Review

[Product Review] Body Scrub & Lip balm from Evete Naturals

Jadi beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan bingkisan menarik kerjasama dari majalah Gogirl! dan Evete Naturals. Produk yang saya dapatkan adalah Body Scrub dan Lipbalm yang terbuat dari bahan alami buatan lokal dari Evete Naturals yang berasal dari Yogyakarta.

IMG_20170417_121844

Seminggu terakhir ini saya rutin memakai kedua produk yang saya dapatkan tersebut dan saya puas banget!

Dan yap, mari kita mulai reviewnya saja ya!

Evete Naturals Body Scrub Chocolate Mint

Saya berkesempatan mencoba body scrub yang varian chocolate mint. Body scrubnya ada 2 varian. Varian lain yang tersedia adalah varian Coffee.

Produk di kemas dalam plastik kemasan berwarna putih yang cukup kuat dan tidak murahan. Ada logo kemasan dan stiker expired produk yang tertera dibawah kemasan. Menurut saya packingnya ini cukup menarik. Kesan naturalnya dapet dengan kemasan berwarna putih seperti ini xD

Kemasan ini dilengkapi dengan klip yang memudahkan untuk membuka-menutup produk. Dengan isi 150gram, menurut saya produk ini bisa dipakai sampai 2-3 bulan dengan pemakaian seminggu 2x.

Sayang butiran scrub yang terdapat di produk ini lumayan besar ya…agak sakit kalau digosok ke badan. Tapi lama-lama enak kok, hehe

Produk ini dibuat dari Coffee, Brown sugar, chocolate powder, sea salt, coconut oil, almond oil, vitamin E dan peppermint essential oil. Tapi ketika produk ini dibuka, bau yang langsung bisa saya kenali hanya bau mint dan kopinya saja xD

Selama seminggu kemarin, saya mencoba memakai produk ini tiap 2 hari sekali saat mandi pagi. Sensasi saat memakai produk ini tuh kayak mandi pakai penyegar mulut. Tau kan penyegar mulut yang biasa dipakai sehabis sikat gigi itu?

Nah, sensasi yang tubuh saya rasakan ketika memakai produk ini tuh persis seperti itu. Adem-adem semriwing gitu wqwq.

Enak sih, tubuh jadi segar dan langsung ”ON” siap beraktivitas gitu rasanya. Cuma pernah, saya terlalu banyak memakai di daerah ketiak dan paha. Nah, sensasi dinginnya gak hilang-hilang dan saya jadi kedinginan sendiri gitu wqwq.

Setelah pakai produk ini kulit jadi agak berminyak sedikit gitu tapi setelah dikeringkan pakai handuk, kulit jadi lebih kenyal dan bersih. Entah ini sugesti atau gimana, tapi setelah pakai scrub, badan kayak jadi entengan karena kulit mati di tubuh sudah agak lebih bersih gitu hehe

Cara pakai produk ini sama seperti body scrub biasa ya. Pakai di kulit yang sudah dibasahi, gosok perlahan, diamkan beberapa menit, bilas.

Saya sangat merekomendasikan produk ini dan yap, saya akan repurchase! Puas dan seneng banget!!!

Evete Naturals Lip Balm Vanilla

THIS IS GOLDDDDD!!!! VERY MOISTURIZING1111!!!!

Sejak mengenal lipstik matte, saya jadi cukup selektif dalam memilih lip balm untuk membantu merawat bibir. Hampir semua merk lip balm mulai dari yang bentuknya colek, stik, marker pernah saya coba tapi semuanya mengecewakan. Ujungnya kalau sehari lupa pakai, besoknya bibir jadi pecah-pecah gitu hingga akhirnya saya menyerah dan mencoba pakai madu aja.

Tapi saya madu juga masih mengecewakan. Kadang walau sudah pakai madu, bibir masih suka pecah-pecah juga 😥

Nah, waktu dapat lip balm ini, saya sempat agak takut nih. Sempat mikir ”alah, paling ini gak bakal kepake karena bikin bibir pecah-pecah juga”.

TAPI TERNYATA TIDAK!

Produk dikemas dalam wadah stik putih seperti lem gitu. Produk diberi stiker merk yang entah mengapa justru jelek banget. Ini kemasan produknya menurut saya jelek ya. Stiker produknya gampang hilang, tutupnya gampang copot, dan kemasan produk yang saya dapatkan ini lumayan ringkih gitu mletot-mletot (apa bahasa yang enaknya ya?) (saya gatau produk yang lain begini juga atau tidak).

Ada 4 varian rasa lain yang tersedia. Diantaranya Chocolate mint, coconut, strawberry, dan lemon ginger. Saya pengen repurchase lagi cobain varian chocolate mint. Dari namanya saja saya sudah bisa membayangkan bakal kayak gimana produknya xD

Berat produk ini 5 gram. Hm, mungkin bisa habis dalam waktu 3 bulanan kalau rutin dipakai. Produknya berwarna putih yang ketika dioles ke bibir tidak menimbulkan warna (transparan) dan memiliki aroma vanila yang manis dan enak!

Tiap pakai ini rasanya saya jadi pengen ciuman sama orang wqwq

Dari web evete naturals, dianjurkan memakai produk ini sehari 2x. Tapi saya hanya pakai ini tiap malam sebelum tidur. Begitu bangun keesokan harinya, bibir jadi lembut dan membantu lipstik matte saya bertahan lama di bibir.

Kalau disuruh memilih antara lip balm atau body scrub, mungkin saya akan memilih lip balm ini sebagai best produk. Soalnya, bener-bener melembapkan bibir banget sampai saya nangis karena benar-benar terharu :’)

Oh, saya sudah tes coba 2 hari gak pakai produk ini dan pas pakai lagi, bibir gak malah pecah-pecah kayak produk lip balm lain. Pokoknya ini produk wajib dicoba banget deh buat orang-orang yang memiliki masalah bibir dan yang sering pakai lipstik matte! Juara!

Hanya satu kekurangan dari lip balm ini: kemasan produknya jelek 😥

Dan buat yang penasaran sama produknya, bisa berkunjung ke website resmi mereka disini. 

Review ini saya tulis karena keinginan saya sendiri untuk mendukung produk Indonesia. Mungkin kalau produk dari Evete ini mengecewakan, gak bakal saya buat reviewnya hhe.

Dan ah, terima kasih Gogirl! karena sudah mengenalkan saya dengan Evete Naturals!

Sampai jumpa di review lainnya!

 

[Product Review] Lipstick Viva Perfect Matte Lip Color shade 705 Mocha

Setelah kebanyakan postingan rant, mari kita kembalikan blog ini pada tema yang sebenarnya yaitu untuk review produk!

Kali ini saya ingin mengulas tentang produk baru Viva yang dikeluarkan sekitar awal tahun lalu, Lipstick Perfect Matte lip color. Ada 10 varian warna dengan isi 2,5gram dan kali ini saya mau mengulas 1 warna dulu (karena mampunya beli 1 xD). Sekitar bulan depan mungkin akan saya tambahkan review untuk warna lain yang menjadi best seller atau kira-kira yang warnanya cocok dengan bibir saya.

Shade yang pertama saya coba kali ini nomor 705 dengan nama Mocha.

Produk dikemas dalam kardus berukuran 10cm dengan dus berwarna kuning cerah khas Viva Queen. Untuk packing lipstik, dikemas dalam tabung kecil yang kebetulan ukurannya sama dengan produk dari lipstik purbasari.

Bedanya, kemasan produk viva ini bahannya matte kokoh. Ini ada perbandingan dengan kemasan purbasari. Kalau dari purbasari, dia kemasannya hitam agak mengkilat (kurang tau namanya apa) dan tutupnya gampang kendor. Tulisan purbasarinya juga lama-lama hilang.

Nah kalau dari Viva ini tutupnya cukup kencang dan kayaknya gak bakal kendor. Tulisan di badan lipstiknya sendiri pun nggak murahan dan kayaknya sih gak bakal pudar (nanti kita lihat setelah beberapa bulan ya).

Saya cukup suka dengan kemasannya. Terihat mahal dan mewah banget xD

Waktu saya coba aplikasikan lipstik ini ke tangan dan bibir, produk bisa mengeluarkan warna dengan cukup sempurna walaupun baru sekali oles. Tekstur produk begitu ringan dan nggak menggumpal!

Saya kebetulan coba di bibir barengan sama purbasari shade 81. Di bibir bawah pakai viva, di bibir atas pakai purbasari itu. Hasilnya beda banget.

Kalau yang purbasari, dia agak menggumpal di bibir dan ada efek basah. Sementara yang viva ini nggak. Dia langsung bisa merata dengan sempurna walaupun hanya 2 kali oles dan teksturnya pas aja gitu, gak terlalu basah ataupun kering.

Warnanya hampir mirip banget sama purbasari shade 81 ini ya. Cuma yang purbasari ini lebih coklat-merah sementara yang viva ini lebih ke coklat-oranye. Saya cukup suka sih karena cocok banget di bibir saya hehe

Oiya, soal aroma!

Yang Viva ini dia wangi vanilla mirip susu bendera xD. Saya kurang suka wanginya, bikin eneg aja gitu karena mirip banget sama susu bendera hhh. Wanginya juga lumayan awet banget di bibir. Jadi saran saya kalau kamu kurang suka wangi vanilla mungkin bisa oles 1/2 kali setelah itu diratakan pakai tangan saja biar tidak terlalu bau.

Purbasari juga wangi sih, tapi wanginya pas produknya masih utuh aja. Sekarang (yang punya saya) udah sisa setengah, udah gak begitu wangi lagi.

Ini ada foto perbandingan kedua warna lipstik tersebut swatch di tangan dalam ruangan. (gambar atas purbasari shade 81, gambar bawah viva shade 705)IMG_20170407_133926

IMG_20170407_133943

Ini foto setelah saya diamkan di tangan selama hampir 5 jam. Produk langsung berubah menjadi cukup matte (saat pertama dioles, masih agak glossy gitu). Saya bilang cukup matte karena setelah 5 jam di diamkan dan coba saya colek pakai jari dan tisu masih transfer. Jadi menurut saya kurang matte banget tapi ya boleh dicoba karena warnanya bikin segar bibir dan produknya sendiri cukup murah dan berteksur ringan.

Ini foto saat dibersihkan menggunakan viva cleanser. Cukup bisa bersih dalam beberapa kali usap.

Bila berminat untuk membeli produk ini bisa langsung ke web viva disini  Saya kurang tau harga pastinya berapa. Tapi saya pernah menemukan ada penjual yang memasang harga Rp24.000/pcs. Jadi mungkin pasarannya sekitar Rp24.000-35.000.

Kalau misal ada yang jual lebih dari harga segitu sih saya saran untuk beli di tempat lain saja xD

Sekian review saya kali ini. Bulan depan akan saya tambahkan untuk varian lain. Atau ada request sebaiknya saya beli yang varian mana?

Untuk review produk viva lain bisa dilihat disini

[Review & Recap] Membaca dan Menonton di bulan Januari-Februari

Dulu saya kurang suka menonton film. Rasanya aneh. Dan saya tidak bisa betah berlama-lama menatap layar juga. Setiap selesai nonton (bahkan sinetron yang diselingi iklan pun) pasti saya akan merasa pusing.

2 Tahun ini kebiasaan tersebut sedikit berubah. Saya berkenalan dengan seseorang yang kerap memberikan beberapa copy film yang diunduh dari situs online pada saya. Dari dia, saya mengetahui beberapa jenis film menyenangkan yang tidak membuat pusing tapi justru menimbulkan banyak ”what if” dan pemikiran-pemikiran baru setelah ditonton.

Film – film dari Jepang.

Sejak saat itulah saya mulai terjebak dan jatuh cinta pada dunia Jejepangan.

Gak sampai jatuh cinta banget sih. Tapi saya jadi suka mengamati perkembangan dunia Jepang terbaru, tapi dalam hal ini khusus dunia hiburannya saja. Selalu menyenangkan ketika menonton film-film Jepang. Saya suka tiap adegan yang menyoroti lingkungan tempat tinggal dan juga aktivitas yang dilakukan pemain film tersebut.

Dan yah, perlahan saya jadi suka menonton film. Tidak 100% bisa dikatakan suka juga sih karena yang saya tonton hanya film-film Jepang dan seputar Asia saja. Kalau film animasi dan film luar selain dari Asia, saya masih belum bisa cocok.

Film selain dari Asia menurut saya terlalu keras(?) dan pengambilan gambarnya juga bikin pusing. Entahlah, saya belum pernah bisa menonton film luar Asia tanpa harus di pause berkali-kali untuk istirahat dulu soalnya. Hal ini juga yang membuat saya jarang nonton film di bioskop. Paling film Indonesia saja. Itu pun bisa dihitung jari dalam setahun.

***

Berbicara tentang film ini, saya jadi ingat salah satu project yang saya buat pada tahun lalu; memperbanyak nonton film dan mengurangi nonton teater. Project-nya bisa dikatakan cukup berhasil. Terakhir kali saya nonton teater itu 20 Desember saat last day kelulusan Ghaida Farisya. Setelah itu sampai sekarang gak pernah mampir ke f(x) sudirman lagi dan bahkan saya sudah berhenti mengikuti semua akun media sosial yang berhubungan dengan JKT48.

Kenapa berhenti? Hm, mungkin karena bosan kali ya. Dan ya, kadang saya merasa, daripada menyemangati mereka untuk menggapai mimpi, lebih baik saya berusaha dulu untuk hidup saya yang masih tidak jelas dan berantakan. Capek juga dengan banyaknya drama yang ada (antar fans maupun member) + saya masih kurang cocok dengan sistem ticketing JKT48 yang terbaru saja sih hehe.

Berbicara tentang film, sejak dibuatnya project itu sampai sekarang, mungkin saya sudah menonton hampir 150 film dan beberapa serial drama dengan berbagai genre. Eh gak berbagai juga sih, kebanyakan film yang saya tonton hanya bergenre drama gitu, (drama-comedy, teen-drama, dll). Gak ada yang bergenre horor dan fantasi. Saya takut wqwq.

Nah setelah selesai dengan project itu, saya berpikir untuk membuat project baru khusus di blog ini. Mulai bulan ini, setiap bulannya saya akan membuat post rekap bulanan dan rekomendasi film dan buku yang sudah saya tonton di bulan itu.

Agak telat sih, harusnya saya mulai ini dari Januari kemarin. Tapi saya baru kepikiran kemarin pas lagi nunggu ojek online dan yah daripada tidak sama sekali kan ya?

Jadi untuk post ini mungkin akan panjang sekali karena gabungan rekapan bulan Januari dan Februari. Dan tanpa banyak kata lagi, inilah catatan 2 bulan menonton dan membaca saya. Selamat membaca, siapa tau menemukan rekomendasi yang menarik!~

***

Januari
Film :  22 (6 film animasi, 2 film Thailand, 1 film Taiwan, 3 film luar asia, sisanya film Jepang)
Serial Drama : 1 (11 episode)
Buku : 61 (18 novel, sisanya buku how to, buku travel dll)

Awal tahun yang cukup menyenangkan. Januari kemarin saya menang kuis berhadiah 1 paket buku dari penerbit baru di Indonesia, serial #BlueValley. Ceritanya sendiri sangat menarik. Bertema kehilangan dan bagaimana para tokohnya bangkit dari kesedihan itu.

Saya juga berhasil membaca buku yang tahun lalu menjadi buku favorit pembaca, Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi. Edan banget sih buku itu, dan yah saya akui dan juga menobatkan buku itu sebagai buku kesukaan saya.

Bulan Januari lalu saya tidak hanya menonton film Jepang. Beberapa kali saya juga menonton film animasi juga film dari Thailand dan Taiwan. Semuanya memiliki warna dan kesan tersendiri buat saya.

Januari ini saya juga menonton  La La Land, film pertama yang saya tonton di bioskop tahun ini dan, uh, maaf. Saya kurang bisa menikmati dengan baik karena saya ketiduran + kedinginan wqwq. Ya salah saya juga sih nonton di hari Senin pukul 9 malam habis pulang lembur. Saya ketiduran pas di awal-awal gitu. Nanti deh saya masukkan ke kolom suka setelah saya nonton ulang kalau udah ada di lk21 xD. Tapi saya cukup suka kok.

Buku kesukaan di bulan Januari17-02-10-12-08-31-615_deco

  1. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi.
    Saya memberi 4 bintang. Ekseksusi cerita dan tokoh-tokohnya mantap. Tema cerita yang ditawarkan juga tidak biasa. Hanya saja saking tidak biasanya ini, saya merasa terlalu sayang untuk memberi 5 bintang. Terlalu sempurna wqwq. Saya kurang suka endingnya sih, tapi manis. Ada sedikit review saya disini.
  2. Ken & Kaskus
    Buku biografi pertama yang saya baca tahun ini. Kisahnya menarik. Dan saya suka dengan gaya tulisan di buku ini. Tidak terkesan ”sombong” dan mengajari. Pelajaran hidupnya juga gak terang-terangan diselipkan di setiap tulisan gitu, jadi kita bisa intropeksi dan mengambil kesimpulan sendiri dari tiap cerita.
  3. Kesetiaan Mr.X
    Saya dapat buku ini sebagai hadiah kuis Giveaway pada tahun lalu, tapi belum sempat saya baca eh bukunya hilang. Untung ada teman twitter yang berbaik hati meminjamkan. Dan yah, ini buku pertama yang genre-nya bukan saya banget tapi berhasil saya tamatkan dan saya sukai. Kalau ditanya tentang apa, mungkin bisa cari review orang lain aja ya. Inti dari buku ini; saya belajar bahwa ”cinta” itu kadang benar-benar menakutkan dan menyedihkan. Kesukaan!
  4. Pasarnye Jakarta
    Buku ini berisi daftar pasar-pasar tradisional di Jakarta. Waktu selesai membaca buku ini, entah mengapa saya langsung merasa beruntung tinggal di Jakarta. Dari buku ini saya tahu kalau hampir apa saja ada di Jakarta. Apa saja. Ada pasar-pasar khusus di berbagai pelosok Jakarta yang menjual yang kita cari itu. Buku ini lumayan lengkap. Mencatut 5 daerah penting Jakarta lengkap dengan transportasi kesananya pakai apa.
  5. Eat Play Leave
    Ini saya benar-benar gak menduga banget kalau saya akan menyukai buku ini. Mbak Jenny-nya sendiri (penulis) sering saya follow-unfollow di twitter. Apa ya, kadang saya merasa kurang sreg aja gitu sama pendapat-pendapat pribadinya wqwq. Cerita di buku ini adalah tentang kisah mbak Jenny selama tinggal di Bali. Pengalamannya bertemu banyak mahluk ajaib di Bali pasca film Eat Pray Love tayang juga tentang bagaimana Bali membuat mbak Jenny tumbuh dan mengenal dirinya lebih baik lagi. Saya berkali-kali nangis dan ketawa pas baca ini. Jadi bikin pengen berjalan jauh juga. Suka!
  6. Serial Blue Valley
    Saya memasukkan dalam daftar buku kesukaan saya bukan karena saya dapat ini secara gratis tapi ya memang serial ini bagus (meski tidak semua). Blue Valley bercerita tentang kisah orang-orang yang tinggal di komplek perumahan bernama Blue Valley dalam menghadapi kehilangan. Kata kuncinya adalah kehilangan dan bangkit. 5 kisah di buku ini bercerita dengan kehilangan yang berbeda-beda. Dan baru saya sadari, bahwa 5 buku ini juga mendapat rate yang berbeda-beda dari saya.
    Tidak ada buku yang benar-benar membekas baik banget buat saya sih. Tapi ada 1 buku yang berhasil bikin saya bengong semingguan, yang Lara Miya. Yang lainnya…ya begitulah hehe. Tidak bisa dikatakan bagus/jelek. Tergantung selera pembaca tapi saya merekomendasikan untuk membaca serial ini. Nilai plusnya, sampulnya cantik-cantik!

 

Film kesukaan di bulan Januari

17-02-22-12-20-49-968_deco

  1. Ponyo (2008)
    Saya suka bangeeeettt!
    Awalnya saya sempat takut sih, kayak ponyo ini mahluk apaan? ikan? apa apa? Tapi seiring bertambahnya waktu dan cerita yang bergulir, saya langsung suka. Suka aja gitu sama gambar dan karakternya. Laut. Sejak dulu saya suka sama laut walaupun bisa dihitung jari berapa kali saya mampir kesana. Saya lebih suka ini daripada totoro. Dan sampai review ini dibuat, saya sudah mengulang nonton ini 6x. Suka.
  2. Le Petit Prince (2015)
    Ini saya iseng nonton dan unduh filmnya. Saya sebenernya gak begitu ngerti banget sama bukunya (jangan bully saya :'(). Tapi saya suka dengan filmnya. Bikin merenung banget 20 tahun hidup w ngapain aja dah hhh
  3. Back to 90’s (2015)
    Ini iseng unduh juga ya. Dan ternyata ceritanya manis banget. Menceritakan tentang seorang anak yang tiba-tiba bisa kembali ke tahun 90an saat kedua orangtuanya masih kuliah gitu. Di film ini kita bakal menemukan kejayaan pager, telepon umum dan beberapa benda dari tahun 90an. Bahkan internet juga masih menjadi barang baru di tahun itu. Nonton ini bikin senyum-senyum sendiri. Manis.
  4. Kisaragi (2007)
    Ini saya unduh karena penasaran dengan akting Oguri Shun, aktor kesukaan saya. Dan ceritanya menarik. Tentang 5 orang yang menjadi fans seorang idol yang memutuskan untuk bertemu di dunia nyata setelah selama ini hanya mengobrol di forum saja. Siapa sangka, saat bertemu itu ternyata mereka ber-5 memiliki ”hubungan” dengan idola mereka. Setelah nonton ini saya jadi mikir aja gitu gimana ya kalau saya ketemuan sama teman-teman dari twitter hhe.
  5. At Cafe 6 (2016)
    Ini tema ceritanya lumayan banyak. Tentang hubungan seorang anak laki-laki dengan sahabat, ibu juga dengan pacarnya yang menjalin LDR. Alur cerita ini mundur dengan eksekusi cerita yang gak terduga. Dan ada 1 kutipan di film ini yang sangat menohok ”LDR itu akan berhasil kalau kamu gak miskin. Secanggih apapun teknologi, tapi kalau kamu miskin dan gakbisa ke tempatnya tiap minggu ya pasti gagal”. Jahat sih, tapi saya agak setuju juga sama kutipan itu wqwq
  6. A letter to Momo (2011)
    Suka juga sama yang iniiii. Berkali-kali ngakak juga walaupun sebenernya tokoh setannya itu ada yang nyeremin. Tapi bagus. Film ini juga mengingatkan saya pada salah satu nasehat kakek; jangan pernah keluar rumah atau pergi dalam keadaan marah. Selalu lepas kepergian dan pamit pergi dalam keadaan berbaikan dengan siapapun. Kita gatau apakah 10 menit lagi mereka masih hidup atau tidak. Bagus!
  7. A Story of Yonosuke (2013)
    Sesuai judulnya, film ini menceritakan tentang kisah hidup Yonosuke dari sudut pandang orang disekitarnya. Yonosuke, seorang teman yang mau melakukan apa saja asal semua orang di sekitarnya merasa tenang dan senang. Seseorang yang mungkin saja mudah dilupakan seseorang tapi bila kita diminta untuk mengingatnya, maka kita akan tersenyum dan mengatakan ”dia orang yang sangat menyenangkan”. Suka.
  8. Villain (2010)
    Ini selama nonton ini dada saya perih banget. Kayak diremas-remas gitu. Menceritakan tentang sebuah pembunuhan yang dilakukan seorang pria kepada gadis yang ia temui dari aplikasi online. Masalah yang diangkat dari film ini adalah tentang sisi psikologis pembunuh dan keluarganya yang berubah drastis sejak kejadian itu. Sedih banget sih, saya bisa ”meresap” dengan baik merasakan ketakutan dan kesedihan yang dirasakan pelaku atau keluarganya. Suka!
  9. Big Hero 6 (2014)
    Baru nonton ini dan suka jugaaaa xD
    Pengen punya Baymax juga. Eh tapi lebih pengen punya otak kayak Hiro sih, gila otaknya keren banget. Saya selalu kagum dengan orang pintar. Tapi gak 100% pengen jadi kayak mereka juga sih. Kadang jadi bodoh juga gak buruk-buruk banget. Tapi pokoknya suka sama film ini! Mungkin masuk daftar 100 film kesukaan saya hehe

 

***

Februari
Film : 36 (2 film animasi, 3 film Taiwan, 1 film Cina, 4 film luar asia, sisanya film Jepang)
Serial Drama : –
Buku : 114 (4 komik, 6 buku kumpulan cerita pendek, 14 novel, 22 buku puisi, sisanya buku travel, komik/novel grafik, buku kumpulan essai/catatan)

Buku yang saya baca di bulan ini banyak sekali. Kebetulan saya berlangganan 2 paket premium dari aplikasi membaca buku online selama sebulan. Yaitu aplikasi Scoop dan Bookmate. Masa berlangganan habis bulan Maret. Jadi ya saya mencoba memaksimalkan waktu membacanya dengan baik biar nggak sia-sia wqwq.

Tapi meski waktu senggang saya banyak dihabiskan untuk membaca, saya juga baru ngeh kalau jumlah tontonan saya bulan ini tak kalah banyak. Banyak banget malah. Buat yang tanya bagaimana cara saya membagi waktunya, maka jawaban saya kira-kira begini;

  1. Saya membaca tiap pagi sambil menunggu dan saat di dalam transjakarta sebelum berangkat ke kantor. Ini tidak selalu terjadi karena kalau misal saya bangun kesiangan dan terburu-buru atau cuaca hujan, biasanya saya malas membaca dan hanya mendengarkan musik saja. Dari kegiatan ini biasanya saya bisa dapat 10-20 lembar halaman buku elektronik.
  2. Saya membaca lagi saat pulang kerja dalam commuter line. Ini biasanya bisa dapat lebih dari 20 halaman. Oiya, saya tidak berlangganan paket internet. Jadi kalau internetan hanya di rumah dan kantor saja. Pakai wifi. Jadi kalau di tempat umum gapernah internetan dan bisa fokus membaca hehe.
  3. Khusus bulan ini kenapa bisa banyak baca buku mungkin karena bulan ini saya banyak ikut ke tempat klien. Sering di luar kantor, terjebak hujan dan macet membuat saya jadi produktif membaca.
  4. Sampai di rumah (biasanya masih ada waktu 40 menit sebelum maghrib) saya pakai untuk makan dan istirahat sebentar sambil menonton film. Kalau filmnya seru biasanya akan saya lanjut setelah selesai sholat dan biasanya selesai sampai jam 7.30 malam (tergantung durasi film). Setelah selesai saya biasanya ”istirahat” dengan lanjut membaca sampai ketiduran.
  5. Saya tidur jam 9 malam. Paling telat jam 10. Kecuali hari Jumat. Kalau hari Jumat, alarm tubuh saya baru bisa tidur jam 11 malam.
  6. Aktivitas pada nomor 3 bisa diganti. Seperti misal kalau pas tadi di commuter line saya habis membaca buku yang seru, sampai rumah bakal saya lanjutin sampai tamat dan kalau udah lewat jam 8 maka berarti hari itu gak nonton film. Atau kalau masih ada waktu, setelah selesai baca akan lanjut nonton sebentar.
  7. Tiap jam 8 atau 8.30 malam biasanya saya sudah berhenti memegang hp. Sudah kebiasaan gitu biar gak kena radiasi dan biar mata istirahat juga.
  8. Ini tidak berlangsung tiap hari karena kadang saya malas menonton atau membaca dan jadinya malah sibuk twitter-an. Kalau mood seperti ini kambuh, biasanya saya uninstall twitter. Jadi di rumah gak bakal bisa twitteran karena kalau mau install ulang twitter, wifi rumah suka gak kuat wqwq
  9. Saya menonton dan membaca dari HP yang berlayar dan memiliki daya tahan baterai yang cukup kuat. Bukan dari laptop/tab. Jadi ya saya bisa menonton dimana saja kalau bosan.
  10. Saya jarang keluar rumah untuk main atau mampir kemana-mana dulu jadi ya hidup saya tiap hari begitu terus diulang-ulang hhh

Begitulah kira-kira kalau ada yang bertanya gimana caranya saya membagi waktu untuk menonton dan membaca sebanyak itu hhe 😥

Dan inilah buku kesukaan saya selama bulan Februari

17-02-24-12-02-03-617_deco

  1. Jakarta sebelum pagi
    Untuk yang belum tau, mbak Ziggy (saya tidak hapal nama panjangnya) adalah salah seorang perempuan yang pernah 2x menang sayembara DKJ. Ini adalah buku keduanya yang saya baca dan kalau boleh jujur, saya jauh lebih suka buku ini daripada buku Di Tanah Lada yang membuatnya menjadi pemenang sayembara itu.
    Apa ya, pas baca ini tuh saya seperti diajak muter-muter. Jangan tanya saya buku ini bercerita tentang apa karena saya aja gatau. Pokoknya isinya ngalur ngidul bahas babi, teh, bunga, korban perang, orang arab, orang belanda, jakarta…macem-macem deh. Tapi kamu bakalan suka. Saya masih geleng-geleng kepala kalau ingat isi buku ini. SUKA!
  2. Kingyo Used Books
    Komik pertama yang saya baca tahun ini!
    Padahal saya sudah berniat tahun ini gak baca komik biar tidak di-nyinyirin orang tapi saya pikir bodoamatlah wqwq. Ini bagus, saya dapat rekomendasi ini dari teman twitter. Menceritakan tentang sebuah toko komik bekas, Kingyo dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan tempat itu. Jadi ini ceritanya komik di dalam komik gitu, seru banget!
    Dari komik ini kita juga bakal dapat rekomendasi komik lain dari setiap cerita yang ada. Dan oh, ini bukan komik serial gitu tapi kumpulan oneshoot dalam beberapa volume. Sayangnya, scan-nya baru sampai volume 4 padahal edisi cetak di Jepangnya sudah jauh. Tapi tetap suka! SUKA BANGET!
  3. A Monster Call
    Saya dapat buku ini hadiah dari salah satu teman di goodreads dan wah, waktu lihat sampulnya pertama kali itu saya takut banget, terlihat seram. Tapi ternyata isinya surem hhh. Kalau tanya buku ini tentang apa mungkin bisa cari dari review orang lain ya, tapi salah satu hal yang saya pelajari dari buku ini adalah untuk tidak takut. Jangan takut, dan lawanlah. Lawanlah monster yang ada dalam dirimu. Jangan biarkan ia bangkit dan menguasaimu. Kesukaan~
  4. Tea For Two
    Selama ini saya mengenal Clara Ng sebagai penulis buku anak-anak. Nah, ini adalah buku pertama beliau yang bukan bertema buku anak-anak dan SUKA BANGET. Surem, rasanya saat menulis review singkat disini jadi ingin mengumpat karena ingat cerita di buku itu. Menceritakan tentang Sassy, seorang wanita mandiri yang cukup sukses dan mendirikan sebuah usaha perjodohan. Suatu hari Sassy akhirnya menikah dan ia mengalami KDRT yang dilakukan oleh suaminya. Dalam buku ini dijelaskan apa yang Sassy alami dan lakukan dalam menghadapi KDRT tersebut. Asli ya, saya baca ini tuh berkali-kali mengumpat, nangis, ketawa, nangis, mengumpat lagi.
    Satu yang terlintas dalam pikiran saya setelah selesai membaca ini adalah. bisakah saya menemukan sahabat-sahabat yang baik seperti yang Sassy miliki dan mau membantu bangkit? Karena saya iri sekali dengan Sassy yang memiliki sahabat baik. Setelah baca ini saya juga jadi mikir, Sassy yang cantik, mandiri, sukses, punya perusahaan sendiri aja bisa jadi korban KDRT dan termakan rayuan cinta, apalagi w yang jelek, buluk gini hhh. Jadi berpikir ulang 100000x juga sih tentang pernikahan. Tapi saya juga dapat pemikiran baru dari buku ini, bahwa pernikahan itu kadang seperti sebuah koin, ada 2 sisi. Dan kita tidak boleh selalu memandang sinis ataupun terlalu berandai akan bahagia selamanya, sebab yang namanya hidup ya tidak selalu bahagia. Bagus. Bagus banget… :’)
  5. Semua buku kumpulan puisi Robert M Drake
    Bulan ini sebenarnya saya banyak membaca buku puisi. Tapi setelah memilih dan menimbang, saya memutuskan untuk memasukkan semua karya Robert M Drake sebagai daftar kesukaan. Ada 5 buku puisi yang semuanya saya baca gratis dari aplikasi bookmate. Kalau ditanya yang benar-benar kesukaan mungkin yang Broken Flowers, tapi hampir semuanya saya suka. Puisi di tiap buku bertema berbeda. Ada yang bahas kehilangan, life guide, ketakutan akan masa depan dan juga keluarga. Paling banyak tentang keluarga sih karena kalau saya tidak salah menerjemahkan, semua buku puisi yang ditulis oleh Robert ini didedikasikan untuk adiknya yang meninggal karena kanker. Kalau boleh jujur, saya jauh lebih suka karya beliau daripada serialnya Lang Leav hehe
  6. Perempuan
    Pas baca ini….merasa minder sendiri karena ugh, saya masih merasa jauh sekali dari sosok perempuan baik dari segi sikap maupun penampilan. Walaupun sudah berhijab dan kadang dandan, saya masih sering beberapa kali dikira laki-laki wq.
    Buku ini berisi banyak informasi yang cukup lengkap seputar perempuan. Ada pembahasan tata cara berpakaian, kedudukan wanita dalam lingkungan, kedudukan wanita sebagai ibu, pendidik, istri dan wanita karir, juga bahas pernikahan beda agama. Bagus. Pikiran saya jadi terbuka dan tercerahkan banget. Baca ini dari aplikasi bookmate dan jadi ingin punya versi cetaknya hehe
  7. The princess saves herself in this one
    Ini buku puisi yang hhhnnggggg banget. Di awal-awal ya, saya tertawa dengan pilihan katanya. Di pertengahan, lho apa nih kok tiba-tiba nangis….. Pas mau bagian akhir nangis kejer gak karuan sampai, ugh, saya cukup terguncang banget. Untung akhirnya bahagia.
    Memang ceritanya tentang apa sih? Tentang sebuah kelurga kecil yang perlahan-lahan ”hancur”. Ibu yang pergi, adik yang mengalami kecelakaan dsb. Ada banyak tragedi tak terduga di buku ini tapi ditutup dengan ending yang membuat lega dan ”yakin” kalau hidup tidak akan selamanya sedih. Pilihan dan permainan katanya Bagus. Bagus!
  8. 1984
    Tahun lalu akhirnya saya berhasil mencoba membaca Animal Farm dan cukup suka. Sudah punya file filmnya juga tinggal di tonton. Nah semenjak kemenangan presiden Trump kemarin, mendadak banyak orang yang membahas buku ini dan saya jadi penasaran. Sebenarnya penasarannya sih sudah sejak dulu, cuma baru sekarang ”niat” untuk membacanya hadir. Dan wow. Apa ya, gak bisa bayangin aja sih kalau saya hidup di era itu bagaimana. Dan ini buku juga bikin depresi banget ya, tapi gak separah The Cathcer in The Rye. Kalau yang itu saya sampai ikutan depresi parah berhari-hari setelah membaca. Yang ini nggak, hanya bertahan 2 harian saja karena selanjutnya saya jadi sibuk berpikir yang tidak-tidak dan berharap semoga hal buruk di buku itu tidak sampai terjadi saja sih.
    Dan ya, saya tidak tau kategori buku bagus itu seperti apa dan saya juga tidak cukup cerdas untuk mengkritisi dan memberi pendapat khusus mengenai buku ini. Tapi yang jelas saya suka, dan buku ini berhasil menimbulkan rasa penasaran saya dengan baik bagaimana kisah selanjutnya, juga membuat saya berpikir tentang banyak hal di masa depan. Kesukaan.

 

Film kesukaan bulan Februari

17-02-24-12-09-40-849_deco

  1. Oh Brother, Oh Sister! (2014)
    Film tentang kakak adik yang hhh. Sebenarnya tidak terlalu sedih banget. Jatuhnya malah ini film drama komedi kalau saya bilang. Tapi karena kebetulan saya seorang kakak perempuan (yang jelek) dan punya adik laki-laki (yang ganteng) persis seperti tokoh dalam film ini, jadi ya saya merasa sedih sendiri aja gitu, membayangkan, kalau suatu saat nanti di masa depan tinggal saya dan adik saya saja seperti film ini dan lalu adik saya memilih untuk menunda pernikahannya menunggu saya bahagia dulu gimana ya hadeeehhhhh. Bagus!
  2. The Foreign Duck, the Native Duck and God in a Coin Locker (2007)
    Ini saya cari film ini susah banget. Penasaran sama film ini karena teman twitter pernah twit, untung ada teman yang mau bantu mencarikan hehe. Ceritanya…err, saya gatau juga sih cerita pastinya ini tentang apa. Tapi mungkin secara garis besarnya bisa dikatakan tentang orang asing yang mencoba agar bisa diterima di tempat baru. Dalam hal ini khususnya Jepang. Soalnya di Jepang, orang asing itu seperti dipandang sebelah mata. Lagi-lagi, moodboard filmnya saya banget. Plus, Eita (salah satu pemainnya) adalah aktor kesukaan saya terlihat lucu dengan rambutnya yang bikin gemas di film ini, hehe. Kesukaan!
  3. One Million Yen Girl (2008)
    Sebenarnya tidak bisa dikatakan sama, tapi menurut pendapat pribadi saya, inti dari film ini adalah tentang hubungan kakak-beradik. Hampir mirip Oh Brother, Oh Sister! walaupun genre film ini tidak memiliki unsur comedy. Saya nonton ini nangis kejer. Dan pada beberapa hal, saya juga pengen kayak gitu. Pergi ke suatu tempat, bekerja, mengumpulkan sampai 1 juta(?), pindah ke tempat lain, mengumpulkan 1 juta lagi, begitu terus. Berpindah. Pergi ke tempat dimana tidak ada yang mengenal. Bertemu banyak orang baru. Kesukaan saya banget!
  4. Bangkok Traffic Love Story (2009)
    Ini film ngenes banget sih. Tentang seorang perempuan yang bisa dikatakan cantik dan bersahabat dengan perempuan yang bisa dikatakan tidak cantik. Mereka terus bersama sampai kerja (sekolah-kerja di tempat yang sama) tapi kenyataannya si cantik gak pernah laku bahkan ia ditinggal nikah duluan sama temannya. Waktu nonton ini dada saya ngilu membayangkan, iya juga ya, gimana ya nanti kalau w ditinggal nikah sama teman-teman w.
    Dalam hal ini, dada saya bukan ngilu karena ingin menikah juga. Saya lebih ke membayangkan apakah kalau mereka sudah menikah nanti mereka masih mau saya repotkan dan masih mau meluangkan waktunya untuk saya dan hal-hal semacam itu. Dari film ini saya belajar memahami kesepian dan kesendirian. Dan oh, jadi pengen mengalami kisah cinta yang demikian juga sih. Dan oh (lagi), tokoh cowoknya ini tipe saya banget. Bukan berdasarkan tampang ya, tapi dari gaya pakaian seragam kerjanya + pekerjaan +auranya. Kebetulan tipe saya memang yang agak bapak-bapak dan tipe pekerja keras gitu. Saya suka betah lama-lama ngeliatin orang yang kerja luar ruangan. Mereka terlihat macho. Waktu kecil, saya pernah memiliki pemikiran bahwa kerja=bergerak dan berkeringat. Makanya saya suka kalau lihat laki-laki yang terlihat serius bekerja dan bergerak gitu. Seperti di film ini,hhe.
  5. If Cat Dissapear From The World (2016)
    Ini lebih ke film psikologi dan pencarian jati diri sih ya kalau saya bilang. Film ini membahas tentang hidup. Tentang bagaimana kamu ingin diingat dan dikenang oleh seseorang, tentang ketakutan dilupakan dan pentingnya eksistensi diri. Nonton sendiri aja deh, bingung saya juga jelasinnya wqwq
    Satu kutipan kesukaan yang saya ingat dari film ini,
    ”kalau kamu diberi kesempatan untuk menelepon dan berbicara dengan seseorang untuk yang terakhir kalinya, siapa yang bakal kamu telepon?”
    Yang membuat saya terdiam merenung hingga lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget karena isi kontak saya hanya ada 3 orang; bos saya, nenek saya dan ibu saya.
  6. What a wonderful family (2016)
    Saya memutuskan mengunduh film ini karena naksir dengan poster filmnya yang lucu. Dan ya ini adalah film ringan bergenre drama komedi tentang sebuah keluarga kecil (ayah, istri, 3 anak, menantu, calon menantu) dalam mendefinisikan tentang apa itu keluarga dan apa itu cinta. Pesan yang saya dapat dari film ini kira-kira mungkin begini; yang namanya cinta, kadang juga perlu sebuah pernyataan dalam bentuk ucapan. Jangan terus selalu dalam bentuk tindakan karena hei, bibir itu diciptakan bukan hanya untuk makan. Jadi, jangan ragu katakan apa yang kamu rasakan, sebelum ia pergi dan kesempatanmu hilang. SUKA!
  7. Wall-E (2008)
    Hehehehehehehehehehehehehehehe
    Nonton ini karena waktu itu nanya ke 3 orang terdekat saya ”apa film disney kesukaanmu” dan salah seorang dari 3 itu menjawab Wall-E. Alasannya karena katanya film ini romantis. Mengejar kekasih ke luar angkasa gitu.
    Trus ya yaudah, pas nonton ini jadi terbayang dan berpikir yang macam-macam. Nangis mewek berkali-kali juga sih. Eh itu mah karena saya yang emang cengeng kali ya, surem. Perjuangan banget nih nonton ini karena sempat ngulang 4x soalnya ketiduran terus, hadeeh. Eh iya, suka ini bukan karena ikut-ikutan. Emang filmnya bagus.
  8. Sue, Mai & Sawa: Righting The Girl Ship (2012)
    Menceritakan tentang 3 orang perempuan single yang sudah dalam usia rata-rata dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan; atasan dan rekan kerja yang menyebalkan, paksaan untuk menikah dari keluarga dan lingkungan, gebetan yang ternyata tak sesuai harapan. INI BAGUS BANGET!. Semua cewek mungkin harus nonton ini kalau saya bilang. Apa ya, segala kekhawatiran saya akan masa depan sebagai perempuan digambarkan dengan baik banget di film ini. Nangis kejer juga kayak, bajeeenggg, tar kira-kira w gedenya bakal kayak Sue, Mai atau Sawa ya? hh.
    Oh iya, 3 orang ini bersahabat. Dan mereka bisa sama-sama menguatkan satu sama lain dalam berbagai masalah yang ada meskipun sebenarnya masalah mereka secara individu pun sudah bikin kepala pusing. Pas nonton ini jadi inget buku Tea For Two dan film Bangkok Traffic Love juga dan mikir, kok bisa pas gini ya bulan Februari ini dapet film dan buku yang bahas pernikahan gini wqwq. Film ini masuk ke daftar 100 film kesukaan saya!
  9. Rentaneko (2012)
    Film yang hhh. Menceritakan tentang seorang gadis yang sudah kecil sangat dekat dengan kucing. Jadi entah mengapa, dimanapun gadis ini berada dan bila tak jauh dari tempat ia berada ada kucing, kucing itu akan otomatis mendekat dan tertarik dengannya gitu. Begitu terus hingga kecil sampai dewasa. Ia akhirnya membuka sebuah jasa penyewaan kucing untuk orang-orang yang kesepian. Dan ya, film ini berisi kisah-kisahnya yang bertemu dengan beberapa orang ”kesepian” dan menyewa kucing miliknya juga kisahnya dalam menghadapi ”kesepian” yang dia alami yang ternyata, tidak semuanya bisa diselesaikan dengan bantuan kucing. Gemas banget nonton ini. Dan jadi ingin memelihara kucing juga sih. Penasaran juga sih kira-kira nanti kalau dibandingkan dengan film Neko Atsume (belum tayang), bakal bagusan mana karena sama-sama membahas kucing yang banyak.

 

Waktu saya menulis semua catatan rekapan ini, saya agak bingung dan takjub juga ya selama bulan Februari bisa nonton sebanyak itu gimana ceritanya wqwq. Tapi saya ingat, ada 2 hari Minggu yang saya habiskan dan isi dengan maraton 6 film sekaligus dari pagi (total jadi 12 film) karena saya malas keluar rumah dan kebetulan hujan juga. Saya ingat, begitu bangun dan keluar rumah, mata saya langsung perih pas liat matahari dan badan saya sakit karena kelamaan menunduk melihat hp xD

Dari semua buku yang saya tulis di atas, alhamdulillah semuanya tidak ada yang saya miliki. Ada yang dari aplikasi scoop, bookmate dan pinjam orang. Rencana tahun ini untuk tidak jajan buku sepertinya sukses. Ya, walaupun beli langganan bookmate/scoop gitu juga pakai uang sih hehe

Selain project mencatat ini, saya sebenarnya juga membuat project menabung tiap selesai membaca. Jadi tiap selesai membaca 1 buku elektronik harus menyimpan Rp5.000, 1 buku cetak harus menyimpan uang Rp10.000,-. Nanti di akhir tahun uangnya akan ditabung/dibelikan sesuatu yang berguna gitu. Sudah jalan sih, cuma beberapa waktu lalu sempat terhenti. Tapi pasti akan saya lanjutkan kok!

Dan untuk yang bertanya saya mengunduh film Jepang tersebut darimana, saya unduh dari situs lk21, kissasian, dramacool, dan undlworks(dot)me. Beberapa film lainnya saya temukan juga dari beberapa situs yang lupa entah apa karena saya langsung cari dari google dengan format pencarian Judul film+tahun-download (misal, Rentaneko 2012-download). Nah, nanti dicoba deh satu persatu link yang muncul.

Untuk yang bertanya atau mungkin berminat dengan film di atas, maaf saya gak punya lagi file-nya. Soalnya saya punya kebiasaan setelah nonton akan saya hapus karena tidak punya ruang penyimpanan yang cukup. Jadi jangan minta file-nya pada saya :p

Dan itulah catatan untuk bulan Januari-Februari ini. Seru!

Sampai bertemu bulan selanjutnya!

Oiya, mari berteman dengan saya di goodreads dan mydramalist xD