book

Jatuh Cinta Pada Tokoh Dalam Cerita

Pernah tidak saat membaca sebuah buku, kamu menemukan tokoh yang berhasil membuatmu terpesona dan rasa-rasanya sampai menginginkan sosoknya bisa menjadi nyata?

Pada bulan Maret ini saya membaca serial manga baru (yang terbitnya sudah lama) yaitu serial Dr.Slump. Dipinjamkan versi cetaknya oleh seorang kenalan sebanyak 3 volume dan asli, saya ngakak nggak karuan.

Ceritanya tuh seperti gabungan antara Crayon Shinchan-Kariage Kun gitu. Aneh, lucu, gak masuk akal tapi ada sedikit sentilan sindiran kehidupan juga. Saya baca yang versi bahasa Indonesia terbitan Rajawali dan bahasa yang dipakai cukup vulgar. Pas iseng cari scan bahasa inggris di internet,,,ternyata jauh lebih vulgar banget bahasanya..

Dan ya, saya jatuh cinta dengan Senbei. Dia lucuuuu. Tipe kesukaan saya gitu lah pokoknya (sebenernya tipe kesukaan saya sendiri juga gatau gimana sih wq). Dia lucu narsis sendiri gitu tapi juga pekerja keras. Dia gemar melakukan banyak hal agar tidak merepotkan orang tapi di satu sisi dia juga seperti memiliki keinginan ”rasa dibutuhkan” seseorang. Ya meskipun sebenarnya hal itu tidak terlalu terlihat di komik ini karena terlalu bikin ngakak. Tapi coba deh kamu baca Dr. Slump dan perhatikan baik-baik ceritanya menurut saya sedih banget.

Setelah menyelesaikan komik Dr.Slump, saya tiba-tiba kepikiran untuk membuat daftar tokoh laki-laki dalam buku yang berhasil membuat saya jatuh cinta. Setelah saya coba telusuri dari buku-buku yang saya baca di goodreads sih ternyata jumlahnya sedikit.

Dan ya, mari kita mulai siapa saja tokoh-tokoh itu. Daftar dibuat berdasarkan urutan pertama tokoh yang membuat saya jatuh cinta ya, hehe

  1. Caraka Pamungkas (Let Go –  Windhy Puspitadewi)
    Saya suka nama Caraka. Kenal dengan novel ini tuh,,,,antara pas kelas 3 SMP atau 1 SMA, lupa. Dan saya ingat saat pertama kali menamatkan buku itu, saya langsung nangis bahagia+sedih campur aduk banget. 4 jam kemudian saya baca ulang lagi dan saya langsung tersenyum puas bahagia.
    Saya tidak ingat sudah berapa kali menamatkan buku ini. Terlalu sering. Dan saya gakpernah bosan walaupun sudah hapal dengan jelas isi cerita sampai dialog antar tokohnya.
    Caraka Pamungkas itu mirip saya. Suka ikut campur masalah orang. Pandai masuk ke hidup orang dan ”merusak” hidup mereka. Well, memang agak aneh sih memberi label seperti ini pada diri sendiri. Tapi yang jelas saya pernah mengalami seperti apa yang Caraka alami di buku itu.
    Saya pernah ”ditampar” dengan kata-kata oleh orang terdekat saya yang kebetulan sedikit mirip dengan yang Caraka dapatkan dalam buku itu,

    ”Berhenti buat selalu ada untuk semua orang mai. Gak semua orang mau menjalin sebuah hubungan dekat dengan lo. Dan nggak semua orang juga siap kalau suatu hari harus kehilangan lo. Berhenti ikut campur masalah orang. Memang membantu sesama itu baik, tapi bukan berarti lo jadi harus membantu semua orang”.

    Sampai saat ini saya belum bisa membayangkan dengan baik sosok wajah dari si Caraka Pamungkas ini. Setiap membaca, yang ada di dalam bayangan saya hanya sosok laki-laki tinggi, kurus dan berkulit kuning langsat dengan rambut air (rambut yang lemes dan lurus yang gakbisa di wax/pomade sama sekali dan kalau dibawa berlari akan mumbul-mumbul).
    Dia adalah tokoh pertama dalam buku yang berhasil membuat saya jatuh cinta, percaya pada sebuah harapan dan doa, juga berani untuk bangkit dan berusaha. Dia adalah tokoh laki-laki pertama yang berhasil membuat saya langsung merasa suka dengan kepribadiannya, membuat saya merasa seolah berinteraksi dan tertawa langsung dengannya.
    Cinta pertama saya. Dan sepertinya selalu.
    Bahkan saya sudah memasukkan nama Caraka dalam daftar calon nama anak saya kelak. (katanya gamau nikah??? hem hem????!!) (lho memangnya kalau mau punya anak harus nikah doang ya caranya, hem hem????)
    Dan karena perkenalan dengan Caraka itu pula saya langsung menjadikan mbak Windhy Puspitadewi sebagai penulis wanita pertama kesukaan yang karyanya selalu saya ikuti dan saya coba baca.
    Saya masih menemukan tokoh yang membuat saya jatuh cinta sih di bukunya mbak Windhy yang lain. Seperti misal tokoh Indra dalam novel Touche atau Leo dalam novel Confeito. Tapi tidak ada yang lebih membuat saya jatuh cinta berulang kali dan semakin jatuh cinta selain Caraka Pamungkas.

  2. Raditya Dika (dalam novel Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal)
    Ahahah, ini sebenarnya karena saya suka sama Raditnya sih :p
    Saya mengenal Raditya Dika ketika kelas 2 SMP. Waktu itu baca bukunya yang Kambing Jantan dan saya merasa WTF sendiri karena bukunya gak jelas. Jujur saya kurang suka karyanya beliau yang pertama sampai sebelum Marmut Merah Jambu. Saya justru baru benar-benar menyukai dan kagum dengan beliau sejak buku Marmut Merah Jambu.
    Saya tidak tau dengan pasti apakah semua kisah cinta yang Radit tulis di bukunya itu murni pengalamannya atau milik teman disekitarnya yang ia tulis, tapi yang jelas ketika membaca cerita Radit, saya merasa seolah sedang ”menonton” langsung kisah hidup dan seolah mengenal Radit.
    Raditya Dika itu keren. Banget. Keren banget. Menurut saya dia adalah orang berhasil yang bisa sukses karena patah hati. Percaya gak sih diputusin dan ditolak gebetan itu bisa jadi sumber duit tidak terkira kalau kamu bisa mengemas ceritanya dengan baik?
    Membaca catatan Radit dalam semua novelnya itu seperti sedang berdialog dengan diri sendiri. Karena ya, pengalaman yang ditulis itu pasti minimal ada yang kita alami. Tulisannya begitu jujur karena dekat dengan keseharian dan gejolak masa muda.
    Saya selalu percaya bahwa menulis itu menyembuhkan. Menulis membantu melupakan. Menulis membantu melepaskan.
    Dan ketika membaca buku-bukunya Radit-yang padahal bukan kita yang menulis– tapi saya seolah bisa mendapatkan 3 perasaan itu. Apa yang Radit rasakan dan bagikan dalam buku-bukunya itu bisa ia sampaikan dengan baik ke pembacanya. Dan saya selalu ”menemukannya” meskipun berulang kali bukunya saya baca.
    Kalau sedang patah hati berat (seperti sekarang ini hh), saya biasanya suka maraton baca bukunya beliau. (iya saya mengoleksi. Dan bahkan saat tahun lalu saya memutuskan untuk membersihkan koleksi buku milik saya, saya rela melepas serial Supernova dan mempertahankan bukunya Radit. Saya berpikir, anak/cucu saya kelak lebih baik membaca buku-bukunya Radit daripada bukunya Dee hhh).
    Biasanya setelah selesai maraton membaca bukunya dia, saya langsung merasa lebih lega dan tenang. Syukur-syukur kalau bisa langsung move on (walaupun jarang).
    Sejauh ini, saya tidak tau bagaimana kepribadian Raditya Dika yang asli. Karena menurut saya kepribadiannya dia di buku, sosial media dan vlog-nya dia itu lain. Seperti yang pernah ia tulis di Marmut Merah Jambu yang kalau tidak salah begini,

    Aku mau orang jatuh cinta sama aku tuh karena proses mengenal aku. Bukan dari apa yang kamu ketahui dari buku yang aku tulis atau branding di sosial mediaku.

    Saat membaca itu saya langsung merasa penasaran, memang Radit itu aslinya gimana sih?
    Dan karena rasa penasaran itulah saya jadi jatuh cinta dengan beliau. Tidak hanya dalam tulisan tapi juga dalam kenyataan (meski kalau dalam kenyataan biasa aja gak terlalu ngefans banget).

  3. Yamada, Jirou ”Billy” (Solanin – Inio Asano)
    Saya lebih dulu menonton adaptasi film ini daripada bukunya. Dan jujur saja saya menyukai tokoh Jiro (atau Billy) ini karena fisiknya lebih dulu. Lucu. Mas-mas hitam manis berkumis tipis gitu. Kesukaan banget,luv.
    Barulah pas saya baca komiknya, saya langsung menyukai kepribadian dan latar belakang hidup Billy juga. Menurut saya dia tokoh yang agak,,,,apa ya,,,membuat miris gitu sih. Dibalik tampang rock & roll dan badan kekarnya, ia sebenarnya memiliki hati yang lembut dan semacam ketakutan tersendiri akan hidup gitu. Pas baca komiknya tuh rasanya saya pengen bisa ”masuk” dan menemani beliau.
    Saya pernah punya semacam fetish (apa sebutannya ya) sama laki-laki berkumis tipis dan punya cara jalan unik. Kalau ditanya cara jalan yang unik ini bagaimana saya gak bisa jelasin sih. Pokoknya setiap orang punya ”irama jalan” yang berbeda gitu. dan saya suka cara jalan Billy di film Solanin karena menggambarkan dengan tepat seperti apa yang saya baca di komiknya.
    Tapi Billy ini bukan tipe calon papahnya anakanak banget. Cocoknya jadi pacar semasa SMA dan kuliah gitu doang wqwq. Ganteng, lucu, minta disayang banget hhhh
    Oya, saya pernah pas lagi demam tahun lalu, saya mengigau manggil nama Billy wqwq
  4. Takeda, Takashi ”Jumbo” (Yotsuba to! – Kiyohiko Azuma)
    Satu lagi, saya gampang turn on sama cowok tinggi wqwq. Kalau yang ini biasanya cowok yang tinggi dan kurus aja sih. Gak suka yang tinggi trus badannya agak berisi gitu. Soalnya malah serem kayak raksasa gitu hiii.
    Tapi Takeda atau Jumbo dalam komik Yotsuba to! ini nggak. Dalam buku ini dia digambarkan cukup tinggi yaitu 210cm (saya cuma 165an) dan badannya agak berisi. Bukan tipe saya banget dan pastinya super raksasa dong ya? Tapi karakternya di komik itu…GEMAS BANGET YA ALLAH hhh. Saya jatuh cinta sama beliau itu karena karakternya. Suka bercanda jayus jayus gemes hhhh gak bisa dijelasin deh harus baca sendiri biar ikut jatuh cinta juga.
    Dia adalah tokoh pertama dalam komik Yotsuba ini yang ketika saya baca adegannya, saya seolah bisa membayangkan bagaimana suaranya di dalam otak saya. Suara yang agak serak sexy lucu gitu~ wqwq
    Sama seperti halnya Billy, tokoh Jumbo ini juga kurang papah-able banget. Dia cocoknya jadi teman TTM gitu aja wakaka. Gemas kali ya kalau tokoh Jumbo ini beneran ada di dunia nyata. Bisa-bisa tak ”panjat” dan tak cubiti pipinya mlulu. Saya selalu jatuh cinta sama beliau. Gemaaaaaasss
  5. Koiwai, Yousuke (Yotsuba to! – Kiyohiko Azuma)
    INI PAPAH IDAMAN BANGET!11111
    Apa ya, pak Koiwai ini orangnya selo banget. Dan gatau kenapa tiap baca komik ini dan ada adegan yang banyak memunculkan kekonyolan atau keseharian beliau, saya kayak merasa bisa ”menjadi pelengkap dan istri”nya gitu wakaka.
    Becanda jayus dan main-main sama Yotsuba, beberes rumah yang kotor dan main Pants-Man bareng sebelum tidur,,hhhh
    Atau setidaknya ketika saya diminta dan seandainya bisa menjadi sosok laki-laki dalam sehari, saya pengen menjadi beliau. Dia lucu. Suka. Saya bahkan menuliskan sebuah keinginan kecil di diary saya ”kalau mai punya suami, mau yang kayak pak Koiwai dong ya Allah..” walaupun saya tidak bisa menjelaskan secara rinci dengan jelas kayak pak Koiwai itu yang kayak gimana wqwq
  6. Norimaki, Senbei (Dr. Slump – Akira Toriyama)
    Ini #currentcrush saya. Baru suka beberapa minggu terakhir ini. Dari segi fisik sih bukan kesukaan saya banget ya-agak cebol gitu ((cebol))) dan berperut agak maju. Tapi senyumnya tuh ya, masyaallah…manis banget Saya baru baca komik Dr.Slump saja sih. Belum baca Dragon Ball (karena katanya disitu juga muncul) juga belum nonton animenya. Tapi saya suka karakter dia disini. Tiap habis menciptakan sesuatu kan dia suka narsis gitu ya, itu tiap dia narsis gitu saya langsung ngakak dan gemas sendiri. Tiap dia frustasi kenapa setiap hari makan mie dan kenapa dia bikin robot cewek tapi malah nyusahin dia terus dan tiap dia meratap sedih kapan bisa nikah, saya selalu ngakak. Saya menemukan karakter Senbei ini pada beberapa orang yang dekat dengan saya akhir-akhir ini. Gemas.
    Trus meski fisiknya Senbei ini bukan saya banget, tapi setelah terus membaca cerita-ceritanya, saya perlahan seperti bisa menerima beliau dan malah jatuh cinta. Rambutnya juga lucu walaupun kayak keriting gak berbentuk.
    Kalau Koiwai tadi itu ingin saya jadikan contoh suami atau laki-laki yang saya inginkan, maka Senbei ini selain ingin saya jadikan suami, ingin saya jadikan ayah juga. Saya mau punya ayah kayak dia. Masa kecil saya pasti menyenangkan banget :3

qcfDpv9D

Billy, Jumbo, Koiwai, Senbei

***

Dan ya itulah 6 tokoh dalam cerita yang menjadi kesukaan saya dan selalu berhasil membuat saya jatuh cinta.

Sebenarnya masih ada lagi sih. Seperti misal tokoh Anthony dalam Candy Candy, Ove dalam A Man Called Ove, Kariage kun, Masao-nya Crayon Shinchan, Tatsuya dalam Winter in Tokyo-nya Ilana Tan- dll, dsb, dst.

Tapi kayaknya yang benar-benar membuat saya naksir setengah mati, jatuh cinta terus menerus tanpa bosan dan bahkan saya panggil saat sedang menggigau kala demam ya mereka ini wqwq

Daftar ini mungkin akan berganti seiring bertambahnya usia dan makin banyaknya buku yang saya baca. Tapi yang pasti sih ke-6 tokoh ini akan selalu ada. Hehe.

Ah, saya sangat berterima kasih sekali untuk semua penulis yang sudah membuat karya-karya di atas. Memperkenalkan saya pada mereka yang meskipun hanya fiksi tapi bisa menimbulkan rasa bahagia dan senyum saat sedang sedih.

Hm, jadi ingin buat juga daftar untuk tokoh wanitanya hehe. Mau bikin tokoh dalam film juga mungkin(?)

Tapi nanti ajalah kapan-kapan wqwq

Nah, kalau kamu, siapa yang berhasil bikin kamu jatuh cinta?

Catatan membaca dan 50 buku kesukaan saya di tahun 2016

lqymyooe

Dari buku 148 Tips for Life karya Desi Anwar

Jadi menurut catatan di Goodreads, tahun ini saya berhasil membaca sebanyak 766 buku yang terdiri dari 361 komik (grafik komik maupun komik biasa), 41 buku puisi, 35 novel dan kumpulan cerpen dan sisanya buku self-help, buku motivasi dan buku biografi. 220 diantaranya dalam bentuk cetak baik milik sendiri atau pinjam teman dan sisanya dalam bentuk buku elektronik.

capture-20161230-084803

Ini benar-benar tidak terduga mengingat tahun lalu saya sudah berencana mengurangi keinginan membeli buku namun saat memasuki bulan ke-3 tahun 2016, nyaris 80% gaji malah saya habiskan untuk membeli buku :'(. Apa ya, mungkin sebagai balas dendam kali ya. Waktu saya belum bekerja dulu, orangtua saya tidak mampu membelikan saya buku setiap bulan, pun saya juga tidak bisa menabung karena banyak keperluan lain yang lebih pentung.

Sementara itu perpustakaan sekolah tidak memiliki koleksi bacaan lengkap dan saya tidak punya banyak teman yang gemar membaca. Jadi ya, ketika sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, saya jadi kalap membeli buku-buku yang dulu hanya bisa saya lihat saja.

Dan yang membuat lebih miris lagi, pada awal tahun lalu saya banyak membaca buku keuangan (termasuk yang menjadi best seller dan disarankan oleh banyak orang kalau mau belajar perencanaan keuangan) seperti buku Untuk Indonesia Yang kuat (Ligwina Hananto), Rich dad Poor dad (Robert Kiyosaki), Finchickup (Farah Dini Novita), Menjadi Cantik, Gaya dan tetap kaya (Prita Ghozie). Mencari dan membeli buku itu dengan harga mahal tapi tidak ada satupun yang saya terapkan dalam kehidupan, surem :'(.

Niat awal saya hanya memasang jumlah 100 buku untuk dibaca yang kemudian naik menjadi 200, 300 hingga akhirnya berhenti di 750 karena selain banyak membeli buku, saya juga banyak membaca buku gratis dari aplikasi iJak dan Bookmate. i-Jak dan Bookmate sendiri adalah 2 aplikasi perpustakaan digital yang bisa di unduh secara gratis di playstore / appstore.

Hal lain yang membuat bacaan saya bertambah adalah karena tahun ini saya beberapa kali melakukan swap dan pinjam-meminjam buku dengan beberapa teman dari goodreads. Saya juga beberapa kali mengunjungi perpustakaan dan taman bacaan. Selain itu tahun ini saya juga beberapa kali menang giveaway berhadiah buku.

Sebagian besar bacaan saya tahun ini masih didominasi oleh komik sih. Tapi tahun ini saya juga banyak membaca buku puisi, buku kumpulan essai juga buku kumpulan cerita dan how to book. Jadi kalau dilihat-lihat sih sepertinya imbang(?). Oh, tahun ini saya juga banyak membaca buku berbahasa Inggris!

Yang menarik lagi, tahun ini saya juga mulai mencoba berkenalan dengan beberapa penulis yang dulu karyanya saya selalu kesampingkan atau tidak saya lirik seperti JK Rowling, Dee Lestari dan Haruki Murakami.

Iya, saya dulu agak gimana gitu sama mereka. Semacam tidak mau berkenalan dengan penulis yang karyanya terkenal dan punya banyak fans gitu lah xD. Dan ternyata setelah saya kenal lebih jauh, beberapa karya mereka memang menarik dan ada yang berhasil masuk dalam daftar kesukaan saya.

Kalau melihat lagi beberapa bacaan saya tahun ini, rasanya masih tidak percaya kalau saya sudah menamatkan 2x set Harry Potter, membaca serial Supernova-nya Dee dan menamatkan Dunia Sophie.

Saya ingat, waktu membaca buku-buku itu saya pernah mengalami ketakutan saat menemukan deskripsi yang cukup menyeramkan, hanya berani membaca di siang hari karena takut terbawa mimpi dan perasaan senang yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata saat sudah sampai halaman terakhir.

Yang menarik lagi, tahun ini saya juga memberanikan diri membaca buku yang bukan saya banget. Ada beberapa buku fantasi, thriller dan ada sedikit adegan bunuh-bunuhan gitu. Sempat tidak menyangka sih kalau ternyata saya cukup berani (walaupun menyelesaikannya lama bukan main karena berkali-kali saya nangis dan ngilu sendiri tiap ada deskripsi bacok-bacokan hhh). Dan sebenarnya ada beberapa buku yang ternyata tidak semenakutkan yang saya duga. Suatu kepuasan tersendiri bagi saya bisa berani keluar dari zona nyaman membaca saya hhe.

Nah, dari 750 buku yang sudah saya baca tahun ini, saya akan memilih 50 buku yang menjadi kesukaan saya. Buku yang saya masukkan dalam daftar ini tidak semuanya berjenis sama ya. Ada komik, self help, roman, dan lainnya. Mungkin kalau nanti jumlahnya semakin banyak akan saya kelompokkan dan buat post tersendiri dengan review singkatnya.

Tanpa banyak kata lagi, berikut 50 top book yang saya baca tahun ini!

  1. Solanin  <komik jepang, slice of life mempertanyakan eksistensi dan tujuan hidup>
  2. Arigato Macaroni <komik indonesia kesukaan!>
  3. Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking
  4. Tomodachi <novel>
  5. Harry Potter dan tawanan Azkaban <novel>
  6. Menjadi Cantik, Gaya dan tetap Kaya
  7. Restart <novel>
  8. Cooffe Time <komik>
  9. Undercurrent <komik>
  10. sHe <novel>
  11. My Public Speaking
  12. Kevin Fadley Taxi in The City <novel>
  13. Metropolis  <novel>
  14. Kambing dan hujan: Sebuah Roman <novel>
  15. Hanakotoba <kumpulan cerita>
  16. Stories For Rainy Days <kumpulan cerita>
  17. A man Called Ove <novel>
  18. Orang orang Proyek <novel>
  19. Lullabies <puisi>
  20. Weird Things customers says in bookshop #1
  21. A-Z by Request <kumpulan cerita>
  22. Tiga bianglala <novel>
  23. Rust in pieces [DAN SERIAL #YARN LAINNYA] <novel>
  24. Sex for Dummies
  25. Before dawn and the end of the world <komik>
  26. Silver spoon #3 (seriesnya menarik sih. tapi di vol ini yang jadi kesukaan saya hhe) <komik>
  27. Adulthood is a myth
  28. i wrote this for you <puisi>
  29. The modern girls guide to sticky situation
  30. City of lights <komik>
  31. i can’t keep my own secrect: Sixword story
  32. The 100 year old man who climbed out of the window and disappeared <novel>
  33. Perahu kertas <novel>
  34. Catatan Pinggir #1
  35. Selamat Menunaikan ibadah puisi: sehimpun puisi pilihan <puisi>
  36. Girl in A band
  37. Shinya Shokudou #1 (dan series selanjutnya) <komik>
  38. China Girl <komik>
  39. Dash & Lily Book of Dares <novel>
  40. Tenohira Size <komik>
  41. Akai Mi Hajiketa <komik>
  42. Only Human #1 <komik>
  43. Taiyou no Ie aka House of the sun (series sampai tamat) nangis mlulu udah baca ulang 3x T_T <komik>
  44. Our Summer Holiday <komik>
  45. Cooking Papa <komik>
  46. Nostradamus Love (sedikit mind blown pas baca ini) <komik>
  47. Ichiro’s Ghost Stories (series sampai tamat) <komik>
  48. Lingkar tanah Lingkar air <novel>
  49. Love so Life (Series sampai tamat) <komik>
  50. The life-changing magic of tidying up

*yang tidak saya beri keterangan berarti buku self-help / motivasi / buku rujukan / buku biografi

Dari 50 buku itu, ada 7 buku yang benar-benar menjadi kesukaan saya. Benar-benar menjadi kesukaan karena berhasil membuat diri saya berubah dan mengalami banyak perasaan tak terduga saat membacanya.

  1. Restart – Nina Ardianti.

Sebuah novel tentang Move on yang dikemas dengan sangat apik. Saya membacanya saat sedang bimbang apakah harus melepaskan atau tetap menunggu seseorang. Saat membaca novel ini, saya seperti sedang berdialog dengan diri sendiri. Seperti,,,apa ya,,,hm kira-kira seperti ini:

kamu sedang kebingungan, galau, sedih dan tidak punya semangat hidup lalu pergi ke taman. Kamu menuju sebuah bangku, duduk, dan kebetulan di sisi kiri bangku itu ada seorang anak kecil.

Dia menanyakan kenapa wajahmu sedih. Lalu kamu tersenyum dan menyapanya sambil mengelus rambut anak kecil itu. Lalu entah karena terlalu sedih atau memang kamu butuh teman cerita, semua hal yang membebani hati dan pikiranmu, kamu curahkan pada anak kecil itu. Kamu bertanya apa yang harus kamu perbuat dan kenapa rasanya masalahnya terlalu berat dan besar. Anak kecil itu hanya terdiam menyimak ceritamu sambil tersenyum. Dan ketika selesai bercerita, mendadak kamu terdiam.

Jawaban dari pertanyaanmu sudah ada dalam curhatanmu.

Ya,kira-kira begitulah wqwq.

Begitu selesai membaca buku ini saya langsung sadar kayak, ”lhaa, ngapain gue bingung sih, ngapain juga gue harus galauin dia yang udah bahagia sama orang lain? udah jelas kan jawabannya kalau gue harus move on?!”.

Cocok banget deh dibaca sama orang yang sedang patah hati/ingin move on/sedang bingung. Tapi dibaca sama orang yang sedang tidak ingin move on juga bisa karena cerita, bahasa dan tokoh yang ditulis mbak Nina sangat menyenangkan.

Sudah 3x menamatkan buku ini dan saya masih selalu sukses tertawa sendiri dan malu setiap selesai membacanya. Semacam sebagai pengingat saya untuk tidak perlu larut dalam kesedihan setelah putus.

2. i wrote this for you – Iain S Thomas

Saya membaca buku ini gratis dari aplikasi bookmate, buku ini adalah salah satu buku puisi terbaik yang pernah saya baca (menurut saya). Saya suka format buku ini. Kalau menurut saya ini kayak instagram versi buku gitu. Ada sebuah foto dan kemudian di bawahnya ada puisi atau caption yang kira-kira menjelaskan tentang foto itu.

Foto-fotonya mantap. Di dominasi dengan BW mode yang bikin gambarnya terlihat hidup. Setelah membaca 20-an halaman, saya jadi seperti tertantang menebak caption yang tepat untuk foto tersebut. Puisi-puisinya juga bagus. Lebih banyak tentang galau dan cinta-cintaan gitu sih, tapi keren.

Setelah membaca ini, saya jadi suka mengambil banyak gambar dan mencoba membuat sendiri puisi mini versi saya gitu. Beberapa waktu lalu pernah berhasil dan saya unggah di Instagram milik saya. Tapi lama-lama bingung nulis captionnya trus jadi gagal. Tapi masih saya niatkan dan mantapkan dalam hati kalau suatu hari nanti saya akan membuat seperti ini juga; entah itu untuk konsumsi pribadi atau bahkan mungkin dijual. Semoga suatu hari nanti bisa terwujud hhe

3. A Man Called Ove – Fredik Backman

Novel yang manis.

Menceritakan tentang kisah hidup Ove tua yang tinggal sendiri setelah kematian Sonja, istrinya dan bagaimana ia sangat membenci tetangga dan lingkungan sekitarnya. Selama membaca novel ini, entah mengapa saya merasa bahwa sosok Ove itu nyata dan ada di suatu belahan bumi ini. Bacaan ringan yang akan mengajarkanmu banyak hal.

Buku ini ditulis oleh Fredik Backman yang berasal dari Swedia. Dan setelah membaca ini, saya tiba-tiba jadi tertarik untuk mencari tau latar belakang penulis yang karyanya saya baca. Saya juga jadi mencari tau beberapa karya penulis dari Swedia lain seperti Jonas Jonasson dan ternyata karyanya juga mengasyikkan. 2 penulis laki-laki ini masuk ke dalam penulis kesukaan saya-yang saya usahakan untuk membaca semua karyanya xD

4. Solanin – Inio Asano

Ah, saya rasa tidak perlu saya jelaskan kenapa buku ini menjadi kesukaan saya. Saya tau solanin pertama kali dari filmnya dulu. Baru setelah itu membaca manga versi indonesia dan beberapa bulan yang lalu (September), saya habis membaca yang versi inggrisnya di web komik online.

Dan tetap, dari ketiga versi itu selalu berhasil membuat saya menangis. Tidak banyak film yang pernah saya tonton tapi saya bisa pastikan bahwa ini adalah salah satu film kesukaan saya. Baik film maupun manganya sama; selalu sukses bikin saya mewek. Pemainnya filmnya juga keren semua. Salah satu film adaptasi dari buku terbaik (menurut saya).

Kalau kamu bertanya buku atau film ini tentang apa, maka saya akan menjawab bahwa ini tentang hidup. Menurut saya, ini adalah salah satu jenis buku yang tidak perlu dilihat dulu review atau sinopsisnya tentang apa. Langsung baca saja dan dijamin pasti suka karena sangat relate banget dengan kehidupan sehari-hari ditambah gambarnya Inio ASSano yang mantap.

5. Lingkar Tanah Lingkar Air – Ahmad Tohari

Man….melalui buku ini, saya resmi menjadikan Ahmad Tohari sebagai salah satu penulis laki-laki kesukaan saya. Menurut catatan dan ingatan saya, Ahmad Tohari selalu memiliki ciri khas karya dengan menggunakan tokoh orang-orang desa. Yang lugu dan tenang namun memiliki lika liku hidup yang menarik. Persis kayak manganya Inio Asano yang juga memiliki ciri khas tokoh dengan lika liku hidup yang ”unik”.

Cerita yang diangkat buku ini menarik. Tentang perbedaan keyakinan dalam sebuah desa setelah kemerdekaan RI. Tentang ketidaksukaan status negara Indonesia yang menjadi Republik. Tentang ketidaksukaan terhadap pemimpin yang memiliki agama berbeda dengan masyarakat kebanyakan. Sedikit mengingatkan saya pada situasi politik di Jakarta saat ini.

Waktu saya membaca ini, ada beberapa kalimat yang berhasil menampar saya. Satu hal yang saya ingat diantaranya;

Nabi Muhammad saja pernah bekerja sama dengan orang Yahudi kok.  Lalu kenapa kita harus memusuhi karena mereka berbeda?

Pikiran saya langsung tercerahkan aja gitu,hhe. Apalagi beberapa minggu setelah membaca ini, di Jakarta ada demo aksi damai(?) itu. Entah mengapa rasanya saya ingin menyarankan orang-orang untuk membaca buku ini hhe.

6. Serial YARN (Rust In Pieces, Singapore Begins, Haru No Sora, Perfection, Muara Rasa, Remedy, Reva’s Tale, Happiness, Hikikomori-Chan, Ocean Breeze)

Saya tau serial ini pertama kali dari Goodreads di sebuah review Singapore Begins oleh salah seorang teman. Trus saya penasaran dan cari-cari tau lalu iseng membeli Rust In Pieces sebagai percobaan pertama kali. DAN BAGUS BANGET.

Serial YARN sendiri merupakan serial Young Adult Realistic Novel. Kisah-kisah anak remaja yang memiliki masalah tak biasa dan sering dianggap sepele oleh masyarakat tapi ternyata memiliki efek jangka panjang yang cukup berbahaya bagi psikologis dan dunia sosial remaja.

Lebih banyak menitikberatkan pada masalah sehari-hari dengan bumbu sedikiiiiiiiiiit kisah romantis. Mirip seperti genre slice of life di manga Jepang gitu. Dan kayaknya penulis-penulisnya ini tuh masih pada pemula karena ini merupakan serial dari hasil lomba. Tapi tulisannya mantap-mantap. Kesukaan saya: Ocean Breeze dan Muara Rasa.

Eksekusi di setiap konflik dan jalan ceritanya menarik semua. Asli bikin nagih dan nyesel kayak, kenapa pas dulu saya remaja menuju dewasa nggak baca ini???. Ya walaupun sekarang juga masih dalam proses dari remaja menuju dewasa sih wq. Tapi pasti rasanya bakal lebih menyenangkan lagi kalau saya baca ini pas masih duduk di bangku sekolah juga. Feel-nya pasti bakal lebih dapet.

Rekomen banget deh serial ini!

6. The life Magic of Tidying up – Marie Kondo

Awalnya saya sudah membaca 84 halaman buku ini di bookmate dengan versi bahasa Inggris. Isinya menarik walaupun membuat saya bosan karena tidak ada ilustrasi penjelas. Beberapa bulan kemudian, buku ini ternyata cetak di Indonesia dan oleh mbak Dee dibuat review singkatnya di blog pribadi miliknya.

Dan setelah membaca review mbak Dee itulah saya langsung beli versi bahasa Indonesianya, menamatkan dalam waktu 2 hari dan saya ingat, setelah selesai membaca buku itu, saya langsung ketawa ngakak. Kayak lucu aja gitu, buku tentang beres-beres: sesuatu yang sepertinya bisa dilakukan semua orang saja bisa sangat laku dan jadi best seller XD

Buku ini mengubah saya banget. Setelah membaca ini saya langsung beberes rumah dan ada 3 kantung plastik besar sampah yang berisi kertas, buku, baju, sepatu dan peralatan kosmetik yang tidak terpakai. Saya sangat menyarankan ini untuk dibaca oleh semua orang. Tipe buku yang setelah dibaca tidak boleh hanya langsung disimpan di rak buku. Tapi wajib dipraktekkan dan diteruskan kepada orang lain; agar orang lain juga merasakan keajaiban dari seni beres-beres.

Sampai tulisan ini saya buat, praktek dari buku ini masih saya jalankan dengan cukup baik dan disiplin penuh. Alhamdulillah ya kamar rumah dan kamar saya sudah lebih rapi dan bersih, koleksi yang saya miliki juga barang-barang yang benar-benar saya sukai saja. Akhir-akhir ini saya juga sedang menerapkan gaya hidup minimalis. Sedang mengurangi jumlah pakaian dan mengubah gaya fashion juga mengikuti buku ini xD.

***

Selain 50 buku yang menjadi kesukaan saya, ada beberapa hal lagi yang membuat kegiatan membaca saya pada tahun ini menarik. Beberapa waktu yang lalu saya sempat mendapat pertanyaan dari seorang teman di Goodreads. Dia menanyakan bagaimana caranya saya bisa membaca buku sebanyak itu.

Sebenarnya jawabannya sudah ada di postingan blog saya yang ini. Tapi sebagai pengingat, mari saya bagi lagi bagaimana caranya saya bisa membaca sebanyak ini.

Jika ada yang bertanya bagaimana caranya, maka jawaban saya adalah sederhana,

Ya, baca saja.

Saya tidak memiliki waktu ataupun tips-tips khusus seputar membaca. Seperti, harus membaca dulu sebelum tidur atau membaca setelah mandi dalam keadaan badan bersih dan segar, atau saat terjebak kemacetan dan sambil nunggu bus.

Tidak ada tips khusus. Tapi yang jelas, saya mencoba meletakkan banyak buku di sekeliling saya. Jadi ketika memiliki waktu senggang, otomatis badan saya bergerak untuk membaca.

Di rumah saya banyak buku. Saat ini sih nggak banyak-banyak banget karena akhir Oktober kemarin saya habis melakukan pembersihan. Tapi setidaknya di rumah saya itu pasti ada 2-3 buku yang tercecer di beberapa tempat seperti di ruang tamu, di kasur maupun di bufet kecil dekat kompor.

Selain itu, di smartphone saya juga ada banyak aplikasi membaca buku. Sebut saja Scoop, Bookmate dan iJak. Ketiga aplikasi itu saya buat shortcut-nya di dekstop utama agar selalu terlihat. Jadi kalau senggang gatau mau apa, saya pasti lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca di hp daripada berselancar di internet.

eljrbavo

Itulah mengapa saya jaraaaaaangg sekali bisa tepat waktu ketika membalas chat milik seseorang. Aplikasi berkirim pesan online jarang saya aktifkan pemberitahuan dan tidak saya buat shortcut di dekstop. Jadi baru akan saya buka kalau kebetulan sedang ”ingat” saja.

Pada mulanya membaca melalui media seperti ini memang membuat pusing. Pada beberapa kesempatan saat menemukan sebuah buku yang bagus pun kadang saya berharap semoga bisa memegang versi cetaknya agar bisa membaui harum buku tersebut.

Tapi di satu sisi kadang saya bersyukur juga. Hal seperti ini bisa membuat saya sedikit berhemat dalam mengeluarkan uang untuk membeli buku dan menghemat ruangan di rumah juga.

Dari beberapa aplikasi membaca buku online itu, ada yang gratis. Contohnya adalah ijak. Kita hanya perlu mendaftar menggunakan e-mail atau akun facebook dan meminjam biasa seperti di perpustakaan. Dalam sehari kita bisa meminjam 3 buku dengan batas waktu pinjam beragam. Ada yang 3 hari dan ada juga yang 5 hari. Selain ijak, ada beberapa perpustakaan digital lainnya.

ayjvgfaj

Contoh seri lain dari ijak

Untuk Bookmate dan Scoop, ada beberapa buku yang bisa dibaca secara gratis. Tapi kebanyakan baru bisa dibaca dengan berlangganan fitur premium. Kalau di bookmate, biaya langganan perbulannya Rp69.000 bisa dibayar menggunakan CC, pulsa Indosat dan voucher Google Play Store. Sementara kalau di Scoop, biaya perbulannya Rp105.000 (saat saya langganan sedang diskon jadi Rp89.000,-) dan bisa dibayar di Indomaret, lewat pulsa, voucher google maupun atm transfer. Semua buku dari aplikasi perpustakaan digital itu bisa dibaca dengan mode offline tanpa internet.

Banyak teman-teman pembaca di goodreads yang mengatakan bahwa membaca dengan seperti itu rasanya tidak enak. Karena buku-buku tersebut tidak bisa kita miliki dan hanya bisa dibaca di aplikasi itu saja.

Tapi kalau menurut saya di era digital seperti ini, keberadaan perpustakaan atau aplikasi membaca digital seperti ini sangat membantu banget. Selain menghemat kertas, rasanya juga jadi lebih praktis saja gitu tidak perlu membawa buku lagi. Mengemat tempat dalam satu handphone meskipun ya, memang membuat jadi boros baterai.

Tapi toh saya menggunakan handphone juga hanya untuk komunikasi biasa saja. Daripada buat chatting bergosip atau menyebar berita hoax ke grup WA keluarga bukannya lebih baik kalau baterai hpnya habis dipakai untuk membaca?

Di aplikasi membaca itu juga sudah ada pengaturan cahayanya kok. Jadi membaca lama-lama pun tidak membuat mata sakit (walaupun masih belum secanggih e book reader). Atau kalau masih takut bikin mata rusak, bisa install aplikasi pengatur cahaya tambahan dan pengingat untuk beristirahat sejenak dari memandang hp (seperti install aplikasi Eyecare+ dan Lux Lite premium).

Koleksi bukunya juga lumayan lengkap kok. Saya akhirnya bisa baca semua karya Lang Leav dari aplikasi bookmate dengan biaya langganan 69ribu saja!! Lumayan kan? Selain bisa menghemat uang, aplikasi digital seperti ini juga membantu saya mengurangi rasa menyesal setelah membaca buku.

Pernah mengalami kan, kita begitu tertarik dengan sebuah buku, ngebet banget pengen beli. Eh pas sudah dibeli dan dibaca ternyata biasa aja dan timbul rasa penyesalan karena sudah membeli mahal-mahal tapi ternyata gitu doang. Nah dengan aplikasi seperti ini, rasa menyesal yang sering saya alami dulu sering berkurang.

Contoh, saya pernah mengidamkan sebuah buku dari penulis wanita yang cukup ternama. Tapi saya tidak sanggup membeli karena harganya terlalu mahal. Mencari bekas atau pinjam teman tidak ada. Eh, kebetulan ada di aplikasi itu. Saya bacalah. Dan ternyata pas sudah selesai, saya merasa bersyukur ”alhamdulillah untung gak beli versi cetaknya”. Karena rasanya tidak mungkin akan saya baca ulang dan hanya akan memenuhi ruangan saja kalau disimpan xD.

Tapi intinya, aplikasi seperti ini masih cukup menguntungkan banget buat saya. Karena kecepatan membaca saya juga lumayan jadi ya saya tidak merasa rugi membayar Rp60-100.000/bulan. Ayolah, mengeluarkan uang Rp70.000/bulan untuk berlangganan radio online untuk mendengarkan lagu saja bisa, masa untuk berlangganan membaca buku seperti ini tidak bisa? Ini sama kok seperti radio online itu. Bedanya disini kita ”menyewa” buku-buku. xD

Hal lain yang menarik dari catatan membaca saya tahun ini terjadi beberapa hari yang lalu. Kebetulan ada beberapa orang yang berteman dengan saya di Goodreads dan ”membicarakan” saya melalui sosial media Instagram.

Salah satu obrolan yang mereka angkat kira-kira begini,

”yaiyalah bacaan dia banyak. Orang komik aja dimasukkin ke reading challenge. coba itu kalau gak dimasukin, paling cuma berapa doang”

Saya langsung jadi merasa….bingung sendiri xD.

Memang salah ya kalau membaca komik? Justru kalau saya ingat-ingat lagi, banyak sekali pelajaran dan kutipan menarik yang saya temukan dari komik. Saya kadang masih heran dengan orang yang memandang sebelah mata seseorang yang menyukai membaca sebuah komik.

Dan yang menarik, saat saya tanya kenapa mereka tidak suka komik, jawabannya rata-rata sama: ”bingung baca komik itu dari sebelah mana. Komik mahal tapi bukunya tipis. mending beli novel” xD. Bikin gemas wqwq.

Saya juga kadang heran dengan orang yang memandang ”wih” orang seperti saya yang bisa membaca banyak buku. Entah pandangan ”wih” mereka itu merujuk pada kagum atau penasaran ”kok bisa sebanyak itu” tapi menurut saya, sebanyak atau sesedikit apapun buku yang kamu/orang lain baca, seharusnya tidak lantas membuat mereka/kamu menjadi superior. Toh saya tidak lantas menjadi orang terkenal karena banyak membaca dan toh gaya menulis saya masih sering berantakan xD

Saya menetapkan jumlah bacaan yang banyak karena saya ingat sebuah pepatah, kalau bermimpi harus setinggi langit, biar kalau jatuh masih bisa jatuh ke awan dulu, baru nanti jatuh ke bumi. Perihal target membaca ini juga demikian.

100 buku yang saya targetkan sejak awal dulu sebenarnya juga ada target kecil lain,  dari 100 buku itu hanya boleh mengeluarkan uang sebesar Rp1.000.000 saja dan sisanya baca dari pinjam perpustakaan atau pinjam teman yang akhirnya malah seperti dibantu oleh tuhan dengan munculnya beberapa aplikasi perpustakaan digital.

Jadi kalau sudah ada kesempatan adanya perpustakaan digital tempat kita bisa membaca buku gratis, kenapa tidak sekalian saya targetkan jumlah yang banyak sekalian?

Ada juga beberapa komentar yang pernah saya dapatkan seperti ini, ”ih gue mah bacanya sedikit tapi berkualitas”.

Hm, berkaca dari beberapa buku yang saya baca tahun ini memang kebanyakan buku yang santai-santai sih. Tapi saya juga banyak membaca buku khusus kok (misal tentang buku seputar fotografi dan kebudayaan Jepang; 2 hal yang saya sukai).

Tapi saat membaca komentar itu saya jadi berpikir sih, sebuah buku bisa dikatakan berkualitas itu harus memiliki kriteria seperti apa ya? xD

Untuk beberapa orang yang menanyakan bagaimana cara membacanya pun lagi-lagi saya tegaskan. If you love something, you will make a time for it. Saya suka membaca, karenanya saya selalu memiliki dan meluangkan waktu entah itu hanya 30 menit atau 3 jam dari 24 jam yang saya miliki setiap hari untuk membaca.

Ah, tapi biarlah. Seperti apapun dan berapapun jumlah bacaan saya tahun ini, yang jelas banyak sekali pelajaran menarik dari buku-buku itu yang sedikit banyak juga membentuk kepribadian dan pengetahuan saya akhir-akhir ini. Dan hei, saya bahkan sempat berhasil mendapatkan nomor WA seorang pria karena saya memberitahu satu fun fact dari manga yang pernah saya baca lho! (dan kemarin Sabtu malah kita jalan-jalan berdua :3)

Ah, ngomong-ngomong soal bertemu, gara-gara membaca ini saya juga akhirnya mendapat beberapa teman baru dari Goodreads pada Festival Pembaca Indonesia. Kami sempat bertemu dan bertukar rekomendasi bacaan yang menarik. Senang rasanya tahun ini saya banyak bertemu dan berkenalan dengan orang baru karena buku. Tahun depan mau lebih banyak bertemu orang baru juga ah~

Dan secara keseluruhan, catatan membaca tahun 2016 saya sangat indah.

Dimulai dari belajar membahas keuangan di bulan Januari, Jatuh cinta pada Bodhi dan pikiran Dee di bulan Februari, menjelajah dunia sihir dan mengenal Luna Lovegood di bulan Maret dan April, Belajar beberapa teknik kecil fotografi, belajar pengetahuan sex singkat dan organ repoduksi tubuh di bulan Mei, bangkit dari patah hati dan banyak tertawa setelah berkenalan dengan karya mbak Nina Ardianti dan komik Silver Spoon & Crows Zero di bulan Juni, mengenal karya Lang Leav dan novel teenlit lokal Indonesia di bulan Juli, Agustus, September dan belajar tumbuh dewasa bersama serial YARN dan kembali percaya akan cinta setelah membaca beberapa buku puisi Joko Pinurbo dan Sapardi Joko Damono di bulan Desember ini. Seperti apapun bentuknya, membaca suatu tulisan dalam bentuk buku ataupun cetak, tidak pernah akan menjadi sia-sia.

Dan yah begitulah tips membaca dan catatan membaca saya tahun ini~

Apa tips membacanya? Ya baca aja, Iqra.

Jangan membaca karena sebuah keharusan atau agar terlihat wah, atau karena merasa bersalah pada tumpukan buku yang kita miliki. Dulu saya begitu sih, sempat merasa bersalah pada tumpukan buku yang belum terbaca dan sudah saya miliki. Dan entah mengapa rasanya jadi tidak enak karena kadang saya tidak bisa menikmati buku itu dengan baik.

Tapi lama-lama perasaan itu hilang kok. Pokoknya nikmati saja bukumu. Baca, baca dan baca.

Hm, tahun depan pasang target berapa buku ya~

Ada rencana memasang 1000 buku sih. Saya berencana berlangganan premium Bookmate dan Scoop lagi. Berencana mengabiskan semua koleksi bacaan yang tersedia disana xD. Apalagi kemarin katanya Kompas Gramedia sudah bekerja sama dengan Scoop yang artinya jumlah bacaan akan bertambah lagi! Jadi tidak sabar menunggu 2017 tiba.

Dan akhir kata, sampai bertemu di tantangan membaca dan rekomendasi buku dari saya di tahun mendatang!

zficcs-t

Dari buku 148 Tips For Life karya Desi Anwar

Dan ah, mari berteman dengan saya di Goodreads dan berbagi buku kesukaan bersama 😀

2 hari seru bersama Goodreads Indonesia di #IRF2016

251.jpg

Pada 10 dan 11 Desember lalu, saya mencoba berkunjung ke Festival Pembaca Indonesia 2016 yang diadakan oleh Goodreads Indonesia di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Acara ini sendiri sebenarnya sudah diadakan sejak 2011 silam dan ini adalah kali pertama saya datang. Tahun lalu sebenarnya sudah berminat datang tapi lokasinya terlalu jauh dari rumah dan kendaraan menuju kesana juga susah.

 Hari Pertama

Hari pertama saya datang pukul 13.00 siang setelah pulang kerja. Situasi saat saya datang kebetulan cukup ramai dan ada beberapa rombongan pengunjung dari sebuah sekolah TK yang berpapasan dengan saya. Saya baru datang sementara mereka sudah mau pulang.

Setelah meminta buku petunjuk tentang daftar acara dan klaim hadiah kuis yang diadakan di twitter beberapa hari sebelum acara, saya pun bergegas masuk dan mendatangi booth Blind Date yang langsung terlihat saat masuk ke ruangan.

img_20161209_155935

buku yang saya bawa dan siap ditukar untuk bookswap & blind date
img_20161210_131824

booth blind dateimg_20161210_131812

2 buku ”kencan” saya

Apa sih bookswap dan book blind date itu?

Bookswap dan Book blind date adalah acara tahunan yang sering digelar di acara ini. Kalau bookswap, akan disediakan sebuah meja yang cukup lebar dan nanti ada beberapa buku yang tersedia. Kita bebas memilih dan jika ada yang kita suka, bisa kita ambil dengan syarat 1 buku kita ambil = kita ganti dengan 1 buku milik kita yang lain.

Blind date tidak jauh berbeda. Aturannya juga sama. Bedanya di blind date, buku-bukunya terbungkus rapi dan ada beberapa clue sementara kalau bookswap bukunya tidak terbungkus jadi kita bisa baca sinopsisnya sedikit.

Ada juga bookwar dan kotak rahasia. Dari panitia akan diadakan lelang kotak rahasia dengan sistem pembayaran menggunakan buku. Nantinya buku-buku hasil pembayaran itu akan dibagikan di acara bookwar. Bookwar hampir sama seperti bookswap bedanya buku-buku yang tersedia ada beberapa yang mungkin baru terbit atau hits. (kira-kira seperti itu penjelasannya).

Saat sedang asyik memilah buku, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil saya. Kaget, saat saya menoleh ternyata mbak Marina, salah satu teman yang saya kenal di Goodreads. Sempat kaget karena saya dikenali, padahal dulu kata beberapa orang foto selfie dan wajah asli saya lain xD

Kami pun berkenalan dan bertanya dapat buku apa saja. Saya sempat kaget karena saya pikir mbak Marina ini berhijab (saya belum pernah lihat fotonya) tapi ternyata tidak. Mbak Marina lucu btw, pipinya gemesin juga. Ah, sayang sekali kami lupa foto bersama 😥

Saya pun diajak berkeliling karena kebetulan Mbak Marina sudah lebih dulu datang. Kami sempat main ke beberapa booth, salah satunya di booth kaskus. Main kuis tentang buku gitu.

Pas mengerjakan beberapa soal disitu, saya dan mbak Marina saling membantu. Yang nyebelin, beberapa buku yang muncul di mbak Marina sudah saya baca, sementara buku-buku yang muncul di kuis milik saya hanya 2 saja yang sudah saya baca. Sisanya saya jawab asal-asalan xD. Poin kami berdua sama-sama 40 (dari 10 soal) dan kami mendapat hadiah note kecil dan stiker.

Setelah itu kami berkeliling lagi, bertemu dengan mas Abduraafi dan mbak Hesti juga. Mbak Hesti ini kebetulan sudah pernah ketemu dengan saya di acara Rumah Perubahan dulu.

Sekitar pukul 15.00, mbak Marina akhirnya pamit, mas Raafi sibuk mengurus stand miliknya sisa saya berdua dengan mbak Hesti. Kami pun melipir ke panggung utama  untuk menonton talkshow dan peluncuran buku terbaru mas Adhitya Mulya.

img_20161210_160445

Selesai talkshow, ada kuis singkat berhadiah 1 buku gitu. Nah saya berhasil mengangkat tangan yang pertama tapi salah jawab T_T. Padahal lumayan dapat 1 buku 😥

Dan acara hari pertama selesai. Saya dan mbak Hesti juga sempat foto bareng walaupun hasilnya kacau karena saya terlalu tegang wq. Saya jarang-atau bahkan nyaris tidak pernah foto bareng teman soalnya. Saya lebih suka dikenang lewat ingatan. Bukan foto hhe. Foto sama sahabat saya aja jaraaaaaang banget. Jadi ya pas diajak sama mbak Hesti, saya beneran tegang banget wq.

img_20161210_161415

terlalu tegang, wajah gak enak banget jadi di sensor wq

Hari kedua

Hari kedua ini saya datang lebih pagi. Niatnya pengen ikut bioskop baca nonton Little Prince tapi tidak keburu. Saya datang bersama salah satu sahabat saya yang suka membaca walaupun akhir-akhir ini katanya sudah jarang membaca. Begitu tiba kami langsung melipir ke bagian bookswap yang ramai.

img_20161210_141147img_20161210_141259

asyik memilih

Setelah menyusuri koleksi di meja bookswap, kami pun berkeliling dan sahabat saya belanja notebook di booth GPU. Kami juga sempat main ke booth Buku Berkaki. Ikut kuis tebak judul buku dan penulis gitu dan menang!. Dapat 1 hadiah buku hehe.

booth buku berkaki yang ramai terus

Hadiah yang langsung di swap dengan buku lain karena kurang suka dengan genre-nya xD

Setelah puas berkeliling, kami pun istirahat makan siang + shalat sebentar dan mampir ke Bioskop baca untuk menonton film The 100-year old man who climbed out the window and disappeared. Saya sudah baca bukunya dan sangat terkesan sekali. Trus saya juga baru tahu kalau ini sudah dibuat film. Soalnya cari download-annya tidak ada.

Eh pas sampai bioskop baca ternyata jadwal tayangnya ditukar. Yang diputar duluan yang film The old man who read love stories. Sempat bimbang antara mau nonton atau tidak dan akhirnya menonton.

Filmnya lumayan menghibur dan seru. Trus setelah film selesai ternyata ada kuis dan sahabat saya bisa menjawab pertanyaan yang ada dan dapat hadiah buku The Martian.

bhoo2mbv.

serius nonton sambil lesehan dan foto bareng panitia Bioskop Baca saat dapat hadiah

Selesai nonton saya sempat bertemu dengan Mbak Hana, teman dari Goodreads juga. Tapi kami tidak mengobol banyak dan lagi-lagi lupa foto bareng xD.

Tidak lama berselang, panitia mengumumkan bahwa akan diadakan Kotak rahasia dan bookwar sesi ke-2. Saya dan sahabat saya bingung antara ikutan acara ini atau lanjut ke bioskop baca untuk nonton. Tapi akhirnya kami memilih untuk ikut bookwar.

Sebelum dimulai, diadakan lelang buku terlebih dulu dan kotak rahasia itu terjual dengan 165 buku. Acaranya seru dan menegangkan banget. Jadi punya keinginan baru pergi ke balai lelang untuk menonton keseruan tawar menawar gini hhe.

menghitung buku hasil lelang

img_20161211_144759

bersiap menunggu distribusi buku hasil lelang untuk bookswap dan bookwar

img_20161211_150551img_20161211_150711

bookwar dimulai. Asli rusuh banget. Teman saya sampai terdorong keluar-masuk-keluar-masuk beberapa kali wqwq

Saya tidak ikut berpartisipasi dan sibuk mengamati dan menerima buku dari teman saya saja. Dan karena pada dasarnya teman saya tidak tau buku apa yang sedang ”in” akhir-akhir ini, dia jadi asal ngambil dan buku-bukunya gak ada yang kami sukai. Jadi semacam sia-sia ikut berebut xD

img_20161210_224537img_20161211_183748

buku hasil bookswap dan blind date. buku hasil bookwar sudah ditukar dan ada yang disumbang ke panitia karena tidak tertarik kami baca.

Secara keseluruhan acaranya sangat seru. Senang bisa bertemu banyak orang baru dan mendapat buku-buku seru juga. Kekurangan dari acara ini mungkin karena tidak ada booth penjual makanannya kali ya. Ada sih yang jualan 1, tapi makanannya cepat habis terus. Kalau mau beli makanan cukup PR juga mengingat lokasinya di museum dan kalau keluar dari museum pun tidak ada warung ataupun minimarket terdekat.

Tahun depan kalau dikasih umur pasti saya akan mampir kesini lagi. Sekalian bertemu dengan teman-teman dari goodreads juga. Semoga dikasih umur panjang ya!

Aaah, gak sabar nunggu tahun depan rasanya xD

bonus: Selfie dengan buku terbaik yang saya baca tahun ini. Yang membantu saya untuk bangkit dan menjadi orang baru :3

img_20161211_102539