JALANJALANMAI

2 Hari seru di Ennichisai 2017 Jakarta

+Pada 13 dan 14 Mei kemarin, saya berkunjung ke Ennichisai Jakarta yang berlokasi di Blok M. Ini kunjungan pertama saya ke acara ini sekaligus acara Jejepangan pertama yang saya datangi tahun ini.

Ennichisai ini hampir sama seperti Jak Japan Matsuri. Penjelasan perbedaan antara JakJapan dan Ennichisai sendiri saya juga masih belum paham ya (hadeeh) (maaf malas riset, wq).

Yang jelas kalau Jak Japan itu berlangsung sekitar pertengahan tahun. Kalau Ennichisai itu masih di awal atau seperempat tahun pertama.

Pada hari pertama, saya datang setelah pulang kerja. Kebetulan saya sengaja pakai seragam kerja saya hari Senin biar sekalian cosplay ala-ala mb OL (office lady, sebutan untuk pekerja wanita di Jepang) gitu.

Tapi yang ada saya malah kayak mb kantoran rombongan krl di Tanah Abang-Tangerang. Pakai ransel+totebag di pundak kanan-kiri yang berisi berkas kerjaan wqwq.

Di hari pertama, saya berangkat dari Kantor pukul 3 sore karena saya menunggu kurir yang mengantarkan paket roll film yang ternyata gak datang.

Jadi roll film saya hanya tersisa yang ada di kamera yaitu 14 film. Padahal saya ingin memotret beberapa momen terbaik di Ennichisai

Saya tiba di lokasi acara pukul 5 sore. Ya. Dari Glodok sampai Blok M memakan waktu 2 jam. Yang bikin lama sih dari Bundaran Senayan sampai Blok M-nya. Macetnya luarrrrrrr biasaaaa.

Dan ya, karena sudah bosan dan terlanjur malas karena macet ini, pas akhirnya sampai di lokasi, saya cuma mencari lokasi tenda untuk volunteer Mikoshi, trus udah pulang lagi.

IMG_20170514_152443

Iya.

2 jam perjalanan buat gitu doang T_T.

Dah keburu bosen dan capek karena bawa banyak dokumen dan sepatu juga lagian hhh.

***

Keesokan harinya saya bangun pukul 5 pagi. Terus mandi, mulai berkemas dan memaksakan diri membuang semua jenis “kotoran” dari tubuh.

Berdasarkan pengalaman di JakJapan kemarin, toilet di lokasi acara itu kurang nyaman. Jadi jangan sampai saat acara berlangsung nanti saya merasa sakit perut atau hal-hal sejenis itu. Kebetulan juga saya sedang haid, jadi setelah selesai mandi itu saya benar-benar melakukan pembersihan diri.

Saya sebenarnya masih belum tau sih di acara ini toiletnya bagaimana. Cuma untuk mengantisipasi dan lagian malas juga kalau harus mampir-mampir ya jadi saya benar-benar mencoba mencegah dulu,hehe.

Pukul 9 pagi tepat saya berangkat. Pukul 10.10 saya sampai di sekitaran Monas. Kebetulan masih ada CFD (Car Free Day) di sekitar situ sampai Blok M. Jadi jalanan super lancar dan saat melihat beberapa orang yang beraktivitas di jalanan (CFD-an), saya benar-benar kagum dan kaget.

Sejak diadakan CFD di Jakarta (entah itu tahun berapa) sampai sekarang, saya sama sekali belum pernah berpartisipasi/lewat di daerah yang termasuk area CFD itu.

Apa ya, malas aja sih rasanya. Kayak, kenapa harus berolahraga di area CFD sih? Sama aja kan kayak lari di jalanan depan rumah(?) Dan ya, pemikiran-pemikiran seperti itulah wqwq.

Ramai ya ternyata. Padahal sudah hampir pukul 11 pagi. Ada yang jualan di pinggir jalan, sepedaan, main skate, duduk di tengah jalan, jalan bersama Anjing, selfie dan lain sebagainya. Saya lupa foto saking kagum (dan norak) (sampai mulut saya ternganga lebar melihat keramaian di jalanan) (hadeeh).

Pukul 11 kurang sedikit saya tiba di lokasi. Lapor dengan Kak Nadya, salah satu koordinasi dari team Mikoshi universitas Binus. Yap, saya gabung dengan team dari Binus. Sehari numpang jadi mahasiswi Binus xD.

Saya dapat seragam dan diminta berganti. Dan tak lama kemudian anggota lain berdatangan.

***

Pukul 12.40 adalah acara pengangkatan Mikoshi yang pertama. Di rundown acara yang dibagikan sih seharusnya tim pria, tim wanita dan tim anak-anak mengangkat semua. Tapi ternyata yang mengangkat hanya tim wanita dan anak-anak.

Di pengangkatan yang pertama ini, saya memilih lokasi di sebelah kanan. Ngangkatnya di bahu kanan gitu. Cuaca siang itu cukup sejuk(?). Gak mendung, gak panas dan cukup berangin gitu lah.

Karena saya belum berkeliling ke semua lokasi, saya jadi kurang tau ya rute pengangkatan mikoshi ini kemana saja. Dan ternyata,,,,rutenya cukup panjang T_T. Tim mikoshi sampai harus beristirahat sebanyak 6x.

IMG_20170514_131444

di pertengahan jalan tiba-tiba panas

Sekitar pukul 13.50an pengangkatan akhirnya selesai. Peserta volunteer dapat makan siang. Selesai makan, saya mencoba menjelajah ke semua lokasi dan stand di ennichisai ini.

Waktu menjelajah, saya agak pusing. Ramainya bukan main. Dan karena saya menjelajah sendiri, jadi agak canggung gitu. Soalnya di kanan-kiri pada sama pasangan atau sama teman. Mana saya masih pakai kostum mikoshi lagi wqwq. Tapi ya PD aja sih.

Untuk mengurangi rasa canggung, saya sambil memotret ke beberapa momen yang menurut saya menarik. Tapi cuma dapat sedikit karena roll film saya habis.

Saya mampir ke stand penjual gantungan kunci. (Saya lemah dengan gantungan kunci dan kaus kaki). Kebanyakan gantungan kunci yang tersedia adalah gantungan karakter terbuat dari rubber atau akrilik bergambar tokoh anime.

Sayangnya, gak ada satupun tokoh anime yang saya tahu wqwqwq. Gak ada Yotsuba, atau Crayon shinchan, atau Dragon Ball atau Dr. Slump gitu (emang mereka anime ya, Mai?). Ada sih One piece, Naruto, Doraemon dan Totoro. Cuma kayaknya udah terlalu biasa.

Saya akhirnya membeli gantungan bel karakter Line, Brown dan Cony. Ini gantungannya bisa bunyi “kleneng-kleneng”. Saya suka gantungan kunci yang bersuara.

Soalnya saya suka pergi sendirian, dan suara lonceng itu kayak “teman” saya gitulah biar gak sepi-sepi banget kalau berjalan di tempat sepi. Saya membeli 2 gantungan ini dengan harga Rp10.000/pcs.

Saya juga mampir ke stand penjual tas-tas kerajinan asli dari Jepang. Saya sebenarnya sedang mencari tas slempang (biar gampang kalau jalan-jalan bawa kamera). Dan ada sih tasnya, cuma mahal banget Rp250.000,-

Akhirnya saya cuma membeli pouch seharga Rp15.000,- yang pas banget buat tas kamera. Habis itu saya mencoba melirik beberapa stand makanan yang ada (yang sayangnya penuh dan antre semua) (malas). Akhirnya saya mampir ke stand Glico. Membeli 3pcs es krim yang kebetulan sedang promo dengan harga 3/10.000,-

Hadeh, padahal saya belum pernah makan makanan jejepangan gitu. Penasaran. Tapi gatau kenapa kalau ada yang jual selalu malas beli😅.

***

Pukul 16.00, pengangkatan Mikoshi yang kedua pun dimulai. Pada pengangkatan kedua ini tim pria juga ikut mengangkat. Kali ini saya mengubah posisi mengangkat di bahu sebelah kiri yang kemudian saya sesali karena entah mengapa kalau di bahu kiri rasanya lebih berat.

Pada pengangkatan kedua ini ada orang yang naik ke atas mikoshinya. Trus di rombongan saya juga ada beberapa personel idol yang ikut menggotong juga untuk keperluan komersil di Jepang. Nama grupnya kalau gak salah KissBee. Anggotanya ada 4 orang, lucu dan menggemaskan semua.

IMG_20170514_153759

Saya gak sempat tanya-tanya, twoshoot bareng atau hal-hal sejenis itu. Sudah malas dan capek duluan wq. Tapi ada 1 yang berambut pendek dan bikin “yaroobb” banget.

Dan ada 1 orang juga yang saat pengangkatan berlangsung sibuk teriak-teriak histeris sendiri karena kaget (dan mungkin kesakitan). Melihat dia teriak-teriak membawa hiburan tersendiri yang membuat saya semangat mengangkat saat itu wqwq.

Selesai mengangkat, saya sempat istirahat dan tidur sekitar 20 menit. Kebetulan banyak volunteer yang tidak bisa ikut mengangkat secara full 3x dan izin pulang. Jadi tenda istirahatnya cukup lenggang.

Saya terbangun saat adzan isya. Langsung pusing karena tidur sore-sore. Tapi badan juga jadi agak segar.

Pukul 19.40 pengangkatan terakhir sekaligus penutupan dimulai. Kali ini terdiri dari tim wanita, tim pria, dan tim bapak-bapak gabungan dari warga Indonesia, Jepang dan luar Asia. Yang tim anak-anak sudah tidak ada.

Pengangkatan terakhir ini rutenya singkat. Hanya lurus (kira-kira 5 menitan. Saya gak bisa menggambarkan dengan ukuran jarak) lalu nanti berputar-putar di depan panggung utama.

Nah, karena ada cukup banyak volunteer wanita yang tadi pada pulang, akhirnya beberapa ibu-ibu Jepang pun ikut membantu mengangkat. Dan padahal sudah ada bantuan ya, tapi pas pengangkatan pertama, mikoshinya sempat hampir jatuh karena tinggi peserta volunteer tidak seimbang dan jumlahnya masih kurang.

Tapi akhirnya bisa naik sih. Walaupun, yarobb, rasanya super berat banget. Saat istirahat sejenak di pertengahan jalan, saya dipindahkan ke depan oleh pimpinan rombongan. Katanya saya super bersemangat, jadi saya diminta ke depan untuk menyemangati peserta yang lain juga.

Dari acara pengangkatan pertama dan volunteer tahun lalu biasanya saya selalu di bagian belakang dekat mikoshinya gitu. Lebih enak aja. Dan ini pertama kalinya di depan, rasanya deg-degan banget. Di depan itu lumayan berat karena dia menanggung beban pertama.

Saat ketakutan seperti itu, saya ditepuk oleh salah satu mb dari Jepang yang naik ke mikoshi (yang kebetulan jadi partner saya juga di mikoshi jakjapan lalu).

IMG_20170514_191441

Partner terbaik! 2x berturut-turut dapat ketua mikoshi beliau terus. Ramah, baik dan murah senyum. Tapi saya gak tau namanya wqwq. Nanti kalau ikut di Jakjapan, saya janji bakal ajak kenalan dan foto bareng ah xD

Dia menyemangati dan menggengam tangan saya mengatakan “ganbare, semangat”. Saya hanya bisa bengong. Tangannya hangat. Dan entah mengapa saya jadi super bersemangat.

Dan saat pengangkatan di mulai…ah rasanya campur aduk banget deh. Bebannya berat. Trus suara saya hampir habis dan rasanya super haus karena harus berteriak menyemangati. Berkali-kali mikoshinya juga oleng karena peserta lain juga mulai kelelahan. Tapi mb yang naik ke atas mikoshinya rajin menyemangati.

Trus pas mulai berparade dan berputar di depan panggung utama itu ya…rasanya luar biasa. Saya sampai nangis karena kesakitan+keringat yang masuk ke mata dan bibir. Capek, sakit, tapi pas mendengar teriakan “ganbaree” “ganbaree” dari pemimpin mikoshi juga jadi bersemangat.

Rasanya lepas.

Lega.

Setelah parade selesai, Ennichisai pun resmi ditutup. Ada kembang api yang dinyalakan dari atas atap Blok M square. Kembang apinya indaaah banget.

Pas liat kembang apinya, saya nangis. Kangen. Tapi gatau kangen sama siapa

Saya nonton sambil ngobrol dengan salah satu bapak-bapak dari Jepang. Dan pas kembang apinya selesai, kami bersalaman dan dia berkali-kali menepuk punggung saya mengatakan “terima kasih, kamu kuat, kamu kuat”.

Nangisnya makin kejer😭😭

***

Selesai penutupan sempat ada selfie bersama dari panggung. Cuma saya gak begitu peduli karena udah capek. Tim mikoshi pun balik lagi ke tempat semula dan ya seperti biasa, dibagikan Sake dalam gelas untuk yang memang ingin mengkonsumsi.

Tahun lalu saya mencoba setengah gelas aqua kecil. Trus kemarin, saya minum 3 gelas😅. Pertama satu gelas penuh. Trus gatau kenapa saya nambah lagi 1 gelas penuh. Eh pas udah abis, dituangin lagi setengah wqwq.

Rasanya masih aneh dan bikin tenggorokan panas. Tapi saya ingat, begitu saya sampai rumah, saya bisa tertidur pulas dengan sangat nyaman tanpa kesakitan.

3 gelas.

Gapapalah ya, pengalaman sebelum menginjak usia 21😅.

Selesai minum-minum, saya pun berganti pakaian bersiap untuk pulang. Sebelum pulang, peserta volunteer dibagikan souvenir sebuah kantung kecil. Katanya ini asli dari Jepang. Ada warna Hijau dan Merah. Saya dapat yang Merah. Jadi agak menyesal tadi udah beli kantung kecil wqwq.

Dan sebelum pamit, ka Nadya sempat bilang ke saya,

“kak Mai jangan kapok ya! Sampai jumpa di Jak Japan dan Ennichisai tahun depan!”

Saat perjalanan menuju halte Transjakarta, saya sempat membatin dan berpikir akan banyak hal.

Waktu datang kesini, mood saya sebenarnya sedang kacau walaupun sudah melakukan pembersihan badan.

Saya lagi kangen, tapi gatau kangen sama siapa.

Saya lagi bosan sama kerjaan juga. Bingung mikirin kuliah yang gak jadi-jadi dan nafsu duniawi yang tidak ada habisnya (dan saya yang selalu berhasil terjerat hawa nafsu itu).

Waktu mengangkat mikoshi dan memberi serta diberi semangat oleh banyak orang tadi, perasaan saya benar-benar campur aduk. Lega, lepas, tenang.

Capek, tapi di satu sisi juga entah mengapa rasanya lega. Seperti ada beban berat yang terangkat. Saya kayak diyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa ketakutan saya akan masa depan itu tidak akan terjadi, masa depan tidak akan seburuk itu. Semuanya akan baik-baik saja.

Jadi ingat waktu di semangati mb dari Jepang tadi. “Ganbare, semangaaat”. Ah, kebahagiaan dan kesedihan itu menular. Energi manusia itu tidak main-main, bisa berpengaruh. Hubungan antar manusia itu ajaib.

Dan, ah, bertemu banyak orang memang selalu menyenangkan. Kalau kata orang-orang, energi extrovert saya benar-benar terisi penuh.

Dan saat dalam transjakarta di sebuah lampu merah, saya tiba-tiba ingat lagi ucapan kak Nadya yang membuat saya membatin,

“tahun depan ya…, Umur saya sampai gak ya,,,”

ps: spot saya saat mengangkat mikoshi sebenarnya cukup strategis. Di depan dan pinggir. Dan selama pengangkatan ini seingat saya banyak orang yang mendokumentasikan dalam bentuk video ataupun gambar. Pagi tadi sudah saya telusuri semua postingan di instagram dengan hashtag #Ennichisai #Ennichisai2017 #mikoshi tapi entah mengapa tidak ada post foto yang ada sayanya ataupun foto yang bagus. Jadi gak saya cantumkan disini wqwq.

Kalau nanti saya nemu foto/video yang bagus akan saya lampirkan deh xD

dan ah, foto lainnya akan saya unggah di akun flickr pribadi saya ya!

2 hari seru bersama Goodreads Indonesia di #IRF2016

251.jpg

Pada 10 dan 11 Desember lalu, saya mencoba berkunjung ke Festival Pembaca Indonesia 2016 yang diadakan oleh Goodreads Indonesia di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Acara ini sendiri sebenarnya sudah diadakan sejak 2011 silam dan ini adalah kali pertama saya datang. Tahun lalu sebenarnya sudah berminat datang tapi lokasinya terlalu jauh dari rumah dan kendaraan menuju kesana juga susah.

 Hari Pertama

Hari pertama saya datang pukul 13.00 siang setelah pulang kerja. Situasi saat saya datang kebetulan cukup ramai dan ada beberapa rombongan pengunjung dari sebuah sekolah TK yang berpapasan dengan saya. Saya baru datang sementara mereka sudah mau pulang.

Setelah meminta buku petunjuk tentang daftar acara dan klaim hadiah kuis yang diadakan di twitter beberapa hari sebelum acara, saya pun bergegas masuk dan mendatangi booth Blind Date yang langsung terlihat saat masuk ke ruangan.

img_20161209_155935

buku yang saya bawa dan siap ditukar untuk bookswap & blind date
img_20161210_131824

booth blind dateimg_20161210_131812

2 buku ”kencan” saya

Apa sih bookswap dan book blind date itu?

Bookswap dan Book blind date adalah acara tahunan yang sering digelar di acara ini. Kalau bookswap, akan disediakan sebuah meja yang cukup lebar dan nanti ada beberapa buku yang tersedia. Kita bebas memilih dan jika ada yang kita suka, bisa kita ambil dengan syarat 1 buku kita ambil = kita ganti dengan 1 buku milik kita yang lain.

Blind date tidak jauh berbeda. Aturannya juga sama. Bedanya di blind date, buku-bukunya terbungkus rapi dan ada beberapa clue sementara kalau bookswap bukunya tidak terbungkus jadi kita bisa baca sinopsisnya sedikit.

Ada juga bookwar dan kotak rahasia. Dari panitia akan diadakan lelang kotak rahasia dengan sistem pembayaran menggunakan buku. Nantinya buku-buku hasil pembayaran itu akan dibagikan di acara bookwar. Bookwar hampir sama seperti bookswap bedanya buku-buku yang tersedia ada beberapa yang mungkin baru terbit atau hits. (kira-kira seperti itu penjelasannya).

Saat sedang asyik memilah buku, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil saya. Kaget, saat saya menoleh ternyata mbak Marina, salah satu teman yang saya kenal di Goodreads. Sempat kaget karena saya dikenali, padahal dulu kata beberapa orang foto selfie dan wajah asli saya lain xD

Kami pun berkenalan dan bertanya dapat buku apa saja. Saya sempat kaget karena saya pikir mbak Marina ini berhijab (saya belum pernah lihat fotonya) tapi ternyata tidak. Mbak Marina lucu btw, pipinya gemesin juga. Ah, sayang sekali kami lupa foto bersama 😥

Saya pun diajak berkeliling karena kebetulan Mbak Marina sudah lebih dulu datang. Kami sempat main ke beberapa booth, salah satunya di booth kaskus. Main kuis tentang buku gitu.

Pas mengerjakan beberapa soal disitu, saya dan mbak Marina saling membantu. Yang nyebelin, beberapa buku yang muncul di mbak Marina sudah saya baca, sementara buku-buku yang muncul di kuis milik saya hanya 2 saja yang sudah saya baca. Sisanya saya jawab asal-asalan xD. Poin kami berdua sama-sama 40 (dari 10 soal) dan kami mendapat hadiah note kecil dan stiker.

Setelah itu kami berkeliling lagi, bertemu dengan mas Abduraafi dan mbak Hesti juga. Mbak Hesti ini kebetulan sudah pernah ketemu dengan saya di acara Rumah Perubahan dulu.

Sekitar pukul 15.00, mbak Marina akhirnya pamit, mas Raafi sibuk mengurus stand miliknya sisa saya berdua dengan mbak Hesti. Kami pun melipir ke panggung utama  untuk menonton talkshow dan peluncuran buku terbaru mas Adhitya Mulya.

img_20161210_160445

Selesai talkshow, ada kuis singkat berhadiah 1 buku gitu. Nah saya berhasil mengangkat tangan yang pertama tapi salah jawab T_T. Padahal lumayan dapat 1 buku 😥

Dan acara hari pertama selesai. Saya dan mbak Hesti juga sempat foto bareng walaupun hasilnya kacau karena saya terlalu tegang wq. Saya jarang-atau bahkan nyaris tidak pernah foto bareng teman soalnya. Saya lebih suka dikenang lewat ingatan. Bukan foto hhe. Foto sama sahabat saya aja jaraaaaaang banget. Jadi ya pas diajak sama mbak Hesti, saya beneran tegang banget wq.

img_20161210_161415

terlalu tegang, wajah gak enak banget jadi di sensor wq

Hari kedua

Hari kedua ini saya datang lebih pagi. Niatnya pengen ikut bioskop baca nonton Little Prince tapi tidak keburu. Saya datang bersama salah satu sahabat saya yang suka membaca walaupun akhir-akhir ini katanya sudah jarang membaca. Begitu tiba kami langsung melipir ke bagian bookswap yang ramai.

img_20161210_141147img_20161210_141259

asyik memilih

Setelah menyusuri koleksi di meja bookswap, kami pun berkeliling dan sahabat saya belanja notebook di booth GPU. Kami juga sempat main ke booth Buku Berkaki. Ikut kuis tebak judul buku dan penulis gitu dan menang!. Dapat 1 hadiah buku hehe.

booth buku berkaki yang ramai terus

Hadiah yang langsung di swap dengan buku lain karena kurang suka dengan genre-nya xD

Setelah puas berkeliling, kami pun istirahat makan siang + shalat sebentar dan mampir ke Bioskop baca untuk menonton film The 100-year old man who climbed out the window and disappeared. Saya sudah baca bukunya dan sangat terkesan sekali. Trus saya juga baru tahu kalau ini sudah dibuat film. Soalnya cari download-annya tidak ada.

Eh pas sampai bioskop baca ternyata jadwal tayangnya ditukar. Yang diputar duluan yang film The old man who read love stories. Sempat bimbang antara mau nonton atau tidak dan akhirnya menonton.

Filmnya lumayan menghibur dan seru. Trus setelah film selesai ternyata ada kuis dan sahabat saya bisa menjawab pertanyaan yang ada dan dapat hadiah buku The Martian.

bhoo2mbv.

serius nonton sambil lesehan dan foto bareng panitia Bioskop Baca saat dapat hadiah

Selesai nonton saya sempat bertemu dengan Mbak Hana, teman dari Goodreads juga. Tapi kami tidak mengobol banyak dan lagi-lagi lupa foto bareng xD.

Tidak lama berselang, panitia mengumumkan bahwa akan diadakan Kotak rahasia dan bookwar sesi ke-2. Saya dan sahabat saya bingung antara ikutan acara ini atau lanjut ke bioskop baca untuk nonton. Tapi akhirnya kami memilih untuk ikut bookwar.

Sebelum dimulai, diadakan lelang buku terlebih dulu dan kotak rahasia itu terjual dengan 165 buku. Acaranya seru dan menegangkan banget. Jadi punya keinginan baru pergi ke balai lelang untuk menonton keseruan tawar menawar gini hhe.

menghitung buku hasil lelang

img_20161211_144759

bersiap menunggu distribusi buku hasil lelang untuk bookswap dan bookwar

img_20161211_150551img_20161211_150711

bookwar dimulai. Asli rusuh banget. Teman saya sampai terdorong keluar-masuk-keluar-masuk beberapa kali wqwq

Saya tidak ikut berpartisipasi dan sibuk mengamati dan menerima buku dari teman saya saja. Dan karena pada dasarnya teman saya tidak tau buku apa yang sedang ”in” akhir-akhir ini, dia jadi asal ngambil dan buku-bukunya gak ada yang kami sukai. Jadi semacam sia-sia ikut berebut xD

img_20161210_224537img_20161211_183748

buku hasil bookswap dan blind date. buku hasil bookwar sudah ditukar dan ada yang disumbang ke panitia karena tidak tertarik kami baca.

Secara keseluruhan acaranya sangat seru. Senang bisa bertemu banyak orang baru dan mendapat buku-buku seru juga. Kekurangan dari acara ini mungkin karena tidak ada booth penjual makanannya kali ya. Ada sih yang jualan 1, tapi makanannya cepat habis terus. Kalau mau beli makanan cukup PR juga mengingat lokasinya di museum dan kalau keluar dari museum pun tidak ada warung ataupun minimarket terdekat.

Tahun depan kalau dikasih umur pasti saya akan mampir kesini lagi. Sekalian bertemu dengan teman-teman dari goodreads juga. Semoga dikasih umur panjang ya!

Aaah, gak sabar nunggu tahun depan rasanya xD

bonus: Selfie dengan buku terbaik yang saya baca tahun ini. Yang membantu saya untuk bangkit dan menjadi orang baru :3

img_20161211_102539

Sehari di Rumah Perubahan Rhenald Kasali bersama Petualang Cilik

cx2i2tpuoaanqks

Jadi, pada 22 November lalu saat sedang terjebak kemacetan dalam menuju perjalanan ke kantor, selain menemukan info menarik tentang walking tour di twitter, saya juga menemukan ajakan volunteer oleh seorang following twitter saya, mbak Hesti.

Tanpa pikir panjang saya segera menghubungi kontak yang tertera untuk mendaftar, memasang alarm dan juga pengingat di google kalender supaya tidak terlambat pada saat hari H.

2 hari sebelum acara, anggota volunteer mendapat email rundown acara dan peta lokasi. Saya sempat cemas takut terlambat sampai lokasi tapi untungnya saya bisa bangun tepat waktu dan berangkat naik transjakarta yang pertama kali jurusan PGC. Iya, saya sudah berada di halte transjakarta pas haltenya masih gelap dan tutup karena saya takut terlambat. Soalnya lokasinya lumayan jauh. Lagipula saya tidak mau hal seperti kemarin pas tour terulang lagi. Malu aja gitu kalau dateng pas udah pada kumpul semua 😦

Sayangnya takdir berkata lain. Pas transit di halte busway BNN menunggu bus jurusan Pinang Ranti, busnya lamaaaaaaa banget datangnya. Ada kali ya 20 menit saya menunggu. Dari pukul 05.10 sampai 05.35 an. Nah setelah sampai halte Pinang ranti ini juga ada sedikit masalah. Saya lupa unduh aplikasi ojek online dan akhirnya naik angkot. Dan ternyata waktu saya lihat di google Maps, ini trayeknya muter-muter jauh dulu hhh. Pukul 06.30 tepat saya masih di Pondok Gede.

Pukul 07.30 akhirnya saya sampai dan diminta untuk menunggu sebentar oleh mbak Hesti bersama salah satu rombongan peserta dari TK Pelangi, Bekasi. Pesertanya lucu-lucu. Saya melihat mereka sedang latihan pemanasan senam kecil gitu, gemas.

Tidak lama kemudian mbak Hesti menghampiri saya lalu saya diajak berkeliling sambil dijelaskan satu persatu detail acara dan lokasi. Saya sendiri tidak sempat memotret karena sibuk mengingat.

Tugas para volunteer ini secara tepatnya sebagai kakak pembimbing adik-adik dari satu wahana ke wahana yang lain. Mengatur agar peserta tertib dan mau mencoba wahana yang ada. Beberapa wahana dan situs edukasi yang tersedia diantaranya Memanen sayuran, menanam tanaman (kangkung atau bunga matahari), memandikan kerbau dan fun games.

Ada juga wahana tambahan seperti menangkap ikan, memberi makan rusa dan membuat tempe embun. Tapi wahana ini tidak termasuk dalam paket petualangan kali ini. Jadi tiap peserta tidak wajib ikut.

Kelompok yang saya pilih adalah Buni dengan peserta berusia 4-5 tahun. Selain mendapatkan papan nama kelompok, volunteer juga mendapatkan slayer berbeda warna yang dipakai untuk membedakan antara volunteer dan orangtua murid.

Dan ini anggota kelompok saya dari TK Pelangi. Ada 4 orang yang berasal dari TK B, Rara, Aila, Naufal dan Alif. Yang Alif ini langsung menempel pada saya dan gamau lepas. Orangnya pendiam tapi kalau ditanyain sesuatu mau menjawab dengan jelas. Kalau Rara orangnya pendiam juga tapi kalau ditanyain suka bengong dan tidak mau menjawab. Sementara Aila dan Naufal ini cukup aktif dan senang berkomunikasi. Mau diatur juga.

img_20161127_084939img_20161127_100516

Difoto gak pernah mau XD, (Rara, Aila, Alif, Naufal)

Sebenarnya saya tidak hanya mendapatkan anggota 4 orang ini. Sekitar pukul 09.00 tepat, datang lagi rombongan dari TK Nuansa Ceria Preschool Jakarta Utara yang berjumlah 8 orang. Kedua murid TK ini digabung menjadi satu dengan range usia yang sama (4-5 tahun) tapi saya tidak sempat memotret secara lengkap karena setelah rombongan TK itu bergabung, acara langsung dimulai. Tapi saya masih ingat nama pesertanya. Dari TK A ada Zafran, mario, kezia, caca, Aldi. Dari TK B ada Alvin, Dimas, Aldo. Yang Aldo ini sebenarnya bukan kelompok Buni, tapi karena teman-teman satu gengnya disini jadi ibunya minta bergabung.

Secara keseluruhan anggota dari TK lain ini cukup menyenangkan. Anak-anaknya cukup aktif dan mudah diatur. Sayangnya karena terlalu banyak ini saya jadi agak kesulitan memberi mereka cukup perhatian. Ditambah lagi ada Alif dati TK Pelangi yang terus menempel pada saya.

Saya ingat saya sempat ditegur oleh salah satu orangtua murid dari TK Nuansa Ceria saat di wahana memandikan kerbau karena katanya saya lebih fokus pada anak dari TK Pelangi terus. Hh bukan maksudnya begitu bu, saya bingung soalnya di wahana tersebut terlalu ramai dan tidak bisa membedakan satu sama lain 😥

Rasa bersalah saya semakin terasa waktu acara sudah selesai, Mario dan Zafran sempat berpamitan dengan saya dan mengucap ”dadah kak Mai” sebeleum berpisah. Sementara Alif dan yang lain langsung berlari menuju ibu guru dan orangtua masing-masing tanpa mengucapkan kata pamit. Hhhh, seru dan campur aduk banget perasaan saya </3

img_20161127_103457

kerbau yang sedang asyik berendam

Secara keseluruhan acaranya menyenangkan!. Rasanya menarik melihat ada beberapa anak yang terlihat sedikit jijik dan takut kotor saat memanen kangkung dan saat harus memegang tanah yang penuh pupuk saat menanam. Anak-anak zaman sekarang mungkin sudah jarang kali ya yang bermain tanah dan pasir gitu.

Tapi seru juga saat melihat ada beberapa anak yang memberanikan diri untuk mendekati kerbau (walaupun dari kelompok Buni tidak ada satupun yang berani memegang kerbau, hanya berani berenang di dekatnya atau memandang dari kejauhan). Ada satu celetukan dari Caca yang saya ingat,

Kak Mai, kerbau makan rumput kok badannya bisa segede itu. Makan orang kali? aku gamau deket-deket ah nanti aku dimakan

Ampun, saya ngakak gak karuan sekaligus gemas. Dipikir-pikir iya juga sih kok bisa ya kerbau makan rumput doang badannya bisa segede itu XD

Acaranya sendiri selesai pukul 12.30 dan untuk para volunteer bisa beristirahat. Ketika saya ingin berkeliling untuk memotret, cuaca langsung mendung dan hujan. Di satu sisi agak sedih tapi di sisi lain rasanya juga jadi nostalgia.

Lokasi Rumah Perubahan ini berada di sebuah tanah yang cukup luas dengan kontur tanah yang naik-turun. Di sekeliling banyak terdapat empang dan pohon-pohon besar. Ada saung kecil juga di sana-sini, persis seperti rumah orang-orang sunda(?)

Waktu hujan turun, rasanya seperti tidak di Jakarta. Err,,rumah perubahan lokasinya memang bukan di Jakarta sih, tapi ya pokoknya suasananya damai aja gitu. Sudah lama sekali rasanya saya tidak sedekat ini dengan alam.

img_20161127_101310

mendung

Pukul 14.00 akhirnya saya pulang setelah hujan agak reda sedikit. Tidak sempat berfoto bersama peserta yang lain karena takut hujan lagi. Saya langsung pamit dan ya memang benar, saat menunggu angkutan umum datang sudah turun hujan lagi. Untung angkot cepat datang.

Sampai di rumah saya langsung bersih-bersih badan dan ternyata saya haid hari pertama. Sempat kaget karena kok tumben saya haid tidak merasa sakit badan dan aktif bergerak. Padahal biasanya untuk bergerak ke toilet saja susahnya bukan main karena pinggul dan badan saya rasanya remuk.

Oiya, waktu hari Senin, saya bisa bangun tepat waktu dan bahkan sampai kantor saat keadaan masih sepi dan AC masih belum nyala. Padahal 2 hari terakhir saya banyak beraktivitas dan bergerak, tapi entah mengapa saya bisa sangat bersemangat menjalani dan menyambut hari Senin. Mungkin ini kali ya yang dibilang ciri orang Extrovert. Merasa semangat dan re-charge energi lagi setelah banyak bertemu orang baru XD

Ah, jadi tidak sabar untuk melakukan banyak petualangan lain dan bertemu banyak orang baru. Kira-kira, kejutan dan petualangan macam apalagi ya yang menunggu saya?

Sampai bertemu di JalanJalanMai berikutnya!

img_20161127_113018

Sebuah pesan dan kata penyemangat yang terdapat di pintu masuk Rumah Perubahan