Jatuh Cinta Pada Tokoh Dalam Cerita

Pernah tidak saat membaca sebuah buku, kamu menemukan tokoh yang berhasil membuatmu terpesona dan rasa-rasanya sampai menginginkan sosoknya bisa menjadi nyata?

Pada bulan Maret ini saya membaca serial manga baru (yang terbitnya sudah lama) yaitu serial Dr.Slump. Dipinjamkan versi cetaknya oleh seorang kenalan sebanyak 3 volume dan asli, saya ngakak nggak karuan.

Ceritanya tuh seperti gabungan antara Crayon Shinchan-Kariage Kun gitu. Aneh, lucu, gak masuk akal tapi ada sedikit sentilan sindiran kehidupan juga. Saya baca yang versi bahasa Indonesia terbitan Rajawali dan bahasa yang dipakai cukup vulgar. Pas iseng cari scan bahasa inggris di internet,,,ternyata jauh lebih vulgar banget bahasanya..

Dan ya, saya jatuh cinta dengan Senbei. Dia lucuuuu. Tipe kesukaan saya gitu lah pokoknya (sebenernya tipe kesukaan saya sendiri juga gatau gimana sih wq). Dia lucu narsis sendiri gitu tapi juga pekerja keras. Dia gemar melakukan banyak hal agar tidak merepotkan orang tapi di satu sisi dia juga seperti memiliki keinginan ”rasa dibutuhkan” seseorang. Ya meskipun sebenarnya hal itu tidak terlalu terlihat di komik ini karena terlalu bikin ngakak. Tapi coba deh kamu baca Dr. Slump dan perhatikan baik-baik ceritanya menurut saya sedih banget.

Setelah menyelesaikan komik Dr.Slump, saya tiba-tiba kepikiran untuk membuat daftar tokoh laki-laki dalam buku yang berhasil membuat saya jatuh cinta. Setelah saya coba telusuri dari buku-buku yang saya baca di goodreads sih ternyata jumlahnya sedikit.

Dan ya, mari kita mulai siapa saja tokoh-tokoh itu. Daftar dibuat berdasarkan urutan pertama tokoh yang membuat saya jatuh cinta ya, hehe

  1. Caraka Pamungkas (Let Go –  Windhy Puspitadewi)
    Saya suka nama Caraka. Kenal dengan novel ini tuh,,,,antara pas kelas 3 SMP atau 1 SMA, lupa. Dan saya ingat saat pertama kali menamatkan buku itu, saya langsung nangis bahagia+sedih campur aduk banget. 4 jam kemudian saya baca ulang lagi dan saya langsung tersenyum puas bahagia.
    Saya tidak ingat sudah berapa kali menamatkan buku ini. Terlalu sering. Dan saya gakpernah bosan walaupun sudah hapal dengan jelas isi cerita sampai dialog antar tokohnya.
    Caraka Pamungkas itu mirip saya. Suka ikut campur masalah orang. Pandai masuk ke hidup orang dan ”merusak” hidup mereka. Well, memang agak aneh sih memberi label seperti ini pada diri sendiri. Tapi yang jelas saya pernah mengalami seperti apa yang Caraka alami di buku itu.
    Saya pernah ”ditampar” dengan kata-kata oleh orang terdekat saya yang kebetulan sedikit mirip dengan yang Caraka dapatkan dalam buku itu,

    ”Berhenti buat selalu ada untuk semua orang mai. Gak semua orang mau menjalin sebuah hubungan dekat dengan lo. Dan nggak semua orang juga siap kalau suatu hari harus kehilangan lo. Berhenti ikut campur masalah orang. Memang membantu sesama itu baik, tapi bukan berarti lo jadi harus membantu semua orang”.

    Sampai saat ini saya belum bisa membayangkan dengan baik sosok wajah dari si Caraka Pamungkas ini. Setiap membaca, yang ada di dalam bayangan saya hanya sosok laki-laki tinggi, kurus dan berkulit kuning langsat dengan rambut air (rambut yang lemes dan lurus yang gakbisa di wax/pomade sama sekali dan kalau dibawa berlari akan mumbul-mumbul).
    Dia adalah tokoh pertama dalam buku yang berhasil membuat saya jatuh cinta, percaya pada sebuah harapan dan doa, juga berani untuk bangkit dan berusaha. Dia adalah tokoh laki-laki pertama yang berhasil membuat saya langsung merasa suka dengan kepribadiannya, membuat saya merasa seolah berinteraksi dan tertawa langsung dengannya.
    Cinta pertama saya. Dan sepertinya selalu.
    Bahkan saya sudah memasukkan nama Caraka dalam daftar calon nama anak saya kelak. (katanya gamau nikah??? hem hem????!!) (lho memangnya kalau mau punya anak harus nikah doang ya caranya, hem hem????)
    Dan karena perkenalan dengan Caraka itu pula saya langsung menjadikan mbak Windhy Puspitadewi sebagai penulis wanita pertama kesukaan yang karyanya selalu saya ikuti dan saya coba baca.
    Saya masih menemukan tokoh yang membuat saya jatuh cinta sih di bukunya mbak Windhy yang lain. Seperti misal tokoh Indra dalam novel Touche atau Leo dalam novel Confeito. Tapi tidak ada yang lebih membuat saya jatuh cinta berulang kali dan semakin jatuh cinta selain Caraka Pamungkas.

  2. Raditya Dika (dalam novel Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal)
    Ahahah, ini sebenarnya karena saya suka sama Raditnya sih :p
    Saya mengenal Raditya Dika ketika kelas 2 SMP. Waktu itu baca bukunya yang Kambing Jantan dan saya merasa WTF sendiri karena bukunya gak jelas. Jujur saya kurang suka karyanya beliau yang pertama sampai sebelum Marmut Merah Jambu. Saya justru baru benar-benar menyukai dan kagum dengan beliau sejak buku Marmut Merah Jambu.
    Saya tidak tau dengan pasti apakah semua kisah cinta yang Radit tulis di bukunya itu murni pengalamannya atau milik teman disekitarnya yang ia tulis, tapi yang jelas ketika membaca cerita Radit, saya merasa seolah sedang ”menonton” langsung kisah hidup dan seolah mengenal Radit.
    Raditya Dika itu keren. Banget. Keren banget. Menurut saya dia adalah orang berhasil yang bisa sukses karena patah hati. Percaya gak sih diputusin dan ditolak gebetan itu bisa jadi sumber duit tidak terkira kalau kamu bisa mengemas ceritanya dengan baik?
    Membaca catatan Radit dalam semua novelnya itu seperti sedang berdialog dengan diri sendiri. Karena ya, pengalaman yang ditulis itu pasti minimal ada yang kita alami. Tulisannya begitu jujur karena dekat dengan keseharian dan gejolak masa muda.
    Saya selalu percaya bahwa menulis itu menyembuhkan. Menulis membantu melupakan. Menulis membantu melepaskan.
    Dan ketika membaca buku-bukunya Radit-yang padahal bukan kita yang menulis– tapi saya seolah bisa mendapatkan 3 perasaan itu. Apa yang Radit rasakan dan bagikan dalam buku-bukunya itu bisa ia sampaikan dengan baik ke pembacanya. Dan saya selalu ”menemukannya” meskipun berulang kali bukunya saya baca.
    Kalau sedang patah hati berat (seperti sekarang ini hh), saya biasanya suka maraton baca bukunya beliau. (iya saya mengoleksi. Dan bahkan saat tahun lalu saya memutuskan untuk membersihkan koleksi buku milik saya, saya rela melepas serial Supernova dan mempertahankan bukunya Radit. Saya berpikir, anak/cucu saya kelak lebih baik membaca buku-bukunya Radit daripada bukunya Dee hhh).
    Biasanya setelah selesai maraton membaca bukunya dia, saya langsung merasa lebih lega dan tenang. Syukur-syukur kalau bisa langsung move on (walaupun jarang).
    Sejauh ini, saya tidak tau bagaimana kepribadian Raditya Dika yang asli. Karena menurut saya kepribadiannya dia di buku, sosial media dan vlog-nya dia itu lain. Seperti yang pernah ia tulis di Marmut Merah Jambu yang kalau tidak salah begini,

    Aku mau orang jatuh cinta sama aku tuh karena proses mengenal aku. Bukan dari apa yang kamu ketahui dari buku yang aku tulis atau branding di sosial mediaku.

    Saat membaca itu saya langsung merasa penasaran, memang Radit itu aslinya gimana sih?
    Dan karena rasa penasaran itulah saya jadi jatuh cinta dengan beliau. Tidak hanya dalam tulisan tapi juga dalam kenyataan (meski kalau dalam kenyataan biasa aja gak terlalu ngefans banget).

  3. Yamada, Jirou ”Billy” (Solanin – Inio Asano)
    Saya lebih dulu menonton adaptasi film ini daripada bukunya. Dan jujur saja saya menyukai tokoh Jiro (atau Billy) ini karena fisiknya lebih dulu. Lucu. Mas-mas hitam manis berkumis tipis gitu. Kesukaan banget,luv.
    Barulah pas saya baca komiknya, saya langsung menyukai kepribadian dan latar belakang hidup Billy juga. Menurut saya dia tokoh yang agak,,,,apa ya,,,membuat miris gitu sih. Dibalik tampang rock & roll dan badan kekarnya, ia sebenarnya memiliki hati yang lembut dan semacam ketakutan tersendiri akan hidup gitu. Pas baca komiknya tuh rasanya saya pengen bisa ”masuk” dan menemani beliau.
    Saya pernah punya semacam fetish (apa sebutannya ya) sama laki-laki berkumis tipis dan punya cara jalan unik. Kalau ditanya cara jalan yang unik ini bagaimana saya gak bisa jelasin sih. Pokoknya setiap orang punya ”irama jalan” yang berbeda gitu. dan saya suka cara jalan Billy di film Solanin karena menggambarkan dengan tepat seperti apa yang saya baca di komiknya.
    Tapi Billy ini bukan tipe calon papahnya anakanak banget. Cocoknya jadi pacar semasa SMA dan kuliah gitu doang wqwq. Ganteng, lucu, minta disayang banget hhhh
    Oya, saya pernah pas lagi demam tahun lalu, saya mengigau manggil nama Billy wqwq
  4. Takeda, Takashi ”Jumbo” (Yotsuba to! – Kiyohiko Azuma)
    Satu lagi, saya gampang turn on sama cowok tinggi wqwq. Kalau yang ini biasanya cowok yang tinggi dan kurus aja sih. Gak suka yang tinggi trus badannya agak berisi gitu. Soalnya malah serem kayak raksasa gitu hiii.
    Tapi Takeda atau Jumbo dalam komik Yotsuba to! ini nggak. Dalam buku ini dia digambarkan cukup tinggi yaitu 210cm (saya cuma 165an) dan badannya agak berisi. Bukan tipe saya banget dan pastinya super raksasa dong ya? Tapi karakternya di komik itu…GEMAS BANGET YA ALLAH hhh. Saya jatuh cinta sama beliau itu karena karakternya. Suka bercanda jayus jayus gemes hhhh gak bisa dijelasin deh harus baca sendiri biar ikut jatuh cinta juga.
    Dia adalah tokoh pertama dalam komik Yotsuba ini yang ketika saya baca adegannya, saya seolah bisa membayangkan bagaimana suaranya di dalam otak saya. Suara yang agak serak sexy lucu gitu~ wqwq
    Sama seperti halnya Billy, tokoh Jumbo ini juga kurang papah-able banget. Dia cocoknya jadi teman TTM gitu aja wakaka. Gemas kali ya kalau tokoh Jumbo ini beneran ada di dunia nyata. Bisa-bisa tak ”panjat” dan tak cubiti pipinya mlulu. Saya selalu jatuh cinta sama beliau. Gemaaaaaasss
  5. Koiwai, Yousuke (Yotsuba to! – Kiyohiko Azuma)
    INI PAPAH IDAMAN BANGET!11111
    Apa ya, pak Koiwai ini orangnya selo banget. Dan gatau kenapa tiap baca komik ini dan ada adegan yang banyak memunculkan kekonyolan atau keseharian beliau, saya kayak merasa bisa ”menjadi pelengkap dan istri”nya gitu wakaka.
    Becanda jayus dan main-main sama Yotsuba, beberes rumah yang kotor dan main Pants-Man bareng sebelum tidur,,hhhh
    Atau setidaknya ketika saya diminta dan seandainya bisa menjadi sosok laki-laki dalam sehari, saya pengen menjadi beliau. Dia lucu. Suka. Saya bahkan menuliskan sebuah keinginan kecil di diary saya ”kalau mai punya suami, mau yang kayak pak Koiwai dong ya Allah..” walaupun saya tidak bisa menjelaskan secara rinci dengan jelas kayak pak Koiwai itu yang kayak gimana wqwq
  6. Norimaki, Senbei (Dr. Slump – Akira Toriyama)
    Ini #currentcrush saya. Baru suka beberapa minggu terakhir ini. Dari segi fisik sih bukan kesukaan saya banget ya-agak cebol gitu ((cebol))) dan berperut agak maju. Tapi senyumnya tuh ya, masyaallah…manis banget Saya baru baca komik Dr.Slump saja sih. Belum baca Dragon Ball (karena katanya disitu juga muncul) juga belum nonton animenya. Tapi saya suka karakter dia disini. Tiap habis menciptakan sesuatu kan dia suka narsis gitu ya, itu tiap dia narsis gitu saya langsung ngakak dan gemas sendiri. Tiap dia frustasi kenapa setiap hari makan mie dan kenapa dia bikin robot cewek tapi malah nyusahin dia terus dan tiap dia meratap sedih kapan bisa nikah, saya selalu ngakak. Saya menemukan karakter Senbei ini pada beberapa orang yang dekat dengan saya akhir-akhir ini. Gemas.
    Trus meski fisiknya Senbei ini bukan saya banget, tapi setelah terus membaca cerita-ceritanya, saya perlahan seperti bisa menerima beliau dan malah jatuh cinta. Rambutnya juga lucu walaupun kayak keriting gak berbentuk.
    Kalau Koiwai tadi itu ingin saya jadikan contoh suami atau laki-laki yang saya inginkan, maka Senbei ini selain ingin saya jadikan suami, ingin saya jadikan ayah juga. Saya mau punya ayah kayak dia. Masa kecil saya pasti menyenangkan banget :3

qcfDpv9D

Billy, Jumbo, Koiwai, Senbei

***

Dan ya itulah 6 tokoh dalam cerita yang menjadi kesukaan saya dan selalu berhasil membuat saya jatuh cinta.

Sebenarnya masih ada lagi sih. Seperti misal tokoh Anthony dalam Candy Candy, Ove dalam A Man Called Ove, Kariage kun, Masao-nya Crayon Shinchan, Tatsuya dalam Winter in Tokyo-nya Ilana Tan- dll, dsb, dst.

Tapi kayaknya yang benar-benar membuat saya naksir setengah mati, jatuh cinta terus menerus tanpa bosan dan bahkan saya panggil saat sedang menggigau kala demam ya mereka ini wqwq

Daftar ini mungkin akan berganti seiring bertambahnya usia dan makin banyaknya buku yang saya baca. Tapi yang pasti sih ke-6 tokoh ini akan selalu ada. Hehe.

Ah, saya sangat berterima kasih sekali untuk semua penulis yang sudah membuat karya-karya di atas. Memperkenalkan saya pada mereka yang meskipun hanya fiksi tapi bisa menimbulkan rasa bahagia dan senyum saat sedang sedih.

Hm, jadi ingin buat juga daftar untuk tokoh wanitanya hehe. Mau bikin tokoh dalam film juga mungkin(?)

Tapi nanti ajalah kapan-kapan wqwq

Nah, kalau kamu, siapa yang berhasil bikin kamu jatuh cinta?

Advertisements

One comment

  1. Ah Pak Koiwai, aku juga gemes pengin punya suami kayak dia hahaha 😀 Jatuh cinta sama karakter cerita sih cukup sering, tapi yang paling berkesan sampai aku bilang dia first love aku tuh Ishida Yamato dari anime digimon adventure dan jatuh cintanya pas kelas 6 SD hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s