[Product Review] Obat ular, penghilang gatal dan luka untuk si penderita darah manis

uaszle44

Saya memiliki penyakit keturunan yang menurun dari nenek. Anehnya, anak-anak dari nenek saya tidak ada yang memiliki penyakit ini. Jadi dari nenek saya langsung ke saya. Anak-anak nenek bahkan 14 cucu nenek saya yang lain tidak. Ini mungkin jadi penyebab saya cukup dekat dengan nenek kali ya wqwq.

Saya tidak tau apa sebutan jelasnya untuk penyakit ini. Ada yang bilang eksim, ada juga yang bilang darah manis, ada juga yang bilang alergi.Saya sendiri pada 2016 awal lalu sudah periksa ke dokter kulit dan hasilnya adalah,saya tidak menderita darah manis tapi hasil periksa nenek saya positif menderita darah manis. Padahal gejala dan penyebab gatal antara saya dan nenek sama persis hh. Jadi mari kita sebut saja ini darah manis.

Gejala penyakit yang saya miliki ini seperti ini. Kulit saya mudah terluka dan meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang. Terlukanya pun seringnya karena hal-hal sepele. Misal karena digigit nyamuk, pakai celana jeans yang terlalu ketat dan lain sebagainya. Untuk makanan, waktu kecil sempat ngefek sih. Kalau saya makan makanan yang manis-manis dan makanan laut, kaki saya langsung bonyok. Gatal-gatal dan meninggalkan luka serta bekas yang menyeramkan.

Untung saja beranjak dewasa efek dari makanan sudah tidak begitu berpengaruh meski terkadang, kalau saya terlalu banyak makan makanan manis kaki saya masih suka gatal-gatal (tapi luka dan gatalnya tidak separah dulu). Yang menarik, bekas dan luka ini biasanya hanya ada di kaki saja. Dari bagian tubuh pinggul ke atas sampai ke tangan tidak. Biasanya kalau luka langsung hilang dan tidak berbekas. Nah kalau di kaki (paha ke bawah) ini bahkan luka kecil pun bekasnya nggak bisa hilang.

Sudah berbagai macam obat pernah saya coba untuk menyembuhkan penyakit ini. Mulai dari obat dalam bentuk tablet, kapsul hingga sirup. Pengobatan luar dalam bentuk salep sampai minyak. Obat yang bisa ditemukan di pasaran hingga harus di rumah sakit tertentu dan obat dengan harga dibawah Rp10.000,- hingga yang harganya Rp215.000,-/kemasan. Semuanya hanya memiliki efek meredakan gatal saja dan bila berhenti di konsumsi akan meradang lebih parah.

Untuk kasus saya, gatalnya sudah jarang kambuh. Jadi tidak begitu masalah. Hanya bekasnya saja yang menganggu. Kalau nenek saya, sampai sekarang gatalnya masih kambuh, bahkan kalau terlalu lama di ruangan ber AC (bahkan di commuter line dan transjakarta) gatalnya bisa parah banget sampai nenek saya selalu sedia cardigan dan kaus kaki tiap bepergian.

Saya sempat cuek akan hal ini, toh sudah tidak gatal lagi. Tapi kata nenek saya perempuan itu harus bersih. Saya bahkan ditakut-takuti ”hati-hati ntar gak dapet jodoh karena kakimu penuh bekas luka”. Surem.

Akhirnya saya mulai mencari-cari obat penghilang bekas luka (yang kalau bisa juga menyembuhkan gatalnya). Saya sudah pernah menggunakan Bio Oil dan beberapa oil-oil lain tapi tidak ada efek apapun. Nah, pertengahan 2015 kemarin, saya direkomendasikan obat ular oleh seorang penjual obat di apotek.

lnp3h9_7liw4y2ssf76_pwjgbjsvghbl

Komposisi obat ular ini adalah rempah-rempah dan minyak ular gitu yang dikemas dalam kemasan kapsul. Tidak ada label halal tapi waktu saya tanyakan ke ustad katanya boleh mengkonsumsi ini karena ditujukan untuk pengobatan dan katanya kandungan minyak ularnya juga tidak terlalu banyak (masih diperdebatkan apakah ular itu halal atau haram).

Kemasan dikemas dalam tabung kaca beling dengan tutup terbuat dari plastik. Tapi di beberapa tempat ada juga yang menjual dengan kemasan yang terbuat dari plastik. Jadi baik botol dan tutup sama-sama plastik. Yang kemasan kaca sering pecah sih. Punya saya sering pecah karena saya menaruhnya sembarangan wqwq.

Rasa obat ini 100% rasa jamu ya. Pada awal-awal saya sempat tidak suka, dan agak mual gitu tiap minum ini. Tapi sekarang malah suka dan ketagihan. Kayak berasa ada yang kurang kalau saya nggak makan obat ini.

Per 10 September kemarin tepat 1 tahun saya mengkonsumsi obat ini. Sempat berhenti sih di bulan Februari-Mei dan mengkonsumsi lagi bulan Juni. Waktu saya berhenti konsumsi, gatel-gatelnya tidak kambuh. Saya memutuskan konsumsi lagi karena waktu itu baru ngeh kalau bekas luka di kaki saya berkurang banyak dan gatel-gatel jarang muncul. Jadi saya putuskan konsumsi lagi dengan harapan bisa bersih tuntas.

Obat ini dijual dengan harga sekitar Rp22-35.000,-/botol dengan isi 20 butir. Baik di konsumsi sehari 2x sehabis makan. Kalau saya biasanya makan obat ini setelah sarapan dan setelah makan terakhir sebelum tidur. Obat ini (berdasarkan pengalaman saya) tidak memiliki efek apapun dan nenek saya yang memiliki penyakit jantung pernah bertanya ke dokter dan katanya tidak apa-apa karena obat ini 100% obat herbal yang dikemas dalam kapsul. Jadi tidak memiliki efek apapun.

Berdasarkan pengamatan dan ingatan saya, setelah saya mengkonsumsi obat ini, saya juga jadi jarang jerawatan. Biasanya kalau mau haid, jerawat itu pasti muncul 2-5 buah di beberapa titik wajah. Sekarang biasanya cuma muncul 1-2. Paling banyak 2. Ini saya tidak tau karena obat ini atau karena memang sekarang saya sudah memperhatikan kesehatan dan perawatan wajah sih,wq. Tapi pokoknya jerawat saya berkurang.

Saat ini karena fokus saya menghilangkan bekas lukanya, saya hanya mengkonsumsi 1 butir perhari. Dan sejauh ini cukup memuaskan.

Ini ada foto kondisi kaki saya saat ini. Sudah cukup bersih. Foto saat kaki saya dalam keadaan super parahnya hilang bulan Agustus lalu pas komputer saya rusak T_T. Silahkan bayangkan sendiri saja deh dulunya gimana. Pokoknya bekas lukanya dulu banyak, ukurannya kecil-kecil dan berwarna hitam pekat gitu. Serem deh pokoknya hh.

Nah, kalau kamu memiliki keluhan serupa, mungkin obat ini bisa dicoba XD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s