Belajar Membuat Podcast Bersama menyadapsuara

MENYADAPSUARA

Berawal dari iseng, tahun ini saya mencoba untuk membuat sebuah saluran podcast di Soundcloud. Niatnya sendiri sudah ada sejak awal kemunculan Soundcloud. Tapi karena waktu itu saya tidak memiliki peralatan merekam yang memadai, saya hanya bisa menjadi pendengar saja.

Seperti banyak project yang membuat saya tertarik dan membuat saya penasaran, proses pembuatan podcast ini juga terjadi secara spontan tanpa persiapan apapun. Pada suatu sore yang sepi, tiba-tiba saya langsung mengambil handphone, merekam suara, berbicara apa saja dan wuzz, chapter pertama podcast saya sudah terbit.

Sehari setelah podcast tersebut saya unggah, timbul semacam candu dalam diri untuk terus berbicara. Jika sedang berjalan kaki atau dalam keadaan sendiri, kadang tanpa sadar saya jadi suka berbicara sendiri meski tidak saya rekam. Dan beberapa hari kemudian, saya langsung berhasil membuat chapter 2, 3, 4 dan 5 yang semuanya juga lagi-lagi saya buat secara spontan.

Ketika saya menulis ini dan mendengarkan ulang podcast-podcast tersebut, saya jadi belajar bahwa….podcast saya ancur banget xD

Saya paling tidak bisa dan tidak suka untuk membuat daftar rencana terlebih dahulu, sebab biasanya saya malah jadi terfokus kesitu dan malah kurang kreatif. Semacam jadi terkekang. Tapi setelah mendengarkan 5 podcast yang sudah saya unggah, saya menyadari bahwa kali ini saya harus membuat daftar perencanaan yang matang.

Saya harus mulai membuat daftar rencana perihal konten yang ingin saya unggah. Rencana perihal urutan pembahasan, salam pembuka, penutup atau yang lainnya. Saya mulai harus membuat daftar rencana dan riset tentang apa yang akan saya ucapkan dan bahas. Ketika podcast tersebut sudah saya unggah, maka saya harus bertanggung jawab dengan ”isinya”. Meski saya mengatakan saya akan bicara apa saja yang terlintas di kepala, tapi harus ada tanggung jawab, harus ada batasan tertentu juga tentang apa yang harus saya katakan dan rekam.

Selain itu, dulu saya sempat mengira bahwa membuat podcast itu mudah. Tinggal merekam suara dan bicara, selesai. Berbicara jarang sekali menjadi sebuah kesulitan untuk saya karena ya memang saya suka berbicara. Tapi setelah melihat kembali 5 podcast yang sudah tayang, saya menyadari bahwa cara berbicara saya masih memiliki banyak kesalahan.

Saya masih sering menggunakan banyak pengulangan kata, artikulasi saya masih banyak yang tidak jelas, kadangkala saya masih berbicara terlalu cepat dan mungkin akan sulit ditangkap oleh pendengar.

Ternyata untuk urusan kali ini saya tidak bisa ”spontan”. Harus ada rencana yang matang, harus ada rencana yang jelas dan terancang dengan pasti.

Ahahahah, ketika menyadari hal ini, saya benar-benar merasa tersentil. Sebagai orang yang tidak gemar membuat rencana dan cenderung tidak suka patuh pada aturan, kira-kira saya bisa tidak ya untuk melakukan perubahan ini? Tunduk dan taat pada komitmen?

Ketika saya membuat tulisan ini, saya memutuskan untuk berhenti sejenak sampai di chapter 5. Saya mau memikirkan ulang kembali, benarkah saya hanya ingin membuat podcast menyadapsuara ini sebagai kegiatan iseng saja? Maksudnya, saya tidak berharap ini menjadi sesuatu yang wah gitu juga sih. Hanya saja saya tidak ingin membuat podcast yang terlalu ”asal”, setidaknya harus ada manfaatnya gitu lah hhh

Kira-kira saya sanggup tidak ya?

Hhh, kadang saya suka membenci sifat spontan dan asal-asalan yang saya miliki ini 😥

Jika tertarik untuk mendengarkan beberapa podcast yang sudah saya buat, silakan mampir!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s