Kemajuan Kosmetik Indonesia: Pentingnya Kerjasama Produsen dan Konsumen

img_20170119_092852

Berbicara mengenai kosmetik memang tidak pernah ada habisnya. Selalu ada hal menarik yang bisa dikulik mengenai perkembangan kosmetik terkini.

Mulai dari beragam produk baru yang muncul, kolaborasi desain packaging kosmetik yang menarik dari desainer ternama atau desain packaging kosmetik yang unik dan menggemaskan, sampai formula dan klaim suatu produk kosmetik yang kadang terdengar wah dan tak masuk akal namun tetap menarik minat untuk dibeli.

Saya sendiri bukan orang yang gemar memakai kosmetik. Mengenal dan belajar merawat diri pun baru saya tekuni 4 tahun terakhir ini setelah sebelumnya hanya sering memakai body lotion untuk badan saja. Saya sendiri sebenarnya kurang begitu tertarik dengan produk-produk kosmetik. Lebih sreg dan berminat untuk berinvestasi di skincare daripada kosmetik.

Skincare berbeda dengan kosmetik ya. Skincare menurut artian saya adalah produk perawatan yang digunakan untuk merawat badan atau wajah yang biasanya untuk mencerahkan, menutrisi dan menjaga kulit kita tetap sehat. Produk skincare biasanya banyak yang mengandung bahan alami dan tidak berwarna. Contoh skincare adalah sunblock, serum wajah, pelembab, toner, face oil, dll.

Sementara kosmetik menurut Wikipedia, kosmetik adalah zat perawatan yang digunakan untuk meningkatkan penampilan atau aroma tubuh manusia. Kosmetik umumnya merupakan campuran dari beragam senyawa kimia, beberapa terbuat dari sumber-sumber alami dan kebanyakan dari bahan sintetis. Contoh kosmetik adalah bedak, lipstick, blush on, pensil alis, dll.

Kenapa saya lebih suka untuk berinvestasi ke skincare?

Semua berawal dari kekaguman saya pada beberapa artis Jepang idola saya. Sebut saja Mariko Shinoda (ex AKB48 yang kini berusia 30) dan Juri Ueno (aktris yang kini berusia 30 tahun). Di usia mereka yang sudah memasuki 30 tahun, sama sekali tidak terlihat kerutan di wajah mereka. Mereka berdua pun tidak suka mengenakan banyak riasan di wajah. Apa rahasianya? Mereka rajin memakai sunblock dan penggunaan rangkaian skincare untuk wajah juga berolahraga dan makan makanan yang bergizi.

Mariko Shinoda dan Juri Ueno (foto terbaru akhir 2016)

Well, sebenarnya bukan karena olahraga dan investasi di skincare saja sih. Wajah mereka memang sudah imut, baby face dan awet muda dari sananya jadi ya usia sama sekali tidak begitu berpengaruh ke wajah mereka hhe.

Dibandingkan contour pipi tirus atau tren lipstick nude Kylie-Kendall Jenner, entah mengapa saya selalu lebih suka dan memilih kecantikan wanita Asia yang terlihat cerah dan segar dengan minim kosmetik. Yang sederhana dan minim riasan lebih menggoda saya.

Meski mengetahui bahwa rahasia kecantikan beberapa aktris Jepang kesukaan saya berpusat di perawatan skincare, saya juga paham dan mengetahui bahwa harga dari skincare yang mereka pakai tentu tidak murah. Lalu, sebagai orang yang baru bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagaimana cara membeli skincare-nya?

Tentu saja para pembuat kosmetik tidak tinggal diam. Kulit wanita Asia memang tidak bisa disamakan dengan kulit wanita Amerika atau Eropa. Kulit kita cenderung lebih mudah menerima produk yang teksurnya ringan dan berbahan alami. Muncullah beberapa perusahaan kosmetik di sekitar Asia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya sudah cukup banyak perusahaan kosmetik & skincare yang beredar. Sebut saja Sariayu, Viva Cosmetics, Mustika Ratu, Wardah sampai yang baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan, Face 2 Face Cosmetics.

Meski sudah berdiri sejak 2010, tapi produk dari Face 2 Face ini baru saya ketahui sejak pertengahan tahun lalu. Ini yang menjadi salah satu kelemahan produk Indonesia, iklan mengenai produk tersebut masih jarang terdengar atau terlihat baik melalui majalah, radio ataupun televisi.Padahal sebenarnya banyak lho produk Indonesia yang tak kalah bagus dari produk luar.

Untuk produk dari Face 2 face Cosmetics sendiri belum banyak yang saya coba, tapi sejak pertama kali tertarik untuk merawat kulit, saya sudah memakai beberapa produk Indonesia lain seperti dari Viva, JustMiss, Make Over dan Emina. Dan hasilnya tidak mengecewakan.

Meski baru sedikit produk Face 2 Face yang coba, tapi ada satu produk mereka yang benar-benar membuat saya cukup kagum. Yaitu Face 2 Face Indonesian Beauty Lip Cream no 09.

Kenapa saya tidak mencoba skincare dari F2F? Varian skincare yang mereka miliki masih sedikit dan saya takut kurang cocok. Jadi saya iseng mencoba kosmetik milik mereka terlebih dahulu.

Fenomena Lip cream ini sedang booming ya setahun terakhir. Dan F2f juga mengeluarkan produk ini dan jika dibandingkan dari lipcream produk lain, punya f2f ini juaranya. Kenapa saya bilang seperti itu? Formula dan warna lip creamnya bagus banget!. Warnanya cantik. Dan yang terpenting sih gak bikin bibir kering!

Processed with VSCO

indoor. with no edit!

Processed with VSCO

indoor pict. with no edit too. LOVELY COLOUR!

Processed with VSCO

outdoor pict. no edit. taken at 11 AM

Saya sudah mencoba 3 lipcream lokal lainnya dan hasilnya cukup mengecewakan. Mulai dari warnanya yang terlalu terang di bibir saya padahal sudah warna yang paling aman, hingga formulanya yang bikin bibir kering pecah-pecah hingga berdarah.

Nah punya f2f ini nggak. Sekilas sedikit mengingatkan saya pada Lipcream buatan luar, Ofra Cosmetics. Formula dan warnanya hampir mirip. Suka banget. Lipcream milik F2f ini juga gak punya bau yang aneh-aneh. Ketahanannya juga lumayan. Dibawa makan berat masih transfer sih, tapi gak parah.

Selain Lipcream, produk dari F2F cosmetics lain yang saya coba adalah Nail polish peel off dan juga lulur body scrub. Saya tidak gemar mewarnai kuku. Salah satu alasannya karena malas tunggu warnanya hilang sementara kalau beribadah kan tidak boleh kukunya di hias.

Nail polish peel off dari F2F Cosmetics ini bisa jadi solusi yang tepat banget nih buat saya. Produk ini benar-benar menarik sih. Jadi kutek ini bisa hilang dengan cara di kelupas saja. Jadi kalau misal kita bosan, tinggal kelupas dan ganti warna lain saja tanpa perlu menunggu waktu lama dan merusak kuku.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Saya pilih warna pink-nude yang lucu banget dan pas dipakai….ugh gemas sendiri >,<

Bosan dengan warnanya? Tinggal di kupas dan kuku kembali bersih lagi, siap pakai warna yang lain. Praktis juga tidak merusak kuku! ❤

Lulur body scrubnya juga kece! Sebelumnya, saya pernah membeli lulur body scrub dari Purbasari dan beberapa waktu lalu mencoba dari produk Viva. Yang dari Viva ini lumayan cocok sama saya ya. Wangi dan formula produknya enak. Butiran scrubnya tidak terlalu besar hingga tidak bikin kulit sakit.

Lulur body scrub punya F2F ini juga sama. Butiran scrubnya gak terlalu besar dan yang paling penting, wanginya enak bangeeeet. Saya beli yang varian kelapa. Dan wanginya mirip kayak biskuit kelapa xD.

Kemarin Minggu saya coba pakai. Enak, butiran scrub yang kecilnya bisa mengangkat daki dengan baik. Nah pas sudah selesai mandi, semua orang di rumah saya langsung melihat dan menciumi badan saya gitu ”kok badanmu bau biskuit?” wqwq. Enak banget wanginya, tahan lama juga. Trus bikin kulit kenyal gitu, rasanya gemas jadi pengen makan diri sendiri xD

img_20170123_103224

img_20170123_103258

scrub yang berukuran mini dan gak bikin sakit kulit tapi memiliki kekuatan mengangkat daki yang juara!

Processed with VSCO

3 produk F2F Cosmetics pertama yang saya coba dan langsung kepincut xD

Nah sayangnya, meski punya produk yang kece seperti, iklan mengenai produk ini masih tidak banyak terdengar. Bahkan kalau pergi ke toko kosmetik pun jarang sekali saya menemukan lipcream atau rak dari F2F ini. Kecuali kalau kita iseng berhenti di setiap rak kosmetik untuk melihat-lihat ya.

Ini yang patut disoroti dengan baik oleh perusahaan kosmetik Indonesia mengenai pentingnya promosi dan iklan produk. Dari beberapa perusahaan kosmetik Indonesia yang ada, saya lihat hanya beberapa saja yang benar-benar menggarap serius promosi di media sosialnya. Sangat disayangkan mengingat di zaman digital seperti ini, promosi di media sosial itu hukumnya sudah WAJIB banget kalau mau produknya berkembang.

Selain perihal promosi produk, yang menjadi masalah lain produk Indonesia kurang berkembang adalah tentang distribusi produknya. Katakanlah promosi dan iklannya sudah ok. Eh barangnya susah dicari di toko offline. Eh sudah susah dicari, pas dicari toko online di website resminya pun ternyata tidak ada.

Ada beberapa perusahaan kosmetik yang memiliki website tapi hanya berisi sejarah perusahaan dan katalog produk saja. Tidak sekalian membuat toko onlinenya. Ini menurut saya sayang banget. Seharusnya dibuat toko onlinenya juga biar setelah pengunjung melihat dan membaca katalog produk bisa sekalian belanja.

Sudah buat toko onlinenya sekalian nih, eh tampilan webnya masih jelek, tidak responsif dan kalau mau melakukan pembayaran harus konfirmasi berulang-ulang. Ini sering saya temukan juga di beberapa website.

Ya, katakanlah mereka baru membuat websitenya, jadi mungkin bisa dimaklumi tampilannya masih jelek. Tapi kalau sistem pembayaran dan konfirmasi pembayarannya ribet ini cukup bikin PR juga ya.

Untungnya F2f cosmetics nggak begitu. Selain website belanja, mereka juga memiliki mobile aplikasi yang bisa diunduh di App store/Playstore. Tampilan aplikasinya ramah dan mudah dipahami banget dan tidak sering crash.

Tampilan mobile app Face 2 Face cosmetics

Tapi sayang sistem pembayarannya masih ribet :'(. Yang seperti ini nih yang sering bikin saya malas belanja online hhhh

Sistem pembayaran yg masih harus konfirmasi pembayaran secara manual yang bikin ribet 😥

***

Selain hal-hal diatas, ada lagi beberapa hal yang patut disoroti dari beberapa perusahaan kosmetik Indonesia yang memiliki banyak produk bagus tapi produknya tidak terlalu terkenal di pasaran, yaitu perihal customer service.

Dalam transaksi jual-beli, kepuasan dan layanan customer memegang peranan yang sangat penting. Biasanya kalau pelayanannya bagus, pembeli tidak akan ragu untuk mempromosikan kepada temannya atau bahkan mungkin datang dan bertransaksi lagi.

Nah, pada beberapa brand produk yang saya temukan, ada beberapa pelayanan customer service-nya yang masih kurang memuaskan. Di zaman digital seperti ini, layanan customer service biasanya dibagi ke beberapa platform. Melalui telepon, email dan biasanya sosial media (fanpage facebook, mention twitter ataupun instagram).

Sayangnya, tidak semua layanan komplain atau pertanyaan kita di respon cepat oleh mereka. Kalau melalui e-mail dan dibalas 1-2 hari kerja masih dimaklumi lah. Lah kalau sudah sampai 3 hari atau seminggu rasanya sih keterlaluan banget.

Atau misalnya produknya membuka layanan customer service melalui twitter dan instagram. Rajin tweet dan post foto promosi iklan tapi ketika kita mention atau komentar bertanya sesuatu malah tidak dibalas atau dibalas beberapa hari kemudian. Yang seperti itu kadang bikin kesal dan biasanya kalau sudah begitu, saya jadi malas untuk melakukan transaksi selanjutnya.

Memang ada kalanya kita harus mengurangi kebiasaan bertanya dan lebih baik mencari tahu sendiri. Tapi terkadang ada beberapa pertanyaan yang hanya diketahui dari customer service-nya langsung dan kesiapan customer service untuk tanggap dan responsif dalam menjawab pertanyaan pembeli saya rasa wajib dan perlu ditingkatkan.

Memangnya kenapa sih layanan penjualannya harus diperhatikan?

Tentu saja agar pelanggan puas.

Kalau pelanggan puas, tanpa diminta biasanya mereka akan berpromosi ke orang-orang di sekitarnya. Apalagi di era digital seperti ini. Kita bisa dengan mudahnya berbagi kepuasan berbelanja kita entah melalui foto di instagram atau bahkan kultwit di twitter. Banyak lho orang yang dengan sukarela menjadi ”buzzer” produk kita saat mendapatkan pelayanan yang menyenangkan setelah berbelanja.

Kalau pelanggan tidak puas, bukan tidak mungkin ia juga akan bercerita kepada teman-temannya yang tanpa sadar bisa mempengaruhi orang lain untuk tidak jadi membeli di tempat tersebut. Sering saya menemukan beberapa teman saya yang habis melakukan transaksi online, eh customer service-nya tidak responsif. Teman saya akhirnya membuat status di sosial media. Teman yang lain ikut berkomentar yang akhirnya malah membuat citra buruk toko tersebut. Eh giliran sudah ramai baru deh tokonya responsif.

Produsen dan customer service harus cepat tanggap dalam menangani masalah dan keluhan pelanggan. Jangan pas sudah di komplain dan buat status hingga ramai diperbincangkan baru diurusi. Yang seperti itu bisa mempengaruhi nilai dan citra perusahaan juga.

***

Bagusnya pelayanan pembelian yang dilakukan dari pihak penjual ini tanpa sadar juga bisa membantu dan mendukung majunya dunia kosmetik Indonesia lho. Melakukan dukungan untuk memajukan produk Indonesia bisa dilakukan melalui banyak hal.

Mulai dari menggunakan produk tersebut, menyebarluaskan ke teman-teman baik secara offline maupun online hingga membuat review singkat produk tersebut di blog yang memudahkan orang lain saat mencari testimoni.

Semua hal itu bisa terjadi bukan hanya karena produknya memang bagus. Tapi bisa juga di dukung dari pelayanan pihak penjualnya. Jadi sama-sama berbagi unruk memajukan produk Indonesia. Produsen dan konsumen saling bekerjasama.

Memang kenapa sih kita harus mendukung produk Indonesia?

Alasannya banyak!

Khusus produk kosmetik tentu saja karena produk kosmetik Indonesia, komposisi produk dan shade-nya sudah disesuaikan dengan kulit orang Indonesia. Misal untuk Foundation atau pelembab. Sering kan kita menemukan Foundation buatan luar negeri dan shade-nya terlalu terang? Nah kalau beli dari produk Indonesia, hal-hal seperti ini mungkin jarang kita temukan karena range shade-nya sudah disesuaikan. Yah meskipun saya kadang masih menemukan beberapa produk Indonesia yang menjual foundation atau bb cream yang shade paling natural atau beige sekalipun masih terlalu terang banget xD

Produk Indonesia juga memiliki harga yang relatif murah dan terjangkau. Ini yang masih menjadi juara dan alasan kenapa saya dan beberapa orang lain memilih kosmetik Indonesia. Daripada beli kosmetik kw/palsu yang tidak jelas terbuat dari apa, lebih baik membeli produk buatan Indonesia.

Tidak perlu malu dan sungkan. Siapa tau produknya cocok dan bekerja baik di kulit kita. Coba bayangkan, pasti rasanya menyenangkan saat kumpul-kumpul bersama teman dan kita datang dengan wajah yang begitu glowing dan flawless. Saat ditanya ”wah, wajah kamu mulus pasti perawatannya mahal ya” dan kamu bisa menjawab dengan tenang ”ah, cuma pakai produk x saja kok” dan orang-orang di sekitar menjadi kagum dan kaget ternyata produk lokal bisa ok juga.

Kalau produknya tidak cocok pun tidak perlu menyesal. Dengan harga beli yang murah, kalau produknya tidak cocok kita bisa memberikan pada teman, menjualnya kembali atau membuangnya tanpa rasa menyesal dan sedih berlebihan. Coba kalau beli kosmetik yang mahal. Sudah tidak cocok, beli harganya mahal, dijual tidak ada yang mau beli dan malah jadi tidak terpakai karena membuat wajah rusak dan iritasi. Duh, sedihnya dobel.

Dengan menggunakan produk Indonesia juga, tanpa kita sadari kita juga telah membantu mengurangi pengangguran dan juga berkontribusi pada kemajuan perekonomian Indonesia. Jadi jangan malu pakai produk Indonesia. Riset semua produk yang ada, coba dan cari yang cocok, berbagi cerita pada orang lain.

Dengan berbagi produk tersebut kepada orang-orang, kita juga membantu membuat citra produk tersebut naik dan ikut mengharumkan nama Indonesia juga lho. Siapa tau beberapa tahun yang akan datang Gigi Hadid atau Taylor Swift mengunggah selfie terbarunya dengan lipcream terbaru dari F2F Cosmetics? Pasti rasanya bangga kalau produk milik negeri kita dipakai dan terkenal di negara lain.

Sudah saatnya produk Indonesia maju dan berkembang. Sudah saatnya pula produk kosmetik dan skincare Indonesia menjadi pilihan utama kita karena banyaknya varian dan produsen yang tersedia. Tinggal kita coba dan pilih yang benar-benar cocok dengan kulit dan kantong kita.

Tetapi pada akhirnya, kesuksesan produk Indonesia ini tidak bisa berjalan jika hanya dari konsumennya saja. Produsen pun juga harus ikut bergerak baik melalui promosi dan iklan di dunia maya, meningkatkan customer service dan penjualan online yang mudah diakses, menambah jenis produk mengikuti tren tapi tetap memiliki kualitas yang ok hingga mencoba membuat packaging produk yang menarik.

Packaging yang menarik masih menjadi salah satu penyebab kurangnya minat beli kosmetik Indonesia. Coba tengok produk Korea dan Jepang. Produk-produk mereka sebenarnya tidak semuanya bagus. Ada beberapa yang biasa saja dan tidak cocok di kulit orang Indonesia tapi mereka memiliki packaging dan desain produk yang lucu dan membuat mata menjadi ”lapar” untuk membeli. Tipikal perempuan, tiap lihat yang lucu selalu beli.

Dan sejauh ini, produk Kosmetik di Indonesia yang menggarap serius packaging produknya masih sedikit ya. Produk lainnya hanya dikemas dalam desain standar atau bahkan dikemas dalam kemasan yang jadul dan sedikit menyebalkan. Seperti misalnya tutup produk yang mudah lepas dan gampang bocor atau produk yang terlalu besar hingga tidak travel friendly.

Tidak harus pakai desain karakter lucu deh. Karena saya tahu untuk menambahkan desain seperti itu perlu mengurus hak cipta untuk izin menggunakan gambarnya dan sejenis itu yang tentu saja memakan biaya lagi. Tapi ya, minimal desain batik atau warna-warna yang terkesan girly juga tidak masalah. Perempuan pasti akan tertarik membeli.

Lalu, apakah dengan menggunakan produk Indonesia, wajah kita bisa menjadi glowing dan terlihat awet muda serta fresh dan cantik seperti beberapa aktris Jepang kesukaan saya?

Well, cantik mirip mereka sih tentu saja tidak ya, toh dari genetika saja sudah berbeda. Tapi setidaknya, kulit wajah terlihat sehat, tidak kusam dan tidak memiliki banyak flek hitam dan jerawat itu pasti. Tidak perlu putih, yang penting bersih dan sehat. Itu definisi ”cantik” menurut saya. Dan saya yakin beberapa kosmetik Indonesia, bisa mewujudkan dan memberikan kulit yang saya inginkan seperti itu.

Duh, jadi membayangkan. Kapan ya saya bisa menemukan kosmetik Indonesia ada di luar negeri dan bisa jaya seperti Indomie atau Tolak angin? Atau minimal, kapan ya saya pergi ke toko kosmetik dan menemukan produk Indonesia yang awalnya saya kira produk luar karena desain dan kemasan produknya yang lucu?

Saya yakin kosmetik Indonesia bisa maju hingga go international dan menjadi pilihan utama wanita Indonesia, suatu hari nanti. Dan jangan lupa, kerja sama dari pihak produsen dan konsumen yang ok juga berpengaruh. 😉

Maju terus produk Indonesia! ❤

***

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba FACE 2 FACE Cosmetics Blogging Competition juga curhatan pribadi saya untuk mendukung majunya kosmetik dan produk buatan Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s