beauty

[Product Review] Pure Rose Water and Carrier Grappeseed, Ricebran Oil from haple.id

IMG_20171204_101639

Sebulan terakhir ini saya mencoba produk dari haple.id yang tidak sengaja saya temukan ketika saya sedang menjelajah akun yang menjual produk organik dan alami di instagram. Saya baru dengar soal merk ini dan di akun instagram mereka sendiri pun setelah saya lihat sampai pos pertama, ternyata dulunya mereka menjual pakaian. Untuk yang penasaran bisa cek instagram mereka. Ada website pribadinya sih, tapi pas dibuka keterangannya maintance hhh

Yak seperti itulah sklebat curhatannya, mari kita mulai review-nya!

1. Haple.id Pure Rose Water 100ml

20171204_102814-COLLAGE

Sesuai namanya, ini adalah air mawar murni. Saya coba bandingkan dengan air mawar viva memang rasanya beda. Kalau yang punya viva kadang kalau habis dipakai, wajah langsung agak panas. Kalau air mawar dari haple ini tidak dan juga tidak memiliki aroma yang macam-macam.

Produk dikemas dalam kemasan plastik bening yang cukup kokoh. Mulut spray tidak terlalu besar atau kecil jadi kalau pakai gak perlu di tuang ke kapas lagi. Tinggal semprot ke wajah dan diratakan pakai tangan juga cukup. Saya paling suka taruh di kulkas dulu sebentar biar pas dipakai jadi dingin segar gitu. Enak banget.

Harga produk ini Rp39.000,-(bila kamu beli satuan). Saran saya sih kamu beli versi bundle seperti yang saya beli kemarin. Bundle 2 oils + 1 rosewater. Harganya jadi lebih murah. Dengan harga segitu dapat 100ml menurut saya cukup murah ya. Produk ini bisa tahan sampai sebulan lebih sedikit dengan catatan pemakaian hanya tiap pagi. Saya pakai ini tiap pagi saja sebelum pakai make-up soalnya kalau malam saya pakai toner hehe. Tapi kalau kamu sering pakai ini misal tiap pagi-malam 1 botol gini gak bisa sampai sebulan. Saya sudah request sih ke Haple biar bikin yang ukuran lebih besar. Semoga saja saran saya di dengar ya xD

2. Pure Natural Rice Bran Oil

IMG_20171204_101947

Rice bran atau kulit air beras ini sejenis minyak yang biasa buat masak ya. Saya sudah lama tau tentang minyak ini karena kebetulan ada salah satu bude saya yang suka pakai buat tumis beberapa sayur tapi saya baru tahu kalau ternyata ini bisa dipakai untuk kecantikan. Mungkin mirip seperti minyak zaitun. Kan minyak zaitun (atau Virgin Olive Oil/EVOO/VOO) ada beberapa jenis tertentu dan bisa untuk kosmetik serta masakan juga.

Nah kalau rice bran punya haple ini dijual seharga Rp59.000/30ml. Saya tertarik membeli ini karena katanya memiliki klaim untuk mencerahkan wajah, anti aging dan cocok untuk semua jenis kulit. Seperti yang pernah saya bahas di beberapa review produk, masalah kulit saya adalah kulit wajah yang kusam dan berminyak serta saya selalu tertarik dengan produk anti aging, jadilah saya coba produk ini xD

Produk dikemas dalam kemasan kaca gelap dengan tutup yang super rapatt. Pas awal baru beli, buka tutup kemasannya susah banget sampai harus minta tolong teman hh. Kemasan produk tidak terlalu mungil/besar dan sejauh ini pernah beberapa kali saya bawa bepergian dan alhamdulillah belum pernah bocor. Pernah punya beberapa produk yang beginian juga (dikemas dalam botol + pipet) lalu banyak yang bocor tapi punya Haple ini enggak.

IMG_20171204_102117

Produknya sendiri berwarna kuning cerah dan memiliki aroma yang cukup menenangkan. Yang saya suka, produk ini cepat banget meresap di kulit saya. Gak bikin wajah saya makin berminyak. Saya biasa pakai ini sendiri ya, gak dicampur dengan minyak yang lain (padahal katanya kalau dicampur dengan takaran tertentu makin bagus). Saya biasa pakai ini tiap malam saja gantian dengan produk yang lain. Hasil ketika selesai pakai ini nyenengin banget ya. Begitu bangun di pagi hari, wajah jadi superrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr kenyal dan lembab.

Oiya, kadang saya suka pakai ini di rambut juga. Katanya sih bisa bantu menguatkan rambut, menghilangkan ketombe dan mencegah rontok(?). Biasa saya pakai dua tetes, usap ke seluruh rambut, diamkan beberapa menit lalu setelah itu saya mandi dan keramas. Yang ini kurang terlihat hasilnya ya, soalnya masih gitu-gitu aja wqwq. Tapi saya tetap lakukan ini soalnya kalau sudah kering rambut jadi lembut gitu sih, saya suka hhe.

Untuk hasil di wajah juga belum terlihat. Mungkin karena akhir-akhir ini pola makan dan tidur saya juga lagi berantakan hhh. Tapi saya akan terus coba pakai dan mungkin akan beli botol kedua juga untuk melihat hasilnya. Suka!

3. Pure Natural Grapeseed Oil

IMG_20171204_102207

Grapeseed oil atau minyak biji anggur adalah minyak yang paling ringan diantara berbagai jenis minyak yang ada. Biasanya dipakai untuk memasak atau kosmetik tapi khusus untuk minyak masak harus ada tanda food grade karena minyak yang untuk kosmetik biasanya ada tambahan bahan kimia. Nah, kalau yang produk haple ini saya masih kurang tau apakah bisa untuk masak atau tidak xD

Dijual dengan harga Rp49.000/30ml, produk juga dikemas dalam kemasan botol kaca gelap. Satu minus dari packing produk haple ini adalah, kemasan untuk minyaknya susah dibedakan antara satu dan lainnya. Kadang kalau gak lihat, saya suka pakai yang itu-itu terus alih-alih gantian tiap hari hh.

IMG_20171204_102316

Produk ini cocok untuk semua jenis kulit. Memiliki warna yang sama seperti rice bran oil, produk ini juga tidak memiliki aroma yang menganggu. Menggunakan grapeseed oil secara teratur bisa membantu mengecilkan pori-pori, mengontrol minyak berlebih dan mencegah jerawat. Saya tertarik dengan produk ini karena mau mengecilkan pori-pori sih. Untuk masalah minyak dan jerawat kadang saya gak terlalu pusing dan bukan tipe yang gampang jerawatan juga. Tapi masalah pori-pori wajah saya ini lumayan rewel banget.

Sebulan lebih pakai ini hasilnya belum terlalu terlihat sih. Pori-pori masih biasa begitu saja walaupun memang saya menyadari kalau komedo di sekitar dagu saya mulai berkurang. Iya, saya punya masalah komedo di dagu (alih-alih di hidung). Gak ngerti juga kenapa bisa begitu wqwq.

Saya pakai ini tiap malam saja dan hasilnya juga cukup memuaskan. Oiya, kadang saya juga pakai ini di sekitar perut dan paha untuk menghilangkan stretch mark. Yang Rice bran juga gitu sih, kadang saya pakai di perut serta kaki juga dan begitu bangun di pagi hari, kulit kaki sudah lembab bahkan kadang saya gak perlu tambahan pakai body butter lagi.

Jadi kesimpulannya apakah saya suka dengan produk ini? Jawabannya adalah iya!

Ini sudah hampir dua bulan produknya belum habis juga. Saya ada rencana untuk mencoba minyak yang lain (Almond & Avocado oil) serta Bentonite clay mask-nya. Kalau dari tiga produk pertama yang saya review disini sih saya paling suka yang rice bran oil. Soalnya setiap selesai pakai wajah jadi segar dan super kenyal banget gitu. Nanti kalau sudah saya coba yang lain review-nya akan saya tambahkan lagi.

Bila kamu tertarik dengan produk yang saya review di atas, kamu bisa langsung beli di tokopedia atau shopee dari akun official haple. Ketik saja HAPLE di kolom pencariannya.  Mereka menjual produk itu dalam bentuk satuan atau dalam bentuk paket dengan harga yang lebih murah. Bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu.

Atau kalau kamu bingung dengan tipe kulit/bingung mau beli yang varian apa, bisa hubungi customer service mereka di line @haple (pakai @). Lebih lengkap cek instagram mereka saja ya!

Dari beberapa produk natural buatan lokal atau luar yang saya temukan, sejauh ini Haple adalah produk yang paling terjangkau tapi kualitasnya juga gak bohong. Kalau beberapa produk lain itu biasa jual 80-150ribu untuk produk dengan total 30-50ml. Jadi kalau kamu pelajar tapi tertarik menggunakan produk natural untuk wajah kamu, Haple sangat cocok untuk dicoba.

Haaaahh, seneng banget tahun ini saya banyak menemukan produk kecantikan buatan lokal dengan harga terjangkau dan cocok sama kulit saya hhe. Semoga beberapa produk yang pernah saya review cocok untuk kamu juga ya!

Sampai ketemu di review lainnya!

 

 

Advertisements

[Product Review] LIPLAPIN LIPBALM & LIPSCRUB varian Strawberry Kiss

IMG_20170923_114914

Masih dalam rangka mencoba produk lokal, sebulan terakhir ini saya mencoba salah satu produk untuk perawatan bibir dari Liplapin. Saya tahu produk ini dari explore instagram ya, waktu itu ada salah satu selebgram yang pakai dan saya cukup tertarik.

Produk dari liplapin ada dua. All Natural Tinted lip balm dan Sugar lip scrub. Untuk tinted lip balm ada tiga varian, Red rose (merah agak oranye) , Strawberry kiss (pink kemerahan), Cocoa butter (pink kecoklatan). Saya sebenarnya tertarik membeli yang cocoa butter karena kebetulan warna bibir saya agak hitam dan kurang cocok pakai lipstik pink. Tapi karena stok kosong saya jadi mencoba yang Strawberry kiss.

Untuk lip scrubnya sendiri punya lebih banyak varian. Kalau tidak salah ada enam, strawberry, green tea, bubble gum, caramel, cotton candy dan banana. Saya beli yang strawberry dipilihkan sama sellernya habis bingung mau yang varian apa hehe.

Nah, mari kita langsung mulai reviewnya.

klik pada gambar untuk memperbesar

All Natural Tinted Lip Balm Strawberry kiss

Sesuai namanya, ini tinted lip balm yang memiliki aroma strawberry dan menghasilkan warna pink kemerahan. Menurut deskripsi di balik kemasan produk dan di instagram mereka, produk ini terbuat dari bahan alami tanpa petroleum jelly atau bahan kimia lainnya. Bahan utama produk ini adalah shea butter, cocoa butter, jojoba oil, almond oil, vitamin E serta coconut oil yang dapat melembapkan dan menyehatkan bibir.

Tekstur produknya sendiri tidak terlalu padat atau cair persis seperti shea butter sih. Cuma produk ini agak berminyak pas di aplikasikan ke bibir atau pas kita colek. Mungkin karena saya nyimpannya kurang benar (shea butternya jadi mencair) atau entah gak ngerti juga deh. Mungkin ada beberapa orang yang nantinya akan kurang suka dengan tektur produk yang berminyak ini.

Oiya, karena warna bibir saya agak menghitam, begitu di oles ke bibir saya ini warnanya gak langsung keluar ya. Perlu menunggu beberapa menit dulu untuk akhirnya bisa keluar dan jadi kayak pakai liptint korea. Warnanya cukup awet dan masih cukup mudah untuk di bersihkan. Saya pakai ini kadang di malam hari. Jadi pas bangun, bibir sudah jadi pink tapi tidak terlalu jreng banget.

Untuk Lip Scrubnya ini terbuat dari gula, madu dan coconut oil yang berfungsi sebagai exfoliator mengangkat sel kulit mati, melembapkan dan mengembalikan warna cerah pada bibir. Dari beberapa testimoni yang ada di instagram sih katanya bisa bikin warna hitam pada bibir jadi samar atau hilang. Tapi kurang yakin juga sih karena kayaknya warna hitam di bibir saya turunan, hehe. Yang jelas saya masih rajin pakai seminggu bisa empat kali sambil berharap hasil yang terbaik.

Cara pakai scrubnya sendiri mudah, cukup aplikasikan ke bibir yang bersih dan gosok secara perlahan. Butiran scrubnya menurut saya tidak terlalu kasar, persis kayak gula pasir gitu lah, jadi gak akan membuat bibir malah luka. Setelah itu bilas dengan air biar lengket dari gulanya hilang. Secara keseluruhan saya cukup suka dengan lip scrub ini, produk lip scrub pertama yang saya coba dan hasilnya kelihatan garis-garis di bibir saya terlihat samar.

warna produk ketika di coba di tangan

Dengan total produk sebanyak 10gram untuk lip balm dan 15gram untuk lip scrub, saya rasa kedua produk ini bisa dipakai setahunan kalau kita pakai hanya sesekali saja tiap minggu. Harganya sendiri cukup terjangkau, saya beli kedua produk ini sekitar Rp70.000,- saja.

Untuk yang tertarik dengan produk ini bisa langsung mampir ke akun instagram mereka disini

Sampai ketemu di review berikutnya!

 

[PRODUCT REVIEW] AUGUST HAUL (SENSATIA BOTANICALS, INDOGANIC, EVETE NATURALS, BEAUTY K ALOE SOOTING GEL)

Review sensatia botanicals daily essentials facial c-serum for oily combo skin, review sensatia botanicals green tea & honey natutal soap, review sensatia botanicals black volcanic sand natural soap, review indoganic french green clay rejuvenating mask, review indoganic hand cream rose geranium, review evete naturals body butter relaxing lavender

Pada Agustus kemarin, saya mencoba membeli beberapa produk lokal dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Semacam support produk lokal saat hari ulang tahun gitu deh~

Saya tertarik menjelajah produk lokal ini karena kebetulan Organic Supply Roseship Oil saya sudah habis. Niat awalnya saya mau beli lagi, eh lha kok malah coba explore produk lokal dan malah menemukan beberapa yang menarik minat saya seperti Indoganic dan Sensatia Botanicals.

Setelah beli produk-produk itu dan uang saya habis, saya malah baru sadar gak jadi restock Roseship oilnya. Surem emang, maunya beli apa jadinya apa hhh.

Ketika postingan ini saya buat, kira-kira saya sudah memakai produk-produk yang saya sebutkan di bawah ini kira-kira selama 3 minggu. Ada beberapa hasil yang sudah terlihat, ada juga yang belum. Tanpa banyak kata lagi, mari saya coba review satu persatu.

IMG_20170828_113946

Indoganic French Green Clay & Indoganic Hand Cream Rose Geranium

Indoganic adalah salah satu produk natural yang berasal dari Bandung. Mereka punya 3 varian Clay. Ada yang berwarna putih, pink dan hijau. Entah kenapa saya naksir yang warna hijau ini. Saya murni naksir karena warnanya, gak lihat spesifikasi dan kegunaannya dulu.

Nah, pas barangnya datang, barulah saya cek kegunaan green clay ini (jangan di contoh ya, riset produk dulu, baru beli xD). Berdasarkan keterangan di website Indoganic, French Green Clay ini cocok untuk orang yang memiliki masalah kulit berminyak. Green clay ini berfungsi untuk membersihkan, menyeimbangkan dan menyegarkan wajah serta kulit. 

Memiliki komposisi 100% pure French Green Clay, produk ini bisa digunakan dengan campuran Air Mawar (atau mungkin air biasa juga bisa). Di website tidak disarankan waktu penggunaannya ya, tapi saya pakai ini seminggu sekali gantian dengan masker yang lain karena cukup malas buat adonan maskernya hehe.

 

klik pada gambar untuk memperbesar

Produk ini di kemas dalam kemasan pot plastik yang cukup kokoh. Waktu pertama kali lihat tak kira ini kemasan beling gitu, taunya bukan X). Tapi meski bukan kemasan beling, kemasannya cukup ok dan menarik mata. Menarik juga kalau mau di foto dan post di Instagram gitu hehe.

Tekstur produk ini berbentuk bubuk yang haluuuuuuuuusssss banget. Sumpah halus banget dan agak-agak licin. Pertama kali pakai dulu tuh sampai tumpah-tumpah ke lantai gitu dan bikin kepleset. Hampir mirip bedak tabur gitu lah ya, bedanya kalau Green Clay ini menurut saya butirannya lebih halus.

 

Dengan total produk sebanyak 30g dan pemakaian hanya sedikit, mungkin produk ini bisa bertahan kurang lebih selama 6 bulan(?). Atau entah ya, saya kadang suka kumpul bareng teman trus ramai-ramai pakai masker gitu sih, jadi kadang cepat habis juga hehe.

Secara keseluruhan saya cukup suka produk ini walaupun memang suka malas bikin adonannya kalau mau pakai. Produk ini memiliki wangi khas clay yang cukup segar dan menenangkan. Yang saya suka, setelah pakai ini biasanya kulit jadi halus, jerawat dan beruntusan kecil di dahi hilang dan minyak di wajah cukup berkurang meski tidak seluruhnya. Mungkin akan beli varian lainnya lagi.

Ketika memakai produk ini, entah mengapa saya jadi ingat dengan Semen. Tau kan salah satu bahan bangunan itu? soalnya baunya agak-agak mirip karena ini gak ada tambahan pewangi atau hal sejenis itu. Nah, kalau tekstur kulit kamu kering, saya sarankan buat pakai masker ini sebentar saja. Soalnya masker ini cepet banget kering. Dan pas proses dari basah-kering ini, kulit wajah kita jadi kayak ketarik karena fungsi dari masker ini kan untuk menarik minyak berlebih. Kalau kulitmu berminyak mungkin bakal enak, karena udahannya wajah jadi bersih, halus dan segar. Tapi kalau kulit wajahmu kering, udahannya pasti bakal kering dan sakit banget. Jadi mending coba yang varian lain saja.

Suka banget sih. Rekomen!

 

Sebelumnya saya gak ngerti apa kegunaan hand cream. Semacam kayak, ”apaan sih buang-buang duit aja segala pakai gituan. toh pakai hand body biasa juga bisa”. Eh gara-gara waktu itu iseng beli hand cream punya viva, saya merasakan dengan jelas perbedaan kalau tangan pakai hand body atau pakai hand cream.

Kalau pakai hand cream, kelembapan di tangannya cukup lama, kuku juga jadi kuat dan gak gampang rapuh (kebetulan saya masih nyuci tangan dan suka gigitin kuku kalau terlalu stress hhe).

Kalau pakai hand body, tangan cepat kering dalam waktu beberapa jam. Kadang juga bikin tangan kasar. kalau pakai hand cream enggak, apalagi hand cream viva wangi semangka yang bikin segar.

Nah, saya iseng beli hand cream dari indoganic ini karena cari hand cream viva cukup susah. Harus beli di website mereka sementara saya cuma mau beli itu aja, gak mau beli produk yang lain. Dan pas produknya datang, ternyata ukurannya mungil ya. Gak mungil banget gitu juga sih, tapi memiliki berat bersih beda 10g dengan milik viva. Lebih banyak punya viva tapi lebih mahal yang indoganic xD

IMG_20170828_114137

Dikemas dalam kemasan plastik yang doff (matte) dan kokoh, produk ini memiliki aroma bunga geranium yang cukup kencang. Komposisi utama di kemasan belakang produk ini adalah aloe vera dan shea butter. Dan ya, pas di pakai memang rasanya gak licin atau lengket, langsung meresap ke kulit dengan baik dan langsung jadi super halus! Soal kelembapan, saya langsung cinta sama hand cream ini daripada punya viva.

Saya biasa pakai hand cream viva jam 10 pagi lalu jam 2-an tuh biasanya tangan udah agak kering lagi. Waktu pakai hand cream indoganic ini, saya cuma perlu pakai sekali aja untuk seharian (bahkan semalaman). Kelembapannya cukup konsisten bahkan saat dicuci dengan air (saat wudhu) atau pun saat dicuci dengan sabun. Kalau cuci tangan pakai sabun pas mau makan gitu masih tetap lembab juga walau gak terlalu banget.

 

Tekstur produk ini cukup kental. Sebagai perbandingan, yang atas itu produk indoganic, yang bawah yang agak berantakan itu produk viva. Punya viva warnanya putih pucat dan agak cair sementara milik indoganic itu kental tapi tidak kaku dan berwarna putih bersih. Itu saya pakai segitu terlalu banyak lho, soalnya pakai sedikit aja bisa untuk kedua tangan karena kandungan shea butternya yang cukup besar dan bikin lembab. Jadi kalau produk indoganic benar-benar butuh sedikiiiit aja tapi bisa memberikan ketahanan luar biasa.

Oiya, setelah pakai memang tangan jadi agak berminyak gitu, tapi gak membekas kalau kita pegang sesuatu dan lama-lama juga akan hilang kok minyaknya.

Saya cukup suka sama produk ini, hanya saja saya kurang suka dengan wangi geraniumnya. Menurut saya wanginya terlalu kencang dan pernah sama bos saya di tanyain ”kamu pakai minyak gosok apa?” wqwq

BUT STILL, ini produk favorit saya dan selalu saya bawa kemana-mana. SUKAAA!

Bila tertarik dengan kedua produk di atas, atau produk indoganic lainnya, sila cek di website mereka indoganic.com

IMG_20170826_115213

Sensatia Botanicals Daily Essentials Facial C-Serum Oily Combo Skin & Sensatia Botanicals Green tea-honey & Black volcanic sand Soap

Sebelumnya, saya ingin bilang kalau tipe kulit wajah saya adalah kombinasi tapi memiliki masalah minyak yang cukup parah. TIdak ada masalah dengan jerawat/bekasnya dan memiliki pori-pori besar. Selain itu kulit wajah saya kusam dan memiliki warna yang tidak rata.

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca bahwa vitamin C bisa membantu mencerahkan, membuat segar dan meratakan warna kulit. Iseng cari produk serum vitamin C, saya langsung naksir dengan produk sensatia botanicals ini.

Sensatia Botanicals sendiri merupakan produk natural dari Bali yang sudah cukup terkenal ya. Produknya ada banyak, beberapa produknya yang cukup terkenal selain serum vitamin C-nya ini ada sabun pembersih wajah, sea salt dan charcoal mask. Tapi selain itu mereka punya produk lain seperti body butter, serum anti aging & wrinkle dan lainnya. Nanti aja saya cobain kalau ada rezeki wqwq

Serumnya punya banyak varian ya, ada yang untuk kulit kering, normal, oily biasa dan combo oily ini juga kulit sensitif tanpa bau tambahan, kulit berjerawat dan dengan wangi jasmine. Gatau kenapa saya pilih yang varian itu wqwq.

 

Kardus kemasannya bagus banget T_T

Dominasi hitam-putih kayak batu kali dengan bahan karton tebal. Nilai jual yang sungguh menggoda iman banget untuk kemasan ini. TOP lah yang bikin desain!

 

KEMASAN PRODUKNYA LEBIH MENGGODA!!!

UGH,

Ntah kenapa saya suka aja gitu sama warna hijau-putih yang menempel di botolnya ini. Berkelas, mewah dan alami sekaligus. Produk dikemas dalam botol plastik ya. Tak kira kemasan kaca karena warna botolnya gelap. Tapi tetap, meski kemasannya plastik, produk ini sama sekali tidak meninggalkan kesan murahan. Buat di foto dan post ke instagram pun tetap cakep. Ukurannya tidak terlalu besar-kecil. Pokoknya suka banget ya allah sama desain produk ini ❤

 

Pump lubang produknya kecil. Di badan botol tertulis ”ambil 2-4 tetes produk untuk wajah dan leher” tapi ternyata kebanyakan. Buat wajah dan leher saya 1 tetes saja cukup. Produknya sendiri memiliki warna kuning dengan tekstur yang pas. Gak terlalu cair pun kental. 

Produk ini sendiri cukup wangi bunga geranium, manggis dan kayak gingseng(?) (padahal gak ada gingsengnya). Saya gak tau sih itu wangi apa. Pokoknya wanginya segar dan enak. Bahkan wanginya bisa kamu cium sebelum kamu buka. Jadi pas saya keluarin dari dus pertama kalinya pun sudah wangi yang bikin segar gitu. Enak deh.

Saat mulai di pakai ke wajah, produk ini cepat meresap ke kulit dan agak lengket, tapi tidak bertahan lama. Mungkin karena kandungan vitamin C yang terlalu tinggi, seminggu pemakaian pertama setiap pagi dan malam, saya merasakan kulit wajah saya perih dan agak cekit-cekit. Sempat berhenti pakai selama beberapa hari dan gak perih lagi sampai sekarang.

Masih belum tau juga ya waktu itu perihnya kenapa. Mungkin kulit saya kaget(?)

Saat review ini di tulis, saya sudah pakai selama hampir sebulan. Hasil mencerahkannya belum terlalu terlihat tapi saya menandai bahwa ada noda hitam di sekitar pipi dan mata saya yang mulai samar. Selain itu kulit wajah saya jadi lebih kenyal.

Saya tau kalau memegang wajah itu ”katanya” dilarang. Karena bisa bikin jerawatan dsb, dsb, dsb. Tapi sejak rajin pakai skincare, entah kenapa saya suka memegang wajah saya sendiri. Rasanya halus, kenyal, dan lembab mumbul-mumbul lucu wqwq. Gemas sama diri sendiri. Boleh dong ya ”mencoba” menyukai dan menyayangi diri sendiri gini(?) hhhh

 

Kulit badan saya sensitif. Gak bisa kena dingin atau panas banget, gak bisa kena debu juga. Terus harus selalu di tempat yang bersih kalau gak bakal gatel-gatel. Sebenarnya, sejak mengkonsumsi obat ular, gatal dan bentolnya lumayan hilang.

Tapi karena akhir-akhir ini saya stress, pola makan gak teratur dan berhenti minum obat itu, gatalnya kambuh lagi sampai bikin perih. Setiap malam saya pasti terbangun dan harus semprotin air ke kaki gitu biar lembab dan gak saya garuk.

Nah, waktu itu saya dapat saran dari rekan kantor saya untuk coba ganti sabun mandi (selain hindari stress dan lainnya). Soalnya saya menyadari kalau gatal di kulit saya ini biasanya kambuh juga kalau saya habis mandi dan sabunan trus pakai hand body. Padahal kan fungsi sabun dan pakai hand body untuk menghilangkan kuman dan melembapkan ya biar gak gatel, eh ini malah gatal-gatal.

Lalu sebagai percobaan, saya cobalah sabun dari sensatia ini. Sebenarnya agak malas ya pakai  sabun batang gini. Tapi agak gak ikhlas juga mengeluarkan uang lebih dari Rp100.000,- untuk sabun mandi yang varian lain dalam kemasan cair wqwq.

Sabun batang ini memiliki 2 ukuran kemasan, 25gr dan 125gr dengan 9 varian berbeda. Ada cinnamon-Clove, herbal lulur, black volcanic-sand, carrot-wild ginger, coconut-mandarin, garden-grown loofah, greentea-honey, seaweed-bali lime, tomato-lime smoothie. Sebagai permulaan, saya coba yang greentea-honey dan black volcanic-sand.

 

Selain dikemas dalam kemasan dus kecil, produk juga dibungkus dengan plastik tipis. Ukurannya mungil ya (ya iya cuma 25gr) dengan ketebalan kurang lebih 3cm. Yang saya coba pertama kali ini yang Black volcanic-sand. WANGINYA NTAP!. Kayak wangi kelapa+aroma laut gitu (apaan). Susah jelasinnya, tapi super enak. Sementara yang varian greentea malah kurang wangi.

 

Karena saya pelit (dan gak punya tempat sabun batang juga), produknya saya potong kecil seperti gambar di atas lalu saya pakai pot bekas viva peeling cream. Busanya sendiri gak terlalu banyak tapi menurut saya cukup bikin bersih badan. Karena ini varian black volcanic-sand, di tengah-tengah produk kamu akan menemukan butiran-butiran pasir.

Butiran pasirnya itu gak terlalu besar kok jadi gak bikin iritasi. Malah bisa dipakai sebagai scrub juga. Efek setelah pakai sabun ini menurut saya mantap. Karena kandungan terbanyak dari produk ini adalah kelapa, jadi setelah pakai kulit langsung lembab dan agak licin gitu. Menurut saya sih gak perlu pakai hand body lagi. Efeknya persis kayak pas saya pakai scrub kopi-nya Evete Naturals. Segar.

Saya bakalan beli produk ini lagi sih. Pasti. Jatuh cinta banget!!!!

Bila kamu tertarik dengan produk Sensatia Botanicals atau ingin tau lebih banyak tentang produknya yang lain, bisa langsung kunjungi website mereka, sensatia.com

*** update

Beberapa waktu yang lalu kedua sabun tersebut habis dan saya memutuskan membeli lagi tapi yang langsung versi pack. Seperti ini kemasannya.

Dikemas dalam kemasan pouch kain berwarna hijau dengan bahan yang kuat. Lumayan bisa buat pouch make up xD. Oiya, kemasan ini berisi 9 batang sabun berukuran mini dengan berbagai macam varian.

Trus di kertas kemasan produk kan ada daftar varian apa saja yang akan kita dapatkan. Disitu tertulis kalau salah satunya ada varian Volcano Black Sand, salah satu varian kesukaan saya. Nah pas kemasannya saya buka dan lihat, eh varian itu gak ada dan yang varian Greentea malah ada dua xD

Sempat kecewa banget, kok bisa kesalahan gini. Sempat ingin komplain juga sih tapi setelah dipikir-pikir yaudahlah, berarti belum jodoh hehe. Sampai saat review update ini saya tulis, saya sudah mencoba yang varian tomat dan saya suka! Bikin seger bangeeet!

Saya bakal pakai ini terus sih. Enak di kulit dan gak bikin saya gatel-gatel. Suka!

IMG_20170825_194559

Acnes Toner Oil Control & Emina Face Toner Double The Moist

Saya iseng membeli 2 produk ini. Murni penasaran karena bosan pakai viva hehe. Saat review ini ditulis, saya sudah pakai ini selama hampir satu bulan dan saya bingung kalau ditanya suka yang mana.

Toner milik Acnes biasanya saya pakai pagi hari sebelum pakai makeup dan 100% bekerja mengangkat minyak di wajah. Bikin segar juga. Selain itu toner ini gak mengandung alkohol dan pewangi sama sekali dan berwarna putih seperti air biasa. Efeknya agak lain dari viva.

Kalau pakai viva biasanya suka perih-perih gitu karena kandungan alkoholnya. Kalau ini sama sekali tidak. Bakalan beli lagi sih pasti.

Sementara itu, untuk toner dari Emina ada wangi kayak…yang biasa ada di produk pencuci mulut yang dipakai sehabis sikat gigi itu. Warnanya juga biru mirip banget wqwq. Produk ini ada pewanginya dan masih mengandung alkohol walaupun hanya sedikit.

Seperti tagline produk ini, setelah pakai wajah memang jadi lebih lembab dan segar. Kalau ditanya lebih melembapkan yang mana, saya milih Emina. Cuma setengah jam kemudian biasanya di bagian hidung sudah mulai berminyak. kalau yang acnes bisa sampai 2 jam lah, baru mulai berminyak lagi. Catatan ini saya simpulkan setelah saya memakai toner saja ya. Maksudnya habis pakai toner trus udah gak pakai apa-apa lagi gitu langsung ditinggal sambil nonton film.

Saya sendiri gak pakai produk dari Emina ini setiap hari ya. Paling 2 hari sekali. Kalau disuruh milih mungkin saya akan milih acnes (selain dari fungsi juga dari harga dan jumlah produknya). Tapi yang Emina ini juga enak dipakainya jadi yaah, kalau ada rezeki lebih mungkin akan beli tapi gak akan jadi prioritas. Udah jatuh cinta banget sama yang dari acnes hehe.

Kedua produk ini agak susah dicari offline. Kamu bisa mencarinya di tokopedia bila tertarik.

IMG_20170825_192902

Imperial Leather Facial Cleansing Wipes Oil Balancing

Ini saya beli saat kemarin harus pergi karena urusan pekerjaan selama beberapa hari. Karena merasa repot kalau harus bawa printilan cleansing, beli lah tisu pembersih gini. Kalau tidak salah ada 3 varian gitu. Salah satu varian yang lain itu warna pink dengan ekstrak mawar yang memiliki fungsi tambahan untuk mencerahkan dan menyegarkan.

Berisi 20pcs dengan harga sekitar Rp23.000,- menurut saya produk ini cukup memuaskan. Lipstik matte baik liquid atau biasa dan mascara bisa terangkat bersih tanpa sisa. Produk ini juga tidak memiliki aroma wangi yang aneh, membersihkan dengan cukup sempurna dan gak bikin wajah perih setelah pakai.

Tapi, tapi ya, setelah saya pakai ini entah kenapa wajah saya jadi agak kaku. Sepertinya minyak di wajah saya terserap semua dan saya agak kaget gitulah. Tidak bertahan lama sih, tapi tetap walaupun sudah habis 11 pcs tisu, saya masih suka kaget sama wajah saya sendiri kalau habis pakai ini.

Suka sih. Dan bakalan beli lagi buat kebutuhan keluar kota gitu atau kalau lagi malas bersihin dan capek banget hehe. Produk ini bisa kamu beli di Guardian atau tokopedia.

IMG_20170828_114403

Evete Naturals Relaxing Lavender Body Butter

Karena masalah gatal-gatal itu saya langsung ganti dari body lotion ke body butter. Nah dari berbagai produk yang ada, saya tertarik coba punya Evete. Kebetulan sedang ada promo beli 1 bundle body butter dan coffee scrub hanya Rp150.000.

Body butternya sendiri memiliki 5 varian berbeda. Kalau kita beli bundle pack ini sebenarnya kita bebas mau yang varian apa. Waktu beli, saya minta di pilihkan sama pihak evete dan dikasih yang varian lavender. Wanginya persis kayak Lavender Roll-on Organic Supply yang saya punya wqwq.

Beberapa varian lain dari body butter ini di antaranya; Calming greentea, Fresh lemon vanilla, sweet peach dan sweet strawberry body butter. Saya penasaran sama Peach dan lemon, nanti deh ya kita coba hehe.

Produk dikemas dalam kemasan plastik kemasan yang cukup kokoh dengan tutup yang rapat. IMG_20170828_114413

Dengan berat bersih 50g, produk ini bisa bertahan mungkin lebih dari 3 bulan karena pemakaian produk ini memang dianjurkan sedikit saja untuk seluruh badan karena mengandung hampir 80% shea butter.

IMG_20170828_114530

Produk berwarna agak kuning gitu ya. Wangi lavendernya ini super nendang banget. Kurang cocok di pakai di pagi hari. Soalnya jadi kayak pakai minyak kayu putih di seluruh badan wqwq. Pas pertama pakai saya jadi bau kayak nenek-nenek banget. Tapi akhirnya bisa diakali sih, saya pakai ini cuma satu colekan kecil untuk seluruh badan biar gak bau banget.

Produk ini cocok dipakai di malam hari. Wanginya menenangkan dan bikin tidur nyenyak. Walaupun ini mengandung Lavender, tapi gak bikin panas ya. Yang jelas melembapkan, bikin kulit kenyal pun dan sejak pakai ini, saya juga jadi gak perlu semprot pembasmi nyamuk di kamar hehe.

Untuk review coffee scrubnya bisa dilihat di postingan saya yang ini. Saya akan beli body butter ini lagi sih, tapi coba varian lain hehe. Suka banget. Gatal di badan jadi berkurang pun jadi super halus~~

Bila tertarik dengan produk ini silahkan kunjungi website resmi mereka di evetenaturals.com

IMG_20170902_085324

K Beauty Jeju Fresh Aloe Sooting Gel All Skin Type

Saya beli ini di Guardian ya. Sering lihat di instagram dan online shohop gitu dan sempat mengira bahwa ini produk Korea. Gak taunya ini produk lokal punya!

Harganya sekitar Rp74.000,- untuk isi yang sangat banyak. Kemasannya pot besar dan tebel banget gitu ya. Lumayan serem karena terlalu besar tapi juga senang karena isinya banyak. Nah, karena saya suka banget sama produk ini dan sering pakai terus, saya mengakalinya dengan meletakkan produk ini dalam jar kecil bekas salah satu produk viva yang saya punya dan sudah habis. Dalam jar kecil seperti itu, biasanya saya bisa pakai selama seminggu atau bahkan 4 hari saja karena  sering saya pakai terus.

Nah, kegunaannya apa sih?

Banyak!

Produk ini bisa dipakai sebagai pelembab karena kandungannya yang seperti air. Bisa untuk menenangkan kulit setelah panas-panasan dan hal-hal sejenis itu. Saya sendiri pakai sebagai pelembab harian saya setelah pakai serum wajah.

Produk ini bisa dijadikan masker wajah juga lho. Dari berbagai review yang pernah saya temukan di internet, Aloe vera atau lidah buaya dipercaya bisa membantu mengontrol minyak di wajah, menghilangkan bruntusan dan jerawat serta mengecilkan pori. Tapi ini tergantung berbagai orang juga sih. Kalau masalah kulitmu parah mungkin tidak akan terlalu terlihat hasilnya.

Produk aloe vera di pasaran saat ini banyak sekali ya. Kalau kamu bertanya, bagusan yang mana, maka mungkin jawaban saya bagus semua. Soalnya pas saya lihat dan buat perbandingan di internet, komposisi produk itu rata-rata hampir 90% aloe. Mungkin ada tambahan sedikit pewangi. Nah tinggal kamu cari aja deh, kalau tidak mau yang ada pewangi ada produknya, kalau gakpapa ada wangi tambahan bisa coba ini.

Produk ini ada pewangi tambahannya ya, menurut saya sih gak ganggu karena gak terlalu tercium. Dan menurut saya juga tidak mengurangi kualitas dari produk ini hehe. Oiya, saya juga suka memakai ini untuk rambut. Biasanya saya pakai kalau pagi-pagi gak keramas atau sebelum tidur. Suka pakai di kaki juga biar gak kapalan. Pokoknya ini benar-benar produk fav banget!

Tekstur produknya bening seperti air. Kurang cocok bila dibilang gel, soalnya menurut saya ini cukup cair. Pokoknya mirip lidah buaya banget deh. Kalau kamu tertarik manfaat lidah buaya, kamu bisa buat riset tambahan di google dan saya rekomendasikan untuk mencoba produk ini karena mudah di temukan tanpa harus beli di luar negeri!

***

Itulah beberapa produk yang saya beli dan pakai sebulan terakhir ini. Cukup banyak produk lokal buatan negeri sendiri dan memiliki kandungan 90% bahan alami. Sejauh ini semuanya cukup memuaskan dan bikin saya happy menyambut hari hehe.

Sampai jumpa di review dan haul yang lainnya!