Author: Mai

a Reader

[Product Review] Pure Rose Water and Carrier Grappeseed, Ricebran Oil from haple.id

IMG_20171204_101639

Sebulan terakhir ini saya mencoba produk dari haple.id yang tidak sengaja saya temukan ketika saya sedang menjelajah akun yang menjual produk organik dan alami di instagram. Saya baru dengar soal merk ini dan di akun instagram mereka sendiri pun setelah saya lihat sampai pos pertama, ternyata dulunya mereka menjual pakaian. Untuk yang penasaran bisa cek instagram mereka. Ada website pribadinya sih, tapi pas dibuka keterangannya maintance hhh

Yak seperti itulah sklebat curhatannya, mari kita mulai review-nya!

1. Haple.id Pure Rose Water 100ml

20171204_102814-COLLAGE

Sesuai namanya, ini adalah air mawar murni. Saya coba bandingkan dengan air mawar viva memang rasanya beda. Kalau yang punya viva kadang kalau habis dipakai, wajah langsung agak panas. Kalau air mawar dari haple ini tidak dan juga tidak memiliki aroma yang macam-macam.

Produk dikemas dalam kemasan plastik bening yang cukup kokoh. Mulut spray tidak terlalu besar atau kecil jadi kalau pakai gak perlu di tuang ke kapas lagi. Tinggal semprot ke wajah dan diratakan pakai tangan juga cukup. Saya paling suka taruh di kulkas dulu sebentar biar pas dipakai jadi dingin segar gitu. Enak banget.

Harga produk ini Rp39.000,-(bila kamu beli satuan). Saran saya sih kamu beli versi bundle seperti yang saya beli kemarin. Bundle 2 oils + 1 rosewater. Harganya jadi lebih murah. Dengan harga segitu dapat 100ml menurut saya cukup murah ya. Produk ini bisa tahan sampai sebulan lebih sedikit dengan catatan pemakaian hanya tiap pagi. Saya pakai ini tiap pagi saja sebelum pakai make-up soalnya kalau malam saya pakai toner hehe. Tapi kalau kamu sering pakai ini misal tiap pagi-malam 1 botol gini gak bisa sampai sebulan. Saya sudah request sih ke Haple biar bikin yang ukuran lebih besar. Semoga saja saran saya di dengar ya xD

2. Pure Natural Rice Bran Oil

IMG_20171204_101947

Rice bran atau kulit air beras ini sejenis minyak yang biasa buat masak ya. Saya sudah lama tau tentang minyak ini karena kebetulan ada salah satu bude saya yang suka pakai buat tumis beberapa sayur tapi saya baru tahu kalau ternyata ini bisa dipakai untuk kecantikan. Mungkin mirip seperti minyak zaitun. Kan minyak zaitun (atau Virgin Olive Oil/EVOO/VOO) ada beberapa jenis tertentu dan bisa untuk kosmetik serta masakan juga.

Nah kalau rice bran punya haple ini dijual seharga Rp59.000/30ml. Saya tertarik membeli ini karena katanya memiliki klaim untuk mencerahkan wajah, anti aging dan cocok untuk semua jenis kulit. Seperti yang pernah saya bahas di beberapa review produk, masalah kulit saya adalah kulit wajah yang kusam dan berminyak serta saya selalu tertarik dengan produk anti aging, jadilah saya coba produk ini xD

Produk dikemas dalam kemasan kaca gelap dengan tutup yang super rapatt. Pas awal baru beli, buka tutup kemasannya susah banget sampai harus minta tolong teman hh. Kemasan produk tidak terlalu mungil/besar dan sejauh ini pernah beberapa kali saya bawa bepergian dan alhamdulillah belum pernah bocor. Pernah punya beberapa produk yang beginian juga (dikemas dalam botol + pipet) lalu banyak yang bocor tapi punya Haple ini enggak.

IMG_20171204_102117

Produknya sendiri berwarna kuning cerah dan memiliki aroma yang cukup menenangkan. Yang saya suka, produk ini cepat banget meresap di kulit saya. Gak bikin wajah saya makin berminyak. Saya biasa pakai ini sendiri ya, gak dicampur dengan minyak yang lain (padahal katanya kalau dicampur dengan takaran tertentu makin bagus). Saya biasa pakai ini tiap malam saja gantian dengan produk yang lain. Hasil ketika selesai pakai ini nyenengin banget ya. Begitu bangun di pagi hari, wajah jadi superrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr kenyal dan lembab.

Oiya, kadang saya suka pakai ini di rambut juga. Katanya sih bisa bantu menguatkan rambut, menghilangkan ketombe dan mencegah rontok(?). Biasa saya pakai dua tetes, usap ke seluruh rambut, diamkan beberapa menit lalu setelah itu saya mandi dan keramas. Yang ini kurang terlihat hasilnya ya, soalnya masih gitu-gitu aja wqwq. Tapi saya tetap lakukan ini soalnya kalau sudah kering rambut jadi lembut gitu sih, saya suka hhe.

Untuk hasil di wajah juga belum terlihat. Mungkin karena akhir-akhir ini pola makan dan tidur saya juga lagi berantakan hhh. Tapi saya akan terus coba pakai dan mungkin akan beli botol kedua juga untuk melihat hasilnya. Suka!

3. Pure Natural Grapeseed Oil

IMG_20171204_102207

Grapeseed oil atau minyak biji anggur adalah minyak yang paling ringan diantara berbagai jenis minyak yang ada. Biasanya dipakai untuk memasak atau kosmetik tapi khusus untuk minyak masak harus ada tanda food grade karena minyak yang untuk kosmetik biasanya ada tambahan bahan kimia. Nah, kalau yang produk haple ini saya masih kurang tau apakah bisa untuk masak atau tidak xD

Dijual dengan harga Rp49.000/30ml, produk juga dikemas dalam kemasan botol kaca gelap. Satu minus dari packing produk haple ini adalah, kemasan untuk minyaknya susah dibedakan antara satu dan lainnya. Kadang kalau gak lihat, saya suka pakai yang itu-itu terus alih-alih gantian tiap hari hh.

IMG_20171204_102316

Produk ini cocok untuk semua jenis kulit. Memiliki warna yang sama seperti rice bran oil, produk ini juga tidak memiliki aroma yang menganggu. Menggunakan grapeseed oil secara teratur bisa membantu mengecilkan pori-pori, mengontrol minyak berlebih dan mencegah jerawat. Saya tertarik dengan produk ini karena mau mengecilkan pori-pori sih. Untuk masalah minyak dan jerawat kadang saya gak terlalu pusing dan bukan tipe yang gampang jerawatan juga. Tapi masalah pori-pori wajah saya ini lumayan rewel banget.

Sebulan lebih pakai ini hasilnya belum terlalu terlihat sih. Pori-pori masih biasa begitu saja walaupun memang saya menyadari kalau komedo di sekitar dagu saya mulai berkurang. Iya, saya punya masalah komedo di dagu (alih-alih di hidung). Gak ngerti juga kenapa bisa begitu wqwq.

Saya pakai ini tiap malam saja dan hasilnya juga cukup memuaskan. Oiya, kadang saya juga pakai ini di sekitar perut dan paha untuk menghilangkan stretch mark. Yang Rice bran juga gitu sih, kadang saya pakai di perut serta kaki juga dan begitu bangun di pagi hari, kulit kaki sudah lembab bahkan kadang saya gak perlu tambahan pakai body butter lagi.

Jadi kesimpulannya apakah saya suka dengan produk ini? Jawabannya adalah iya!

Ini sudah hampir dua bulan produknya belum habis juga. Saya ada rencana untuk mencoba minyak yang lain (Almond & Avocado oil) serta Bentonite clay mask-nya. Kalau dari tiga produk pertama yang saya review disini sih saya paling suka yang rice bran oil. Soalnya setiap selesai pakai wajah jadi segar dan super kenyal banget gitu. Nanti kalau sudah saya coba yang lain review-nya akan saya tambahkan lagi.

Bila kamu tertarik dengan produk yang saya review di atas, kamu bisa langsung beli di tokopedia atau shopee dari akun official haple. Ketik saja HAPLE di kolom pencariannya.  Mereka menjual produk itu dalam bentuk satuan atau dalam bentuk paket dengan harga yang lebih murah. Bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu.

Atau kalau kamu bingung dengan tipe kulit/bingung mau beli yang varian apa, bisa hubungi customer service mereka di line @haple (pakai @). Lebih lengkap cek instagram mereka saja ya!

Dari beberapa produk natural buatan lokal atau luar yang saya temukan, sejauh ini Haple adalah produk yang paling terjangkau tapi kualitasnya juga gak bohong. Kalau beberapa produk lain itu biasa jual 80-150ribu untuk produk dengan total 30-50ml. Jadi kalau kamu pelajar tapi tertarik menggunakan produk natural untuk wajah kamu, Haple sangat cocok untuk dicoba.

Haaaahh, seneng banget tahun ini saya banyak menemukan produk kecantikan buatan lokal dengan harga terjangkau dan cocok sama kulit saya hhe. Semoga beberapa produk yang pernah saya review cocok untuk kamu juga ya!

Sampai ketemu di review lainnya!

 

 

Advertisements

Sehari di Perpustakaan Nasional Jakarta

Pada Kamis 26 Oktober kemarin, saya mencoba jalan-jalan ke gedung perpustakaan nasional yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Gedung ini belum beroperasi penuh karena baru beberapa bulan lalu diresmikan. Katanya gedung ini merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia dengan tinggi kurang lebih 126,3m dan terdiri dari 24 lantai.

IMG_20171026_100610

Kalau kamu mau kesini, ada beberapa kendaraan umum yang bisa dipakai.

  1. Naik Transjakarta dari halte terdekat rumah kamu, turun di halte Monas lalu transit ke koridor 2 jurusan Pulo Gadung – Harmoni, turun di halte Balai Kota. Letak perpustakaan berada di seberang halte busway Balai Kota.
  2. Naik KRL Commuterline dari stasiun terdekat di rumahmu, turun di halte Juanda. Setelah itu naik transjakarta jurusan Harmoni. Dari Harmoni naik lagi transjakarta koridor 2 jurusan Pulo Gadung – Harmoni dan turun di halte Balai Kota.
  3. Naik bus tingkat wisata Jakarta. Bus tingkat wisata Jakarta ini ada 6 rute dan semuanya berhenti di Balai kota. Kamu bisa naik yang mana saja dari halte pemberhentian terdekat di rumahmu dan turun di Balai Kota.
  4. Dari luar kota bisa turun di stasiun Gambir. Dari stasiun itu bisa jalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh dan trotoar untuk pejalannya sudah cukup nyaman.
  5. Naik ojek online turun di depan perpustakaan nasional persis atau di depan Balai kota.
  6. Bila naik kendaraan pribadi, saya sendiri masih kurang tau dimana harus parkir. Tapi mungkin bisa parkir di Monas.

Saya datang pukul setengah sebelas siang dan suasana sudah cukup ramai. Niat saya kesana sebenarnya untuk buat tulisan blog tapi entah kenapa malah lupa foto-foto xD

Begitu sampai di lobi, kita bisa langsung ke atas menuju lantai 2 untuk membuat kartu anggota. Oiya, tidak ada keterangan khusus setiap lantai itu ada apa saja. Tidak ada flyer atau petugas di setiap lantai juga. Jadi saran saya lebih baik kamu memotret papan informasi yang ada di lobi untuk mengetahui kemana tujuan kamu akan pergi.

IMG_20171026_101011

Begitu masuk perpustakaan kita akan disambut dengan rak buku yang menjulang tinggi hingga lantai 4 yang sayangnya lupa saya foto hhh. Sampai lantai 2, suasana cukup ramai. Ada beberapa anak sekolah dan mahasiswa yang sibuk untuk mendaftar. Untuk mendaftar jadi anggota, kita bisa memasukkan data pribadi kita di komputer yang sudah tersedia. Isi dengan lengkap dan sebenar-benarnya ya..

IMG_20171026_101531IMG_20171026_101601IMG_20171026_101642

Setelah selesai, kita akan mendapat nomor antre dan menunggu dipanggil. Kalau sudah dipanggil, kita akan di foto untuk pembuatan kartu anggota dan zapp, dalam beberapa menit kartu sudah jadi, kita resmi menjadi anggota. Kartunya sendiri berlaku sampai sepuluh tahun…sepuluh coy, gaktau bakal panjang umur atau gak sampai sepuluh tahun kemudian wqwq.

Setelah selesai, kita bisa menitipkan tas dan barang bawaan kita di loker yang tersedia di pojok yang bersebelahan dengan meja registrasi. Kalau sudah selesai, siap keliling deh~

Lantai 1 sampai 4 masih bisa di akses menggunakan eskalator. Saya sendiri sempat melihat ke lantai 4 saja melihat bagian kantin yang masih cukup sepi. Kalau mau ke lantai 5 dan seterusnya harus menggunakan elevator.

IMG_20171026_102100

kantin yang sepi

Karena ada beberapa lantai yang masih tertutup untuk umum dan belum bisa di akses juga karena kebingungan tidak ada orang yang bisa ditanya, saya langsung pergi menuju lantai 21. Di lantai ini berisi koleksi buku umum ya. Pemandangan dari atas sini bagus banget, sayang cuaca hari itu mendung, jadi pas di foto jelek.

IMG_20171026_111135

Nah, karena saya sudah kecantol duluan di lantai ini, saya jadi gak sempat keliling sampai lantai paling atas. Saya cuma sempat main ke lantai 22 karena disana juga berisi koleksi buku umum dan hobi. Saya tenggelam di rak buku arsitektur dan fotografi sampai lupa diri wqwq

Menurut saya untuk koleksi umumnya sendiri cukup lengkap. Ada beberapa majalah lama, buku-buku teenlit, koleksi lengkap beberapa penulis ternama sampai buku hobi juga ada. Ini beberapa yang ”ingat” saya foto. Beberapa lainnya saking terlalu senang saya jadi lupa foto.

klik untuk memperbesar

menemukan buku Ika Natassa dan mas-nya yang lagi fokus membaca xD

Koleksinya sendiri masih cukup berantakan ya. Sempat tanya-tanya sama satpam sih katanya mungkin tahun 2018 baru bisa di akses semua lantai dan tertata sempurna. Saya sempat ingin bertanya apakah ada lowongan volunteer tapi tidak berani wqwq

Oiya, untuk saat ini buku-bukunya belum bisa dipinjam bawa pulang. Hanya bisa dibaca di tempat saja. Tapi nanti kalau sudah bisa dipinjam pun sepertinya tidak bisa semua buku, hanya beberapa dari koleksi yang ada di lantai 21 dan 22 saja.

Jika kamu ingin berkunjung kesini, kamu bisa datang setiap hari kerja (senin-jumat) buka dari pukul 7.30 sampai 18.00 dan weekend (sabtu-minggu) 7.30-16.00. Waktu asyik membaca sampai lupa waktu kemarin, saya sempat berpikir kalau perpustakaan ini buka sampai malam seru kali ya hehe. Pulang kerja main kesini, ntap.

Saya berada di perpustakaan ini sampai pukul 2. Saya sempat sholat dulu di mushola yang terletak di lantai 6 kemudian saya pergi makan di Monas. Sempat tertarik makan di kantin perpustakaan ini tapi entah kenapa pengen makan di monas aja gitu. Jadi saya langsung keluar dan tidak kembali lagi.

Jadi pada kunjungan pertama kemarin saya hanya sempat registrasi, main ke lantai 21-22 dan mushola saja. Besok saya akan coba kesana lagi dan ambil foto lebih banyak deh biar lebih jelas!

Oiya, menurut saya tempat ini bisa dijadikan rute berkencan romantis dengan kekasih atau keluarga lhoo. Rutenya seperti ini.

  1. Pagi kamu main ke perpustakaan..katakanlah main-main sampai jam 12.
  2. Setelah itu kamu sholat dan makan siang, lalu naik bus tingkat keliling Jakarta. Bisa cobain semua rute (kalau kamu niat :p)
  3. Sore sampai malamnya main di monas~

Karena saya tipe yang suka jalan-jalan ke luar ruangan, jalan-jalan seperti itu menurut saya asyik sih hehe. Nanti mau ada rencana begini sama teman saya xD

Oiya satu lagi, akses ke perpustakaan dan pembuatan registrasi semuanya gratis tidak dipungut biaya apapun. Cuma bayar buat ongkos kamu kesitu aja! Jadi tunggu apalagi, fasilitas membaca dan koleksi sudah disediakan oleh pemerintah, tidak ada lagi alasan untuk tidak gemar membaca.

Yuk, main ke perpustakaan!

**ps, akan saya update kalau saya main ke sini lagi yap!

 

[Product Review] Katering Salad Enak di se.rasa Jakarta

Jadi beberapa minggu yang lalu saya mencoba untuk langganan katering makan siang salad sayuran di sebuah katering lokal Bandung yang kebetulan membuka cabang di Blok M, Jakarta bernama se.rasa.

Saya tau katering ini secara tidak sengaja saat sedang menjelajah toko-toko yang menjual berbagai macam bahan organik di instagram. Dan karena harga langganan kateringnya cukup ramah di kantong yaitu Rp200.000,-/5 hari (belum termasuk ongkos kirim), saya pun iseng mencoba langganan satu minggu. Kebetulan menu yang saat itu tersedia adalah menu katering yang ini.

(klik pada gambar untuk memperbesar)

Pemesanan dan pembayaran dilakukan sebelum H-1. Karena dikirim ke kantor saya, jadi total yang harus saya bayar kira-kira Rp280.000,-. Oiya, kita bisa memilih waktu pengiriman makanannya apakah mau dikirim seminggu tiga kali atau seminggu dua kali. Saya memilih seminggu dua kali yaitu pada hari Senin dan Rabu.

Hari 1.

Green Fiesta Salad.

DSC_0107

Salad yang datang ada dua ya, menu untuk hari Senin dan Selasa. Produk dikemas dalam kotak makan plastik yang cukup kokoh. Ada tulisan nama salad-nya juga di luar kemasan. Sayang tidak ada penjelasan komposisinya.

Kalau berdasarkan pamflet, menu Green Fiesta Salad ini terdiri dari Romaine lettuce, champignon, mushroom, corn, broccoli and potato with pesto dressing. Oiya, kateringnya datang sebelum pukul dua belas siang diantar pakai salah satu ojek online. Ntap.

DSC_0110DSC_0114

Saya tidak tau kapan terakhir kalinya makan sayur, nah pas makan salad ini saya benar-benar super beringas xD

Brokolinya enak bangeeeett. Rasanya manis gitu. Dan pas dituang ke bumbu dressing-nya pun juga segar. Sebelumnya saya sudah pernah makan brokoli juga, tapi brokoli ini super enak banget. Rasanya manis, segar dan gurih.

Saya makan sampai habis tak tersisa dan rasanya super kenyang. Kalau gak salah, saya gak makan malam lagi karena rasanya masih kenyang. Dan tumben gak tertarik buat ngemil yang macam-macam juga. Mantap!

Hari 2.

Tartar Salad.

DSC_0118

Karena kebetulan saya tidak berangkat kerja, jadi saya makan ini di rumah. Sebelumnya saya menyimpan produk ini dalam kulkas. Dan pas dimakan rasanya sungguh segar. Saya bahkan bisa mendengar suara ”kriuk kriuk” pas gigit seladanya hhh.

Tartar salad ini terdiri dari mix lettuce, endive, cucumber, mix bellpepper with tomato, watermelon and tartar dressing. Setelah makan salad kedua ini, saya jadi dapat sedikit pengetahuan kalau sepertinya dressing saladnya itu ada dua jenis. Yang berbahan dasar oil dan cream. Yang menu hari senin kemarin dressing-nya agak berminyak dan yang hari selasa ini agak krim dan terasa asam sedikit mirip yogurt. Saya kurang ngerti tentang jenis-jenis makanan, tapi menu hari selasa ini enak banget. Bikin nambah energi dan bersemangat perpaduan dari rasa gurih dan manis dari salad serta asam dari dressing-nya.

DSC_0128

Hasil akhir kotak makan katering hari pertama dan kedua. Nyaris bersih tak tersisa, bahkan rasanya pengen tak jilatin kotak makannya saking super-enaknya xD

Hari 3.

Caesar Salad.

DSC_0133

Menu hari ketiga dressing-nya berbahan cream. Komposisi produknya terdiri dari lettuce head, romaine lettuce, shredded carrotat, toasted croitons, cheese, with caesar dressing. Satu yang saya rasakan setelah makan ini: seret. Gak tau kenapa pas selesai makan malah bikin haus wqwq. Tapi wortel dan tomatnya segarr.

Hari 4.

Salad Roll.

DSC_0139

Seperti namanya, salad kali ini berbentuk roll seperti sushi. Komposisinya terdiri dari Bell pepper, kyuri (gatau apaan dan yg mana), red cabbage, carrot with Japanese seaweed dressing. Porsi roll-nya lumayan besar dan gak bisa ditelan dalam sekali gigit. Dan karena hal itu pas makan ini lumayan berantakan karena saya susah gigitnya.

Satu porsi ini ada sepuluh roll dengan ukuran berbeda tapi kebanyakan ukurannya besar. Kekurangan dari menu ini cuma satu, dressing-nya terlalu sedikit. Tapi dimakan tanpa dressing pun tetap enak sih. Rasanya manis dan segar.

Hari 5.

Edamame Salad.

DSC_0148

Menu ini terdiri dari Lettuce head, romaide, red cabbage, cherry tomato, edamame, zucchini, corn with mexican dressing. Saya makan ini pas udah agak siang banget dan beberapa sayuran sudah ada yang menguning. Tapi rasanya masih enak. Yang paling saya suka baby tomato-nya. Enak. Kacang edamamenya sendiri saya malah kurang suka.

Dan selesai!

Menu katering lima harinya sudah selesai dan saya cukup puas dengan menunya.

Kalau ditanya menu favorit saya mungkin yang jadi nomor satu itu menu hari ketiga, Caesar Salad. Rasanya enak, segar dan mengenyangkan walaupun akhirnya bikin seret. Saya juga lebih suka dressing yang berbahan dasar krim daripada oil. Soalnya kalau dressing oil ini pas selesai makan meninggalkan bekas minyak di bibir yang kurang enak.

Kelebihan produk ini apa ya, hmm, mungkin dari segi kualitas sayurannya kali ya. Sayurannya segar dan gak ada yang layu semua ini bisa dikatakan nilai +++++ banget. Saya jadi ingat waktu makan brokoli di hari pertama. Rasanya super manis dan empuk banget. Top lah.

Saya tertarik untuk langganan katering lagi tapi mungkin bulan depan sambil lihat-lihat menu yang lain hehe. Untuk hasil ke tubuh saya sendiri, seingat saya buang air besar saya jadi lancar dan saya jadi lama kenyangnya. Gak tertarik untuk ngemil-ngemil atau jajan gitu. Ini merupakan nilai positif banget buat saya soalnya saya suka banget ngemil kacang atau biskuit kalau lagi bengong (yang bikin kantong jadi jebol karena jajan-jajan terus).

Oiya, serasa ini tidak hanya menjual katering salad tetapi juga menjual dressing dalam kemasan jar (siapa tau kamu mau membuat salad sendiri di rumah). Mereka juga menjual smoothie bowl yang sayangnya baru tersedia di Bandung. Saya jadi penasaran mau mencoba semua!

Untuk yang tertarik lebih jauh tentang produk mereka, bisa kunjungi di akun instagram mereka disini.

Sampai jumpa di review berikutnya dan terima kasih untuk se.rasa Jakarta yang sudah menunjukkan enaknya makan sayur!