich Man Poor Woman. Eh tapi sebenarnya saya langsung suka sama beliau karena wajahnya mengingatkan saya pada adik ayah saya sih. Salah satu om yang dulu cukup akrab dengan saya. Bedanya badan om saya lebih besar saja XD

Rekomendasi: Rich Man Poor Woman, The Extreme Sukiyaki

7. Mizushima Hiro

Senpai Minamii!~~~

Pertama kali kenal sama mas ini karena drama Hana Kimi. Kebetulan saya punya dan sudah membaca manganya dulu. Dan peran mas Hiro di drama ini beneran dapet banget. Sosok konyol tapi juga dewasa bagi rekan-rekan seasramanya.

Makin jatuh cinta lagi waktu menonton peran beliau di Tokyo Dogs saat beradu akting dengan Oguri Shun. Bagus banget aktingnya hh. Gemas sendiri wqwq. Di film BECK juga bagus. Cuma waktu di film BECK saya udah keburu jatuh cinta duluan sama Takeru Sato jadi gak fokus banget sama beliau hhe

Rekomendasi: Hana Kimi, Tokyo Dogs, BECK

6. Okada Masaki

Jatuh cinta dengan beliau juga karena nonton drama Hana Kimi. Perannya juga bagus banget sebagai salah satu orang yang pertama kali akrab dengan Ashiya Mizuki(Horikita Maki) walaupun screen timenya sedikit.

Terus film kedua yang saya tonton dari beliau itu Kiyoku Kawaku. Perannya menarik. Dan sampai saat ini saya masih susah bedain antara beliau dan Kengo Kora XD. Filmnya dia yang saya tonton masih sedikit sih, tapi karena udah jatuh cinta duluan waktu nonton dia di Hana Kimi jadi saya taruh di peringkat 6 hhe

Rekomendasi: Hana Kimi, Kiyoku Kawaku, Space Brothers

5. Kiritani Kenta

Mas Kenta saya kenal pertama kali lewat aktingnya di film Solanin sebagai tokoh Jiro/Billy. Lucu aja gitu. Nah pas saya baca manga solaninnya inilah yang membuat saya memutuskan untuk memasukkan beliau sebagai pemain film pria kesukaan. Pas saya bandingkan antara manga dan filmnya, tokoh Billy ini bisa diperankan mas Kenta dengan baik. Emosinya dapet banget.

Perkenalan selanjutnya berlanjut waktu saya nonton film BECK. Suaranya MANTAPDJIWAAA. Lucu gitu kalau marah-marah. Kayak preman pasar ikan wqwq. Perannya di film Rookies sama Bakuman juga bagus. Pengen deh sekali-kali nonton filmnya beliau dimana dia berperan jadi cowok cool gitu. Bukan yang emosian atau sensitif. Di Solanin bagus sih cuma screen-nya sedikit T_T

Rekomendasi: Solanin, BECK, Rookies.

4. Yamazaki Kento

YAMAKEEEN

Kalau kata beberapa anggota grup Jepang yang saya ikuti, Yamaken sekarang sedang bersinar dan jadi ”Reza Rahardian”nya Jepang. Semua film dia yang meranin wqwq.

Perkenalan pertama terjadi di drama A girl & Three Sweethearts. Tapi saya nggak begitu plek langsung suka. Sempat membandingkan dan berpikir kalau beliau ini sepertinya next Oguri Shun gitu juga malah wq.

Ini termasuk artis yang saya suka karena wajahnya sih. Aktingnya di beberapa film yang saya tonton belum begitu membuat saya terpesona banget. Di film Jinx!!! lumayan sih.

Rekomendasi: A Girl & Three Sweethearts, Jinx!!!

3. Takeru Sato

K3sayangan hhh. Langsung jatuh cinta sama akting dan wajahnya sekaligus waktu nonton mas Sato di drama Bitter Blood. Dia kalau bingung atau lagi kikuk dan malu-malu gitu lucu yarobb wqwq.

Makin jatuh cinta lagi waktu nonton mas Sato di film BECK dan A liar and his Lover. SUARANYAAAAA hhh. Ini artis laki-laki kesukaan yang paling lengkap banget. Suaranya, wajahnya dan aktingnya bagus. Suka hhe.

Rekomendasi: BECK, Bitter Blood, Bakuman, The liar and His Lover, Q10, If Cat Dissapear from the world….semua filmnya dia deh hhh

2. Oguri Shun

Vino G Bastiannya Jepang menurut saya ya beliau ini hhe. Peran sangar cocok, peran papah-papah muda gak kalah cocok. Drama Hana kimi adalah film pertama dimana saya mengetahui beliau. Habis itu Rich Man Poor Woman yang bikin gemas. Stylish banget di film itu :3 Trus berlanjut Gokusen yang,,,ampun deh. Pas masih muda lucu banget XD

Saya justru malah kurang suka aktingnya di film Crows Zero. Apa ya, mungkin karena filmnya terlalu keras juga jadi saya kurang nikmati. Aktingnya di film Hana Yori dango juga kurang begitu saya nikmati. Sok imut kalau kata saya wqwq

Hal lain yang membuat saya menjadikan Oguri Shun menjadi idola adalah karena kehidupan pribadinya ini sangat ia jaga dengan baik. Gak punya twitter ataupun instagram (katanya) soalnya dia gaptek. Trus dia gak pernah muncul juga di instagram istrinya. Semacam kayak gamau ikut campur juga. Trus foto anaknya juga jarang kesebar. Menarik sih.

Di film dan drama yang ia perankan terlihat begitu bebas dan hidup tapi kehidupan nyatanya ia jaga dan sembunyikan. Lucu.

Rekomendasi: Rich Man Poor Woman, Gokusen, Tokyo Dogs, Hana Kimi.

1.  Eita

Aaah, akhirnya mas Eita saya tempatkan di nomor 1. Ini sama nih, mikir keras berhari-hari juga untuk menentukan siapa di nomor 1 sama kayak pas lagi bikin daftar yang wanitanya wq.

Sama seperti mbak Juri Euno, saya juga lupa kenal pertama kali sama beliau itu lewat drama Last Friend atau Hard to say i Love you. Tapi pokoknya aktingnya beneran bikin saya terpesona banget di 2 film itu walaupun kata adik saya dia terlihat cewek banget XD

Film selanjutnya milik beliau yang saya tonton itu Summer Times Machine Blue. Eita muda lucu :3. Film dan drama lain yang saya tonton dari beliau selanjutnya ada Nodame Cantabile, Sukida, Memmories of Matsuko.

Yang bikin saya suka sama beliau pertama kali dulu itu ekspresinya. Dia kalau akting marah atau memohon gitu terlihat serius dan ”dapet” banget. Apalagi kalau nangis. HHHH gak keitung berapa kali saya tepuk tangan setelah selesai menonton adegan dia nangis. Kayak serius banget gitu.

Suaranya juga lucuu. Apalagi kalau dia dapat peran konyol kayak di Nodame Cantabile. Apa ya,ngeselin tapi juga lucu gitu wqwq

Rekomendasi: Last Friend, Sukida, Nodame Cantabile, Summer Time Machines Blue

***

Itulah 10 aktor pria Jepang yang menjadi kesukaan saya saat ini. Suatu hari mungkin akan berubah entah itu bertambah atau berkurang tapi kayaknya untuk 5 peringkat atas sih nggak akan berubah. Paling turun/naik peringkat aja. Suara sama aktingnya bagus-bagus sih soalnya. Kesukaan banget.

Dan ya begitulah!

Siapa artis dan aktris Jepang kesukaan mu?

Sampai bertemu di post lainnya~