review

[Product Review] Pure Rose Water and Carrier Grappeseed, Ricebran Oil from haple.id

IMG_20171204_101639

Sebulan terakhir ini saya mencoba produk dari haple.id yang tidak sengaja saya temukan ketika saya sedang menjelajah akun yang menjual produk organik dan alami di instagram. Saya baru dengar soal merk ini dan di akun instagram mereka sendiri pun setelah saya lihat sampai pos pertama, ternyata dulunya mereka menjual pakaian. Untuk yang penasaran bisa cek instagram mereka. Ada website pribadinya sih, tapi pas dibuka keterangannya maintance hhh

Yak seperti itulah sklebat curhatannya, mari kita mulai review-nya!

1. Haple.id Pure Rose Water 100ml

20171204_102814-COLLAGE

Sesuai namanya, ini adalah air mawar murni. Saya coba bandingkan dengan air mawar viva memang rasanya beda. Kalau yang punya viva kadang kalau habis dipakai, wajah langsung agak panas. Kalau air mawar dari haple ini tidak dan juga tidak memiliki aroma yang macam-macam.

Produk dikemas dalam kemasan plastik bening yang cukup kokoh. Mulut spray tidak terlalu besar atau kecil jadi kalau pakai gak perlu di tuang ke kapas lagi. Tinggal semprot ke wajah dan diratakan pakai tangan juga cukup. Saya paling suka taruh di kulkas dulu sebentar biar pas dipakai jadi dingin segar gitu. Enak banget.

Harga produk ini Rp39.000,-(bila kamu beli satuan). Saran saya sih kamu beli versi bundle seperti yang saya beli kemarin. Bundle 2 oils + 1 rosewater. Harganya jadi lebih murah. Dengan harga segitu dapat 100ml menurut saya cukup murah ya. Produk ini bisa tahan sampai sebulan lebih sedikit dengan catatan pemakaian hanya tiap pagi. Saya pakai ini tiap pagi saja sebelum pakai make-up soalnya kalau malam saya pakai toner hehe. Tapi kalau kamu sering pakai ini misal tiap pagi-malam 1 botol gini gak bisa sampai sebulan. Saya sudah request sih ke Haple biar bikin yang ukuran lebih besar. Semoga saja saran saya di dengar ya xD

2. Pure Natural Rice Bran Oil

IMG_20171204_101947

Rice bran atau kulit air beras ini sejenis minyak yang biasa buat masak ya. Saya sudah lama tau tentang minyak ini karena kebetulan ada salah satu bude saya yang suka pakai buat tumis beberapa sayur tapi saya baru tahu kalau ternyata ini bisa dipakai untuk kecantikan. Mungkin mirip seperti minyak zaitun. Kan minyak zaitun (atau Virgin Olive Oil/EVOO/VOO) ada beberapa jenis tertentu dan bisa untuk kosmetik serta masakan juga.

Nah kalau rice bran punya haple ini dijual seharga Rp59.000/30ml. Saya tertarik membeli ini karena katanya memiliki klaim untuk mencerahkan wajah, anti aging dan cocok untuk semua jenis kulit. Seperti yang pernah saya bahas di beberapa review produk, masalah kulit saya adalah kulit wajah yang kusam dan berminyak serta saya selalu tertarik dengan produk anti aging, jadilah saya coba produk ini xD

Produk dikemas dalam kemasan kaca gelap dengan tutup yang super rapatt. Pas awal baru beli, buka tutup kemasannya susah banget sampai harus minta tolong teman hh. Kemasan produk tidak terlalu mungil/besar dan sejauh ini pernah beberapa kali saya bawa bepergian dan alhamdulillah belum pernah bocor. Pernah punya beberapa produk yang beginian juga (dikemas dalam botol + pipet) lalu banyak yang bocor tapi punya Haple ini enggak.

IMG_20171204_102117

Produknya sendiri berwarna kuning cerah dan memiliki aroma yang cukup menenangkan. Yang saya suka, produk ini cepat banget meresap di kulit saya. Gak bikin wajah saya makin berminyak. Saya biasa pakai ini sendiri ya, gak dicampur dengan minyak yang lain (padahal katanya kalau dicampur dengan takaran tertentu makin bagus). Saya biasa pakai ini tiap malam saja gantian dengan produk yang lain. Hasil ketika selesai pakai ini nyenengin banget ya. Begitu bangun di pagi hari, wajah jadi superrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr kenyal dan lembab.

Oiya, kadang saya suka pakai ini di rambut juga. Katanya sih bisa bantu menguatkan rambut, menghilangkan ketombe dan mencegah rontok(?). Biasa saya pakai dua tetes, usap ke seluruh rambut, diamkan beberapa menit lalu setelah itu saya mandi dan keramas. Yang ini kurang terlihat hasilnya ya, soalnya masih gitu-gitu aja wqwq. Tapi saya tetap lakukan ini soalnya kalau sudah kering rambut jadi lembut gitu sih, saya suka hhe.

Untuk hasil di wajah juga belum terlihat. Mungkin karena akhir-akhir ini pola makan dan tidur saya juga lagi berantakan hhh. Tapi saya akan terus coba pakai dan mungkin akan beli botol kedua juga untuk melihat hasilnya. Suka!

3. Pure Natural Grapeseed Oil

IMG_20171204_102207

Grapeseed oil atau minyak biji anggur adalah minyak yang paling ringan diantara berbagai jenis minyak yang ada. Biasanya dipakai untuk memasak atau kosmetik tapi khusus untuk minyak masak harus ada tanda food grade karena minyak yang untuk kosmetik biasanya ada tambahan bahan kimia. Nah, kalau yang produk haple ini saya masih kurang tau apakah bisa untuk masak atau tidak xD

Dijual dengan harga Rp49.000/30ml, produk juga dikemas dalam kemasan botol kaca gelap. Satu minus dari packing produk haple ini adalah, kemasan untuk minyaknya susah dibedakan antara satu dan lainnya. Kadang kalau gak lihat, saya suka pakai yang itu-itu terus alih-alih gantian tiap hari hh.

IMG_20171204_102316

Produk ini cocok untuk semua jenis kulit. Memiliki warna yang sama seperti rice bran oil, produk ini juga tidak memiliki aroma yang menganggu. Menggunakan grapeseed oil secara teratur bisa membantu mengecilkan pori-pori, mengontrol minyak berlebih dan mencegah jerawat. Saya tertarik dengan produk ini karena mau mengecilkan pori-pori sih. Untuk masalah minyak dan jerawat kadang saya gak terlalu pusing dan bukan tipe yang gampang jerawatan juga. Tapi masalah pori-pori wajah saya ini lumayan rewel banget.

Sebulan lebih pakai ini hasilnya belum terlalu terlihat sih. Pori-pori masih biasa begitu saja walaupun memang saya menyadari kalau komedo di sekitar dagu saya mulai berkurang. Iya, saya punya masalah komedo di dagu (alih-alih di hidung). Gak ngerti juga kenapa bisa begitu wqwq.

Saya pakai ini tiap malam saja dan hasilnya juga cukup memuaskan. Oiya, kadang saya juga pakai ini di sekitar perut dan paha untuk menghilangkan stretch mark. Yang Rice bran juga gitu sih, kadang saya pakai di perut serta kaki juga dan begitu bangun di pagi hari, kulit kaki sudah lembab bahkan kadang saya gak perlu tambahan pakai body butter lagi.

Jadi kesimpulannya apakah saya suka dengan produk ini? Jawabannya adalah iya!

Ini sudah hampir dua bulan produknya belum habis juga. Saya ada rencana untuk mencoba minyak yang lain (Almond & Avocado oil) serta Bentonite clay mask-nya. Kalau dari tiga produk pertama yang saya review disini sih saya paling suka yang rice bran oil. Soalnya setiap selesai pakai wajah jadi segar dan super kenyal banget gitu. Nanti kalau sudah saya coba yang lain review-nya akan saya tambahkan lagi.

Bila kamu tertarik dengan produk yang saya review di atas, kamu bisa langsung beli di tokopedia atau shopee dari akun official haple. Ketik saja HAPLE di kolom pencariannya.  Mereka menjual produk itu dalam bentuk satuan atau dalam bentuk paket dengan harga yang lebih murah. Bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu.

Atau kalau kamu bingung dengan tipe kulit/bingung mau beli yang varian apa, bisa hubungi customer service mereka di line @haple (pakai @). Lebih lengkap cek instagram mereka saja ya!

Dari beberapa produk natural buatan lokal atau luar yang saya temukan, sejauh ini Haple adalah produk yang paling terjangkau tapi kualitasnya juga gak bohong. Kalau beberapa produk lain itu biasa jual 80-150ribu untuk produk dengan total 30-50ml. Jadi kalau kamu pelajar tapi tertarik menggunakan produk natural untuk wajah kamu, Haple sangat cocok untuk dicoba.

Haaaahh, seneng banget tahun ini saya banyak menemukan produk kecantikan buatan lokal dengan harga terjangkau dan cocok sama kulit saya hhe. Semoga beberapa produk yang pernah saya review cocok untuk kamu juga ya!

Sampai ketemu di review lainnya!

 

 

Advertisements

[Product Review] Katering Salad Enak di se.rasa Jakarta

Jadi beberapa minggu yang lalu saya mencoba untuk langganan katering makan siang salad sayuran di sebuah katering lokal Bandung yang kebetulan membuka cabang di Blok M, Jakarta bernama se.rasa.

Saya tau katering ini secara tidak sengaja saat sedang menjelajah toko-toko yang menjual berbagai macam bahan organik di instagram. Dan karena harga langganan kateringnya cukup ramah di kantong yaitu Rp200.000,-/5 hari (belum termasuk ongkos kirim), saya pun iseng mencoba langganan satu minggu. Kebetulan menu yang saat itu tersedia adalah menu katering yang ini.

(klik pada gambar untuk memperbesar)

Pemesanan dan pembayaran dilakukan sebelum H-1. Karena dikirim ke kantor saya, jadi total yang harus saya bayar kira-kira Rp280.000,-. Oiya, kita bisa memilih waktu pengiriman makanannya apakah mau dikirim seminggu tiga kali atau seminggu dua kali. Saya memilih seminggu dua kali yaitu pada hari Senin dan Rabu.

Hari 1.

Green Fiesta Salad.

DSC_0107

Salad yang datang ada dua ya, menu untuk hari Senin dan Selasa. Produk dikemas dalam kotak makan plastik yang cukup kokoh. Ada tulisan nama salad-nya juga di luar kemasan. Sayang tidak ada penjelasan komposisinya.

Kalau berdasarkan pamflet, menu Green Fiesta Salad ini terdiri dari Romaine lettuce, champignon, mushroom, corn, broccoli and potato with pesto dressing. Oiya, kateringnya datang sebelum pukul dua belas siang diantar pakai salah satu ojek online. Ntap.

DSC_0110DSC_0114

Saya tidak tau kapan terakhir kalinya makan sayur, nah pas makan salad ini saya benar-benar super beringas xD

Brokolinya enak bangeeeett. Rasanya manis gitu. Dan pas dituang ke bumbu dressing-nya pun juga segar. Sebelumnya saya sudah pernah makan brokoli juga, tapi brokoli ini super enak banget. Rasanya manis, segar dan gurih.

Saya makan sampai habis tak tersisa dan rasanya super kenyang. Kalau gak salah, saya gak makan malam lagi karena rasanya masih kenyang. Dan tumben gak tertarik buat ngemil yang macam-macam juga. Mantap!

Hari 2.

Tartar Salad.

DSC_0118

Karena kebetulan saya tidak berangkat kerja, jadi saya makan ini di rumah. Sebelumnya saya menyimpan produk ini dalam kulkas. Dan pas dimakan rasanya sungguh segar. Saya bahkan bisa mendengar suara ”kriuk kriuk” pas gigit seladanya hhh.

Tartar salad ini terdiri dari mix lettuce, endive, cucumber, mix bellpepper with tomato, watermelon and tartar dressing. Setelah makan salad kedua ini, saya jadi dapat sedikit pengetahuan kalau sepertinya dressing saladnya itu ada dua jenis. Yang berbahan dasar oil dan cream. Yang menu hari senin kemarin dressing-nya agak berminyak dan yang hari selasa ini agak krim dan terasa asam sedikit mirip yogurt. Saya kurang ngerti tentang jenis-jenis makanan, tapi menu hari selasa ini enak banget. Bikin nambah energi dan bersemangat perpaduan dari rasa gurih dan manis dari salad serta asam dari dressing-nya.

DSC_0128

Hasil akhir kotak makan katering hari pertama dan kedua. Nyaris bersih tak tersisa, bahkan rasanya pengen tak jilatin kotak makannya saking super-enaknya xD

Hari 3.

Caesar Salad.

DSC_0133

Menu hari ketiga dressing-nya berbahan cream. Komposisi produknya terdiri dari lettuce head, romaine lettuce, shredded carrotat, toasted croitons, cheese, with caesar dressing. Satu yang saya rasakan setelah makan ini: seret. Gak tau kenapa pas selesai makan malah bikin haus wqwq. Tapi wortel dan tomatnya segarr.

Hari 4.

Salad Roll.

DSC_0139

Seperti namanya, salad kali ini berbentuk roll seperti sushi. Komposisinya terdiri dari Bell pepper, kyuri (gatau apaan dan yg mana), red cabbage, carrot with Japanese seaweed dressing. Porsi roll-nya lumayan besar dan gak bisa ditelan dalam sekali gigit. Dan karena hal itu pas makan ini lumayan berantakan karena saya susah gigitnya.

Satu porsi ini ada sepuluh roll dengan ukuran berbeda tapi kebanyakan ukurannya besar. Kekurangan dari menu ini cuma satu, dressing-nya terlalu sedikit. Tapi dimakan tanpa dressing pun tetap enak sih. Rasanya manis dan segar.

Hari 5.

Edamame Salad.

DSC_0148

Menu ini terdiri dari Lettuce head, romaide, red cabbage, cherry tomato, edamame, zucchini, corn with mexican dressing. Saya makan ini pas udah agak siang banget dan beberapa sayuran sudah ada yang menguning. Tapi rasanya masih enak. Yang paling saya suka baby tomato-nya. Enak. Kacang edamamenya sendiri saya malah kurang suka.

Dan selesai!

Menu katering lima harinya sudah selesai dan saya cukup puas dengan menunya.

Kalau ditanya menu favorit saya mungkin yang jadi nomor satu itu menu hari ketiga, Caesar Salad. Rasanya enak, segar dan mengenyangkan walaupun akhirnya bikin seret. Saya juga lebih suka dressing yang berbahan dasar krim daripada oil. Soalnya kalau dressing oil ini pas selesai makan meninggalkan bekas minyak di bibir yang kurang enak.

Kelebihan produk ini apa ya, hmm, mungkin dari segi kualitas sayurannya kali ya. Sayurannya segar dan gak ada yang layu semua ini bisa dikatakan nilai +++++ banget. Saya jadi ingat waktu makan brokoli di hari pertama. Rasanya super manis dan empuk banget. Top lah.

Saya tertarik untuk langganan katering lagi tapi mungkin bulan depan sambil lihat-lihat menu yang lain hehe. Untuk hasil ke tubuh saya sendiri, seingat saya buang air besar saya jadi lancar dan saya jadi lama kenyangnya. Gak tertarik untuk ngemil-ngemil atau jajan gitu. Ini merupakan nilai positif banget buat saya soalnya saya suka banget ngemil kacang atau biskuit kalau lagi bengong (yang bikin kantong jadi jebol karena jajan-jajan terus).

Oiya, serasa ini tidak hanya menjual katering salad tetapi juga menjual dressing dalam kemasan jar (siapa tau kamu mau membuat salad sendiri di rumah). Mereka juga menjual smoothie bowl yang sayangnya baru tersedia di Bandung. Saya jadi penasaran mau mencoba semua!

Untuk yang tertarik lebih jauh tentang produk mereka, bisa kunjungi di akun instagram mereka disini.

Sampai jumpa di review berikutnya dan terima kasih untuk se.rasa Jakarta yang sudah menunjukkan enaknya makan sayur!

[Product Review] AIKU Camera, Rearca Camera, SNAPKIK Camera, Feelm Classic and GudakCAM A Disposable Camera For Your Phone!

Beberapa waktu lalu saya iseng melihat sebuah tagar di instagram dengan nama #gudak. Hasil yang muncul adalah beberapa foto yang sebagian besar di unggah oleh pengguna instagram dari negeri Korea dengan filter cukup menarik seperti diambil pakai kamera analog dan terlihat sangat aesthetic (kalau kata anak-anak zaman sekarang).

hasil pencarian #gudak di instagram

Karena penasaran dan cukup terpesona dengan filter yang dihasilkan oleh ”sesuatu” yang bernama gudak ini, akhirnya saya mencoba cari di google dan menemukan hasil bahwa ternyata Gudak adalah sebuah aplikasi buatan Korea yang mirip disposable camera analog tapi menggunakan kamera handphone dan sayangnya baru tersedia untuk pengguna non android saja (iOS). (sampai dengan saat ini 03/10/2017. Katanya sih akan dibuat untuk versi android juga tapi belum pasti kapan).

IMG_20171003_121156

Disposable camera sendiri adalah kamera analog sekali pakai yang biasanya berisi 27 atau 39 film. Hanya bisa dipakai sekali saja. Jadi ketika kita mau develop filmnya ya kameranya langsung dibuang. Tidak bisa di isi ulang. Di luar negeri sendiri kalau tidak salah cukup populer dan dijual cukup terjangkau untuk orang-orang yang ingin menggunakan kamera analog tapi tidak punya kameranya.

Nah karena saya bukan pengguna iOS, tentu saja saya sempat kecewa. Tapi saya tetap iseng mencari tahu tentang Gudak ini karena sepertinya menarik. Belakangan ini saya melihat bahwa banyak sekali brand yang membuat campaign ”nostalgia” tentang masa lalu atau rebranding produk yang dulunya laris namun sekarang sudah agak terlupakan dan terbukti memang lumayan sukses. Beberapa contoh yang saya ingat itu ada dari produk Indomie, produk makanan yang mengeluarkan packaging edisi Jadul.

Saya sendiri tidak membeli produk itu karena rasa produknya menurut saya sama saja hanya kemasannya saja yang vintage dan bonus totebag-nya sendiri menurut saya kualitasnya jelek. Tapi hampir seluruh keluarga besar saya beli hhh. Jadi ya begitulah. Saya sendiri juga heran sih, kenapa ya kita suka sama hal-hal berbau vintage tapi kalau ada yang mengungkit kesalahan atau hal-hal konyol yang kita lakukan di masa lalu kitanya malah marah(?) xD

Balik lagi ke Gudak, menurut website resmi Gudak, mereka membuat aplikasi ini berdasarkan filosofi sebagai berikut;

IMG_20171003_124905

Dan jujur saya sangat suka dan setuju banget sama filosofi ini!

Di zaman digital ini pasti bukan cuma saya saja deh yang kalau memotret sesuatu, gak cukup sekali tapi harus berkali-kali. Iya gak? Atau mungkin ada juga yang udah memotret sesuatu sampai puluhan kali eh pas dilihat hasilnya jelek trus ulang lagi ambil puluhan foto, gitu terus sampai capek xD. Bukan hanya saya saja kan yang begitu?

Nah, keberadaan Gudak ini semacam membuat kita kembali pada masa dulu saat kita menggunakan kamera film dan membuat kita tidak bisa melihat langsung hasilnya karena harus menunggu sampai roll filmnya habis dulu. Persis seperti filosofi Gudak lanjutannya,

IMG_20171003_124914

Previews kills the momment.

Itu bener banget!

Dengan kembali ke era roll film seperti ini, kita jadi belajar sabar dan bisa terlatih untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan memotret objek yang benar-benar penting saja buat kita.

Nah, kalau pada roll film analog itu ada 36 film dan pada disposable camera asli ada 27 dan 39 film, kalau dari aplikasi Gudak ini hanya ada 24 film/roll. Selain itu, kalau kita mau mendapatkan filter agak kehijauan atau kuning kan biasanya kita pakai roll film kodak Colorplus atau Fujicolor200. Nah kalau aplikasi ini tidak. Dalam 1 roll film ini dia punya banyak filter berbeda yang langsung terproses secara acak dan bisa menghasilkan banyak filter dalam satu roll. Misalnya bisa saja foto pertama kamu mood fotonya berwarna kehijauan seperti efek foto pakai Fujicolor200 lalu foto kedua agak kuning seperti pakai kodak Colorplus. Menurut saya ini cukup menarik karena kamu tidak akan pernah tau ”filter” seperti apa yang akan kamu dapatkan dari setiap foto yang kamu ambil.

Nah, kalau cuci cetak foto pakai kamera analog (untuk saat ini) kan biasanya selesai dalam waktu seminggu (biasanya kalau kita cetak di develop scan yang ada di Bandung atau di STC Senayan). Kalau aplikasi Gudak ini memakan waktu 3 hari untuk memproses foto-foto yang sudah kita ambil.

IMG_20171003_124855

Menurut saya ini juga cukup menarik. Saya jadi ingat pas cetak foto analog pertama saya dulu perlu waktu seminggu dan degdegannya bukan main. Senengnya juga makin-makin pas fotonya sudah selesai di scan dan masuk ke inbox email saya, ya walaupun hasilnya pada goyang semua xD. Dan dengan rentang waktu 3 hari yang diberikan Gudak ini menurut saya cukup pas sih. Tidak terlalu lama ataupun sebentar.

Yang menarik, pas saya iseng cari di twitter ternyata banyak yang komplain soal ini xD

Ada banyak hal yang menggelitik benak saya pas baca ini. Pertama, orang-orang yang membuat status atau berkomentar itu sudah pasti bukan generasi yang besar dan pernah merasakan kamera analog. Karena dulu nunggu film kamera analog selesai di scan saja lama. Kedua, orang yang membuat status itu sudah pasti masih berusia 20 tahun ke bawah. Generasi tidak sabaran, maunya instant dan penasaran hanya mau mengikuti tren. Ketiga, mereka pasti bukan generasi yang ”live the moment”. Dan terakhir, mereka pasti juga nggak mengecek web resminya Gudak untuk membaca tentang apa itu Gudak dan filosofi produk mereka hhhh.

Ya sebenarnya tidak masalah juga sih. Saya sendiri mencoba aplikasi ini karena penasaran juga. Tapi setidaknya saya kan sudah ”mempelajari” dulu filosofi dan makna dari aplikasi ini. Dari beberapa pencarian yang saya temukan di twitter juga memberikan hasil yang menarik. Seperti misal ada yang kecewa dengan aplikasi ini dan memilih untuk refund pembelian karena katanya tidak bisa memilih filter. HHHH susye emang bocah-bocah wqwq. Saya cukup senang sih mengamati tren ini, jadi belajar banyak hal juga. Dan soal ”trik cepetin tanggal” ini juga menarik. Kalau tanggalnya dicepetin biar bisa lihat hasilnya lebih cepat, trus gak ada bedanya kayak aplikasi foto biasa dong(?)

Naah, karena Gudak ini khusus untuk pengguna iOS saja, untuk yang penasaran silahkan coba cari di App Store. Kalau tidak salah aplikasi ini dijual seharga Rp15.000,- (belum termasuk pajak). Selain Gudak, kemarin saya juga iseng mencari di kolom pencarian twitter dan menemukan ada aplikasi yang mirip-mirip yang dibagi oleh salah satu pengguna twitter, Huji Cam dan Dispokam. Silahkan cari bila tertarik dan untuk pengguna iOS~

IMG_20171003_123036

***

Untuk pengguna Android, jangan khawatir. Aplikasi yang nyaris sama dengan Gudak ini juga ada meskipun tentu saja memiliki perbedaan. Ada 2 aplikasi yang saya temukan yaitu Feelm Classic dan SNAPKIK.

IMG_20171003_121516

Feelm Classic ini sayangnya berbayar ya. Harganya Rp18.000,- belum termasuk pajak. Waktu iseng cari di twitter, ternyata ada yang punya link download gratis untuk aplikasi ini. Saya sempat download dan ternyata aplikasinya beda sama yang berbayar. Aplikasi gratisnya cuma punya 5/6 filter gitu (saya lupa tepatnya) dan yang berbayar punya 12 filter.

12 filter dari aplikasi Feelm

Aplikasi Feelm ini mungkin lebih tepat disebut sebagai aplikasi penambah filter seperti film analog saja kali ya. Soalnya fiturnya ya cuma gitu. Begitu buka aplikasi langsung ke layar kamera. Kita tinggal pilih filter trus klik foto. Foto otomatis tersimpan dan tidak perlu menunggu 3 hari untuk develop. Ada pilihan editnya juga bila kita mau edit foto yang sudah kita punya tapi mau kita beri efek mirip film analog.

Ini ada beberapa foto yang saya sudah pernah saya shoot. Yang foto keyboard itu saya ambil pakai kamera biasa lalu di edit pakai filter feelm.

201709291709542017093014275220171002171337Screenshot_2017-10-03-12-14-13-141

Hasilnya sendiri menurut saya lumayan apik sih. Agak mirip kalau kita shoot pakai film Kodak Colorplus yang sudah expired. Oiya, di kolom pencarian twitter saya sempat menemukan beberapa twit yang komplain katanya Feelm kurang bagus kalau di tempat gelap dan saya cukup setuju. Tapi saya kira memang ya begitu dari sananya. Soalnya kan memang meniru filter dari film kamera analog asli.

Lalu, kita pindah ke SNAPKIK.

Screenshot_2017-10-04-15-58-24-227

SNAPKIK ini menurut saya memiliki kemiripan 80% seperti Gudak. Dari tampilan aplikasinya saja sudah mirip dan cara kerjanya juga sama. Bedanya, kalau Gudak butuh waktu 3 hari untuk develop film, SNAPKIK cuma butuh sehari saja.

Satu roll film ini berisi 24 film dan viewfinder kameranya cuma kotak kecil seperti yang terlihat pada gambar itu saja. Waktu pertama kali coba, saya langsung arahin layar hp ke muka lho refleks kayak mau pakai kamera analog beneran wqwq. Kekurangan aplikasi ini cuma satu, gak ada fitur zoom seperti di kamera analog beneran hhe.

Ini contoh ketika saya foto dan jumlah film di kameranya berkurang, bisa lihat di bagian yang saya lingkari tadinya ada 24 jadi 23 ketika saya memotret keyboard komputer.

Screenshot_2017-10-04-15-58-58-463Screenshot_2017-10-04-15-58-38-645

Nah, kalau 24 roll film kamu sudah habis, kamu tinggal menekan tombol hijau itu untuk melanjutkan ke proses developing yang memakan waktu 24jam. Setelah kamu tekan tombol hijau itu, kamu bisa menunggu sekitar 1 jam dan nanti kamu akan dapat roll film baru secara otomatis dan bisa foto-foto lagi tanpa menunggu proses developnya selesai!

Saya lupa screenshoot pas proses develop-nya. Tapi yang jelas ada penghitung mundurnya gitu dan pas sudah tepat 24 jam, handphone akan bergetar tanda proses develop sudah selesai. Dan inilah contoh ketika film pertama saya sudah selesai.

Kita bisa memberikan judul untuk roll film tersebut. Disitu saya pakai judul Jakarta 1. Oiya, kalau kita tidak suka dengan filter acak yang sudah dipilihkan dan dibuat oleh SNAPKIK ini, kita bisa memilih fitur acak yang terdapat di pojok dekat tombol share.

Kita bisa memilih tukar-tukar filter atau membuat filternya sama untuk semua foto. Fitur ini bisa kita dapatkan 7 hari pertama setelah film selesai di develop. Kalau sudah lewat 7 hari filternya sudah tidak bisa lagi diubah.

Ini beberapa foto yang menjadi kesukaan saya yang diambil menggunakan SNAPKIK,

IMG_20171003_072004631IMG_20171003_071242288IMG_20171003_064507080

SUKA BANGEEEET, asli menangis pas lihatnya hh. Perasaan yang saya rasakan pas nunggu scan ini selesai sama persis kayak pas nerima scan analog pertama saya dulu huhu.

Aplikasi ini berbayar sebesar Rp12.000 (belum termasuk pajak) di play store yang sayangnya, kemarin malam aplikasi ini dicabut dari playstore karena banyak komplain dan review kalau katanya aplikasinya jelek.

IMG_20171003_132047

Tapi gatau kenapa di handphone saya aplikasinya gak rusak atau hilang wqwq. Jadi ya saya cukup beruntung dan sayang sekali buat yang mau coba aplikasi ini gak bisa hhh.

Jadi, sampai sini kira-kira sudah dapat gambaran sedikit ya tentang apa itu Gudak dan disposable camera dan kenapa kita harus menunggu 3 hari? hhe

Secara keseluruhan saya cukup suka kedua aplikasi yang saya punya tersebut, Feelm Classic dan SNAPKIK. Gak nyesel belinya. Dan soal Gudak, well kita tunggu saja sampai rilis di android ya!

Review akan saya perbaharui kalau ada info terbaru atau alternatif aplikasi serupa.

Sampai bertemu di review lainnya!

***

UPDATE

Beberapa waktu lalu, JP Brothers. INC yang merupakan developer dari SNAPKIK sudah membuat aplikasi baru pengganti SNAPKIK. Jadi kan SNAPKIK resminya dulu sempat ditarik dari playstore, nah sekarang muncul lagi tapi dengan branding dan nama baru yaitu AIKU Camera.

Screenshot_2017-10-26-12-44-15-043

Pemberitahuan dari developer.

Kalau kamu sudah punya aplikasi SNAPKIK, saran saya kamu hapus atau uninstall aplikasi tersebut. Kalau tidak, aplikasi memang otomatis upgrade ke AIKU, tapi tidak akan bisa dipakai karena AIKU itu aplikasi berbayar sementara aplikasi SNAPKIK punya kamu pasti dapat gratisan dari link freeapk dan itu sudah tidak tersedia lagi.

AIKU camera sendiri dijual seharga Rp24.000. Dari deskripsi produknya sendiri sepertinya menarik. Kita bisa pilih skin kamera dan bisa pilih film analognya!

Setelah install, saya langsung buka aplikasinya untuk lihat-lihat. Begitu buka, kita diminta untuk memilih body skin kamera. Ada 4 warna yang tersedia dan ini sama sekali gak ngaruh ke performa foto ya. Ini cuma buat interface aja terserah kita mau pakai warna apa hehe. Saya pilih yang warna putih.

Setelah selesai memilih kamera dan siap untuk foto, kita diminta untuk memilih film! Ini yang membedakan dengan SNAPKIK. Kalau SNAPKIK, filter film dalam satu roll-nya itu ada banyak dan dipilihkan secara acak. Trus dia lebih seperti disposable camera. Kalau AIKU bisa pilih filter filmnya sendiri. Persis kayak kamera analog!

Ketuk body storage untuk pilih film. Seruu kayak kamera analog beneraan xD

Empat jenis film yang tersedia, Classic (mirip film kodak colorplus 200), Vivid (mirip film hillvale sunny 16), Black (B&W filter), Basic (mirip film Fujicolor 200). Satu roll ada 24 frame foto dan yang menarik, kalau sudah selesai tidak perlu menunggu 1 hari. Cuma butuh waktu 3 menit aja film kita selesai develop dan bisa dilihat!

proses develop

Nah, karena tidak perlu menunggu sehari, saya lalu menghabiskan 24 film untuk memotret asal di sekitar meja saya untuk melihat hasil dari 4 film yang tersedia.

Dan inilah hasil dari beberapa film tersebut. Tiap film saya ambil 2 hasil ya.

classic

vivid

B&W

Basic

Secara keseluruhan saya lebih suka yang B&W dan vivid sih. Tapi gatau ya kalau di outdoor. Nanti saya coba untuk foto di outdoor dan akan saya update disini deh.

Nah, kalau ditanya saya lebih suka mana, tentu saja saya lebih suka yang AIKU camera ini. Gak perlu nunggu sehari! Ada filter B&W nya! Tapi sayang fitur zoomnya belum tersedia hhh. Oiya, AIKU camera ini memiliki lensa 60mm lho, gak ngerti juga sih maksudnya apa. Kalau di kamera analog kan 35mm, AIKU camera 60mm ni berarti lebih bagus atau gimana(?) (gak ngerti kamera wqwq)

Screenshot_2017-10-27-10-10-49-086

Dari tampilan juga saya lebih suka AIKU, efek load filmnya persis kayak kamera analog banget, luvv

Screenshot_2017-10-27-10-10-12-133Screenshot_2017-10-27-07-51-03-107

AIKU vs SNAPKIK

Oiya, di AIKU ini juga ada fitur date stamp dan geo-tagg location tapi kebetulan tidak saya aktifkan.

NAAAAH,

Sampai disini jadi sudah cukup jelas ya kira-kira?

Saat tulisan ini saya update (27/10/2017), aplikasi SNAPKIK sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah 100% ditarik oleh JP Brothers digantikan dengan aplkasi AIKU. Kalau kamu masih punya aplikasi SNAPKIK, dan sudah ke-update terganti oleh AIKU tapi tidak bisa di akses dan buka, segera uninstall dan beli aplikasinya secara legal dari playstore. Untuk saat ini sih belum ada mirror/freeapk-nya. Gak tau bakal ada juga atau nggak hehe.

Lalu untuk yang bertanya GUDAK versi Android, saat tulisan ini saya update juga belum tersedia ya, saya sudah pernah bantu tanya kirim via email sih katanya akhir tahun ini. Tapi kurang jelas juga. Tapi menurut saya lebih cakep AIKU ini sih, suka bangeeet<3

Semoga review saya bisa membantu ya, sampai bertemu di review lain dan kalau ada update akan saya tambahkan!

***

UPDATE

Beberapa waktu lalu, JP. Brothers INC melakukan pembaharuan aplikasi lagi. Jadi kan saya punya kebiasaan begitu sampai kantor langsung update semua aplikasi di google play, nah pas selesai update, saya kaget kok ada aplikasi baru Rearca Pro. Pas saya buka, ternyata itu AIKU. Jadi dari aplikasi SNAPKIK berubah jadi AIKU dan berubah lagi menjadi Rearca. 

Saya gak ngerti ya berubahnya kenapa. Tapi yang jelas jadi berubah nama dan muncul 2 aplikasi. Rearca biasa dan Rearca Pro. Yang Pro ini berbayar seharga Rp24.000,- Kalau kamu sudah beli waktu masih jadi AIKU, kamu gak perlu beli lagi.Screenshot_2017-11-06-07-41-34-270

Bedanya antara Rearca biasa dan Pro apa?

Rearca biasa hanya punya 2 efek film dan ada watermark di foto yang sudah dihasilkan. Sementara yang Rearca Pro gak punya watermark dan punya 4 efek film (efeknya masih sama kayak di AIKU kemarin).

Ini 2 efek film yang dimiliki Rearca biasa dan hasil filmnya.

Screenshot_2017-11-06-08-13-24-571

IMG_20171104_145831427

di potret menggunakan aplikasi Rearca Pro

IMG_20171106_081356165

di potret menggunakan aplikasi Rearca biasa

Apakah cuma itu kelebihan dari Rearca?

Tidak!

Di aplikasi Rearca ini sudah bisa pakai kamera depan!

Kan sebelumnya cuma kamera belakang aja persis kayak kamera analog gitu. Nah, sekarang sudah bisa pakai kamera depan (jadi bisa buat selfie) trus ada fitur timer dan memperbesar viewvinder.

Caranya gimana? caranya kamu ketuk di bagian viewvindernya lalu tampilannya berubah seperti ini.

screenshot_2017-11-06-07-40-18-664.jpeg

ketuk viewvinder, kotak layar kecil di atas

Screenshot_2017-11-06-07-40-25-220

tampilan langsung seperti ini. ada mode timer 3 detik dan mode ubah kamera depan

Screenshot_2017-11-06-07-41-15-753

bisa pakai kamera depan~

Fitur zoomnya gimana? sayang sekali fitur zoom belum tersedia T_T. Tapi gapapalah ya, viewvinder jadi besar dan bisa selfie kamera depan juga sudah senang hehehe.

Jadi kalau ada yang bertanya, sekarang SNAPKIK kemana? AIKU kemana? jawabannya aplikasinya sudah berubah nama menjadi Rearca. Menurut saya lebih baik beli Rearca Pro sih. Soalnya gak ada watermark, dan efek filmnya lebih banyak hehe. Mendukung developernya juga kan biar bisa mengembangkan aplikasinya lebih bagus.

Dan oh, untuk yang bertanya apakah sekarang Gudak sudah tersedia di android maka jawabannya adalah belum. (sampai update saya buat, 07/11/2017). Di google play store memang kalau kita search gudak akan muncul aplikasi mirip. TAPI ITU TIDAK RESMI DARI DEVELOPER GUDAK IOS, SCREWBAR. Jadi mohon bersabar saja ya sampai Gudak rilis di android^^

Sampai ketemu di update selanjutnya!