Movie

Buku, Film dan Twitter

Semenjak lulus sekolah dan menunda melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, saya akhirnya mulai merasakan dunia kerja di sebuah restoran kecil di pinggir laut utara Jakarta. Tidak berlangsung lama sih, hanya beberapa minggu karena kemudian saya mendapatkan pekerjaan lain.

Pekerjaannya bukan saya banget. Saat sekolah dulu, saya pernah punya keinginan bila seandainya harus bekerja, saya mau punya pekerjaan yang mengharuskan saya banyak bergerak dan bertemu banyak orang; 2 hal yang sangat saya sukai.

Sementara pekerjaan yang saya dapatkan adalah asisten seorang dokter kulit. Enak sih, jalan-jalan terus ke tempat pasien. Tapi entah mengapa saya kurang sreg. Dan pekerjaan ini tidak bertahan lama.Saya kemudian di rekomendasikan ke teman dokter tersebut untuk bekerja menjadi seorang customer service sebuah perusahaan kecil karena pekerjaan saya cukup baik. Saya bekerja disini sampai 1 tahun lebih sedikit.

Saya kemudian di rekomendasikan ke teman dokter tersebut untuk bekerja menjadi seorang customer service sebuah perusahaan kecil karena pekerjaan saya cukup baik. Saya bekerja disini sampai 1 tahun lebih sedikit.

Karena perusahaan tempat saya bekerja cukup kecil dan tidak banyak customer yang datang, saya memiliki cukup banyak waktu luang. Bersyukur saya mengenal internet. Pada saat itu, waktu luang di kala kerja banyak saya habiskan dengan berselancar di dunia maya terutama untuk main twitter.

Sejak lulus sekolah, selain menunda melanjutkan pendidikan saya juga merombak habis citra diri saya di dunia maya. Saya menghapus pertemanan dengan beberapa teman sekolah di berbagai sosial media; twitter, facebook, instagram. Saya mulai mencari ”teman” baru dari twitter. Teman yang benar-benar tidak saya ketahui bagaimana rupa aslinya atau bahkan lokasi tinggalnya di peta.

Apa ya, semacam ingin mengenal dunia baru saja sih. Kalau seharusnya saya kuliah kan saya akan mendapat teman baru (secara nyata). Nah karena saya menunda kuliah dan kebetulan di lingkungan kerja saya tidak ada partner lain sehingga saya tidak memiliki teman, maka saya memutuskan mencari teman baru dari dunia maya.

Dan berhasil.

Saya lupa bagaimana ceritanya tapi yang jelas saya sempat bergabung ke beberapa circle geng tubir (tubir=ribut) yang ”cukup” terkenal di twitter. Saya kenal dengan beberapa pengguna akun twitter, kerap bercengkrama dan bertemu juga melalui komunitas Commutrip, komunitas yang hobinya jalan-jalan naik commuter line di Jabodetabek juga beberapa komunitas organisasi dan volunteer lain.

Lalu pada suatu ketika, saya mengenal seorang lawan jenis yang cukup menarik dan kami sempat dekat (silahkan artikan sendiri). Kami dekat, dekat, dekat lalu kami memiliki suatu kebiasaan kecil berkirim paket tiap bulan. Lokasi tinggal kami berjauhan dan kami suka saling berkirim paket yang isinya pinjaman buku / makanan ringan buatan sendiri atau flash drive yang isinya film.

Sejak kecil saya paling susah menonton film. Mata saya termasuk tidak cukup kuat menatap layar terlalu lama. Kalau dipaksakan, pasti saya akan ketiduran. Ini tidak hanya terjadi pada layar televisi tetapi juga dengan layar bioskop. Makanya selama saya pacaran beberapa kali, bisa dihitung dengan 10 jari berapa kali saya kencan ke bioskop xD.

Sejak dekat dengan seseorang ini, saya di perkenalkan dengan dunia film. Saya ingat waktu pertama kali beliau mengirimkan flashdrive berisi beberapa film dan sebuah surat. Dalam surat itu, kalau tidak salah ia menulis sebuah kutipan yang kira-kira seperti ini,

Dengan menonton satu film sehari, maka kita tidak lagi membutuhkan dokter.

Kurang ingat bagaimana pastinya tapi kira-kira begitu (suratnya masih saya simpan tapi malas tak bongkar di tumpukan file). Beberapa inti lain dari surat itu kalau tidak salah adalah, 1). Dengan menonton film, kita bisa jadi belajar tentang ”hidup” orang lain. 2). Menonton film dengan tema berbeda tiap harinya bisa membuat kita lebih bahagia.

Ya kira-kira seperti itulah, hh..

Beberapa film pertama yang ia kirimkan pada hari itu diantaranya adalah Taiyou no Uta (2006), Densha Otoko the Movie (2005), Koizora (2007) dan Collage of Our Life (2003). Ya, saya diberi film-film Jepang karena memang saya pernah bilang kalau saya tidak bisa menikmati ”gaya” film amerika.

Itu adalah kali pertama saya menonton film Jepang dan saya langsung suka. Dan kami jadi semakin sering berkirim paket. Kadang dalam sebulan bisa saling berkirim 2x kadang hanya sekali. Karena koleksi buku saya banyak, biasanya saya berkirim buku dan beliau yang mengirim film.

Tidak hanya film, saya juga sempat dikenalkan dengan seri drama Jepang. Beberapa seri drama awal perkenalan dan memiliki kesan menyenangkan bagi saya di antaranya, Rich Man Poor Woman (2013), Gokusen (2002), Hana Kimi (2007), Brother Beat (2005) dan Hotaru no Hikari (2007).

Yang menarik, beberapa film dan seri drama yang saya sebutkan di atas itu pilihan dari beliau. Bukan dari saya. Dan entah mengapa, setiap film dan serial drama yang dikirimkan selalu ”pas” dengan kondisi terakhir hidup saya gitu wqwq (cocoklogi). Biasanya kalau selesai nonton, saya dan beliau akan membahasnya entah itu melalui chat atau telepon berjam-jam.

Tapi dari semua itu, ada 2 film yang benar-benar membekas dalam benak saya yang menyangkut hidup dan hubungan kami berdua juga. Eat Sleep Die (2012) dan Solanin (2010).

Film pertama saya tonton ketika saya resign dari pekerjaan customer service dengan alasan ingin melanjutkan kuliah tapi ternyata saya malah main-main. Saya ingat, waktu menonton film itu saya menangis ra karuan karena saya juga sedang mengalami kebingungan seperti tokoh dalam film tersebut karena tidak memiliki kepastian pekerjaan dan masa depan.

Sementara film kedua, Solanin, saya menontonnya bersama beliau. Tidak, kami menonton di rumah masing-masing. Cuma nontonnya barengan gitu. Saat menonton film itu kondisi kami berdua sebenarnya dalam keadaan sehabis berantem. Lalu saat sudah selesai menonton itu, saya nangis super kejer sampai beberapa jam. Tokoh Meiko sedikit mirip saya.

Kami berdua sempat berbicara di telepon setelah selesai menonton film Solanin. Curhat akan banyak hal termasuk membahas sedikit soal pertengkaran kecil diantara kami beberapa hari sebelumnya. Seperti halnya dalam film Solanin, kami berdua juga mengucapkan janji kecil-kecilan untuk tidak saling meninggalkan dan tetap bersama. (hadeeh), yang sayangnya beberapa bulan kemudian malah saya langgar dan menyebabkan kami berpisah.

Dan ya, begitulah. Kami berpisah. Kebiasaan mengirim film itu terhenti. Saya pun berhenti menonton film, melanjutkan hidup hingga akhirnya resmi menunda kuliah lagi dan mendapatkan pekerjaan baru.

***

Beberapa waktu setelah saya resmi berpisah dengan beliau ini, saya sempat menghindari twitter, tempat kami berdua saling mengenal. Tapi tidak bertahan lama soalnya saya berhasil menemukan hal lain dari twitter yang lebih menyenangkan.

Saya lalu mendalami beberapa ilmu menarik seputar dunia twitter (yang tentunya tidak perlu saya jabarkan disini). Saya sempat membuat beberapa grup ngobrol menarik yang kerap membahas rencana rencana-yang tentu saja, lagi-lagi tidak perlu saya jabarkan disini.

Saya juga kemudian bergabung dengan komunitas membaca buku, mengaktifkan akun Goodreads dan kembali giat membaca. Saya menyembuhkan patah hati dan mengobati kesedihan saya dengan banyak membaca dan bertemu orang baru. (beberapa buku menarik yang saya temukan ada di post ini)

Waktu terus berlalu, saya akhirnya mulai merasa sedikit bosan dengan ritme hidup yang gini-gini aja. Kerja-pulang kerja baca buku-tidur:diulang setiap hari. Pekerjaan baru saya adalah sosmed admin di sebuah perusahaan dan toko yang cukup besar di sebuah Spesialist Trade Mall di Barat Jakarta.

Produk yang disediakan toko saya ini cukup beragam mulai dari alat safety, alat perkebunan dan pertanian, tangga dan perkakas rumah tangga, alat listrik, alat kesehatan hingga AC serta timbangan yang dijual dalam partai besar. Selain menjual secara offline, toko tempat saya bekerja ini juga menjual secara online.

Jobdesc saya adalah menginput barang-barang yang dijual tersebut ke website resmi dan beberapa situs marketplace. Kadang saya juga membuat beberapa konten dan ikut langsung ke proyek untuk melihat dan meninjau pengajuan pembelian dari calon pembeli.

Sebenarnya pekerjaan ini cukup sulit dan sibuk, mengingat stok barang ada banyak dan terus berkurang serta bertambah tiap hari. Tapi meski sibuk, kadang saya punya beberapa waktu senggang yang kerap saya gunakan untuk twitteran hingga yang baru saya tekuni setahun terakhir yaitu mengunduh film.

Dulu kan waktu saya dekat dengan seseorang itu saya dikirimi film yang sudah dia unduh. Nah, suatu hari saya kepikiran kalau bisa dia unduh, berarti saya juga bisa dong? Trus saya cari deh ”unduh film Jepang” dari google dan muncul beberapa situs ternama dan klik klik klik, saya mulai mengunduh dan menonton film lagi.

Lalu entah bagaimana, kebiasaan menonton film ini kembali hidup dan menjadi sebuah aktivitas yang cukup penting dalam keseharian saya. Saya mengunduh dan menyimpan film itu di komputer kantor (huhu maaf pakai peralatan kantor seenaknya :'<) lalu film yang sudah saya unduh itu saya pindahkan ke handphone karena kebetulan saya tidak punya dan tidak bisa juga sih lama-lama menatap layar laptop.

Karena menonton dari hp, dalam sehari kadang saya bisa menonton sampai 5 film sekaligus. Biasanya saya nonton saat dalam perjalanan pulang-pergi kerja dan malam hari sebelum tidur. Begitu terus kebiasaan saya setiap hari.

Dan yah, pada post kali ini saya ingin membuat daftar 30 film favorit yang tanpa sadar mempengaruhi dan membentuk pola pikir hingga sekarang saat saya hampir memasuki usia 21 tahun. Tadinya saya mau membuat 21 film tapi sulit menentukan pilihan. Jadi saya genapkan menjadi 30 hehe.

Iya, beberapa hari lagi saya berusia 21 tahun. Hm, kalau saya jadi mahasiswi maka saya sudah di semester akhir ya….HHH tidak. Yang mau kita bahas sekarang film bukan galauin masa depan. Langsung saja, ini 30 film kesukaan saya.

Kebanyakan film Jepang/Asia karena saya belum tertarik menjelajah film dari benua lain. Kebanyakan film juga bergenre drama-family-friend-youth karena saya belum berani nonton film yang banyak darah atau film setan.

IniĀ 30 film tersebut di urutkan berdasarkan abjad, bukan rating atau urutan kesukaan.

17-06-14-12-42-50-004_deco17-06-14-12-44-19-258_deco17-06-16-15-02-22-970_deco

17-06-14-12-46-59-920_deco

  1. 0,5mm
  2. 10 Items or Less
  3. 5 to 7
  4. After The Storm
  5. A Letter to Momo
  6. A Story of Yonosuke
  7. Big Hero 6
  8. Castle In The Sky
  9. Chef
  10. Fallen Angel
  11. Hana-Bi
  12. Flying Colors
  13. Inside Out
  14. I Wish
  15. Kisaragi
  16. Monster University
  17. Oh Brother, Oh Sister!
  18. One Million Yen Girl
  19. Ponyo
  20. Solanin
  21. Sue, Mai, Sawa: Righting the Girl Ship
  22. Summer Wars
  23. Sunny
  24. Tampan Tailor
  25. The Secret Life of Walter Mitty
  26. Tokyo Oasis
  27. Wall – E
  28. Whisper of The Heart
  29. Wood Job
  30. Zootopia

Kalau diminta untuk membuat kesimpulan, maka yang bisa saya katakan adalah, kebanyakan film yang saya cantumkan di atas bertema family dan krisis pencarian jati diri. Lebih banyak sih yang seputar family complex: keluarga berantakan, orangtua bercerai, hubungan kakak adik, ketakutan akan masa depan dan hal-hal sejenis itu.

Saya tidak begitu paham banget soal sinematografi film. Biasa saya menonton dan mengunduh film karena siapa pemain dan sutradara, apa judulnya dan genrenya apa. Jarang saya menonton film lihat sinopsisnya dulu.

Ada beberapa film di atas yang saya sukai karena tidak sengaja mengunduh, ada juga yang rekomendasi dari teman. Intinya, kalau kamu bertanya ”Mai itu orang yang gimana sih?”. Mungkin jawabannya ada di 30 film itu. Atau mungkin kamu bertanya, ”keluarganya Mai itu kayak gimana sih? Mai mau punya hubungan di rumah tangga yang bagaimana sih?” dll, jawabannya ada di 30 film itu wqwq.

Kalau ditanya, saya tentu ingin memiliki akhir hidup yang menyenangkan seperti dalam kisah 30 film kesukaan tersebut. Tapi ah, hidup saya kan bukan film. Jadi yang bisa saya lakukan adalah tetap melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya. Semoga akhirnya baik sih, hehe

***

Lalu, kalau seandainya kamu bertanya berdasarkan apa saya memilih film-film tersebut, maka mungkin jawabannya seperti ini:

Semenjak saya tidak sekolah, saya seperti kehilangan jati diri. Di lingkungan kerja isinya orang yang lebih tua dari saya semua, tidak punya teman mengobrol dan saya terjebak dalam “rutinitas”. Tidak bisa ketemu banyak orang, jarang bicara dan terus menatap komputer dan lain sebagainya. Berselancar di internet memang menyenangkan, tapi saya tidak pernah bisa benar-benar menikmati dengan baik.

Badan rasanya ada yang “salah” kalau tidak berinteraksi dengan banyak manusia. Sebagai seorang extrovert dan ESFP sejati yang bisa stress kalau kebanyakan diam, bekerja di depan komputer sangat menyiksa saya.

Nah, kehadiran internet dan film mungkin bisa dikatakan adalah seorang “teman” pengganti yang baik. Twitter dan film menurut saya seperti sebuah “sekolah tidak resmi” bagi kehidupan saya setelah lulus. Dari twitter dan pengguna yang saya ikuti, saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang manusia. Mempelajari status yang kerap mereka unggah, trivia yang mereka ketahui bahkan sampai kisah sehari-hari dari kantor atau hubungan dengan kekasih.

Dari film, saya seperti belajar sebuah teori. Semacam mendengarkan guru yang sedang mengajarkan sesuatu. Yang menarik, saya bisa memilih mau belajar apa hari ini: alih-alih mengikuti “jadwal” belajar. Ya, memang apa yang saya dapatkan dari film tidak semuanya berguna sih. Soalnya kan tetap, yang terpenting adalah praktek (dan tentu saja tidak semua yang saya dapatkan dari film bisa saya praktekkan dalam kehidupan yang saya jalani saat ini).

Tetapi intinya, dari menonton banyak film dan berselancar di twitter, saya jadi merasa tidak terlalu kesepian banget. Saya juga berkesempatan ikut beberapa kegiatan relawan untuk charge energi extrovert saya (seperti volunteer mikoshi kemarin). Dan ya, begitulah hal-hal yang membentuk kepribadian saya 21 tahun terakhir.

***

Beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan buka bersama dengan teman-teman semasa sekolah. Obrolan yang terjadi tentu bisa ditebak, ada beberapa yang mulai membahas tugas akhir kuliah, ada juga sih yang sibuk membahas diskon pakaian anak. Jujur, saya agak merasa sedih.

Dulu saat sekolah saya cukup berprestasi, eh tapi malah menunda kuliah. Ya memang tidak ada yang salah sih. Hanya saja kalau habis menonton film yang endingnya bahagia gitu kadang saya suka kepikiran, mau sampai kapan “sampai kantor download sampai rumah nonton film terus?”. “Mau kerjaannya gini-gini doang duduk depan komputer?”. “Emangnya gak mau ketemu dengan banyak orang secara real dan bekerja dengan banyak gerak?”. Dan masih banyak pikiran-pikiran lain yang tidak ada habisnya membuat khawatir.

Tetapi, yah, begitulah. Keinginan untuk menjadi lebih baiknya sih ada. Tapi mungkin nanti aja.

Kapan?

Kapan-kapan.

Hhhhh šŸ˜„

Kalau mau jujur, 30 film yang saya pilih adalah film-film yang menggambarkan tentang, keluarga-pertemanan-percintaan-dan karir yang saya harapkan dan inginkan di masa depan. Kira-kira, ada gak ya, dari 30 film itu yang endingnya bisa terjadi sama saya di dunia nyata(?)

Hhaaaaaahhh, sisa beberapa hari lagi sebelum saya berusia 21.

Saya penasaran, kira-kira hal menarik macam apa ya yang menunggu di depan sana?

 

 

*Pada post ini saya ingin mengucapkan spesial terima kasih kepada Dony Iswara, pengguna twitter pertama yang mengikuti balik akun saya dan “tanpa disadari” memperkenalkan saya pada geng CPS, Commutrip, dll, dsb, dst.

***Juga pada -Jaeger Admin y?- yang memperkenalkan saya pada film, JKT48 dan dunia Jepang lebih luas. s(y)g.

***Pada Burhan, Paidi, Badrun! 3 tokoh fiktif twitter kesayangan. Terima kasih sudah mampir ke warkop ci mai<3

****Pada reixha, kaknash, bangsop, ranANNISrun, ghaida farisya, viviyona apriani, cindy yuvia. Teman curhat, oshi kesayangan dan senpai baik hati<3

*****Pada semua following twitter saya sejak 2014 baik yang sudah kopdar atau masih tidak diketahui bagaimana bentuk aslinya, kalian mewarnai masa pencarian jati diri saya, terima kasih!

Top 10 Fave Japan Actor

Setelah top Actress atau pemain film wanita, kali ini saya akan membuat daftar pemain pria film pria Jepang yang menjadi kesukaan saya. Ini bikin daftarnya lumayan sulit ya wqwq. Bingung milih siapa yang berada di urutan pertamanya hhe.

Oiya, saya menyukai aktor-aktor berikut lagi-lagi karena suaranya. Suara-suara aktor yang nanti saya sebutkan ini lucu-lucu. Jadi tegas bisa, jadi konyol juga bisa…bikin adem suasana banget deh wq. Setelah itu saya lihat aktingnya baru fisik.

Dan yah, inilah 10 pemeran utama pria dari Jepang yang menjadi kesukaan saya.

screenshot_2016-11-17-12-45-04-987

10. Osamu Mukai

Perkenalan pertama saya dengan mas Mukai terjadi saat saya nonton film Nodame Cantabile. Disitu perannya menarik mata saya banget hhe. Dia cocok jadi cowok tegas senpai yang tidak bisa digapai gitu wqwq.

Perkenalan selanjutnya terjadi saat saya menonton film BECK . Walaupun perannya cuma sebentar (meskipun tokoh utama), tapi saya benar-benar jatuh hati dengan aktingnya. Eh makin jatuh cinta waktu lihat aktingnya di film My Pretend Girlfriend. Papah-able banget<3

Rekomendasi: BECK, My Pretend Girlfriend, Nodame Cantabile,

9. Tsutsumi Shinichi

Bapak-bapak idola<3 hhe

Jatuh cinta dengan beliau saat menonton aktingnya di trilogi Always Sunset sebagai pak Suzuki. MANTABDJIWA banget. Mirip persis dengan manganya XD. Terus pas nonton beliau di Our Little Sister juga lumayan bagus.

Rekomendasi: Trilogi Always Sunset, Our Little Sister,

8. Iura Arata

Terpesona dengan beliau saat nonton drama Rich Man Poor Woman. Eh tapi sebenarnya saya langsung suka sama beliau karena wajahnya mengingatkan saya pada adik ayah saya sih. Salah satu om yang dulu cukup akrab dengan saya. Bedanya badan om saya lebih besar saja XD

Rekomendasi: Rich Man Poor Woman, The Extreme Sukiyaki

7. Mizushima Hiro

Senpai Minamii!~~~

Pertama kali kenal sama mas ini karena drama Hana Kimi. Kebetulan saya punya dan sudah membaca manganya dulu. Dan peran mas Hiro di drama ini beneran dapet banget. Sosok konyol tapi juga dewasa bagi rekan-rekan seasramanya.

Makin jatuh cinta lagi waktu menonton peran beliau di Tokyo Dogs saat beradu akting dengan Oguri Shun. Bagus banget aktingnya hh. Gemas sendiri wqwq. Di film BECK juga bagus. Cuma waktu di film BECK saya udah keburu jatuh cinta duluan sama Takeru Sato jadi gak fokus banget sama beliau hhe

Rekomendasi: Hana Kimi, Tokyo Dogs, BECK

6. Okada Masaki

Jatuh cinta dengan beliau juga karena nonton drama Hana Kimi. Perannya juga bagus banget sebagai salah satu orang yang pertama kali akrab dengan Ashiya Mizuki(Horikita Maki) walaupun screen timenya sedikit.

Terus film kedua yang saya tonton dari beliau itu Kiyoku Kawaku. Perannya menarik. Dan sampai saat ini saya masih susah bedain antara beliau dan Kengo Kora XD. Filmnya dia yang saya tonton masih sedikit sih, tapi karena udah jatuh cinta duluan waktu nonton dia di Hana Kimi jadi saya taruh di peringkat 6 hhe

Rekomendasi: Hana Kimi, Kiyoku Kawaku, Space Brothers

5. Kiritani Kenta

Mas Kenta saya kenal pertama kali lewat aktingnya di film Solanin sebagai tokoh Jiro/Billy. Lucu aja gitu. Nah pas saya baca manga solaninnya inilah yang membuat saya memutuskan untuk memasukkan beliau sebagai pemain film pria kesukaan. Pas saya bandingkan antara manga dan filmnya, tokoh Billy ini bisa diperankan mas Kenta dengan baik. Emosinya dapet banget.

Perkenalan selanjutnya berlanjut waktu saya nonton film BECK. Suaranya MANTAPDJIWAAA. Lucu gitu kalau marah-marah. Kayak preman pasar ikan wqwq. Perannya di film Rookies sama Bakuman juga bagus. Pengen deh sekali-kali nonton filmnya beliau dimana dia berperan jadi cowok cool gitu. Bukan yang emosian atau sensitif. Di Solanin bagus sih cuma screen-nya sedikit T_T

Rekomendasi: Solanin, BECK, Rookies.

4. Yamazaki Kento

YAMAKEEEN

Kalau kata beberapa anggota grup Jepang yang saya ikuti, Yamaken sekarang sedang bersinar dan jadi ”Reza Rahardian”nya Jepang. Semua film dia yang meranin wqwq.

Perkenalan pertama terjadi di drama A girl & Three Sweethearts. Tapi saya nggak begitu plek langsung suka. Sempat membandingkan dan berpikir kalau beliau ini sepertinya next Oguri Shun gitu juga malah wq.

Ini termasuk artis yang saya suka karena wajahnya sih. Aktingnya di beberapa film yang saya tonton belum begitu membuat saya terpesona banget. Di film Jinx!!! lumayan sih.

Rekomendasi: A Girl & Three Sweethearts, Jinx!!!

3. Takeru Sato

K3sayangan hhh. Langsung jatuh cinta sama akting dan wajahnya sekaligus waktu nonton mas Sato di drama Bitter Blood. Dia kalau bingung atau lagi kikuk dan malu-malu gitu lucu yarobb wqwq.

Makin jatuh cinta lagi waktu nonton mas Sato di film BECK dan A liar and his Lover. SUARANYAAAAA hhh. Ini artis laki-laki kesukaan yang paling lengkap banget. Suaranya, wajahnya dan aktingnya bagus. Suka hhe.

Rekomendasi: BECK, Bitter Blood, Bakuman, The liar and His Lover, Q10, If Cat Dissapear from the world….semua filmnya dia deh hhh

2. Oguri Shun

Vino G Bastiannya Jepang menurut saya ya beliau ini hhe. Peran sangar cocok, peran papah-papah muda gak kalah cocok. Drama Hana kimi adalah film pertama dimana saya mengetahui beliau. Habis itu Rich Man Poor Woman yang bikin gemas. Stylish banget di film itu :3 Trus berlanjut Gokusen yang,,,ampun deh. Pas masih muda lucu banget XD

Saya justru malah kurang suka aktingnya di film Crows Zero. Apa ya, mungkin karena filmnya terlalu keras juga jadi saya kurang nikmati. Aktingnya di film Hana Yori dango juga kurang begitu saya nikmati. Sok imut kalau kata saya wqwq

Hal lain yang membuat saya menjadikan Oguri Shun menjadi idola adalah karena kehidupan pribadinya ini sangat ia jaga dengan baik. Gak punya twitter ataupun instagram (katanya) soalnya dia gaptek. Trus dia gak pernah muncul juga di instagram istrinya. Semacam kayak gamau ikut campur juga. Trus foto anaknya juga jarang kesebar. Menarik sih.

Di film dan drama yang ia perankan terlihat begitu bebas dan hidup tapi kehidupan nyatanya ia jaga dan sembunyikan. Lucu.

Rekomendasi: Rich Man Poor Woman, Gokusen, Tokyo Dogs, Hana Kimi.

1. Ā Eita

Aaah, akhirnya mas Eita saya tempatkan di nomor 1. Ini sama nih, mikir keras berhari-hari juga untuk menentukan siapa di nomor 1 sama kayak pas lagi bikin daftar yang wanitanya wq.

Sama seperti mbak Juri Euno, saya juga lupa kenal pertama kali sama beliau itu lewat drama Last Friend atau Hard to say i Love you. Tapi pokoknya aktingnya beneran bikin saya terpesona banget di 2 film itu walaupun kata adik saya dia terlihat cewekĀ banget XD

Film selanjutnya milik beliau yang saya tonton itu Summer Times Machine Blue. Eita muda lucu :3. Film dan drama lain yang saya tonton dari beliau selanjutnya ada Nodame Cantabile, Sukida, Memmories of Matsuko.

Yang bikin saya suka sama beliau pertama kali dulu itu ekspresinya. Dia kalau akting marah atau memohon gitu terlihat serius dan ”dapet” banget. Apalagi kalau nangis. HHHH gak keitung berapa kali saya tepuk tangan setelah selesai menonton adegan dia nangis. Kayak serius banget gitu.

Suaranya juga lucuu. Apalagi kalau dia dapat peran konyol kayak di Nodame Cantabile. Apa ya,ngeselin tapi juga lucu gitu wqwq

Rekomendasi: Last Friend, Sukida, Nodame Cantabile, Summer Time Machines Blue

***

Itulah 10 aktor pria Jepang yang menjadi kesukaan saya saat ini. Suatu hari mungkin akan berubah entah itu bertambah atau berkurang tapi kayaknya untuk 5 peringkat atas sih nggak akan berubah. Paling turun/naik peringkat aja. Suara sama aktingnya bagus-bagus sih soalnya. Kesukaan banget.

Dan ya begitulah!

Siapa artis dan aktris Jepang kesukaan mu?

Sampai bertemu di post lainnya~

 

 

Top 7 Fave Japan Actresses

Jadi kali ini saya akan membuat daftar 7 pemain film wanita Jepang yang menjadi kesukaan saya. Kebetulan setelah hobi menonton film dalam rangka pensiun teateran dan ngidol ini saya juga jadi mengenal banyak pemain film wanita baru yang dulunya mungkin tidak akan saya lirik kalau tidak nonton filmnya.

Urutan yang akan saya buat dari yang paling terakhir dulu ya, baru yang pertama. Daftar ini saya buat berdasarkan penilaian pribadi dan untuk iseng aja. Jadi kalau seandainya kita beda pendapat ya mohon dimaafkan,hhe.

Kenapa 7? Habis tidak ada lagi yang saya sukai baik dari segi akting maupun wajah jadi ya gitu hhe. Dan mari langsung saja kita mulai.

screenshot_2016-11-17-12-41-58-305

7. Nakama Yukie.

YANKUMIII!!!!

Saya jatuh cinta sama beliau karena terpesona dengan aktingnya di serial drama dan film Gokusen. Kebetulan saya sudah memiliki dan membaca manganya terlebih dahulu dan mbak Yukie ini bisa meranin dengan bagus banget.

Sampai saat ini, saya baru nonton film beliau yang Gokusen aja sih. Belum nonton yang lain. Jadinya ditaruh di urutan segini deh. Mungkin nanti kalau udah nonton aktingnya di film yang lain akan bertambah.

Rekomendasi: Gokusen series

6. Masami Nagasawa

Nonton mbak Masami pertama kali di film Moteki yang movie. Nggak begitu ngeh sih. Tapi lucu rambut pendek gitu. Baru ngeh dan suka dengan kemampuan akting beliau waktu akhirnya nonton drama Last Friend.

Film beliau yang saya tonton masih sedikit, tapi saya suka kalau dia dapet peran jadi cewek yang dulunya bahagia terus tiba-tiba kehilangan seseorang dan harus akting sedih-sedihan gitu. Wajahnya sih lebih cocok jadi peran galak/judes, tapi kalau liat dia lagi sedih-sedihan gitu jadi ikut sedih dan mbayangin, kok ada ya yang tega bikin sedih mbak Masami wqwq.

Rekomen: Last Friend, Wood Job, Our Little Sister

5. Maki Horikita

Ashiya Mizuki!!!! Saya langsung jatuh cinta sama akting dan perannya mbak Maki karena nonton drama Hana Kimi. Perannya bagus, aktingnya juga lucu, suaranya lebih lucu lagii :3. Saya punya kecanduan suka seseorang karena suara kayaknya wqwq.

Tapi tetap sih, aktingnya yang bikin saya terkesan banget itu di film Trilogi Always Sunset. Perannya sebagai gadis desa yang datang ke Tokyo dapet banget. Suara dan aksennya juga bagus. Bagus banget lah hhh suka banget sama beliau di film itu.

Rekomendasi: Trilogi Always Sunset, Hana Kimi, My Little Sweet Pea.

4. Juri Ueno

Kalau sedang menonton film-film beliau, saya selalu teringat celetukan seseorang ”Juri Ueno tidak pernah tua” wqwq. Beliau dapat peran sebagai gadis yang sok imut masih cocok. Peran cewek serius juga masuk.

Saya jatuh cinta pertama kali sama beliau karena wajahnya. Unik dan kalau senyum sama mrengut bikin gemas. Baru setelah menonton beberapa filmnya jadi suka sama aktingnya juga.

Film pertama beliau yang saya tonton itu…lupa. Antara Sunao ni narenakute atau Last Friend. Saya gak bisa bedain soalnya karena sama-sama ada Juri dan Eita wqwq. Saya suka waktu beliau di Last Friend sih,manis. Aktingnya juga bagus.

Tapi yang paling jadi kesukaan banget sih waktu di film Swing Girls. Masih muda dan rambut panjangnya chuu. Dan oh, saya suka kalau dia lagi main sama Eita. Cocok hehe.

Rekomendasi: Swing Girls, Last Friend, Nodame Cantabile

3. Kutsuna Shiroi

Saya jatuh cinta pertama kali dengan shi-loi karena terpesona dengan aktingnya di film Petal Dance. Sebagai seorang anak yang masih ABG, saya iri banget dengan badannya di film itu. Tinggi, rambut panjang berombak dan wajah yang bikin gemas hh. Aktingnya sebagai gadis pendiam yang merasakan kekosongan karena kehilangan sahabatnya ”dapet” banget.

Kecintaan saya makin bertambah waktu saya nonton aktingnya di Bitter Blood. MAAAAAANN, ternyata dia jadi cewek kantoran (polisi) dan bisa juga ya bertampang galak, judes dan serius. Lucuuu.

Rekomendasi: Petal dance, Bitter Blood, BECK, Kamogawa Shokudou.

2. Aoi Miyazaki

Ini saya benar-benar mikir keras banget loh siapa yang layak jadi nomor 1 wqwq. Tapi akhirnya saya menempatkan mb Aoi di urutan kedua. Pertama kali mengenal dan mbak Aoi dari film Heavenly Forest tapi kurang begitu berkesan. Lucu sih rambut pendek berkacamata gitu hhe.

Saya baru benar-benar jatuh cinta dan terpesona waktu nonton mbak Aoi main di film Solanin. RUARRRRBIASAAAAAAA. Perannya dapet banget pas jadi Meiko. Dan lagi-lagi, suaranya juga menjadi penyebab utama saya menyukai beliau. Suaranya lucu. Wajahnya juga menarik, baby face tapi saat akting di film serius juga cocok

Rekomendasi film: Solanin, Petal Dance, NANA.

1. Sakura Ando

Pertama kali saya tau beliau itu dari film Petal Dance. Walaupun peran di film itu tidak terlalu penting, tapi saya langsung jatuh cinta dengan gaya dan aktingnya. Pokoknya saya langsung mencari semua film yang ia bintangi untuk bisa mengenal lebih jauh.

Dan ya benar saja, saya makin jatuh cinta dan kagum waktu nonton beliau di film 100 Yen love dan 0.5mm. Yang paling kagum dan suka banget sama aktingnya sih yang 100 Yen love. Sedikit mirip saya gitu kisahnya wqwq

Satu hal yang paling menonjol dari beliau itu suaranya. Suaranya lucu gitu, kayak cempreng tapi juga bisa tegas dalam satu waktu. Wajahnya juga menarik. Mata sipitnya unik. Dari beberapa film beliau yang saya tonton, kebanyakan dia akting jadi cewek sedikit tomboy dan ”liar”. Dan cocok. Belum nonton peran dimana dia jadi cewek anggun, tapi tetap suka. Oshi<3

Rekomendasi film: 100 Yen love, 0,5mm, Petal Dance, Mamagoto.

***

Itulah dia 7 pemain film wanita kesukaan saya. Mungkin suatu hari akan bertambah kalau saya menemukan yang baru. Tapi saat ini sih kayaknya nggak ada wqwq.

Dan, tunggu beberapa hari lagi ya. Saya akan post untuk aktor laki-lakinya. Pusing menentukan urutannya soalnya hhe. Sampai jumpa!