[Review] House of the sun – Taiyou no Ie Manga

cats.jpg

Jadi, selain berhasil membaca banyak buku berbahasa Inggris dan mencoba jenis bacaan baru yang sebelumnya selalu saya hindari, Reading Challenge saya tahun ini juga menarik karena saya menemukan banyak komik dan manga yang berhasil membuat saya mendapatkan banyak sekali pelajaran baru.

Salah satu manga yang berhasil memberikan saya banyak pelajaran (dan mengacak-acak perasaan saya dengan baik) adalah manga House of the sun atau Taiyou no Ie yang terbit pada tahun 2010 dan selesai pada 2015.

Ini adalah manga berseri yang memiliki tema slice of life-roman-shoujo yang selesai dalam 12 volume dan 1 volume extra (total 13). Di Indonesia sendiri baru terbit sampai volume 11 dan karena penasaran, saya membaca volume 12 dan 13 di situs baca manga online dan sangat puas dengan endingnya. Mewek saking bahagia dan tidak ikhlas karena ceritanya sudah selesai :’)

Bercerita tentang Mao yang sering menghabiskan waktunya bersama keluarga Nakamura sejak kecil. Suatu hari terjadi sebuah kecelakaan yang menewaskan Tuan dan Ny.Nakamura. Anak-anak dari Tuan Nakamura pun diasuh oleh beberapa saudara dekat dan menyisakan Hiro, si sulung yang memutuskan tetap berada di rumah tersebut. Sejak kecelakaan tersebut Mao jarang main ke rumah keluarga Nakamura lagi.

Lama berselang, Mao tumbuh menjadi seorang anak SMA yang pendiam dan kesepian karena ia memiliki masalah di rumah. Ayah dan ibunya bercerai, ayahnya lalu menikah lagi dan telah memiliki seorang anak baru. Setiap Mao berada di rumah, ia merasa seperti orang lain. Akhirnya Mao lebih sering menghabiskan waktunya di kuil dekat rumah.

Hiro sering melihat Mao berada di kuil setiap ia pulang bekerja. Iseng Hiro mengajak Mao main ke rumah seperti kebiasaannya waktu kecil dulu sampai akhirnya terlintas di pikiran Hiro untuk mengajak Mao tinggal di rumahnya. Tak disangka hal itu disetujui ayah Mao.

Mao pun tinggal bersama Hiro. Mereka menjadi dekat. Suatu hari Hiro bercerita bahwa ia ingin keluarganya berkumpul lagi meskipun sudah tidak ada kedua orangtua. Bisakah hal itu terwujud? Apakah Mao akan selamanya tinggal di rumah keluarga Nakamura? Apakah Mao bisa membaur dengan ibu dan adik barunya?

Ya kurang lebih inti cerita dan permasalahannya dimulai dari situ. Tapi kalau saya ingat, ada permasalahan soal sahabat, masalah sekolah dan pekerjaan juga sih. Jadi paket lengkap deh semua permasalahan ada wq.

Beberapa fav scene:

  • Daiki (adik Hiro) merupakan teman sekelas Mao waktu SD. Ia memiliki kesulitan mengeja nama Mao dan malah menyebut Magyo. Hal itu malah menjadi kebiasaan dan tiap Mao main ke rumah Daiki ia malah dipanggil Magyo dan bukannya Mao.
    Pada beberapa hal, saya merasa mirip Mao. Nama saya Maila, tapi ada banyak orang yang sulit menyebutkan nama saya hingga akhirnya terpeleset menjadi ”Mayla, Meila, Mela”. Makanya kadang saya mengenalkan nama saya ”Mai” aja. Itupun masih ada yang salah juga wqwq

Saya suka tiap ada adegan ”Oh, ada Magyo” ”Bukan! Namaku Mao!”. Saya membayangkan gimana suaranya Mao dan bagaimana ekspresinya XD.

12

  • Waktu Hiro ”nembak” Mao. Asli Mao ngeselin banget wqwq. Gemas banget pas bagian ini. Bikin kangen seseorang juga HHHH. Btw, Mao dan Hiro beda 7 tahun. Hiro dewasa dan sisi kebapakan-keibuannya sangat kental mengingat dia anak pertama dan memiliki 2 adik (laki-laki dan perempuan). Sementara Mao anak satu-satunya yang bisa dibilang manja dan kesepian tapi harus menjadi sosok yang kuat saat berada di tengah-tengah keluarganya. Jadi ketika Mao dan Hiro menyatu, mereka jadi terlihat lucu<3. Ugh, asli, bikin inget seseorang banget wqwq </3

n031

 

n032

  • Fav scene terakhir, tiap mereka sedang menghabiskan waktu berdua. Lucuuu. Si Hiro ini kalau lagi berduaan sama Mao tiba-tiba berubah jadi cowok yang manja gitu sementara Mao langsung berubah jadi kayak ”ibunya”. Sementara kalau lagi mode menghadapi masalah serius, si Hiro akan berubah jadi ”ibu yang galak”. Nah, Hiro suka pengen manja-manjaan gitu sama Mao tapi dia suka malu sendiri karena dia tua(?) dan Mao masih anak SMA. Jadi dia gak bisa ngapa-ngapain (bahkan megang tangan aja malu). Lucu deh kalau ngeliat adegan mereka lagi berduaan gini wqwq.

qtaiyou_extra_003_008

Sebenarnya ada banyak lagi adegan menarik yang menjadi kesukaan saya. Saya juga banyak menemukan kutipan menarik di manga ini. Cuma karena saya baca vol 1-8 versi cetak punya teman (lupa di foto) jadi tidak bisa dibagi kesini. Secara keseluruhan volume 1-9 mungkin bisa disebut volume yang emosional banget. Ada ketawanya tapi saya juga banyak nangis. Nah volume 10-13 saya banyak merasa gemas, ketawa dan nangis bahagia juga. Campur aduk banget deh pokoknya. Oh iya, adegan yang saya bagi diatas ada di volume 10 ke atas,hhe

Secara keseluruhan lagi, jika ada yang bertanya ke saya ini komik bercerita tentang apa, maka tanpa ragu saya akan menjawab bahwa ini menceritakan tentang menemukan rumah. Tidak hanya rumah dalam bentuk tempat tetapi juga dalam bentuk seseorang. Tentang bagaimana cara mengungkapkan apa yang kita rasakan dengan baik ke orang-orang terdekat kita, tentang bagaimana caranya berani mencoba hal-hal yang selama ini selalu kita hindari dan tentang bagaimana caranya mengenyahkan ”what if” saat ingin mencoba sesuatu.

Tidak semua hal yang terjadi atau saya dapatkan di buku ini bisa diaplikasikan ke kehidupan nyata memang. Tapi setidaknya setelah membaca buku ini dan mengetahui ending bahagia yang dialami Mao berhasil membuat saya merasa sedikit lebih baik dan berharap ”semoga saya juga bisa merasakan yang demikian”. Walaupun sepertinya agak mustahil wq.

Hal lain yang membuat saya amat menyukai manga ini, saya merasa memiliki sedikit kemiripan dengan Mao. Nama saya juga sering disalah sebut oleh beberapa orang. Kedua orangtua saya bercerai, sekarang ibu saya sudah menikah lagi. Saya juga memiliki banyak rumah, tapi saya tidak tau mana yang benar-benar rumah. Saya tinggal di Jakarta, di rumah nenek. Ibu saya ada di Bekasi, di rumah ayah baru saya. Sementara ayah baru saya juga memiliki rumah lain di Bandung.

Beberapa minggu sekali saya harus berkunjung ke Bekasi dan ikut ke Bandung. Kalau sedang di Bekasi, saya merasa aneh tapi di satu sisi juga merasa senang dan nyaman karena ada ibu. Kalau sedang di Jakarta saya merasa nyaman karena orang-orang di sekitar saya kenal tapi saya juga merasa aneh dan kurang karena tidak ada ibu.

Ya pokoknya begitulah. Saya harap saya juga bisa segera menemukan rumah seperti Mao.

Eh, atau jangan-jangan selama ini saya sudah menemukan(?)

Ngomong-ngomong, saya sangat berharap manga ini dibuat drama atau filmnya. Inginnya sih ini yang jadi pemainnya.

Jin Akanishi: Daiki (adik Hiro)

Oguri Shun: Hiro

Aoi Miyazaki: Mao

0q6iaeqa9vzr5hrsczjrhsc

Dan ya begitulah~

Untuk yang mau membaca komik ini silahkan pergi ke toko buku terdekat atau lapak online bila mencari versi bekas dengan harga lebih murah. Di lapak tempat baca online juga ada sih.

Saya sendiri memberikan manga ini 5 bintang di goodreads dan PASTI akan saya baca lagi suatu hari nanti. Bagus banget ❤

Yang tertarik membaca juga setelah membaca review singkat saya ini, silahkan mencari, selamat membaca dan jatuh cinta dan jangan lupa berbagi ke saya juga ya pendapat pribadinya setelah membaca manga ini hhe 😀

eimg039

 

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s