[Product Review] AIKU Camera, Rearca Camera, SNAPKIK Camera, Feelm Classic and GudakCAM A Disposable Camera For Your Phone!

Beberapa waktu lalu saya iseng melihat sebuah tagar di instagram dengan nama #gudak. Hasil yang muncul adalah beberapa foto yang sebagian besar di unggah oleh pengguna instagram dari negeri Korea dengan filter cukup menarik seperti diambil pakai kamera analog dan terlihat sangat aesthetic (kalau kata anak-anak zaman sekarang).

hasil pencarian #gudak di instagram

Karena penasaran dan cukup terpesona dengan filter yang dihasilkan oleh ”sesuatu” yang bernama gudak ini, akhirnya saya mencoba cari di google dan menemukan hasil bahwa ternyata Gudak adalah sebuah aplikasi buatan Korea yang mirip disposable camera analog tapi menggunakan kamera handphone dan sayangnya baru tersedia untuk pengguna non android saja (iOS). (sampai dengan saat ini 03/10/2017. Katanya sih akan dibuat untuk versi android juga tapi belum pasti kapan).

IMG_20171003_121156

Disposable camera sendiri adalah kamera analog sekali pakai yang biasanya berisi 27 atau 39 film. Hanya bisa dipakai sekali saja. Jadi ketika kita mau develop filmnya ya kameranya langsung dibuang. Tidak bisa di isi ulang. Di luar negeri sendiri kalau tidak salah cukup populer dan dijual cukup terjangkau untuk orang-orang yang ingin menggunakan kamera analog tapi tidak punya kameranya.

Nah karena saya bukan pengguna iOS, tentu saja saya sempat kecewa. Tapi saya tetap iseng mencari tahu tentang Gudak ini karena sepertinya menarik. Belakangan ini saya melihat bahwa banyak sekali brand yang membuat campaign ”nostalgia” tentang masa lalu atau rebranding produk yang dulunya laris namun sekarang sudah agak terlupakan dan terbukti memang lumayan sukses. Beberapa contoh yang saya ingat itu ada dari produk Indomie, produk makanan yang mengeluarkan packaging edisi Jadul.

Saya sendiri tidak membeli produk itu karena rasa produknya menurut saya sama saja hanya kemasannya saja yang vintage dan bonus totebag-nya sendiri menurut saya kualitasnya jelek. Tapi hampir seluruh keluarga besar saya beli hhh. Jadi ya begitulah. Saya sendiri juga heran sih, kenapa ya kita suka sama hal-hal berbau vintage tapi kalau ada yang mengungkit kesalahan atau hal-hal konyol yang kita lakukan di masa lalu kitanya malah marah(?) xD

Balik lagi ke Gudak, menurut website resmi Gudak, mereka membuat aplikasi ini berdasarkan filosofi sebagai berikut;

IMG_20171003_124905

Dan jujur saya sangat suka dan setuju banget sama filosofi ini!

Di zaman digital ini pasti bukan cuma saya saja deh yang kalau memotret sesuatu, gak cukup sekali tapi harus berkali-kali. Iya gak? Atau mungkin ada juga yang udah memotret sesuatu sampai puluhan kali eh pas dilihat hasilnya jelek trus ulang lagi ambil puluhan foto, gitu terus sampai capek xD. Bukan hanya saya saja kan yang begitu?

Nah, keberadaan Gudak ini semacam membuat kita kembali pada masa dulu saat kita menggunakan kamera film dan membuat kita tidak bisa melihat langsung hasilnya karena harus menunggu sampai roll filmnya habis dulu. Persis seperti filosofi Gudak lanjutannya,

IMG_20171003_124914

Previews kills the momment.

Itu bener banget!

Dengan kembali ke era roll film seperti ini, kita jadi belajar sabar dan bisa terlatih untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan memotret objek yang benar-benar penting saja buat kita.

Nah, kalau pada roll film analog itu ada 36 film dan pada disposable camera asli ada 27 dan 39 film, kalau dari aplikasi Gudak ini hanya ada 24 film/roll. Selain itu, kalau kita mau mendapatkan filter agak kehijauan atau kuning kan biasanya kita pakai roll film kodak Colorplus atau Fujicolor200. Nah kalau aplikasi ini tidak. Dalam 1 roll film ini dia punya banyak filter berbeda yang langsung terproses secara acak dan bisa menghasilkan banyak filter dalam satu roll. Misalnya bisa saja foto pertama kamu mood fotonya berwarna kehijauan seperti efek foto pakai Fujicolor200 lalu foto kedua agak kuning seperti pakai kodak Colorplus. Menurut saya ini cukup menarik karena kamu tidak akan pernah tau ”filter” seperti apa yang akan kamu dapatkan dari setiap foto yang kamu ambil.

Nah, kalau cuci cetak foto pakai kamera analog (untuk saat ini) kan biasanya selesai dalam waktu seminggu (biasanya kalau kita cetak di develop scan yang ada di Bandung atau di STC Senayan). Kalau aplikasi Gudak ini memakan waktu 3 hari untuk memproses foto-foto yang sudah kita ambil.

IMG_20171003_124855

Menurut saya ini juga cukup menarik. Saya jadi ingat pas cetak foto analog pertama saya dulu perlu waktu seminggu dan degdegannya bukan main. Senengnya juga makin-makin pas fotonya sudah selesai di scan dan masuk ke inbox email saya, ya walaupun hasilnya pada goyang semua xD. Dan dengan rentang waktu 3 hari yang diberikan Gudak ini menurut saya cukup pas sih. Tidak terlalu lama ataupun sebentar.

Yang menarik, pas saya iseng cari di twitter ternyata banyak yang komplain soal ini xD

Ada banyak hal yang menggelitik benak saya pas baca ini. Pertama, orang-orang yang membuat status atau berkomentar itu sudah pasti bukan generasi yang besar dan pernah merasakan kamera analog. Karena dulu nunggu film kamera analog selesai di scan saja lama. Kedua, orang yang membuat status itu sudah pasti masih berusia 20 tahun ke bawah. Generasi tidak sabaran, maunya instant dan penasaran hanya mau mengikuti tren. Ketiga, mereka pasti bukan generasi yang ”live the moment”. Dan terakhir, mereka pasti juga nggak mengecek web resminya Gudak untuk membaca tentang apa itu Gudak dan filosofi produk mereka hhhh.

Ya sebenarnya tidak masalah juga sih. Saya sendiri mencoba aplikasi ini karena penasaran juga. Tapi setidaknya saya kan sudah ”mempelajari” dulu filosofi dan makna dari aplikasi ini. Dari beberapa pencarian yang saya temukan di twitter juga memberikan hasil yang menarik. Seperti misal ada yang kecewa dengan aplikasi ini dan memilih untuk refund pembelian karena katanya tidak bisa memilih filter. HHHH susye emang bocah-bocah wqwq. Saya cukup senang sih mengamati tren ini, jadi belajar banyak hal juga. Dan soal ”trik cepetin tanggal” ini juga menarik. Kalau tanggalnya dicepetin biar bisa lihat hasilnya lebih cepat, trus gak ada bedanya kayak aplikasi foto biasa dong(?)

Naah, karena Gudak ini khusus untuk pengguna iOS saja, untuk yang penasaran silahkan coba cari di App Store. Kalau tidak salah aplikasi ini dijual seharga Rp15.000,- (belum termasuk pajak). Selain Gudak, kemarin saya juga iseng mencari di kolom pencarian twitter dan menemukan ada aplikasi yang mirip-mirip yang dibagi oleh salah satu pengguna twitter, Huji Cam dan Dispokam. Silahkan cari bila tertarik dan untuk pengguna iOS~

IMG_20171003_123036

***

Untuk pengguna Android, jangan khawatir. Aplikasi yang nyaris sama dengan Gudak ini juga ada meskipun tentu saja memiliki perbedaan. Ada 2 aplikasi yang saya temukan yaitu Feelm Classic dan SNAPKIK.

IMG_20171003_121516

Feelm Classic ini sayangnya berbayar ya. Harganya Rp18.000,- belum termasuk pajak. Waktu iseng cari di twitter, ternyata ada yang punya link download gratis untuk aplikasi ini. Saya sempat download dan ternyata aplikasinya beda sama yang berbayar. Aplikasi gratisnya cuma punya 5/6 filter gitu (saya lupa tepatnya) dan yang berbayar punya 12 filter.

12 filter dari aplikasi Feelm

Aplikasi Feelm ini mungkin lebih tepat disebut sebagai aplikasi penambah filter seperti film analog saja kali ya. Soalnya fiturnya ya cuma gitu. Begitu buka aplikasi langsung ke layar kamera. Kita tinggal pilih filter trus klik foto. Foto otomatis tersimpan dan tidak perlu menunggu 3 hari untuk develop. Ada pilihan editnya juga bila kita mau edit foto yang sudah kita punya tapi mau kita beri efek mirip film analog.

Ini ada beberapa foto yang saya sudah pernah saya shoot. Yang foto keyboard itu saya ambil pakai kamera biasa lalu di edit pakai filter feelm.

201709291709542017093014275220171002171337Screenshot_2017-10-03-12-14-13-141

Hasilnya sendiri menurut saya lumayan apik sih. Agak mirip kalau kita shoot pakai film Kodak Colorplus yang sudah expired. Oiya, di kolom pencarian twitter saya sempat menemukan beberapa twit yang komplain katanya Feelm kurang bagus kalau di tempat gelap dan saya cukup setuju. Tapi saya kira memang ya begitu dari sananya. Soalnya kan memang meniru filter dari film kamera analog asli.

Lalu, kita pindah ke SNAPKIK.

Screenshot_2017-10-04-15-58-24-227

SNAPKIK ini menurut saya memiliki kemiripan 80% seperti Gudak. Dari tampilan aplikasinya saja sudah mirip dan cara kerjanya juga sama. Bedanya, kalau Gudak butuh waktu 3 hari untuk develop film, SNAPKIK cuma butuh sehari saja.

Satu roll film ini berisi 24 film dan viewfinder kameranya cuma kotak kecil seperti yang terlihat pada gambar itu saja. Waktu pertama kali coba, saya langsung arahin layar hp ke muka lho refleks kayak mau pakai kamera analog beneran wqwq. Kekurangan aplikasi ini cuma satu, gak ada fitur zoom seperti di kamera analog beneran hhe.

Ini contoh ketika saya foto dan jumlah film di kameranya berkurang, bisa lihat di bagian yang saya lingkari tadinya ada 24 jadi 23 ketika saya memotret keyboard komputer.

Screenshot_2017-10-04-15-58-58-463Screenshot_2017-10-04-15-58-38-645

Nah, kalau 24 roll film kamu sudah habis, kamu tinggal menekan tombol hijau itu untuk melanjutkan ke proses developing yang memakan waktu 24jam. Setelah kamu tekan tombol hijau itu, kamu bisa menunggu sekitar 1 jam dan nanti kamu akan dapat roll film baru secara otomatis dan bisa foto-foto lagi tanpa menunggu proses developnya selesai!

Saya lupa screenshoot pas proses develop-nya. Tapi yang jelas ada penghitung mundurnya gitu dan pas sudah tepat 24 jam, handphone akan bergetar tanda proses develop sudah selesai. Dan inilah contoh ketika film pertama saya sudah selesai.

Kita bisa memberikan judul untuk roll film tersebut. Disitu saya pakai judul Jakarta 1. Oiya, kalau kita tidak suka dengan filter acak yang sudah dipilihkan dan dibuat oleh SNAPKIK ini, kita bisa memilih fitur acak yang terdapat di pojok dekat tombol share.

Kita bisa memilih tukar-tukar filter atau membuat filternya sama untuk semua foto. Fitur ini bisa kita dapatkan 7 hari pertama setelah film selesai di develop. Kalau sudah lewat 7 hari filternya sudah tidak bisa lagi diubah.

Ini beberapa foto yang menjadi kesukaan saya yang diambil menggunakan SNAPKIK,

IMG_20171003_072004631IMG_20171003_071242288IMG_20171003_064507080

SUKA BANGEEEET, asli menangis pas lihatnya hh. Perasaan yang saya rasakan pas nunggu scan ini selesai sama persis kayak pas nerima scan analog pertama saya dulu huhu.

Aplikasi ini berbayar sebesar Rp12.000 (belum termasuk pajak) di play store yang sayangnya, kemarin malam aplikasi ini dicabut dari playstore karena banyak komplain dan review kalau katanya aplikasinya jelek.

IMG_20171003_132047

Tapi gatau kenapa di handphone saya aplikasinya gak rusak atau hilang wqwq. Jadi ya saya cukup beruntung dan sayang sekali buat yang mau coba aplikasi ini gak bisa hhh.

Jadi, sampai sini kira-kira sudah dapat gambaran sedikit ya tentang apa itu Gudak dan disposable camera dan kenapa kita harus menunggu 3 hari? hhe

Secara keseluruhan saya cukup suka kedua aplikasi yang saya punya tersebut, Feelm Classic dan SNAPKIK. Gak nyesel belinya. Dan soal Gudak, well kita tunggu saja sampai rilis di android ya!

Review akan saya perbaharui kalau ada info terbaru atau alternatif aplikasi serupa.

Sampai bertemu di review lainnya!

***

UPDATE

Beberapa waktu lalu, JP Brothers. INC yang merupakan developer dari SNAPKIK sudah membuat aplikasi baru pengganti SNAPKIK. Jadi kan SNAPKIK resminya dulu sempat ditarik dari playstore, nah sekarang muncul lagi tapi dengan branding dan nama baru yaitu AIKU Camera.

Screenshot_2017-10-26-12-44-15-043

Pemberitahuan dari developer.

Kalau kamu sudah punya aplikasi SNAPKIK, saran saya kamu hapus atau uninstall aplikasi tersebut. Kalau tidak, aplikasi memang otomatis upgrade ke AIKU, tapi tidak akan bisa dipakai karena AIKU itu aplikasi berbayar sementara aplikasi SNAPKIK punya kamu pasti dapat gratisan dari link freeapk dan itu sudah tidak tersedia lagi.

AIKU camera sendiri dijual seharga Rp24.000. Dari deskripsi produknya sendiri sepertinya menarik. Kita bisa pilih skin kamera dan bisa pilih film analognya!

Setelah install, saya langsung buka aplikasinya untuk lihat-lihat. Begitu buka, kita diminta untuk memilih body skin kamera. Ada 4 warna yang tersedia dan ini sama sekali gak ngaruh ke performa foto ya. Ini cuma buat interface aja terserah kita mau pakai warna apa hehe. Saya pilih yang warna putih.

Setelah selesai memilih kamera dan siap untuk foto, kita diminta untuk memilih film! Ini yang membedakan dengan SNAPKIK. Kalau SNAPKIK, filter film dalam satu roll-nya itu ada banyak dan dipilihkan secara acak. Trus dia lebih seperti disposable camera. Kalau AIKU bisa pilih filter filmnya sendiri. Persis kayak kamera analog!

Ketuk body storage untuk pilih film. Seruu kayak kamera analog beneraan xD

Empat jenis film yang tersedia, Classic (mirip film kodak colorplus 200), Vivid (mirip film hillvale sunny 16), Black (B&W filter), Basic (mirip film Fujicolor 200). Satu roll ada 24 frame foto dan yang menarik, kalau sudah selesai tidak perlu menunggu 1 hari. Cuma butuh waktu 3 menit aja film kita selesai develop dan bisa dilihat!

proses develop

Nah, karena tidak perlu menunggu sehari, saya lalu menghabiskan 24 film untuk memotret asal di sekitar meja saya untuk melihat hasil dari 4 film yang tersedia.

Dan inilah hasil dari beberapa film tersebut. Tiap film saya ambil 2 hasil ya.

classic

vivid

B&W

Basic

Secara keseluruhan saya lebih suka yang B&W dan vivid sih. Tapi gatau ya kalau di outdoor. Nanti saya coba untuk foto di outdoor dan akan saya update disini deh.

Nah, kalau ditanya saya lebih suka mana, tentu saja saya lebih suka yang AIKU camera ini. Gak perlu nunggu sehari! Ada filter B&W nya! Tapi sayang fitur zoomnya belum tersedia hhh. Oiya, AIKU camera ini memiliki lensa 60mm lho, gak ngerti juga sih maksudnya apa. Kalau di kamera analog kan 35mm, AIKU camera 60mm ni berarti lebih bagus atau gimana(?) (gak ngerti kamera wqwq)

Screenshot_2017-10-27-10-10-49-086

Dari tampilan juga saya lebih suka AIKU, efek load filmnya persis kayak kamera analog banget, luvv

Screenshot_2017-10-27-10-10-12-133Screenshot_2017-10-27-07-51-03-107

AIKU vs SNAPKIK

Oiya, di AIKU ini juga ada fitur date stamp dan geo-tagg location tapi kebetulan tidak saya aktifkan.

NAAAAH,

Sampai disini jadi sudah cukup jelas ya kira-kira?

Saat tulisan ini saya update (27/10/2017), aplikasi SNAPKIK sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah 100% ditarik oleh JP Brothers digantikan dengan aplkasi AIKU. Kalau kamu masih punya aplikasi SNAPKIK, dan sudah ke-update terganti oleh AIKU tapi tidak bisa di akses dan buka, segera uninstall dan beli aplikasinya secara legal dari playstore. Untuk saat ini sih belum ada mirror/freeapk-nya. Gak tau bakal ada juga atau nggak hehe.

Lalu untuk yang bertanya GUDAK versi Android, saat tulisan ini saya update juga belum tersedia ya, saya sudah pernah bantu tanya kirim via email sih katanya akhir tahun ini. Tapi kurang jelas juga. Tapi menurut saya lebih cakep AIKU ini sih, suka bangeeet<3

Semoga review saya bisa membantu ya, sampai bertemu di review lain dan kalau ada update akan saya tambahkan!

***

UPDATE

Beberapa waktu lalu, JP. Brothers INC melakukan pembaharuan aplikasi lagi. Jadi kan saya punya kebiasaan begitu sampai kantor langsung update semua aplikasi di google play, nah pas selesai update, saya kaget kok ada aplikasi baru Rearca Pro. Pas saya buka, ternyata itu AIKU. Jadi dari aplikasi SNAPKIK berubah jadi AIKU dan berubah lagi menjadi Rearca. 

Saya gak ngerti ya berubahnya kenapa. Tapi yang jelas jadi berubah nama dan muncul 2 aplikasi. Rearca biasa dan Rearca Pro. Yang Pro ini berbayar seharga Rp24.000,- Kalau kamu sudah beli waktu masih jadi AIKU, kamu gak perlu beli lagi.Screenshot_2017-11-06-07-41-34-270

Bedanya antara Rearca biasa dan Pro apa?

Rearca biasa hanya punya 2 efek film dan ada watermark di foto yang sudah dihasilkan. Sementara yang Rearca Pro gak punya watermark dan punya 4 efek film (efeknya masih sama kayak di AIKU kemarin).

Ini 2 efek film yang dimiliki Rearca biasa dan hasil filmnya.

Screenshot_2017-11-06-08-13-24-571

IMG_20171104_145831427

di potret menggunakan aplikasi Rearca Pro

IMG_20171106_081356165

di potret menggunakan aplikasi Rearca biasa

Apakah cuma itu kelebihan dari Rearca?

Tidak!

Di aplikasi Rearca ini sudah bisa pakai kamera depan!

Kan sebelumnya cuma kamera belakang aja persis kayak kamera analog gitu. Nah, sekarang sudah bisa pakai kamera depan (jadi bisa buat selfie) trus ada fitur timer dan memperbesar viewvinder.

Caranya gimana? caranya kamu ketuk di bagian viewvindernya lalu tampilannya berubah seperti ini.

screenshot_2017-11-06-07-40-18-664.jpeg

ketuk viewvinder, kotak layar kecil di atas

Screenshot_2017-11-06-07-40-25-220

tampilan langsung seperti ini. ada mode timer 3 detik dan mode ubah kamera depan

Screenshot_2017-11-06-07-41-15-753

bisa pakai kamera depan~

Fitur zoomnya gimana? sayang sekali fitur zoom belum tersedia T_T. Tapi gapapalah ya, viewvinder jadi besar dan bisa selfie kamera depan juga sudah senang hehehe.

Jadi kalau ada yang bertanya, sekarang SNAPKIK kemana? AIKU kemana? jawabannya aplikasinya sudah berubah nama menjadi Rearca. Menurut saya lebih baik beli Rearca Pro sih. Soalnya gak ada watermark, dan efek filmnya lebih banyak hehe. Mendukung developernya juga kan biar bisa mengembangkan aplikasinya lebih bagus.

Dan oh, untuk yang bertanya apakah sekarang Gudak sudah tersedia di android maka jawabannya adalah belum. (sampai update saya buat, 07/11/2017). Di google play store memang kalau kita search gudak akan muncul aplikasi mirip. TAPI ITU TIDAK RESMI DARI DEVELOPER GUDAK IOS, SCREWBAR. Jadi mohon bersabar saja ya sampai Gudak rilis di android^^

Sampai ketemu di update selanjutnya!

Advertisements

[Product Review] LIPLAPIN LIPBALM & LIPSCRUB varian Strawberry Kiss

IMG_20170923_114914

Masih dalam rangka mencoba produk lokal, sebulan terakhir ini saya mencoba salah satu produk untuk perawatan bibir dari Liplapin. Saya tahu produk ini dari explore instagram ya, waktu itu ada salah satu selebgram yang pakai dan saya cukup tertarik.

Produk dari liplapin ada dua. All Natural Tinted lip balm dan Sugar lip scrub. Untuk tinted lip balm ada tiga varian, Red rose (merah agak oranye) , Strawberry kiss (pink kemerahan), Cocoa butter (pink kecoklatan). Saya sebenarnya tertarik membeli yang cocoa butter karena kebetulan warna bibir saya agak hitam dan kurang cocok pakai lipstik pink. Tapi karena stok kosong saya jadi mencoba yang Strawberry kiss.

Untuk lip scrubnya sendiri punya lebih banyak varian. Kalau tidak salah ada enam, strawberry, green tea, bubble gum, caramel, cotton candy dan banana. Saya beli yang strawberry dipilihkan sama sellernya habis bingung mau yang varian apa hehe.

Nah, mari kita langsung mulai reviewnya.

klik pada gambar untuk memperbesar

All Natural Tinted Lip Balm Strawberry kiss

Sesuai namanya, ini tinted lip balm yang memiliki aroma strawberry dan menghasilkan warna pink kemerahan. Menurut deskripsi di balik kemasan produk dan di instagram mereka, produk ini terbuat dari bahan alami tanpa petroleum jelly atau bahan kimia lainnya. Bahan utama produk ini adalah shea butter, cocoa butter, jojoba oil, almond oil, vitamin E serta coconut oil yang dapat melembapkan dan menyehatkan bibir.

Tekstur produknya sendiri tidak terlalu padat atau cair persis seperti shea butter sih. Cuma produk ini agak berminyak pas di aplikasikan ke bibir atau pas kita colek. Mungkin karena saya nyimpannya kurang benar (shea butternya jadi mencair) atau entah gak ngerti juga deh. Mungkin ada beberapa orang yang nantinya akan kurang suka dengan tektur produk yang berminyak ini.

Oiya, karena warna bibir saya agak menghitam, begitu di oles ke bibir saya ini warnanya gak langsung keluar ya. Perlu menunggu beberapa menit dulu untuk akhirnya bisa keluar dan jadi kayak pakai liptint korea. Warnanya cukup awet dan masih cukup mudah untuk di bersihkan. Saya pakai ini kadang di malam hari. Jadi pas bangun, bibir sudah jadi pink tapi tidak terlalu jreng banget.

Untuk Lip Scrubnya ini terbuat dari gula, madu dan coconut oil yang berfungsi sebagai exfoliator mengangkat sel kulit mati, melembapkan dan mengembalikan warna cerah pada bibir. Dari beberapa testimoni yang ada di instagram sih katanya bisa bikin warna hitam pada bibir jadi samar atau hilang. Tapi kurang yakin juga sih karena kayaknya warna hitam di bibir saya turunan, hehe. Yang jelas saya masih rajin pakai seminggu bisa empat kali sambil berharap hasil yang terbaik.

Cara pakai scrubnya sendiri mudah, cukup aplikasikan ke bibir yang bersih dan gosok secara perlahan. Butiran scrubnya menurut saya tidak terlalu kasar, persis kayak gula pasir gitu lah, jadi gak akan membuat bibir malah luka. Setelah itu bilas dengan air biar lengket dari gulanya hilang. Secara keseluruhan saya cukup suka dengan lip scrub ini, produk lip scrub pertama yang saya coba dan hasilnya kelihatan garis-garis di bibir saya terlihat samar.

warna produk ketika di coba di tangan

Dengan total produk sebanyak 10gram untuk lip balm dan 15gram untuk lip scrub, saya rasa kedua produk ini bisa dipakai setahunan kalau kita pakai hanya sesekali saja tiap minggu. Harganya sendiri cukup terjangkau, saya beli kedua produk ini sekitar Rp70.000,- saja.

Untuk yang tertarik dengan produk ini bisa langsung mampir ke akun instagram mereka disini

Sampai ketemu di review berikutnya!

 

[PRODUCT REVIEW] AUGUST HAUL (SENSATIA BOTANICALS, INDOGANIC, EVETE NATURALS, BEAUTY K ALOE SOOTING GEL)

Review sensatia botanicals daily essentials facial c-serum for oily combo skin, review sensatia botanicals green tea & honey natutal soap, review sensatia botanicals black volcanic sand natural soap, review indoganic french green clay rejuvenating mask, review indoganic hand cream rose geranium, review evete naturals body butter relaxing lavender

Pada Agustus kemarin, saya mencoba membeli beberapa produk lokal dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Semacam support produk lokal saat hari ulang tahun gitu deh~

Saya tertarik menjelajah produk lokal ini karena kebetulan Organic Supply Roseship Oil saya sudah habis. Niat awalnya saya mau beli lagi, eh lha kok malah coba explore produk lokal dan malah menemukan beberapa yang menarik minat saya seperti Indoganic dan Sensatia Botanicals.

Setelah beli produk-produk itu dan uang saya habis, saya malah baru sadar gak jadi restock Roseship oilnya. Surem emang, maunya beli apa jadinya apa hhh.

Ketika postingan ini saya buat, kira-kira saya sudah memakai produk-produk yang saya sebutkan di bawah ini kira-kira selama 3 minggu. Ada beberapa hasil yang sudah terlihat, ada juga yang belum. Tanpa banyak kata lagi, mari saya coba review satu persatu.

IMG_20170828_113946

Indoganic French Green Clay & Indoganic Hand Cream Rose Geranium

Indoganic adalah salah satu produk natural yang berasal dari Bandung. Mereka punya 3 varian Clay. Ada yang berwarna putih, pink dan hijau. Entah kenapa saya naksir yang warna hijau ini. Saya murni naksir karena warnanya, gak lihat spesifikasi dan kegunaannya dulu.

Nah, pas barangnya datang, barulah saya cek kegunaan green clay ini (jangan di contoh ya, riset produk dulu, baru beli xD). Berdasarkan keterangan di website Indoganic, French Green Clay ini cocok untuk orang yang memiliki masalah kulit berminyak. Green clay ini berfungsi untuk membersihkan, menyeimbangkan dan menyegarkan wajah serta kulit. 

Memiliki komposisi 100% pure French Green Clay, produk ini bisa digunakan dengan campuran Air Mawar (atau mungkin air biasa juga bisa). Di website tidak disarankan waktu penggunaannya ya, tapi saya pakai ini seminggu sekali gantian dengan masker yang lain karena cukup malas buat adonan maskernya hehe.

 

klik pada gambar untuk memperbesar

Produk ini di kemas dalam kemasan pot plastik yang cukup kokoh. Waktu pertama kali lihat tak kira ini kemasan beling gitu, taunya bukan X). Tapi meski bukan kemasan beling, kemasannya cukup ok dan menarik mata. Menarik juga kalau mau di foto dan post di Instagram gitu hehe.

Tekstur produk ini berbentuk bubuk yang haluuuuuuuuusssss banget. Sumpah halus banget dan agak-agak licin. Pertama kali pakai dulu tuh sampai tumpah-tumpah ke lantai gitu dan bikin kepleset. Hampir mirip bedak tabur gitu lah ya, bedanya kalau Green Clay ini menurut saya butirannya lebih halus.

 

Dengan total produk sebanyak 30g dan pemakaian hanya sedikit, mungkin produk ini bisa bertahan kurang lebih selama 6 bulan(?). Atau entah ya, saya kadang suka kumpul bareng teman trus ramai-ramai pakai masker gitu sih, jadi kadang cepat habis juga hehe.

Secara keseluruhan saya cukup suka produk ini walaupun memang suka malas bikin adonannya kalau mau pakai. Produk ini memiliki wangi khas clay yang cukup segar dan menenangkan. Yang saya suka, setelah pakai ini biasanya kulit jadi halus, jerawat dan beruntusan kecil di dahi hilang dan minyak di wajah cukup berkurang meski tidak seluruhnya. Mungkin akan beli varian lainnya lagi.

Ketika memakai produk ini, entah mengapa saya jadi ingat dengan Semen. Tau kan salah satu bahan bangunan itu? soalnya baunya agak-agak mirip karena ini gak ada tambahan pewangi atau hal sejenis itu. Nah, kalau tekstur kulit kamu kering, saya sarankan buat pakai masker ini sebentar saja. Soalnya masker ini cepet banget kering. Dan pas proses dari basah-kering ini, kulit wajah kita jadi kayak ketarik karena fungsi dari masker ini kan untuk menarik minyak berlebih. Kalau kulitmu berminyak mungkin bakal enak, karena udahannya wajah jadi bersih, halus dan segar. Tapi kalau kulit wajahmu kering, udahannya pasti bakal kering dan sakit banget. Jadi mending coba yang varian lain saja.

Suka banget sih. Rekomen!

 

Sebelumnya saya gak ngerti apa kegunaan hand cream. Semacam kayak, ”apaan sih buang-buang duit aja segala pakai gituan. toh pakai hand body biasa juga bisa”. Eh gara-gara waktu itu iseng beli hand cream punya viva, saya merasakan dengan jelas perbedaan kalau tangan pakai hand body atau pakai hand cream.

Kalau pakai hand cream, kelembapan di tangannya cukup lama, kuku juga jadi kuat dan gak gampang rapuh (kebetulan saya masih nyuci tangan dan suka gigitin kuku kalau terlalu stress hhe).

Kalau pakai hand body, tangan cepat kering dalam waktu beberapa jam. Kadang juga bikin tangan kasar. kalau pakai hand cream enggak, apalagi hand cream viva wangi semangka yang bikin segar.

Nah, saya iseng beli hand cream dari indoganic ini karena cari hand cream viva cukup susah. Harus beli di website mereka sementara saya cuma mau beli itu aja, gak mau beli produk yang lain. Dan pas produknya datang, ternyata ukurannya mungil ya. Gak mungil banget gitu juga sih, tapi memiliki berat bersih beda 10g dengan milik viva. Lebih banyak punya viva tapi lebih mahal yang indoganic xD

IMG_20170828_114137

Dikemas dalam kemasan plastik yang doff (matte) dan kokoh, produk ini memiliki aroma bunga geranium yang cukup kencang. Komposisi utama di kemasan belakang produk ini adalah aloe vera dan shea butter. Dan ya, pas di pakai memang rasanya gak licin atau lengket, langsung meresap ke kulit dengan baik dan langsung jadi super halus! Soal kelembapan, saya langsung cinta sama hand cream ini daripada punya viva.

Saya biasa pakai hand cream viva jam 10 pagi lalu jam 2-an tuh biasanya tangan udah agak kering lagi. Waktu pakai hand cream indoganic ini, saya cuma perlu pakai sekali aja untuk seharian (bahkan semalaman). Kelembapannya cukup konsisten bahkan saat dicuci dengan air (saat wudhu) atau pun saat dicuci dengan sabun. Kalau cuci tangan pakai sabun pas mau makan gitu masih tetap lembab juga walau gak terlalu banget.

 

Tekstur produk ini cukup kental. Sebagai perbandingan, yang atas itu produk indoganic, yang bawah yang agak berantakan itu produk viva. Punya viva warnanya putih pucat dan agak cair sementara milik indoganic itu kental tapi tidak kaku dan berwarna putih bersih. Itu saya pakai segitu terlalu banyak lho, soalnya pakai sedikit aja bisa untuk kedua tangan karena kandungan shea butternya yang cukup besar dan bikin lembab. Jadi kalau produk indoganic benar-benar butuh sedikiiiit aja tapi bisa memberikan ketahanan luar biasa.

Oiya, setelah pakai memang tangan jadi agak berminyak gitu, tapi gak membekas kalau kita pegang sesuatu dan lama-lama juga akan hilang kok minyaknya.

Saya cukup suka sama produk ini, hanya saja saya kurang suka dengan wangi geraniumnya. Menurut saya wanginya terlalu kencang dan pernah sama bos saya di tanyain ”kamu pakai minyak gosok apa?” wqwq

BUT STILL, ini produk favorit saya dan selalu saya bawa kemana-mana. SUKAAA!

Bila tertarik dengan kedua produk di atas, atau produk indoganic lainnya, sila cek di website mereka indoganic.com

IMG_20170826_115213

Sensatia Botanicals Daily Essentials Facial C-Serum Oily Combo Skin & Sensatia Botanicals Green tea-honey & Black volcanic sand Soap

Sebelumnya, saya ingin bilang kalau tipe kulit wajah saya adalah kombinasi tapi memiliki masalah minyak yang cukup parah. TIdak ada masalah dengan jerawat/bekasnya dan memiliki pori-pori besar. Selain itu kulit wajah saya kusam dan memiliki warna yang tidak rata.

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca bahwa vitamin C bisa membantu mencerahkan, membuat segar dan meratakan warna kulit. Iseng cari produk serum vitamin C, saya langsung naksir dengan produk sensatia botanicals ini.

Sensatia Botanicals sendiri merupakan produk natural dari Bali yang sudah cukup terkenal ya. Produknya ada banyak, beberapa produknya yang cukup terkenal selain serum vitamin C-nya ini ada sabun pembersih wajah, sea salt dan charcoal mask. Tapi selain itu mereka punya produk lain seperti body butter, serum anti aging & wrinkle dan lainnya. Nanti aja saya cobain kalau ada rezeki wqwq

Serumnya punya banyak varian ya, ada yang untuk kulit kering, normal, oily biasa dan combo oily ini juga kulit sensitif tanpa bau tambahan, kulit berjerawat dan dengan wangi jasmine. Gatau kenapa saya pilih yang varian itu wqwq.

 

Kardus kemasannya bagus banget T_T

Dominasi hitam-putih kayak batu kali dengan bahan karton tebal. Nilai jual yang sungguh menggoda iman banget untuk kemasan ini. TOP lah yang bikin desain!

 

KEMASAN PRODUKNYA LEBIH MENGGODA!!!

UGH,

Ntah kenapa saya suka aja gitu sama warna hijau-putih yang menempel di botolnya ini. Berkelas, mewah dan alami sekaligus. Produk dikemas dalam botol plastik ya. Tak kira kemasan kaca karena warna botolnya gelap. Tapi tetap, meski kemasannya plastik, produk ini sama sekali tidak meninggalkan kesan murahan. Buat di foto dan post ke instagram pun tetap cakep. Ukurannya tidak terlalu besar-kecil. Pokoknya suka banget ya allah sama desain produk ini ❤

 

Pump lubang produknya kecil. Di badan botol tertulis ”ambil 2-4 tetes produk untuk wajah dan leher” tapi ternyata kebanyakan. Buat wajah dan leher saya 1 tetes saja cukup. Produknya sendiri memiliki warna kuning dengan tekstur yang pas. Gak terlalu cair pun kental. 

Produk ini sendiri cukup wangi bunga geranium, manggis dan kayak gingseng(?) (padahal gak ada gingsengnya). Saya gak tau sih itu wangi apa. Pokoknya wanginya segar dan enak. Bahkan wanginya bisa kamu cium sebelum kamu buka. Jadi pas saya keluarin dari dus pertama kalinya pun sudah wangi yang bikin segar gitu. Enak deh.

Saat mulai di pakai ke wajah, produk ini cepat meresap ke kulit dan agak lengket, tapi tidak bertahan lama. Mungkin karena kandungan vitamin C yang terlalu tinggi, seminggu pemakaian pertama setiap pagi dan malam, saya merasakan kulit wajah saya perih dan agak cekit-cekit. Sempat berhenti pakai selama beberapa hari dan gak perih lagi sampai sekarang.

Masih belum tau juga ya waktu itu perihnya kenapa. Mungkin kulit saya kaget(?)

Saat review ini di tulis, saya sudah pakai selama hampir sebulan. Hasil mencerahkannya belum terlalu terlihat tapi saya menandai bahwa ada noda hitam di sekitar pipi dan mata saya yang mulai samar. Selain itu kulit wajah saya jadi lebih kenyal.

Saya tau kalau memegang wajah itu ”katanya” dilarang. Karena bisa bikin jerawatan dsb, dsb, dsb. Tapi sejak rajin pakai skincare, entah kenapa saya suka memegang wajah saya sendiri. Rasanya halus, kenyal, dan lembab mumbul-mumbul lucu wqwq. Gemas sama diri sendiri. Boleh dong ya ”mencoba” menyukai dan menyayangi diri sendiri gini(?) hhhh

 

Kulit badan saya sensitif. Gak bisa kena dingin atau panas banget, gak bisa kena debu juga. Terus harus selalu di tempat yang bersih kalau gak bakal gatel-gatel. Sebenarnya, sejak mengkonsumsi obat ular, gatal dan bentolnya lumayan hilang.

Tapi karena akhir-akhir ini saya stress, pola makan gak teratur dan berhenti minum obat itu, gatalnya kambuh lagi sampai bikin perih. Setiap malam saya pasti terbangun dan harus semprotin air ke kaki gitu biar lembab dan gak saya garuk.

Nah, waktu itu saya dapat saran dari rekan kantor saya untuk coba ganti sabun mandi (selain hindari stress dan lainnya). Soalnya saya menyadari kalau gatal di kulit saya ini biasanya kambuh juga kalau saya habis mandi dan sabunan trus pakai hand body. Padahal kan fungsi sabun dan pakai hand body untuk menghilangkan kuman dan melembapkan ya biar gak gatel, eh ini malah gatal-gatal.

Lalu sebagai percobaan, saya cobalah sabun dari sensatia ini. Sebenarnya agak malas ya pakai  sabun batang gini. Tapi agak gak ikhlas juga mengeluarkan uang lebih dari Rp100.000,- untuk sabun mandi yang varian lain dalam kemasan cair wqwq.

Sabun batang ini memiliki 2 ukuran kemasan, 25gr dan 125gr dengan 9 varian berbeda. Ada cinnamon-Clove, herbal lulur, black volcanic-sand, carrot-wild ginger, coconut-mandarin, garden-grown loofah, greentea-honey, seaweed-bali lime, tomato-lime smoothie. Sebagai permulaan, saya coba yang greentea-honey dan black volcanic-sand.

 

Selain dikemas dalam kemasan dus kecil, produk juga dibungkus dengan plastik tipis. Ukurannya mungil ya (ya iya cuma 25gr) dengan ketebalan kurang lebih 3cm. Yang saya coba pertama kali ini yang Black volcanic-sand. WANGINYA NTAP!. Kayak wangi kelapa+aroma laut gitu (apaan). Susah jelasinnya, tapi super enak. Sementara yang varian greentea malah kurang wangi.

 

Karena saya pelit (dan gak punya tempat sabun batang juga), produknya saya potong kecil seperti gambar di atas lalu saya pakai pot bekas viva peeling cream. Busanya sendiri gak terlalu banyak tapi menurut saya cukup bikin bersih badan. Karena ini varian black volcanic-sand, di tengah-tengah produk kamu akan menemukan butiran-butiran pasir.

Butiran pasirnya itu gak terlalu besar kok jadi gak bikin iritasi. Malah bisa dipakai sebagai scrub juga. Efek setelah pakai sabun ini menurut saya mantap. Karena kandungan terbanyak dari produk ini adalah kelapa, jadi setelah pakai kulit langsung lembab dan agak licin gitu. Menurut saya sih gak perlu pakai hand body lagi. Efeknya persis kayak pas saya pakai scrub kopi-nya Evete Naturals. Segar.

Saya bakalan beli produk ini lagi sih. Pasti. Jatuh cinta banget!!!!

Bila kamu tertarik dengan produk Sensatia Botanicals atau ingin tau lebih banyak tentang produknya yang lain, bisa langsung kunjungi website mereka, sensatia.com

*** update

Beberapa waktu yang lalu kedua sabun tersebut habis dan saya memutuskan membeli lagi tapi yang langsung versi pack. Seperti ini kemasannya.

Dikemas dalam kemasan pouch kain berwarna hijau dengan bahan yang kuat. Lumayan bisa buat pouch make up xD. Oiya, kemasan ini berisi 9 batang sabun berukuran mini dengan berbagai macam varian.

Trus di kertas kemasan produk kan ada daftar varian apa saja yang akan kita dapatkan. Disitu tertulis kalau salah satunya ada varian Volcano Black Sand, salah satu varian kesukaan saya. Nah pas kemasannya saya buka dan lihat, eh varian itu gak ada dan yang varian Greentea malah ada dua xD

Sempat kecewa banget, kok bisa kesalahan gini. Sempat ingin komplain juga sih tapi setelah dipikir-pikir yaudahlah, berarti belum jodoh hehe. Sampai saat review update ini saya tulis, saya sudah mencoba yang varian tomat dan saya suka! Bikin seger bangeeet!

Saya bakal pakai ini terus sih. Enak di kulit dan gak bikin saya gatel-gatel. Suka!

IMG_20170825_194559

Acnes Toner Oil Control & Emina Face Toner Double The Moist

Saya iseng membeli 2 produk ini. Murni penasaran karena bosan pakai viva hehe. Saat review ini ditulis, saya sudah pakai ini selama hampir satu bulan dan saya bingung kalau ditanya suka yang mana.

Toner milik Acnes biasanya saya pakai pagi hari sebelum pakai makeup dan 100% bekerja mengangkat minyak di wajah. Bikin segar juga. Selain itu toner ini gak mengandung alkohol dan pewangi sama sekali dan berwarna putih seperti air biasa. Efeknya agak lain dari viva.

Kalau pakai viva biasanya suka perih-perih gitu karena kandungan alkoholnya. Kalau ini sama sekali tidak. Bakalan beli lagi sih pasti.

Sementara itu, untuk toner dari Emina ada wangi kayak…yang biasa ada di produk pencuci mulut yang dipakai sehabis sikat gigi itu. Warnanya juga biru mirip banget wqwq. Produk ini ada pewanginya dan masih mengandung alkohol walaupun hanya sedikit.

Seperti tagline produk ini, setelah pakai wajah memang jadi lebih lembab dan segar. Kalau ditanya lebih melembapkan yang mana, saya milih Emina. Cuma setengah jam kemudian biasanya di bagian hidung sudah mulai berminyak. kalau yang acnes bisa sampai 2 jam lah, baru mulai berminyak lagi. Catatan ini saya simpulkan setelah saya memakai toner saja ya. Maksudnya habis pakai toner trus udah gak pakai apa-apa lagi gitu langsung ditinggal sambil nonton film.

Saya sendiri gak pakai produk dari Emina ini setiap hari ya. Paling 2 hari sekali. Kalau disuruh milih mungkin saya akan milih acnes (selain dari fungsi juga dari harga dan jumlah produknya). Tapi yang Emina ini juga enak dipakainya jadi yaah, kalau ada rezeki lebih mungkin akan beli tapi gak akan jadi prioritas. Udah jatuh cinta banget sama yang dari acnes hehe.

Kedua produk ini agak susah dicari offline. Kamu bisa mencarinya di tokopedia bila tertarik.

IMG_20170825_192902

Imperial Leather Facial Cleansing Wipes Oil Balancing

Ini saya beli saat kemarin harus pergi karena urusan pekerjaan selama beberapa hari. Karena merasa repot kalau harus bawa printilan cleansing, beli lah tisu pembersih gini. Kalau tidak salah ada 3 varian gitu. Salah satu varian yang lain itu warna pink dengan ekstrak mawar yang memiliki fungsi tambahan untuk mencerahkan dan menyegarkan.

Berisi 20pcs dengan harga sekitar Rp23.000,- menurut saya produk ini cukup memuaskan. Lipstik matte baik liquid atau biasa dan mascara bisa terangkat bersih tanpa sisa. Produk ini juga tidak memiliki aroma wangi yang aneh, membersihkan dengan cukup sempurna dan gak bikin wajah perih setelah pakai.

Tapi, tapi ya, setelah saya pakai ini entah kenapa wajah saya jadi agak kaku. Sepertinya minyak di wajah saya terserap semua dan saya agak kaget gitulah. Tidak bertahan lama sih, tapi tetap walaupun sudah habis 11 pcs tisu, saya masih suka kaget sama wajah saya sendiri kalau habis pakai ini.

Suka sih. Dan bakalan beli lagi buat kebutuhan keluar kota gitu atau kalau lagi malas bersihin dan capek banget hehe. Produk ini bisa kamu beli di Guardian atau tokopedia.

IMG_20170828_114403

Evete Naturals Relaxing Lavender Body Butter

Karena masalah gatal-gatal itu saya langsung ganti dari body lotion ke body butter. Nah dari berbagai produk yang ada, saya tertarik coba punya Evete. Kebetulan sedang ada promo beli 1 bundle body butter dan coffee scrub hanya Rp150.000.

Body butternya sendiri memiliki 5 varian berbeda. Kalau kita beli bundle pack ini sebenarnya kita bebas mau yang varian apa. Waktu beli, saya minta di pilihkan sama pihak evete dan dikasih yang varian lavender. Wanginya persis kayak Lavender Roll-on Organic Supply yang saya punya wqwq.

Beberapa varian lain dari body butter ini di antaranya; Calming greentea, Fresh lemon vanilla, sweet peach dan sweet strawberry body butter. Saya penasaran sama Peach dan lemon, nanti deh ya kita coba hehe.

Produk dikemas dalam kemasan plastik kemasan yang cukup kokoh dengan tutup yang rapat. IMG_20170828_114413

Dengan berat bersih 50g, produk ini bisa bertahan mungkin lebih dari 3 bulan karena pemakaian produk ini memang dianjurkan sedikit saja untuk seluruh badan karena mengandung hampir 80% shea butter.

IMG_20170828_114530

Produk berwarna agak kuning gitu ya. Wangi lavendernya ini super nendang banget. Kurang cocok di pakai di pagi hari. Soalnya jadi kayak pakai minyak kayu putih di seluruh badan wqwq. Pas pertama pakai saya jadi bau kayak nenek-nenek banget. Tapi akhirnya bisa diakali sih, saya pakai ini cuma satu colekan kecil untuk seluruh badan biar gak bau banget.

Produk ini cocok dipakai di malam hari. Wanginya menenangkan dan bikin tidur nyenyak. Walaupun ini mengandung Lavender, tapi gak bikin panas ya. Yang jelas melembapkan, bikin kulit kenyal pun dan sejak pakai ini, saya juga jadi gak perlu semprot pembasmi nyamuk di kamar hehe.

Untuk review coffee scrubnya bisa dilihat di postingan saya yang ini. Saya akan beli body butter ini lagi sih, tapi coba varian lain hehe. Suka banget. Gatal di badan jadi berkurang pun jadi super halus~~

Bila tertarik dengan produk ini silahkan kunjungi website resmi mereka di evetenaturals.com

IMG_20170902_085324

K Beauty Jeju Fresh Aloe Sooting Gel All Skin Type

Saya beli ini di Guardian ya. Sering lihat di instagram dan online shohop gitu dan sempat mengira bahwa ini produk Korea. Gak taunya ini produk lokal punya!

Harganya sekitar Rp74.000,- untuk isi yang sangat banyak. Kemasannya pot besar dan tebel banget gitu ya. Lumayan serem karena terlalu besar tapi juga senang karena isinya banyak. Nah, karena saya suka banget sama produk ini dan sering pakai terus, saya mengakalinya dengan meletakkan produk ini dalam jar kecil bekas salah satu produk viva yang saya punya dan sudah habis. Dalam jar kecil seperti itu, biasanya saya bisa pakai selama seminggu atau bahkan 4 hari saja karena  sering saya pakai terus.

Nah, kegunaannya apa sih?

Banyak!

Produk ini bisa dipakai sebagai pelembab karena kandungannya yang seperti air. Bisa untuk menenangkan kulit setelah panas-panasan dan hal-hal sejenis itu. Saya sendiri pakai sebagai pelembab harian saya setelah pakai serum wajah.

Produk ini bisa dijadikan masker wajah juga lho. Dari berbagai review yang pernah saya temukan di internet, Aloe vera atau lidah buaya dipercaya bisa membantu mengontrol minyak di wajah, menghilangkan bruntusan dan jerawat serta mengecilkan pori. Tapi ini tergantung berbagai orang juga sih. Kalau masalah kulitmu parah mungkin tidak akan terlalu terlihat hasilnya.

Produk aloe vera di pasaran saat ini banyak sekali ya. Kalau kamu bertanya, bagusan yang mana, maka mungkin jawaban saya bagus semua. Soalnya pas saya lihat dan buat perbandingan di internet, komposisi produk itu rata-rata hampir 90% aloe. Mungkin ada tambahan sedikit pewangi. Nah tinggal kamu cari aja deh, kalau tidak mau yang ada pewangi ada produknya, kalau gakpapa ada wangi tambahan bisa coba ini.

Produk ini ada pewangi tambahannya ya, menurut saya sih gak ganggu karena gak terlalu tercium. Dan menurut saya juga tidak mengurangi kualitas dari produk ini hehe. Oiya, saya juga suka memakai ini untuk rambut. Biasanya saya pakai kalau pagi-pagi gak keramas atau sebelum tidur. Suka pakai di kaki juga biar gak kapalan. Pokoknya ini benar-benar produk fav banget!

Tekstur produknya bening seperti air. Kurang cocok bila dibilang gel, soalnya menurut saya ini cukup cair. Pokoknya mirip lidah buaya banget deh. Kalau kamu tertarik manfaat lidah buaya, kamu bisa buat riset tambahan di google dan saya rekomendasikan untuk mencoba produk ini karena mudah di temukan tanpa harus beli di luar negeri!

***

Itulah beberapa produk yang saya beli dan pakai sebulan terakhir ini. Cukup banyak produk lokal buatan negeri sendiri dan memiliki kandungan 90% bahan alami. Sejauh ini semuanya cukup memuaskan dan bikin saya happy menyambut hari hehe.

Sampai jumpa di review dan haul yang lainnya!