[PRODUCT REVIEW] AUGUST HAUL (SENSATIA BOTANICALS, INDOGANIC, EVETE NATURALS, BEAUTY K ALOE SOOTING GEL)

Review sensatia botanicals daily essentials facial c-serum for oily combo skin, review sensatia botanicals green tea & honey natutal soap, review sensatia botanicals black volcanic sand natural soap, review indoganic french green clay rejuvenating mask, review indoganic hand cream rose geranium, review evete naturals body butter relaxing lavender

Pada Agustus kemarin, saya mencoba membeli beberapa produk lokal dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Semacam support produk lokal saat hari ulang tahun gitu deh~

Saya tertarik menjelajah produk lokal ini karena kebetulan Organic Supply Roseship Oil saya sudah habis. Niat awalnya saya mau beli lagi, eh lha kok malah coba explore produk lokal dan malah menemukan beberapa yang menarik minat saya seperti Indoganic dan Sensatia Botanicals.

Setelah beli produk-produk itu dan uang saya habis, saya malah baru sadar gak jadi restock Roseship oilnya. Surem emang, maunya beli apa jadinya apa hhh.

Ketika postingan ini saya buat, kira-kira saya sudah memakai produk-produk yang saya sebutkan di bawah ini kira-kira selama 3 minggu. Ada beberapa hasil yang sudah terlihat, ada juga yang belum. Tanpa banyak kata lagi, mari saya coba review satu persatu.

IMG_20170828_113946

Indoganic French Green Clay & Indoganic Hand Cream Rose Geranium

Indoganic adalah salah satu produk natural yang berasal dari Bandung. Mereka punya 3 varian Clay. Ada yang berwarna putih, pink dan hijau. Entah kenapa saya naksir yang warna hijau ini. Saya murni naksir karena warnanya, gak lihat spesifikasi dan kegunaannya dulu.

Nah, pas barangnya datang, barulah saya cek kegunaan green clay ini (jangan di contoh ya, riset produk dulu, baru beli xD). Berdasarkan keterangan di website Indoganic, French Green Clay ini cocok untuk orang yang memiliki masalah kulit berminyak. Green clay ini berfungsi untuk membersihkan, menyeimbangkan dan menyegarkan wajah serta kulit. 

Memiliki komposisi 100% pure French Green Clay, produk ini bisa digunakan dengan campuran Air Mawar (atau mungkin air biasa juga bisa). Di website tidak disarankan waktu penggunaannya ya, tapi saya pakai ini seminggu sekali gantian dengan masker yang lain karena cukup malas buat adonan maskernya hehe.

 

klik pada gambar untuk memperbesar

Produk ini di kemas dalam kemasan pot plastik yang cukup kokoh. Waktu pertama kali lihat tak kira ini kemasan beling gitu, taunya bukan X). Tapi meski bukan kemasan beling, kemasannya cukup ok dan menarik mata. Menarik juga kalau mau di foto dan post di Instagram gitu hehe.

Tekstur produk ini berbentuk bubuk yang haluuuuuuuuusssss banget. Sumpah halus banget dan agak-agak licin. Pertama kali pakai dulu tuh sampai tumpah-tumpah ke lantai gitu dan bikin kepleset. Hampir mirip bedak tabur gitu lah ya, bedanya kalau Green Clay ini menurut saya butirannya lebih halus.

 

Dengan total produk sebanyak 30g dan pemakaian hanya sedikit, mungkin produk ini bisa bertahan kurang lebih selama 6 bulan(?). Atau entah ya, saya kadang suka kumpul bareng teman trus ramai-ramai pakai masker gitu sih, jadi kadang cepat habis juga hehe.

Secara keseluruhan saya cukup suka produk ini walaupun memang suka malas bikin adonannya kalau mau pakai. Produk ini memiliki wangi khas clay yang cukup segar dan menenangkan. Yang saya suka, setelah pakai ini biasanya kulit jadi halus, jerawat dan beruntusan kecil di dahi hilang dan minyak di wajah cukup berkurang meski tidak seluruhnya. Mungkin akan beli varian lainnya lagi.

Ketika memakai produk ini, entah mengapa saya jadi ingat dengan Semen. Tau kan salah satu bahan bangunan itu? soalnya baunya agak-agak mirip karena ini gak ada tambahan pewangi atau hal sejenis itu. Nah, kalau tekstur kulit kamu kering, saya sarankan buat pakai masker ini sebentar saja. Soalnya masker ini cepet banget kering. Dan pas proses dari basah-kering ini, kulit wajah kita jadi kayak ketarik karena fungsi dari masker ini kan untuk menarik minyak berlebih. Kalau kulitmu berminyak mungkin bakal enak, karena udahannya wajah jadi bersih, halus dan segar. Tapi kalau kulit wajahmu kering, udahannya pasti bakal kering dan sakit banget. Jadi mending coba yang varian lain saja.

Suka banget sih. Rekomen!

 

Sebelumnya saya gak ngerti apa kegunaan hand cream. Semacam kayak, ”apaan sih buang-buang duit aja segala pakai gituan. toh pakai hand body biasa juga bisa”. Eh gara-gara waktu itu iseng beli hand cream punya viva, saya merasakan dengan jelas perbedaan kalau tangan pakai hand body atau pakai hand cream.

Kalau pakai hand cream, kelembapan di tangannya cukup lama, kuku juga jadi kuat dan gak gampang rapuh (kebetulan saya masih nyuci tangan dan suka gigitin kuku kalau terlalu stress hhe).

Kalau pakai hand body, tangan cepat kering dalam waktu beberapa jam. Kadang juga bikin tangan kasar. kalau pakai hand cream enggak, apalagi hand cream viva wangi semangka yang bikin segar.

Nah, saya iseng beli hand cream dari indoganic ini karena cari hand cream viva cukup susah. Harus beli di website mereka sementara saya cuma mau beli itu aja, gak mau beli produk yang lain. Dan pas produknya datang, ternyata ukurannya mungil ya. Gak mungil banget gitu juga sih, tapi memiliki berat bersih beda 10g dengan milik viva. Lebih banyak punya viva tapi lebih mahal yang indoganic xD

IMG_20170828_114137

Dikemas dalam kemasan plastik yang doff (matte) dan kokoh, produk ini memiliki aroma bunga geranium yang cukup kencang. Komposisi utama di kemasan belakang produk ini adalah aloe vera dan shea butter. Dan ya, pas di pakai memang rasanya gak licin atau lengket, langsung meresap ke kulit dengan baik dan langsung jadi super halus! Soal kelembapan, saya langsung cinta sama hand cream ini daripada punya viva.

Saya biasa pakai hand cream viva jam 10 pagi lalu jam 2-an tuh biasanya tangan udah agak kering lagi. Waktu pakai hand cream indoganic ini, saya cuma perlu pakai sekali aja untuk seharian (bahkan semalaman). Kelembapannya cukup konsisten bahkan saat dicuci dengan air (saat wudhu) atau pun saat dicuci dengan sabun. Kalau cuci tangan pakai sabun pas mau makan gitu masih tetap lembab juga walau gak terlalu banget.

 

Tekstur produk ini cukup kental. Sebagai perbandingan, yang atas itu produk indoganic, yang bawah yang agak berantakan itu produk viva. Punya viva warnanya putih pucat dan agak cair sementara milik indoganic itu kental tapi tidak kaku dan berwarna putih bersih. Itu saya pakai segitu terlalu banyak lho, soalnya pakai sedikit aja bisa untuk kedua tangan karena kandungan shea butternya yang cukup besar dan bikin lembab. Jadi kalau produk indoganic benar-benar butuh sedikiiiit aja tapi bisa memberikan ketahanan luar biasa.

Oiya, setelah pakai memang tangan jadi agak berminyak gitu, tapi gak membekas kalau kita pegang sesuatu dan lama-lama juga akan hilang kok minyaknya.

Saya cukup suka sama produk ini, hanya saja saya kurang suka dengan wangi geraniumnya. Menurut saya wanginya terlalu kencang dan pernah sama bos saya di tanyain ”kamu pakai minyak gosok apa?” wqwq

BUT STILL, ini produk favorit saya dan selalu saya bawa kemana-mana. SUKAAA!

Bila tertarik dengan kedua produk di atas, atau produk indoganic lainnya, sila cek di website mereka indoganic.com

IMG_20170826_115213

Sensatia Botanicals Daily Essentials Facial C-Serum Oily Combo Skin & Sensatia Botanicals Green tea-honey & Black volcanic sand Soap

Sebelumnya, saya ingin bilang kalau tipe kulit wajah saya adalah kombinasi tapi memiliki masalah minyak yang cukup parah. TIdak ada masalah dengan jerawat/bekasnya dan memiliki pori-pori besar. Selain itu kulit wajah saya kusam dan memiliki warna yang tidak rata.

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca bahwa vitamin C bisa membantu mencerahkan, membuat segar dan meratakan warna kulit. Iseng cari produk serum vitamin C, saya langsung naksir dengan produk sensatia botanicals ini.

Sensatia Botanicals sendiri merupakan produk natural dari Bali yang sudah cukup terkenal ya. Produknya ada banyak, beberapa produknya yang cukup terkenal selain serum vitamin C-nya ini ada sabun pembersih wajah, sea salt dan charcoal mask. Tapi selain itu mereka punya produk lain seperti body butter, serum anti aging & wrinkle dan lainnya. Nanti aja saya cobain kalau ada rezeki wqwq

Serumnya punya banyak varian ya, ada yang untuk kulit kering, normal, oily biasa dan combo oily ini juga kulit sensitif tanpa bau tambahan, kulit berjerawat dan dengan wangi jasmine. Gatau kenapa saya pilih yang varian itu wqwq.

 

Kardus kemasannya bagus banget T_T

Dominasi hitam-putih kayak batu kali dengan bahan karton tebal. Nilai jual yang sungguh menggoda iman banget untuk kemasan ini. TOP lah yang bikin desain!

 

KEMASAN PRODUKNYA LEBIH MENGGODA!!!

UGH,

Ntah kenapa saya suka aja gitu sama warna hijau-putih yang menempel di botolnya ini. Berkelas, mewah dan alami sekaligus. Produk dikemas dalam botol plastik ya. Tak kira kemasan kaca karena warna botolnya gelap. Tapi tetap, meski kemasannya plastik, produk ini sama sekali tidak meninggalkan kesan murahan. Buat di foto dan post ke instagram pun tetap cakep. Ukurannya tidak terlalu besar-kecil. Pokoknya suka banget ya allah sama desain produk ini ❤

 

Pump lubang produknya kecil. Di badan botol tertulis ”ambil 2-4 tetes produk untuk wajah dan leher” tapi ternyata kebanyakan. Buat wajah dan leher saya 1 tetes saja cukup. Produknya sendiri memiliki warna kuning dengan tekstur yang pas. Gak terlalu cair pun kental. 

Produk ini sendiri cukup wangi bunga geranium, manggis dan kayak gingseng(?) (padahal gak ada gingsengnya). Saya gak tau sih itu wangi apa. Pokoknya wanginya segar dan enak. Bahkan wanginya bisa kamu cium sebelum kamu buka. Jadi pas saya keluarin dari dus pertama kalinya pun sudah wangi yang bikin segar gitu. Enak deh.

Saat mulai di pakai ke wajah, produk ini cepat meresap ke kulit dan agak lengket, tapi tidak bertahan lama. Mungkin karena kandungan vitamin C yang terlalu tinggi, seminggu pemakaian pertama setiap pagi dan malam, saya merasakan kulit wajah saya perih dan agak cekit-cekit. Sempat berhenti pakai selama beberapa hari dan gak perih lagi sampai sekarang.

Masih belum tau juga ya waktu itu perihnya kenapa. Mungkin kulit saya kaget(?)

Saat review ini di tulis, saya sudah pakai selama hampir sebulan. Hasil mencerahkannya belum terlalu terlihat tapi saya menandai bahwa ada noda hitam di sekitar pipi dan mata saya yang mulai samar. Selain itu kulit wajah saya jadi lebih kenyal.

Saya tau kalau memegang wajah itu ”katanya” dilarang. Karena bisa bikin jerawatan dsb, dsb, dsb. Tapi sejak rajin pakai skincare, entah kenapa saya suka memegang wajah saya sendiri. Rasanya halus, kenyal, dan lembab mumbul-mumbul lucu wqwq. Gemas sama diri sendiri. Boleh dong ya ”mencoba” menyukai dan menyayangi diri sendiri gini(?) hhhh

 

Kulit badan saya sensitif. Gak bisa kena dingin atau panas banget, gak bisa kena debu juga. Terus harus selalu di tempat yang bersih kalau gak bakal gatel-gatel. Sebenarnya, sejak mengkonsumsi obat ular, gatal dan bentolnya lumayan hilang.

Tapi karena akhir-akhir ini saya stress, pola makan gak teratur dan berhenti minum obat itu, gatalnya kambuh lagi sampai bikin perih. Setiap malam saya pasti terbangun dan harus semprotin air ke kaki gitu biar lembab dan gak saya garuk.

Nah, waktu itu saya dapat saran dari rekan kantor saya untuk coba ganti sabun mandi (selain hindari stress dan lainnya). Soalnya saya menyadari kalau gatal di kulit saya ini biasanya kambuh juga kalau saya habis mandi dan sabunan trus pakai hand body. Padahal kan fungsi sabun dan pakai hand body untuk menghilangkan kuman dan melembapkan ya biar gak gatel, eh ini malah gatal-gatal.

Lalu sebagai percobaan, saya cobalah sabun dari sensatia ini. Sebenarnya agak malas ya pakai  sabun batang gini. Tapi agak gak ikhlas juga mengeluarkan uang lebih dari Rp100.000,- untuk sabun mandi yang varian lain dalam kemasan cair wqwq.

Sabun batang ini memiliki 2 ukuran kemasan, 25gr dan 125gr dengan 9 varian berbeda. Ada cinnamon-Clove, herbal lulur, black volcanic-sand, carrot-wild ginger, coconut-mandarin, garden-grown loofah, greentea-honey, seaweed-bali lime, tomato-lime smoothie. Sebagai permulaan, saya coba yang greentea-honey dan black volcanic-sand.

 

Selain dikemas dalam kemasan dus kecil, produk juga dibungkus dengan plastik tipis. Ukurannya mungil ya (ya iya cuma 25gr) dengan ketebalan kurang lebih 3cm. Yang saya coba pertama kali ini yang Black volcanic-sand. WANGINYA NTAP!. Kayak wangi kelapa+aroma laut gitu (apaan). Susah jelasinnya, tapi super enak. Sementara yang varian greentea malah kurang wangi.

 

Karena saya pelit (dan gak punya tempat sabun batang juga), produknya saya potong kecil seperti gambar di atas lalu saya pakai pot bekas viva peeling cream. Busanya sendiri gak terlalu banyak tapi menurut saya cukup bikin bersih badan. Karena ini varian black volcanic-sand, di tengah-tengah produk kamu akan menemukan butiran-butiran pasir.

Butiran pasirnya itu gak terlalu besar kok jadi gak bikin iritasi. Malah bisa dipakai sebagai scrub juga. Efek setelah pakai sabun ini menurut saya mantap. Karena kandungan terbanyak dari produk ini adalah kelapa, jadi setelah pakai kulit langsung lembab dan agak licin gitu. Menurut saya sih gak perlu pakai hand body lagi. Efeknya persis kayak pas saya pakai scrub kopi-nya Evete Naturals. Segar.

Saya bakalan beli produk ini lagi sih. Pasti. Jatuh cinta banget!!!!

Bila kamu tertarik dengan produk Sensatia Botanicals atau ingin tau lebih banyak tentang produknya yang lain, bisa langsung kunjungi website mereka, sensatia.com

*** update

Beberapa waktu yang lalu kedua sabun tersebut habis dan saya memutuskan membeli lagi tapi yang langsung versi pack. Seperti ini kemasannya.

Dikemas dalam kemasan pouch kain berwarna hijau dengan bahan yang kuat. Lumayan bisa buat pouch make up xD. Oiya, kemasan ini berisi 9 batang sabun berukuran mini dengan berbagai macam varian.

Trus di kertas kemasan produk kan ada daftar varian apa saja yang akan kita dapatkan. Disitu tertulis kalau salah satunya ada varian Volcano Black Sand, salah satu varian kesukaan saya. Nah pas kemasannya saya buka dan lihat, eh varian itu gak ada dan yang varian Greentea malah ada dua xD

Sempat kecewa banget, kok bisa kesalahan gini. Sempat ingin komplain juga sih tapi setelah dipikir-pikir yaudahlah, berarti belum jodoh hehe. Sampai saat review update ini saya tulis, saya sudah mencoba yang varian tomat dan saya suka! Bikin seger bangeeet!

Saya bakal pakai ini terus sih. Enak di kulit dan gak bikin saya gatel-gatel. Suka!

IMG_20170825_194559

Acnes Toner Oil Control & Emina Face Toner Double The Moist

Saya iseng membeli 2 produk ini. Murni penasaran karena bosan pakai viva hehe. Saat review ini ditulis, saya sudah pakai ini selama hampir satu bulan dan saya bingung kalau ditanya suka yang mana.

Toner milik Acnes biasanya saya pakai pagi hari sebelum pakai makeup dan 100% bekerja mengangkat minyak di wajah. Bikin segar juga. Selain itu toner ini gak mengandung alkohol dan pewangi sama sekali dan berwarna putih seperti air biasa. Efeknya agak lain dari viva.

Kalau pakai viva biasanya suka perih-perih gitu karena kandungan alkoholnya. Kalau ini sama sekali tidak. Bakalan beli lagi sih pasti.

Sementara itu, untuk toner dari Emina ada wangi kayak…yang biasa ada di produk pencuci mulut yang dipakai sehabis sikat gigi itu. Warnanya juga biru mirip banget wqwq. Produk ini ada pewanginya dan masih mengandung alkohol walaupun hanya sedikit.

Seperti tagline produk ini, setelah pakai wajah memang jadi lebih lembab dan segar. Kalau ditanya lebih melembapkan yang mana, saya milih Emina. Cuma setengah jam kemudian biasanya di bagian hidung sudah mulai berminyak. kalau yang acnes bisa sampai 2 jam lah, baru mulai berminyak lagi. Catatan ini saya simpulkan setelah saya memakai toner saja ya. Maksudnya habis pakai toner trus udah gak pakai apa-apa lagi gitu langsung ditinggal sambil nonton film.

Saya sendiri gak pakai produk dari Emina ini setiap hari ya. Paling 2 hari sekali. Kalau disuruh milih mungkin saya akan milih acnes (selain dari fungsi juga dari harga dan jumlah produknya). Tapi yang Emina ini juga enak dipakainya jadi yaah, kalau ada rezeki lebih mungkin akan beli tapi gak akan jadi prioritas. Udah jatuh cinta banget sama yang dari acnes hehe.

Kedua produk ini agak susah dicari offline. Kamu bisa mencarinya di tokopedia bila tertarik.

IMG_20170825_192902

Imperial Leather Facial Cleansing Wipes Oil Balancing

Ini saya beli saat kemarin harus pergi karena urusan pekerjaan selama beberapa hari. Karena merasa repot kalau harus bawa printilan cleansing, beli lah tisu pembersih gini. Kalau tidak salah ada 3 varian gitu. Salah satu varian yang lain itu warna pink dengan ekstrak mawar yang memiliki fungsi tambahan untuk mencerahkan dan menyegarkan.

Berisi 20pcs dengan harga sekitar Rp23.000,- menurut saya produk ini cukup memuaskan. Lipstik matte baik liquid atau biasa dan mascara bisa terangkat bersih tanpa sisa. Produk ini juga tidak memiliki aroma wangi yang aneh, membersihkan dengan cukup sempurna dan gak bikin wajah perih setelah pakai.

Tapi, tapi ya, setelah saya pakai ini entah kenapa wajah saya jadi agak kaku. Sepertinya minyak di wajah saya terserap semua dan saya agak kaget gitulah. Tidak bertahan lama sih, tapi tetap walaupun sudah habis 11 pcs tisu, saya masih suka kaget sama wajah saya sendiri kalau habis pakai ini.

Suka sih. Dan bakalan beli lagi buat kebutuhan keluar kota gitu atau kalau lagi malas bersihin dan capek banget hehe. Produk ini bisa kamu beli di Guardian atau tokopedia.

IMG_20170828_114403

Evete Naturals Relaxing Lavender Body Butter

Karena masalah gatal-gatal itu saya langsung ganti dari body lotion ke body butter. Nah dari berbagai produk yang ada, saya tertarik coba punya Evete. Kebetulan sedang ada promo beli 1 bundle body butter dan coffee scrub hanya Rp150.000.

Body butternya sendiri memiliki 5 varian berbeda. Kalau kita beli bundle pack ini sebenarnya kita bebas mau yang varian apa. Waktu beli, saya minta di pilihkan sama pihak evete dan dikasih yang varian lavender. Wanginya persis kayak Lavender Roll-on Organic Supply yang saya punya wqwq.

Beberapa varian lain dari body butter ini di antaranya; Calming greentea, Fresh lemon vanilla, sweet peach dan sweet strawberry body butter. Saya penasaran sama Peach dan lemon, nanti deh ya kita coba hehe.

Produk dikemas dalam kemasan plastik kemasan yang cukup kokoh dengan tutup yang rapat. IMG_20170828_114413

Dengan berat bersih 50g, produk ini bisa bertahan mungkin lebih dari 3 bulan karena pemakaian produk ini memang dianjurkan sedikit saja untuk seluruh badan karena mengandung hampir 80% shea butter.

IMG_20170828_114530

Produk berwarna agak kuning gitu ya. Wangi lavendernya ini super nendang banget. Kurang cocok di pakai di pagi hari. Soalnya jadi kayak pakai minyak kayu putih di seluruh badan wqwq. Pas pertama pakai saya jadi bau kayak nenek-nenek banget. Tapi akhirnya bisa diakali sih, saya pakai ini cuma satu colekan kecil untuk seluruh badan biar gak bau banget.

Produk ini cocok dipakai di malam hari. Wanginya menenangkan dan bikin tidur nyenyak. Walaupun ini mengandung Lavender, tapi gak bikin panas ya. Yang jelas melembapkan, bikin kulit kenyal pun dan sejak pakai ini, saya juga jadi gak perlu semprot pembasmi nyamuk di kamar hehe.

Untuk review coffee scrubnya bisa dilihat di postingan saya yang ini. Saya akan beli body butter ini lagi sih, tapi coba varian lain hehe. Suka banget. Gatal di badan jadi berkurang pun jadi super halus~~

Bila tertarik dengan produk ini silahkan kunjungi website resmi mereka di evetenaturals.com

IMG_20170902_085324

K Beauty Jeju Fresh Aloe Sooting Gel All Skin Type

Saya beli ini di Guardian ya. Sering lihat di instagram dan online shohop gitu dan sempat mengira bahwa ini produk Korea. Gak taunya ini produk lokal punya!

Harganya sekitar Rp74.000,- untuk isi yang sangat banyak. Kemasannya pot besar dan tebel banget gitu ya. Lumayan serem karena terlalu besar tapi juga senang karena isinya banyak. Nah, karena saya suka banget sama produk ini dan sering pakai terus, saya mengakalinya dengan meletakkan produk ini dalam jar kecil bekas salah satu produk viva yang saya punya dan sudah habis. Dalam jar kecil seperti itu, biasanya saya bisa pakai selama seminggu atau bahkan 4 hari saja karena  sering saya pakai terus.

Nah, kegunaannya apa sih?

Banyak!

Produk ini bisa dipakai sebagai pelembab karena kandungannya yang seperti air. Bisa untuk menenangkan kulit setelah panas-panasan dan hal-hal sejenis itu. Saya sendiri pakai sebagai pelembab harian saya setelah pakai serum wajah.

Produk ini bisa dijadikan masker wajah juga lho. Dari berbagai review yang pernah saya temukan di internet, Aloe vera atau lidah buaya dipercaya bisa membantu mengontrol minyak di wajah, menghilangkan bruntusan dan jerawat serta mengecilkan pori. Tapi ini tergantung berbagai orang juga sih. Kalau masalah kulitmu parah mungkin tidak akan terlalu terlihat hasilnya.

Produk aloe vera di pasaran saat ini banyak sekali ya. Kalau kamu bertanya, bagusan yang mana, maka mungkin jawaban saya bagus semua. Soalnya pas saya lihat dan buat perbandingan di internet, komposisi produk itu rata-rata hampir 90% aloe. Mungkin ada tambahan sedikit pewangi. Nah tinggal kamu cari aja deh, kalau tidak mau yang ada pewangi ada produknya, kalau gakpapa ada wangi tambahan bisa coba ini.

Produk ini ada pewangi tambahannya ya, menurut saya sih gak ganggu karena gak terlalu tercium. Dan menurut saya juga tidak mengurangi kualitas dari produk ini hehe. Oiya, saya juga suka memakai ini untuk rambut. Biasanya saya pakai kalau pagi-pagi gak keramas atau sebelum tidur. Suka pakai di kaki juga biar gak kapalan. Pokoknya ini benar-benar produk fav banget!

Tekstur produknya bening seperti air. Kurang cocok bila dibilang gel, soalnya menurut saya ini cukup cair. Pokoknya mirip lidah buaya banget deh. Kalau kamu tertarik manfaat lidah buaya, kamu bisa buat riset tambahan di google dan saya rekomendasikan untuk mencoba produk ini karena mudah di temukan tanpa harus beli di luar negeri!

***

Itulah beberapa produk yang saya beli dan pakai sebulan terakhir ini. Cukup banyak produk lokal buatan negeri sendiri dan memiliki kandungan 90% bahan alami. Sejauh ini semuanya cukup memuaskan dan bikin saya happy menyambut hari hehe.

Sampai jumpa di review dan haul yang lainnya!

 

Advertisements

[Product Review] Juni Haul (Innisfree Jeju volcanic, Organic supply, Laneige lip sleeping mask, Skinfood)

Saya suka memberi hadiah untuk diri sendiri. Pada ulang tahun saya yang ke 21 kemarin, saya menghadiahi diri sendiri dengan beberapa skincare korea yang sudah lama saya incar.

Selama ini sebenarnya saat pakai skincare dari viva saya cocok-cocok saja sih. Cuma karena penasaran dan mumpung ada rezeki juga, jadi ya saya iseng mencoba. Saya membeli beberapa skincare korea dari Althea. Kebetulan saya beli bareng sama teman dan karena pakai alamat beliau, saya jadi gak bisa foto pas packing barang dari althea-nya datang huhu.

Oiya, saya belanja dari aplikasi Althea yang bisa diunduh gratis dari playstore. Jadi website Althea itu kena internet positif (gak tau kenapa._.). Aplikasi Althea-nya sendiri cukup bagus ya. Cukup friendly dan mudah banget digunakan.

Pada post kali ini, saya ingin membuat quick review sekalian melihat barang apa saja yang sudah saya beli. Oiya, saya baru ingat buat foto barangnya pas udah pada tinggal sedikit wqwq. Saya beli sejak bulan Maret akhir. Datang kira-kira akhir Mei.

Dan langsung saja, ini beberapa barang yang saya beli!

IMG_20170711_135909

Skinfood Fresh Fruit Lip and Cheek Trio shade #2 Strawberry

Yang ini saya dikasih teman saya ya. Gaktau dia beli dimana. Belum dipakai sama sekali oleh beliau dan gak suka juga dengan warnanya.

Produk dikemas dalam kemasan kaleng yang cukup mini. Gak ada penjelasan khususnya di badan produk karena hanya ada tulisan berbahasa Korea saja.

Cara membuka kemasan produk ini dengan cara digeser ya. Persis kayak korek api kotakan gitu. Pas dapat ini sumpah saya bingung sendiri ini bukanya gimana wqwq. Pas cari-cari reviewnya di youtube, eh ternyata digeser*norak.

Dari kemasan, saya cukup suka sih. Ukurannya mini, gak makan tempat, unik. Nah, kalau soal produknya saya kurang suka.

Produk ini tidak dilengkapi spatula atau alat untuk colek-colek. Jadi kalau kita mau pakai, pastikan tangan dalam kondisi bersih. Atau mau pakai brush/spatula yang kita siapkan sendiri juga bisa, walaupun ribet lagi bawanya hehe.

Produk terdiri dari 3 warna. Shade yang saya punya ini Strawberry yang lebih ditujukan untuk pemilik purple undertones.

Di gambar atas itu saya 2x colek trus disapukan ke tangan. Yang tengah warnanya kurang keluar. Wanginya enak banget, ada wangi anggur, peach sama stoberi gitu.

Menurut penilaian saya, produk ini cukup ok untuk blush on dan eyeshadow (saya suka pakai blush on sebagai eyeshadow juga di ujung mata). Tapi kalau untuk liptint, produk ini kurang saya rekomendasikan.

Selain warnanya tidak terang, produk ini juga membuat bibir kering. Kalau pakai ini buat liptint, saya harus colek-colek banyak banget biar warnanya keluar, tapi saat dipakai di bibir malah bikin bibir terkelupas gitu.

Ya tapi gak papa, barang gratisan ini hehe.

Untuk blush on, saya sangat suka yang warna ungu. Di pipi saya warnanya jadi peach gitu, cukup bikin wajah segar dan awet. Suka, tapi tidak saya rekomendasikan.

IMG_20170711_162304

Laneige Lip Sleeping Mask Special Care

Ini murni benar-benar penasaran sama produknya. Sebenarnya saya sudah cocok pakai madu dan Evete Natural Lipbalm, tapi gaktau kenapa tetap masukin ini di keranjang belanja. Gak minat beli versi trial-nya karena takut nagih, jadi sekalian beli yang besar mumpung ada uang xD

Ukuran produk ini lebih kecil daripada Laneige sleeping mask (padahal harganya hampir sama). Tapi produk ini juga dikemas dalam kemasan kaca yang cukup kokoh. Tidak ada deskripsi produk yang bisa saya jelaskan karena semuanya dalam bahasa korea.

Produk dilengkapi spatula kecil untuk colek-colek biar tidak terkontaminasi bakteri. Spatulanya cukup kokoh dan lebih bagus daripada spatula yang sleeping mask.

Punya saya isinya sudah berkurang lumayan banyak karena setiap hampir setiap hari saya pakai kalau di rumah sebelum tidur. Kalau lagi bepergian gitu saya pakai lip balm dari evete karena masih sisa lumayan banyak.

Produk ini cukup berminyak ya, ada bau yang cukup manis dan tidak terlalu menyengat. Pas pertama kali pakai, kesan saya produk ini mirip lipbalm biasa. Bikin mulut berminyak banget. Di awal-awal saya agak terganggu dengan hal ini. Tapi kesananya enggak sih, lama-lama jadi enak.

IMG_20170711_162512

Saya pakai ini setiap malam. Hasil akhir ketika bangun tidur bibir jadi super lembab dan kenyal. Tiap pagi saya pasti gemas sama bibir sendiri dan rasanya pengen ciuman gitu hh. Enak. Dan saya akui, waktu saya pakai lipcream langsung bisa merata dan warna lip creamnya hidup. Kualitas memang tidak bisa bohong,ntap.

Sejauh ini saya cukup puas dan suka meskipun masih terganggu kalau pas baru pakai bibir jadi berminyak. Tapi melihat hasilnya yang cukup bikin pengen cium diri sendiri…well, produk ini sangat saya rekomendasikan!

Saya penasaran ini bisa membuat warna bibir jadi merata juga gak ya, soalnya saya punya masalah dengan bibir yang menghitam hehe. Kita lihat hasilnya nanti kalau produknya sudah habis!

IMG_20170712_111851

Roseship Seed Oil & Lavender Aromatheraphy Roller ball Organic Supply Co

Kalau ini saya beli sendiri ya. Saya beli melalui website Organic Supply Co. 2 produk sekecil itu datang dengan packing kardus yang super besar dan super aman. Waktu buka paketnya saya beneran mengacungi jempol banget karena produk pesanan benar-benar dijaga supaya selamat sampai tangan pembeli dan tidak bocor.

Yang roseship oil saya beli karena saya ingin menghilangkan bekas luka di kaki. Ini saya asal beli sih sebenernya wqwq. Tertarik karena liat klaim di tab deskripsi produk aja. Bisa untuk night serum juga sih, tapi saya belum coba karena sedang pakai laneige sleeping mask.

Dia murni roseship oil ya. Gak ada wangi apapun. Wangi alami gitu yang..agak asam dan aneh sih. Kalau kamu gak suka bau-bauan pasti gak suka deh. Tapi wanginya gak bertahan lama, tercium pas kita buka produk dan oles-oles ke tangan aja.

Kalau sudah dipakai di badan langsung menyerap dan gak bikin berminyak. Malah menurut saya justru menutrisi karena kebetulan saya pakai di seluruh kaki (tidak hanya yang ada luka) dan pas bangun tidur kaki jadi halus dan tidak mengering. Untuk menghilangkan luka di kaki,,,belum terlihat hasilnya tapi gatal-gatal di kaki saya sudah agak berkurang.

kemasan produk yang apik dengan dominasi warna putih (klik untuk memperbesar gambar)

Ini aromatic roll on 100 murni lavender yang dikemas dalam botol kaca. Wanginya kayak obat nyamuk gitu menurut saya wqwq. Murni tanpa pewangi tambahan. Saya beli ini karena waktu itu iseng coba punya bos yang beliau kasih pas pinggul saya kram saat haid.

Waktu itu produk ini saya oleskan sekitar pinggul dan jadi agak enakan. Dia gak bikin panas, kalau dioleskan di badan saya malah rasanya dingin. Saya gak ngerti juga cara kerjanya gimana, tapi kalau lagi gak enak-pusing atau kaki pegal dan saya oleskan ini, lama-lama jadi gak sakit lagi.

Sejauh ini cukup suka dan selalu saya bawa kemana saja. Kurang suka sama baunya tapi untuk hasil di tubuh sangat superr memuaskan.

Innisfree Jeju Super Volcanic Pore Clay Mask

Satu hal pasti yang saya langsung rasakan setelah pakai produk ini adalah, wajah jadi super halus!

Pertama kali pakai ini dulu pas saya lagi jerawatan di dahi dan pipi yang cukup besar dan memerah. Nah pas pakai ini tuh ya, rasanya ampun-ampunan banget, perih euy T_T. Tapi yang canggih, pas selesai pakai, jerawat yang besar langsung kempes. Trus 3 hari kemudian saya pakai lagi dan bekas jerawatnya hilang~

Saya gak tau ini cocok-cocokan atau gimana sih, tapi kulit saya memang tipe kalau ada jerawat gak bakal berbekas. Jadi mungkin belum tentu efek menghilangkan bekas jerawat ini juga berpengaruh ke kulitmu hehe.

Sebulan pakai, menurut saya produk ini cukup membantu mengurangi minyak berlebih. Biasanya jam 8 pagi wajah saya sudah berminyak (kondisi di dalam ruangan dengan makeup tipis). Tapi sejak pakai ini sampai jam 11 atau jam 1 siang juga masih clingg~

Untuk efek saat pakainya biasa saja menurut saya hehe. Bau produknya sih ”mud” banget dan pas dicolek memang ada efek panasnya gitu. Tapi menurut saya produk ini kurang ”kencang” (dibandingkan dengan glamglow) (saya pernah coba glamglow punya teman dan superrr1111).

Untuk penilaian dari saya…biasa aja. Gak wow banget. Menurut saya masih ok produk dari Himalaya herbals. Tapi saya suka dengan packing produk ini. Lucu,hehe

Yah, setidaknya sekarang saya sudah tidak penasaran lagi dengan produk ini hehehe.

IMG_20170713_124247

Itulah beberapa produk yang saya beli beberapa bulan terakhir ini. Yang paling suka sih produk dari Organic supply dan laneige lip sleeping mask. Super memuaskan dan gak nyesel beli :3

Untuk yang bertanya harga, bisa langsung berkunjung ke web Organic Supply dan unduh aplikasi Althea di play store ya, lupa harganya berapa xD

Sampai bertemu di review lainnya!

2 Hari seru di Ennichisai 2017 Jakarta

+Pada 13 dan 14 Mei kemarin, saya berkunjung ke Ennichisai Jakarta yang berlokasi di Blok M. Ini kunjungan pertama saya ke acara ini sekaligus acara Jejepangan pertama yang saya datangi tahun ini.

Ennichisai ini hampir sama seperti Jak Japan Matsuri. Penjelasan perbedaan antara JakJapan dan Ennichisai sendiri saya juga masih belum paham ya (hadeeh) (maaf malas riset, wq).

Yang jelas kalau Jak Japan itu berlangsung sekitar pertengahan tahun. Kalau Ennichisai itu masih di awal atau seperempat tahun pertama.

Pada hari pertama, saya datang setelah pulang kerja. Kebetulan saya sengaja pakai seragam kerja saya hari Senin biar sekalian cosplay ala-ala mb OL (office lady, sebutan untuk pekerja wanita di Jepang) gitu.

Tapi yang ada saya malah kayak mb kantoran rombongan krl di Tanah Abang-Tangerang. Pakai ransel+totebag di pundak kanan-kiri yang berisi berkas kerjaan wqwq.

Di hari pertama, saya berangkat dari Kantor pukul 3 sore karena saya menunggu kurir yang mengantarkan paket roll film yang ternyata gak datang.

Jadi roll film saya hanya tersisa yang ada di kamera yaitu 14 film. Padahal saya ingin memotret beberapa momen terbaik di Ennichisai

Saya tiba di lokasi acara pukul 5 sore. Ya. Dari Glodok sampai Blok M memakan waktu 2 jam. Yang bikin lama sih dari Bundaran Senayan sampai Blok M-nya. Macetnya luarrrrrrr biasaaaa.

Dan ya, karena sudah bosan dan terlanjur malas karena macet ini, pas akhirnya sampai di lokasi, saya cuma mencari lokasi tenda untuk volunteer Mikoshi, trus udah pulang lagi.

IMG_20170514_152443

Iya.

2 jam perjalanan buat gitu doang T_T.

Dah keburu bosen dan capek karena bawa banyak dokumen dan sepatu juga lagian hhh.

***

Keesokan harinya saya bangun pukul 5 pagi. Terus mandi, mulai berkemas dan memaksakan diri membuang semua jenis “kotoran” dari tubuh.

Berdasarkan pengalaman di JakJapan kemarin, toilet di lokasi acara itu kurang nyaman. Jadi jangan sampai saat acara berlangsung nanti saya merasa sakit perut atau hal-hal sejenis itu. Kebetulan juga saya sedang haid, jadi setelah selesai mandi itu saya benar-benar melakukan pembersihan diri.

Saya sebenarnya masih belum tau sih di acara ini toiletnya bagaimana. Cuma untuk mengantisipasi dan lagian malas juga kalau harus mampir-mampir ya jadi saya benar-benar mencoba mencegah dulu,hehe.

Pukul 9 pagi tepat saya berangkat. Pukul 10.10 saya sampai di sekitaran Monas. Kebetulan masih ada CFD (Car Free Day) di sekitar situ sampai Blok M. Jadi jalanan super lancar dan saat melihat beberapa orang yang beraktivitas di jalanan (CFD-an), saya benar-benar kagum dan kaget.

Sejak diadakan CFD di Jakarta (entah itu tahun berapa) sampai sekarang, saya sama sekali belum pernah berpartisipasi/lewat di daerah yang termasuk area CFD itu.

Apa ya, malas aja sih rasanya. Kayak, kenapa harus berolahraga di area CFD sih? Sama aja kan kayak lari di jalanan depan rumah(?) Dan ya, pemikiran-pemikiran seperti itulah wqwq.

Ramai ya ternyata. Padahal sudah hampir pukul 11 pagi. Ada yang jualan di pinggir jalan, sepedaan, main skate, duduk di tengah jalan, jalan bersama Anjing, selfie dan lain sebagainya. Saya lupa foto saking kagum (dan norak) (sampai mulut saya ternganga lebar melihat keramaian di jalanan) (hadeeh).

Pukul 11 kurang sedikit saya tiba di lokasi. Lapor dengan Kak Nadya, salah satu koordinasi dari team Mikoshi universitas Binus. Yap, saya gabung dengan team dari Binus. Sehari numpang jadi mahasiswi Binus xD.

Saya dapat seragam dan diminta berganti. Dan tak lama kemudian anggota lain berdatangan.

***

Pukul 12.40 adalah acara pengangkatan Mikoshi yang pertama. Di rundown acara yang dibagikan sih seharusnya tim pria, tim wanita dan tim anak-anak mengangkat semua. Tapi ternyata yang mengangkat hanya tim wanita dan anak-anak.

Di pengangkatan yang pertama ini, saya memilih lokasi di sebelah kanan. Ngangkatnya di bahu kanan gitu. Cuaca siang itu cukup sejuk(?). Gak mendung, gak panas dan cukup berangin gitu lah.

Karena saya belum berkeliling ke semua lokasi, saya jadi kurang tau ya rute pengangkatan mikoshi ini kemana saja. Dan ternyata,,,,rutenya cukup panjang T_T. Tim mikoshi sampai harus beristirahat sebanyak 6x.

IMG_20170514_131444

di pertengahan jalan tiba-tiba panas

Sekitar pukul 13.50an pengangkatan akhirnya selesai. Peserta volunteer dapat makan siang. Selesai makan, saya mencoba menjelajah ke semua lokasi dan stand di ennichisai ini.

Waktu menjelajah, saya agak pusing. Ramainya bukan main. Dan karena saya menjelajah sendiri, jadi agak canggung gitu. Soalnya di kanan-kiri pada sama pasangan atau sama teman. Mana saya masih pakai kostum mikoshi lagi wqwq. Tapi ya PD aja sih.

Untuk mengurangi rasa canggung, saya sambil memotret ke beberapa momen yang menurut saya menarik. Tapi cuma dapat sedikit karena roll film saya habis.

Saya mampir ke stand penjual gantungan kunci. (Saya lemah dengan gantungan kunci dan kaus kaki). Kebanyakan gantungan kunci yang tersedia adalah gantungan karakter terbuat dari rubber atau akrilik bergambar tokoh anime.

Sayangnya, gak ada satupun tokoh anime yang saya tahu wqwqwq. Gak ada Yotsuba, atau Crayon shinchan, atau Dragon Ball atau Dr. Slump gitu (emang mereka anime ya, Mai?). Ada sih One piece, Naruto, Doraemon dan Totoro. Cuma kayaknya udah terlalu biasa.

Saya akhirnya membeli gantungan bel karakter Line, Brown dan Cony. Ini gantungannya bisa bunyi “kleneng-kleneng”. Saya suka gantungan kunci yang bersuara.

Soalnya saya suka pergi sendirian, dan suara lonceng itu kayak “teman” saya gitulah biar gak sepi-sepi banget kalau berjalan di tempat sepi. Saya membeli 2 gantungan ini dengan harga Rp10.000/pcs.

Saya juga mampir ke stand penjual tas-tas kerajinan asli dari Jepang. Saya sebenarnya sedang mencari tas slempang (biar gampang kalau jalan-jalan bawa kamera). Dan ada sih tasnya, cuma mahal banget Rp250.000,-

Akhirnya saya cuma membeli pouch seharga Rp15.000,- yang pas banget buat tas kamera. Habis itu saya mencoba melirik beberapa stand makanan yang ada (yang sayangnya penuh dan antre semua) (malas). Akhirnya saya mampir ke stand Glico. Membeli 3pcs es krim yang kebetulan sedang promo dengan harga 3/10.000,-

Hadeh, padahal saya belum pernah makan makanan jejepangan gitu. Penasaran. Tapi gatau kenapa kalau ada yang jual selalu malas beli😅.

***

Pukul 16.00, pengangkatan Mikoshi yang kedua pun dimulai. Pada pengangkatan kedua ini tim pria juga ikut mengangkat. Kali ini saya mengubah posisi mengangkat di bahu sebelah kiri yang kemudian saya sesali karena entah mengapa kalau di bahu kiri rasanya lebih berat.

Pada pengangkatan kedua ini ada orang yang naik ke atas mikoshinya. Trus di rombongan saya juga ada beberapa personel idol yang ikut menggotong juga untuk keperluan komersil di Jepang. Nama grupnya kalau gak salah KissBee. Anggotanya ada 4 orang, lucu dan menggemaskan semua.

IMG_20170514_153759

Saya gak sempat tanya-tanya, twoshoot bareng atau hal-hal sejenis itu. Sudah malas dan capek duluan wq. Tapi ada 1 yang berambut pendek dan bikin “yaroobb” banget.

Dan ada 1 orang juga yang saat pengangkatan berlangsung sibuk teriak-teriak histeris sendiri karena kaget (dan mungkin kesakitan). Melihat dia teriak-teriak membawa hiburan tersendiri yang membuat saya semangat mengangkat saat itu wqwq.

Selesai mengangkat, saya sempat istirahat dan tidur sekitar 20 menit. Kebetulan banyak volunteer yang tidak bisa ikut mengangkat secara full 3x dan izin pulang. Jadi tenda istirahatnya cukup lenggang.

Saya terbangun saat adzan isya. Langsung pusing karena tidur sore-sore. Tapi badan juga jadi agak segar.

Pukul 19.40 pengangkatan terakhir sekaligus penutupan dimulai. Kali ini terdiri dari tim wanita, tim pria, dan tim bapak-bapak gabungan dari warga Indonesia, Jepang dan luar Asia. Yang tim anak-anak sudah tidak ada.

Pengangkatan terakhir ini rutenya singkat. Hanya lurus (kira-kira 5 menitan. Saya gak bisa menggambarkan dengan ukuran jarak) lalu nanti berputar-putar di depan panggung utama.

Nah, karena ada cukup banyak volunteer wanita yang tadi pada pulang, akhirnya beberapa ibu-ibu Jepang pun ikut membantu mengangkat. Dan padahal sudah ada bantuan ya, tapi pas pengangkatan pertama, mikoshinya sempat hampir jatuh karena tinggi peserta volunteer tidak seimbang dan jumlahnya masih kurang.

Tapi akhirnya bisa naik sih. Walaupun, yarobb, rasanya super berat banget. Saat istirahat sejenak di pertengahan jalan, saya dipindahkan ke depan oleh pimpinan rombongan. Katanya saya super bersemangat, jadi saya diminta ke depan untuk menyemangati peserta yang lain juga.

Dari acara pengangkatan pertama dan volunteer tahun lalu biasanya saya selalu di bagian belakang dekat mikoshinya gitu. Lebih enak aja. Dan ini pertama kalinya di depan, rasanya deg-degan banget. Di depan itu lumayan berat karena dia menanggung beban pertama.

Saat ketakutan seperti itu, saya ditepuk oleh salah satu mb dari Jepang yang naik ke mikoshi (yang kebetulan jadi partner saya juga di mikoshi jakjapan lalu).

IMG_20170514_191441

Partner terbaik! 2x berturut-turut dapat ketua mikoshi beliau terus. Ramah, baik dan murah senyum. Tapi saya gak tau namanya wqwq. Nanti kalau ikut di Jakjapan, saya janji bakal ajak kenalan dan foto bareng ah xD

Dia menyemangati dan menggengam tangan saya mengatakan “ganbare, semangat”. Saya hanya bisa bengong. Tangannya hangat. Dan entah mengapa saya jadi super bersemangat.

Dan saat pengangkatan di mulai…ah rasanya campur aduk banget deh. Bebannya berat. Trus suara saya hampir habis dan rasanya super haus karena harus berteriak menyemangati. Berkali-kali mikoshinya juga oleng karena peserta lain juga mulai kelelahan. Tapi mb yang naik ke atas mikoshinya rajin menyemangati.

Trus pas mulai berparade dan berputar di depan panggung utama itu ya…rasanya luar biasa. Saya sampai nangis karena kesakitan+keringat yang masuk ke mata dan bibir. Capek, sakit, tapi pas mendengar teriakan “ganbaree” “ganbaree” dari pemimpin mikoshi juga jadi bersemangat.

Rasanya lepas.

Lega.

Setelah parade selesai, Ennichisai pun resmi ditutup. Ada kembang api yang dinyalakan dari atas atap Blok M square. Kembang apinya indaaah banget.

Pas liat kembang apinya, saya nangis. Kangen. Tapi gatau kangen sama siapa

Saya nonton sambil ngobrol dengan salah satu bapak-bapak dari Jepang. Dan pas kembang apinya selesai, kami bersalaman dan dia berkali-kali menepuk punggung saya mengatakan “terima kasih, kamu kuat, kamu kuat”.

Nangisnya makin kejer😭😭

***

Selesai penutupan sempat ada selfie bersama dari panggung. Cuma saya gak begitu peduli karena udah capek. Tim mikoshi pun balik lagi ke tempat semula dan ya seperti biasa, dibagikan Sake dalam gelas untuk yang memang ingin mengkonsumsi.

Tahun lalu saya mencoba setengah gelas aqua kecil. Trus kemarin, saya minum 3 gelas😅. Pertama satu gelas penuh. Trus gatau kenapa saya nambah lagi 1 gelas penuh. Eh pas udah abis, dituangin lagi setengah wqwq.

Rasanya masih aneh dan bikin tenggorokan panas. Tapi saya ingat, begitu saya sampai rumah, saya bisa tertidur pulas dengan sangat nyaman tanpa kesakitan.

3 gelas.

Gapapalah ya, pengalaman sebelum menginjak usia 21😅.

Selesai minum-minum, saya pun berganti pakaian bersiap untuk pulang. Sebelum pulang, peserta volunteer dibagikan souvenir sebuah kantung kecil. Katanya ini asli dari Jepang. Ada warna Hijau dan Merah. Saya dapat yang Merah. Jadi agak menyesal tadi udah beli kantung kecil wqwq.

Dan sebelum pamit, ka Nadya sempat bilang ke saya,

“kak Mai jangan kapok ya! Sampai jumpa di Jak Japan dan Ennichisai tahun depan!”

Saat perjalanan menuju halte Transjakarta, saya sempat membatin dan berpikir akan banyak hal.

Waktu datang kesini, mood saya sebenarnya sedang kacau walaupun sudah melakukan pembersihan badan.

Saya lagi kangen, tapi gatau kangen sama siapa.

Saya lagi bosan sama kerjaan juga. Bingung mikirin kuliah yang gak jadi-jadi dan nafsu duniawi yang tidak ada habisnya (dan saya yang selalu berhasil terjerat hawa nafsu itu).

Waktu mengangkat mikoshi dan memberi serta diberi semangat oleh banyak orang tadi, perasaan saya benar-benar campur aduk. Lega, lepas, tenang.

Capek, tapi di satu sisi juga entah mengapa rasanya lega. Seperti ada beban berat yang terangkat. Saya kayak diyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa ketakutan saya akan masa depan itu tidak akan terjadi, masa depan tidak akan seburuk itu. Semuanya akan baik-baik saja.

Jadi ingat waktu di semangati mb dari Jepang tadi. “Ganbare, semangaaat”. Ah, kebahagiaan dan kesedihan itu menular. Energi manusia itu tidak main-main, bisa berpengaruh. Hubungan antar manusia itu ajaib.

Dan, ah, bertemu banyak orang memang selalu menyenangkan. Kalau kata orang-orang, energi extrovert saya benar-benar terisi penuh.

Dan saat dalam transjakarta di sebuah lampu merah, saya tiba-tiba ingat lagi ucapan kak Nadya yang membuat saya membatin,

“tahun depan ya…, Umur saya sampai gak ya,,,”

ps: spot saya saat mengangkat mikoshi sebenarnya cukup strategis. Di depan dan pinggir. Dan selama pengangkatan ini seingat saya banyak orang yang mendokumentasikan dalam bentuk video ataupun gambar. Pagi tadi sudah saya telusuri semua postingan di instagram dengan hashtag #Ennichisai #Ennichisai2017 #mikoshi tapi entah mengapa tidak ada post foto yang ada sayanya ataupun foto yang bagus. Jadi gak saya cantumkan disini wqwq.

Kalau nanti saya nemu foto/video yang bagus akan saya lampirkan deh xD

dan ah, foto lainnya akan saya unggah di akun flickr pribadi saya ya!