Sehari di Rumah Perubahan Rhenald Kasali bersama Petualang Cilik

cx2i2tpuoaanqks

Jadi, pada 22 November lalu saat sedang terjebak kemacetan dalam menuju perjalanan ke kantor, selain menemukan info menarik tentang walking tour di twitter, saya juga menemukan ajakan volunteer oleh seorang following twitter saya, mbak Hesti.

Tanpa pikir panjang saya segera menghubungi kontak yang tertera untuk mendaftar, memasang alarm dan juga pengingat di google kalender supaya tidak terlambat pada saat hari H.

2 hari sebelum acara, anggota volunteer mendapat email rundown acara dan peta lokasi. Saya sempat cemas takut terlambat sampai lokasi tapi untungnya saya bisa bangun tepat waktu dan berangkat naik transjakarta yang pertama kali jurusan PGC. Iya, saya sudah berada di halte transjakarta pas haltenya masih gelap dan tutup karena saya takut terlambat. Soalnya lokasinya lumayan jauh. Lagipula saya tidak mau hal seperti kemarin pas tour terulang lagi. Malu aja gitu kalau dateng pas udah pada kumpul semua 😦

Sayangnya takdir berkata lain. Pas transit di halte busway BNN menunggu bus jurusan Pinang Ranti, busnya lamaaaaaaa banget datangnya. Ada kali ya 20 menit saya menunggu. Dari pukul 05.10 sampai 05.35 an. Nah setelah sampai halte Pinang ranti ini juga ada sedikit masalah. Saya lupa unduh aplikasi ojek online dan akhirnya naik angkot. Dan ternyata waktu saya lihat di google Maps, ini trayeknya muter-muter jauh dulu hhh. Pukul 06.30 tepat saya masih di Pondok Gede.

Pukul 07.30 akhirnya saya sampai dan diminta untuk menunggu sebentar oleh mbak Hesti bersama salah satu rombongan peserta dari TK Pelangi, Bekasi. Pesertanya lucu-lucu. Saya melihat mereka sedang latihan pemanasan senam kecil gitu, gemas.

Tidak lama kemudian mbak Hesti menghampiri saya lalu saya diajak berkeliling sambil dijelaskan satu persatu detail acara dan lokasi. Saya sendiri tidak sempat memotret karena sibuk mengingat.

Tugas para volunteer ini secara tepatnya sebagai kakak pembimbing adik-adik dari satu wahana ke wahana yang lain. Mengatur agar peserta tertib dan mau mencoba wahana yang ada. Beberapa wahana dan situs edukasi yang tersedia diantaranya Memanen sayuran, menanam tanaman (kangkung atau bunga matahari), memandikan kerbau dan fun games.

Ada juga wahana tambahan seperti menangkap ikan, memberi makan rusa dan membuat tempe embun. Tapi wahana ini tidak termasuk dalam paket petualangan kali ini. Jadi tiap peserta tidak wajib ikut.

Kelompok yang saya pilih adalah Buni dengan peserta berusia 4-5 tahun. Selain mendapatkan papan nama kelompok, volunteer juga mendapatkan slayer berbeda warna yang dipakai untuk membedakan antara volunteer dan orangtua murid.

Dan ini anggota kelompok saya dari TK Pelangi. Ada 4 orang yang berasal dari TK B, Rara, Aila, Naufal dan Alif. Yang Alif ini langsung menempel pada saya dan gamau lepas. Orangnya pendiam tapi kalau ditanyain sesuatu mau menjawab dengan jelas. Kalau Rara orangnya pendiam juga tapi kalau ditanyain suka bengong dan tidak mau menjawab. Sementara Aila dan Naufal ini cukup aktif dan senang berkomunikasi. Mau diatur juga.

img_20161127_084939img_20161127_100516

Difoto gak pernah mau XD, (Rara, Aila, Alif, Naufal)

Sebenarnya saya tidak hanya mendapatkan anggota 4 orang ini. Sekitar pukul 09.00 tepat, datang lagi rombongan dari TK Nuansa Ceria Preschool Jakarta Utara yang berjumlah 8 orang. Kedua murid TK ini digabung menjadi satu dengan range usia yang sama (4-5 tahun) tapi saya tidak sempat memotret secara lengkap karena setelah rombongan TK itu bergabung, acara langsung dimulai. Tapi saya masih ingat nama pesertanya. Dari TK A ada Zafran, mario, kezia, caca, Aldi. Dari TK B ada Alvin, Dimas, Aldo. Yang Aldo ini sebenarnya bukan kelompok Buni, tapi karena teman-teman satu gengnya disini jadi ibunya minta bergabung.

Secara keseluruhan anggota dari TK lain ini cukup menyenangkan. Anak-anaknya cukup aktif dan mudah diatur. Sayangnya karena terlalu banyak ini saya jadi agak kesulitan memberi mereka cukup perhatian. Ditambah lagi ada Alif dati TK Pelangi yang terus menempel pada saya.

Saya ingat saya sempat ditegur oleh salah satu orangtua murid dari TK Nuansa Ceria saat di wahana memandikan kerbau karena katanya saya lebih fokus pada anak dari TK Pelangi terus. Hh bukan maksudnya begitu bu, saya bingung soalnya di wahana tersebut terlalu ramai dan tidak bisa membedakan satu sama lain 😥

Rasa bersalah saya semakin terasa waktu acara sudah selesai, Mario dan Zafran sempat berpamitan dengan saya dan mengucap ”dadah kak Mai” sebeleum berpisah. Sementara Alif dan yang lain langsung berlari menuju ibu guru dan orangtua masing-masing tanpa mengucapkan kata pamit. Hhhh, seru dan campur aduk banget perasaan saya </3

img_20161127_103457

kerbau yang sedang asyik berendam

Secara keseluruhan acaranya menyenangkan!. Rasanya menarik melihat ada beberapa anak yang terlihat sedikit jijik dan takut kotor saat memanen kangkung dan saat harus memegang tanah yang penuh pupuk saat menanam. Anak-anak zaman sekarang mungkin sudah jarang kali ya yang bermain tanah dan pasir gitu.

Tapi seru juga saat melihat ada beberapa anak yang memberanikan diri untuk mendekati kerbau (walaupun dari kelompok Buni tidak ada satupun yang berani memegang kerbau, hanya berani berenang di dekatnya atau memandang dari kejauhan). Ada satu celetukan dari Caca yang saya ingat,

Kak Mai, kerbau makan rumput kok badannya bisa segede itu. Makan orang kali? aku gamau deket-deket ah nanti aku dimakan

Ampun, saya ngakak gak karuan sekaligus gemas. Dipikir-pikir iya juga sih kok bisa ya kerbau makan rumput doang badannya bisa segede itu XD

Acaranya sendiri selesai pukul 12.30 dan untuk para volunteer bisa beristirahat. Ketika saya ingin berkeliling untuk memotret, cuaca langsung mendung dan hujan. Di satu sisi agak sedih tapi di sisi lain rasanya juga jadi nostalgia.

Lokasi Rumah Perubahan ini berada di sebuah tanah yang cukup luas dengan kontur tanah yang naik-turun. Di sekeliling banyak terdapat empang dan pohon-pohon besar. Ada saung kecil juga di sana-sini, persis seperti rumah orang-orang sunda(?)

Waktu hujan turun, rasanya seperti tidak di Jakarta. Err,,rumah perubahan lokasinya memang bukan di Jakarta sih, tapi ya pokoknya suasananya damai aja gitu. Sudah lama sekali rasanya saya tidak sedekat ini dengan alam.

img_20161127_101310

mendung

Pukul 14.00 akhirnya saya pulang setelah hujan agak reda sedikit. Tidak sempat berfoto bersama peserta yang lain karena takut hujan lagi. Saya langsung pamit dan ya memang benar, saat menunggu angkutan umum datang sudah turun hujan lagi. Untung angkot cepat datang.

Sampai di rumah saya langsung bersih-bersih badan dan ternyata saya haid hari pertama. Sempat kaget karena kok tumben saya haid tidak merasa sakit badan dan aktif bergerak. Padahal biasanya untuk bergerak ke toilet saja susahnya bukan main karena pinggul dan badan saya rasanya remuk.

Oiya, waktu hari Senin, saya bisa bangun tepat waktu dan bahkan sampai kantor saat keadaan masih sepi dan AC masih belum nyala. Padahal 2 hari terakhir saya banyak beraktivitas dan bergerak, tapi entah mengapa saya bisa sangat bersemangat menjalani dan menyambut hari Senin. Mungkin ini kali ya yang dibilang ciri orang Extrovert. Merasa semangat dan re-charge energi lagi setelah banyak bertemu orang baru XD

Ah, jadi tidak sabar untuk melakukan banyak petualangan lain dan bertemu banyak orang baru. Kira-kira, kejutan dan petualangan macam apalagi ya yang menunggu saya?

Sampai bertemu di JalanJalanMai berikutnya!

img_20161127_113018

Sebuah pesan dan kata penyemangat yang terdapat di pintu masuk Rumah Perubahan

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s