Main – main ke Lowlight Bazaar 10

Pada 1 Mei kemarin, saya berkunjung ke salah satu acara yang sepertinya rutin diadakan oleh JellyPlayGround, salah satu komunitas penggemar kamera analog di Indonesia yaitu Lowlight Bazaar.

IMG_20170501_164148

Lowlight Bazaar ini adalah acara dimana kalian bisa bertemu langsung dengan penjual kamera film/analog dan berbagai perlengkapannya. Seperti misal penjual lensa, kamera, atau mungkin ada yang mau drop film untuk dicuci/cetak dan yang lainnya.

Saya mengetahui kegiatan ini dari instagram dan setelah saya telusuri lebih jauh, ternyata ini adalah ke-10 kalinya acara ini diadakan (makanya namanya Lowlight Bazaar 10 xD).

Acara diadakan di Qubicle yang terletak di Senopati 79 Kebayoran Baru, Jakarta. Saya datang pukul 11 pagi (1 jam setelah acara ini resmi di buka) dan sudah ramai banget!

Kalau mau masuk ke bazaar ini, kita harus membayar tiket masuk seharga Rp10.000. Nanti saat beli tiket, kita harus mengisi form nama, email dan akun instagram. Setelah itu tangan kita akan diberi cap dan juga dikasih stiker (stiker yang saya dapatkan lupa ditaruh mana wqwq).

cap di tangan yang sudah pudar.

Venue acaranya sendiri bisa dikatakan cukup kecil tapi ya masih bisa untuk bergerak dengan bebas. Jumlah tenant yang tersedia kalau tidak salah ada sekitar 15an. Waktu saya datang itu sudah ramai banget (gak sempet foto).

Ada beberapa pengunjung yang langsung sibuk mampir ke beberapa tenant, ada juga yang sibuk menangkap momen dengan kamera analog andalan mereka, ada juga yang berdiri di beberapa spot kosong bertukar cerita macam-macam.

Tujuan saya kesini adalah beli kamera gara-gara sehari sebelumnya pada 30 April, saya habis dari bazaar buku Big Bad Wolf dan sempat ”parkir” di stand photography selama 1 jam dan liat koleksi yang ada trus nangis hh.

Selama ini saya tidak pernah menekuni suatu kegiatan/hobi dengan serius. Beberapa hobi yang pernah saya geluti diantaranya adalah BMX dan menulis. Hobi-hobi itu hanya saya coba sambil lalu saja yang membuat saya selalu merasa kesulitan ketika ditanya ”hal apa yang kamu sukai?”.

1493795295577

Yang saya sukai banyak. Tapi yang benar-benar saya tekuni hingga mahir nggak ada. Dan pas ”parkir” sejenak di stand Photography kemarin, entah mengapa saya seperti mendapat sebuah bisikan untuk menekuni dunia memotret.

Tidak harus sampai memiliki target jadi tukang foto senior deh. Minimal saya tau beberapa teknik dasar dan juga perbedaan jenis kamera juga gapapa. Yang penting saya tahu. Jadi tidak hanya sekedar jepret saja.

Dan yap, setelah menimbang dan memilih, saya akhirnya membeli 2 buku ini. Entahlah. Saya berpikir mungkin suatu saat akan berguna bagi saya aja gitu, hehe.

***

Balik lagi ke Lowlight Bazaar, pencarian kamera yang ingin saya beli ini agak susah ya. Karena saya sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang kamera analog, jadi saya pengennya cari penjual yang bisa ditanya-tanya gitu. Masalahnya, hampir semua stand penuh.

Dan akhirnya setelah 3x kali muterin semua tenant sekalian liat range price dari beberapa kamera yang dijual, saya berhenti di tenant milik HipercatLab, toko dari Bandung.

Ownernya cukup ramah. Ada 2 orang, seorang mas dan mbak. Kamera yang dijual juga cukup beragam dan entah mengapa saya langsung jatuh cinta sama kamera Olympus yang terpajang disana.

IMG_20170501_115116

Oiya, sebelum pergi kesini sebenarnya saya sudah menetapkan target untuk tidak menghabiskan uang lebih dari Rp500.000,- dan kalau bisa beli kamera yang merk-nya pasaran biar kalau gak tau bisa cari review atau tutorialnya di youtube.

Nah, waktu naksir si Olympus ini, saya gak sempat googling dulu karena entah kenapa hp saya gak dapat sinyal dan ya tau-tau udah kebeli aja gitu. Dan pas sampai rumah dan bisa internetan, saya langsung agak menyesal karena review atau tutorial di youtube-nya gak ada T_T.

Kamera yang saya beli adalah Olympus oz 70 panorama zoom yang dijual seharga Rp450.000,-. Fungsi semua kamera masih ok. Saya juga beli isi film Fujicolor seharga Rp100.000,- dapat 2 (masing-masing berisi 36 film). Oiya, saya masih belum tau nih soal jenis-jenis isi film gini. Katanya beda merk beda hasilnya gitu. Itu saya main asal beli yang termurah aja. Masih perlu belajar dan riset soal ini hmm.

Kalau ditanya kenapa saya naksir ini, gatau juga ya. Pokoknya pas lihat langsung naksir aja. Padahal kamera ini agak berat dan menurut saya kurang mini (saya suka yang kecil-kecil). Sebenarnya ada lagi seri olympus lain, cuma dia gak ada fitur zoom. Saya milih ini karena ada fitur zoom-nya gitu.

Alasan yang aneh memang wqwq. Dan hh, sebenarnya masih banyak yang belum saya ketahui perihal kamera ini. Agak nyesel karena gak ada review atau pun artikel tentang ini kamera padahal penasaran maksud dari panorama zoom itu apa dan lain sebagainya.

Alasan lain kenapa saya membeli kamera adalah karena sebentar lagi bulan Juni. Selain suka menghitung mundur menuju hari-hari penting dalam hidup, saya juga suka memberi suatu benda mahal/pergi ke suatu tempat untuk menyegarkan pikiran sejenak sebagai bentuk kado untuk diri saya sendiri.

Yap, bulan depan kalau saya diberi umur panjang, saya akan ulang tahun. Dan saya sudah duluan memberi kado untuk diri sendiri dari sekarang wqwq. Gapapa kan ya? xD

Kemarin saya sudah jalan-jalan ke Semarang sih (dan uh, soal ini kayaknya gak bakal saya tulis karena udah mager duluan wqwq). Tapi entah mengapa saya merasa masih ada yang kurang. Pengen beli kamera juga untuk mengabadikan sesuatu.

Tadinya saya mau membeli kamera instax karena tidak perlu repot mencuci cetak lagi. Tapi kayaknya instax terlalu ”modern” banget. Trus tadinya mau langsung beli kamera digital aja tapi sebenarnya saya sudah punya kamera saku pemberian dari oom saya.

Jadi ya, akhirnya beli kamera analog ini. Hitung-hitung sebagai kenangan juga sih. Siapa tau bisa diturunkan kepada anggota keluarga yang lain atau mungkin dijual lagi. Saya jadi ingat dulu waktu kecil sering dipotret oleh ayah saya pakai kamera analog juga.

Waktu kecil ayah saya pernah bekerja jadi tukang cuci foto di sebuah stand Fujifilm resmi di daerah Lembah sungai gajahwong, Yogya. Makanya foto kecil saya cukup banyak karena sering diabadikan. Lain halnya dengan adik saya yang kayaknya cuma ada sekitar 20an foto saja karena setelah adik saya lahir, ibu dan ayah saya berpisah.

Dan ah, ketika tulisan ini dibuat, saya sudah menghabiskan 1 roll film untuk memotret beberapa sudut rumah saya yang kebetulan sedang direnovasi (ditinggikan dan di cat ulang), memotret tempat kerja saya di Glodok dan…apa lagi ya…lupa wqwq.

Nanti kalau kedua roll film itu sudah terpakai dan sudah di cuci-scan, akan saya unggah di akun flickr atau akun instagram saya. Ah, rasanya jadi tidak sabar menunggu hasilnya xD

Dan ah, masih tersisa 42 hari lagi menuju hari ulang tahun saya, ada kejutan apa ya yang menunggu saya di depan sana(?)

IMG_20170503_110130

Sejauh ini, 3 benda berharga yang saya miliki; Olympus oz 70 panorama zoom, smartfren andromax haier EC dan canon PowerShoot A800. (gambar di potret menggunakan lenovo p1a42)
Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s