[Review] 2 Hari Seru Menginap di INAP at Capsule Hostel Bandung

Pada Sabtu, Minggu dan Senin 9,10,11 Desember lalu saya melakukan liburan singkat ke Bandung. Perjalanan saya lakukan secara dadakan karena saya merasa pikiran sedang ruwet dan butuh jalan-jalan. Tadinya saya ingin menginap di rumah seorang kenalan. Tapi karena ternyata ia tinggal cukup jauh dari stasiun dan saya takut kalau nanti pas pulangnya saya ketinggalan kereta (saya dapat tiket perjalanan pulang pukul 7 pagi), akhirnya saya memutuskan untuk mencari penginapan. Dengan menggunakan kata kunci ”penginapan dekat stasiun Bandung”, google memberikan rekomendasi INAP at Capsule dalam daftar paling atas penginapan dekat stasiun yang cukup murah (padahal saya tidak pakai kata kunci murah).

Karena kebetulan tersisa satu kamar, saya langsung memesan tanpa pikir panjang. Kebetulan saya langsung terhubung dengan aplikasi booking.com. Saya sempat iseng membandingkan di Traveloka tapi ternyata lebih murah di booking. Trus yaudah deh, saya langsung pesan dan konfirmasi pemesanan.

Saya berangkat dari stasiun Gambir pukul 18.45 malam, tiba di Bandung pukul 10 kurang sedikit. Menurut website INAP, ada angkutan umum yang bisa dipakai kalau mau kesana. Sebuah angkot berwarna Hijau-Kuning-Hijau tujuan Stasiun-Sadang Serang turun di jalan Sunda & Sumbawa lalu jalan sedikit sampai penginapan. Tapi karena sudah malam dan saya tidak yakin angkutan umumnya masih ada, saya jadinya memakai jasa ojek online dengan tarif hanya Rp8.000,-

Sebelumnya saya sudah tahu kalau lokasi hostel capsul ini ada di sebuah apartemen, tapi saya tidak pernah berpikir bahwa lokasi apartemennya ini lumayan sepi. Lokasi di sekitar apartemennya sepi banget trus sepertinya apartemen ini tidak semuanya berfungsi(?)

Kalau tidak salah ingat, saya sempat menguping pembicaraan beberapa tamu di hostel yang mengatakan bahwa memang apartemen Grand Asia Afrika ini tidak berfungsi sepenuhnya, terbengkalai sejak tahun 2012. Jadi hanya di beberapa tower dan unit saja yang terpakai. Sisanya kosong.

Begitu sampai saya langsung bertanya ke satpam yang bertugas. Beliau menunjukkan letak tower D dan akses menuju kesana. Gelap banget T_T. Asli pas mau jalan ke tower D saya sempat ketakutan dan balik lagi ke pos satpam karena gelap + sepi + dingin wqwq. Tapi karena saya malu untuk minta ditemani (karena satpam tsb kebetulan juga jaga sendiri) dan saya sudah terlalu lelah, saya akhirnya paksakan diri sambil menyalakan senter dan setel lagu dengan mode loudspeaker. Maklum saya penakut banget 😥

IMG_20171209_222439

jalan panjang menuju lobi tower D

Begitu sampai lobi tower D ada satpam yang bertugas. Lalu sesuai syarat khas apartemen lah ya, kita ditanya memiliki keperluan apa dan kemudian diminta meninggalkan tanda pengenal (KTP atau SIM) yang bisa diminta ketika kita checkout. Setelah selesai, saya diminta naik ke lantai 19 langsung ke penginapan.

Nah, lift buat naiknya ini serem juga ya. Sepi, trus gredeg-gredeg gitu hhh. Asli saya takut banget wqwq. Pas sampai di lantai 19 gak kalah seram. Sepiiiii banget. Kebetulan lokasi INAP ada di paling pojok. Kalau tak salah ingat dan tebak, kayaknya di lantai 19 itu cuma di INAP atau unit 17 saja deh yang ada penghuninya T_T

Begitu masuk, saya langsung disambut dengan beberapa tamu yang sudah lebih dulu datang dan sedang asyik mengobrol di ruang utama. Isi di dalam sebenarnya mirip 2 ruangan apartemen dijadikan satu gitu sih. Begitu masuk langsung ada ruang utama yang menyatu dengan dapur. Lalu ada meja check-in, sebuah sofa kecil, televisi dan rak buku yang menempel di tembok, tempat sholat, 2 toilet, beranda, dan 3 kamar dengan 12 kapsul.

Jumlah kapsulnya sendiri saya masih kurang yakin berapa tapi yang jelas kamar terbagi menjadi 2 tipe. 1 kamar kapsul biasa, 1 kamar spesial dengan pemandangan kota Bandung dengan selisih harga kalau tidak salah hanya sekitar 25/35ribu.

Ada 3 kamar yang tersedia. 2 kamar berisi 4 kapsul dengan tipe kamar biasa (tanpa jendela) dan 1 kamar berisi entah 2 atau 4 kapsul dengan pemandangan spesial.

IMG_20171210_185646

1 ruangan berisi 4 kapsul tipe kamar biasa tanpa jendela

IMG_20171209_223539

kapsul milik saya. Di bawah ada 1 loker khusus untuk menyimpan barang berharga

 

bagian dalam kapsul, klik untuk memperbesar

Dalam kapsul itu ada 2 stop kontak, kipas sirkulasi udara, televisi kecil(?) (saya gaktau itu apaan wq), 1 bantal, 1 selimut, 2 gantungan baju kecil, 2 lampu yang bisa dimatikan dan tidak terlalu terang banget bisa dipakai buat pakai makeup tanpa membuat wajah jadi blentong ra karuan, meja lipat, kasur, dan aquarium mini. Tapi ini untung tipe kamar biasa ya. Kalau tipe kamar spesial setahu saya ada tambahan jendelanya gitu deh.

Oiya, ini tidak pakai pintu, pakainya semacam teralis mini seperti hordeng gitu. Menurut saya cukup aman sih, lagian saya gak yakin bakal ada orang iseng buat ngintip wqwq. Saya tidak tau berapa luas per kapsul. Tinggi saya sekitar 167cm dan masih muat cukup lebar kalau tidur dengan posisi telentang. Kalau kamu memiliki ketakutan dengan tempat sempit tentu tempat ini tidak saya rekomendasikan. Tapi menurut saya ini gak sempit banget sih, kamu masih bisa kok duduk tegak di dalam.

Saya kebetulan dapat kapsul di bagian bawah dan kamar yang paling pojok, cukup jauh dari ruang utama. Jadi saya cukup merasa tenang dan nyaman tak terganggu obrolan orang. menurut saya tempat ini cocok banget buat kamu yang pengen menyepi dan menyendiri hhe. Saya sempat nangis pas hari pertama karena kedinginan dan merasa ngenes hamdallah gak ada yang terganggu. (gak tau juga ya kalau ada yang komplain ke pemilik hostel kalau misal ada yang merasa mendengar suara tangis saya wqwq).

Alhamdulillah 2 hari tidur disini rasanya sangaaaattt enak. Super nyaman dan tidur pulas. Kasur empuk, bantal bersih, selimut tidak mbrudul. Pengen beli kasur ginian juga rasanya. Trus pas tidur dan beberes, entah mengapa saya teringat dengan Doraemon hhe

***

Saya bangun cukup pagi keesokan harinya. Ada 2 kamar mandi yang bisa dipakai secara bergantian. Kamar mandinya sendiri cukup nyaman dan bersih (saya sempat foto, tapi entah kenapa tidak tersimpan di google photos dan terhapus T_T). Ada shower dan pengatur air panas juga.

Oiya, disini setau saya tidak disediakan sarapan tapi kalau kamu mau buat kopi/teh/merebus mie/membuat roti bakar sendiri tak masalah. Bahan-bahan tersedia, kompor, microwave dan yang lain juga bisa dipakai dengan bebas. Jangan lupa setelah selesai pakai langsung cuci~

Selama menginap saya sama sekali tidak menyentuh bagian dapur sih entah itu untuk duduk atau pakai peralatan apapun. Saya kebetulan bawa air minum berisi 1 liter (dan masih tersisa sampai pulang hh) trus gak minat buat bikin yang macam-macam juga.

Ada beranda dekat ruang solat tempat kamu bisa duduk-duduk menikmati pemandangan pagi hari di Bandung.

wifi kencang dan gratis serta beranda yang muat untuk 3 orang

IMG_20171210_064747IMG_20171210_071013

pemandangan pagi itu yang kebetulan mendung

Ada fasilitas kolam renang (yang merupakan fasilitas apartemen) dan bisa dipakai secara gratis. Untuk akses parkirnya sendiri saya kurang tau ya karena tidak pakai kendaraan pribadi hhe. Tapi yang jelas cukup aman dan tersedia kok.

Seingat saya banyak yang mau saya tulis tapi karena ada banyak foto yang hilang saya jadi lupa dan tersisa segini saja hhh.

Jadi mari langsung saja kita buat kesimpulan dan review saya ya:

  1. Bisa dikatakan kita menginap di dalam apartemen tapi dibuat sekat menjadi kapsul atau ruang kecil-kecil.
  2. 1 kamar berisi 4 kapsul dan 1 kapsul HANYA BISA diisi oleh 1 orang saja. Anak kecil disarankan untuk menyewa 1 kapsul sendiri.
  3. 1 kamar berisi 4 kapsul itu campur ya. Bisa jadi orang di kapsul sebelah memiliki gender berbeda denganmu (cowok dan cewek menyatu). Buat kamu yang mungkin memiliki isu tidak mau satu ruangan dengan lain gender mungkin bisa request dan bertanya sebelumnya ke pemilik hostel. Saya sih gak masalah. Namanya juga hostel ya berkumpul jadi satu dengan semua~
    Menurut saya walaupun menyatu gini tapi privasi antar penghuni kapsul cukup terjamin kok kalau memang kebetulan kamu bukan tipe orang yang gemar basa-basi dan gak dapet tetangga yang kepo wqwq.
  4. Tidak ada tempat wudhu khusus. Jadi kalau mau wudhu di toilet dan tempat sholatnya juga agak sempit tidak bisa berjamaah.
  5. Kamar mandi cukup bersih dan nyaman. Ada 2 walaupun masih sering bikin nunggu. Tidak ada bathub atau ember dan sejenis itu. Hanya ada shower.
  6. Wifi lancar jaya seharian kencang~
  7. Harga termasuk murah. Kalau tidak salah ingat ada 3 jenis harga. Harga hari biasa, harga untuk libur kejepit (misal libur panjang sekalian weekend) dan harga libur khusus tanggal merah dan hari penting (natal, lebaran dan sejenis itu). Harga termurah kalau tak salah ingat 100ribu/malam (kamar biasa) sampai harga termahal itu 130ribu/malam saat hari libur khusus.
  8. Kamar dengan pemandangan spesial (jendela) hanya ada sedikit. Kalau mau dapat disini ya harus pesan dari jauh hari atau untung-untungan menunggu ada yang checkout.
  9. Tidak bebas asap rokok. Saya agak lupa juga sih bagian ini, tapi saya sempat menemukan banyak puntung rokok di sekitar ruang utama.
  10. Ada 2 komputer yang bisa dipakai jika mau akses internet melalui komputer.
  11. Tempat ini tidak saya rekomendasikan kalau kamu penakut dan agak parno seperti saya wqwq. Soalnya tempatnya sepi banget dan seperti terbengkalai. Bikin ngeri sendiri.
  12. Tempat ini juga tidak saya rekomendasikan kalau kamu takut dengan tempat yang sempit. Menurut beberapa orang ukuran kapsulnya ini sempit hhe
  13. Kalau kamu mau menyewa 1 unit apartemen untuk sendiri atau bareng-bareng juga bisa. Kamu bisa menghubungi ke bagian satpam apartemennya langsung ya. Saya sempat curi dengar bagian ini tapi tidak sempat bertanya lebih lanjut.
  14. Kalau kamu tipe penakut dan sedikit parno seperti saya juga, tidak saya sarankan untuk kembali ke penginapan di atas jam 9 malam atau check in di atas jam 9 malam karena akses menuju tower D dan lantai 19-nya menurut saya menyeramkan T_T.
  15. Kalau kamu gemar jalan-jalan malam sambil jajan dan ngemil, tempat ini kurang saya rekomendasikan karena warung di sekitar tempat ini jarang. Minimarket terdekat lumayan jauh. Seingat saya toko di sekitar apartemen ini hanya ada toko kue dan beberapa kafe saja. Sisanya hotel dan toko-toko yang entah menjual apa karena waktu saya lewat pada tutup.
  16. Akses ke tempat ini bisa dipakai menggunakan DAMRI (harus jalan dulu beberapa kilo ke halte terdekat), angkutan umum yang tidak tersedia 24 jam (lagi-lagi harus jalan dulu). Paling rekomen ya naik transportasi online atau taksi biasa. Kalau mau pesan taksi biasa pun lumayan sulit.
  17. Pembayaran di hostel ini hanya menerima cash. Tidak sedia debit/kredit.
  18. Namanya juga hostel, kamu akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam kota dan mungkin negara. Mungkin kamu bakal diajak kenalan dan hal-hal sejenis itu. Tanggapi dan ajak mengobrol bila kamu memang tertarik. Kalau tidak ya tak masalah.
  19. Tempat sangat cocok kalau mau menginap berhari-hari karena harga yang cukup murah. Cocok untuk yang suka jalan-jalan dengan budget irit.
  20. Tidak banyak penginapan yang saya coba, tapi saya memberikan rate bintang 3 untuk tempat ini di google. Tidak ada minimarket di sekitar apartemen + kondisi apartemen yang agak menyeramkan menjadi pertimbangan saya (karena memang saya penakut dan suka jajan kalau malam-malam). Tapi sejauh ini tempat ini sangat nyaman dan memuaskan.
  21. Oh satu lagi, kurang cocok untuk rombongan keluarga dengan anak-anak kecil hhe

Sudah sih sepertinya itu review dan kesimpulan yang saya dapat setelah menginap di INAP. Semua review dan tulisan di atas saya buat berdasarkan pendapat pribadi tanpa paksaan atau bermaksud untuk menjelekkan pihak manapun ya. Kebetulan saya memang orang yang penakut dan bagi saya tempat tersebut menyeramkan.

Untuk foto tempat, maaf kalau tidak jelas dan ada beberapa yang buram. Sebenarnya saya mengambil gambar cukup banyak tapi ada yang terhapus tak kira sudah otomatis backup ke google photos tapi ternyata belum. Kalau mau lihat versi dalam hostel bisa intip ke akun instagram INAP disini. Fotonya mirip seperti kondisi aslinya kok. Tidak akan mengecewakan.

Jika tertarik untuk melakukan reservasi dan menginap, INAP at capsule bisa diakses melalui aplikasi traveloka, booking, dan agoda atau bisa kunjungi website resmi mereka.

Jadi apa kamu tertarik untuk mencoba?

Sampai bertemu di jalan-jalan selanjutnya!

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s