[Review] Su-ki-da (2005)

Sebelumnya, ini adalah kali pertama saya menulis review tentang film. Perlu diberi catatan bahwa saya bukan orang yang gemar menonton. Sejarah tontonan film dalam beberapa tahun terakhir pun lebih banyak nonton film – film jaman dulu, bukan film terbaru yang muncul di bioskop. Kalau mau dibuat skala atau rata-rata, mungkin bisa dikatakan dalam 4 bulan, saya hanya menonton 1 film. Gitu.

Lalu yang ke-2, seperti halnya buku, saya juga tidak peduli tentang hal-hal yang memiliki embel-embel ”menang penghargaan 10 juta penonton atau dibuat oleh sutradara terbaik dll dsb dst”. Saya kalau nonton film ya nonton aja. Tidak suka melihat siapa yang menjadi sutradaranya XD. Habis kadang bingung sih wq. Makanya saya tidak bisa kalau diajak ngobrol soal film hhe.

Saya biasanya tertarik menonton sesuatu karena judul, sama seperti ketika melihat sebuah buku. Hal kedua yang saya lirik biasanya pemain (kalau buku saya lihat penulis dan penerbit), setelah itu saya lihat sinopsis singkat film itu bercerita tentang apa. Kalau mengandung unsur horor biasanya saya langsung skip. Atau yang ada adegan action yang kira-kira bukan saya banget juga saya skip.

Action yang saya banget itu yang gimana? yang berantemnya pakai tangan, film-film Jackhie chan dan kawan-kawannya :D. Saya pusing kalau nonton berantem kebanyakan tembak-tembakan atau alat penghancur berat lainnya. Jadi ya bisa dipastikan saya belum nonton film sejenis transformer atau yang gitugituan.

Seperti halnya buku, saya juga lebih suka yang mengambil tema keluarga. Unsur komedi bolehlah masuk ke dalamnya. Tapi untuk komedi biasanya saya lebih suka yang full komedi. Kadang kurang suka yang roman-komedi gitu. Kalau mau roman ya full roman, komedi ya full komedi.

Nah dari kriteria yang saya jabarkan di atas (hal-hal yang mudah dicerna otak saya) film Jepang memenuhi semua kriteria tersebut. Tidak hanya filmnya sih, dramanya juga. Walaupun kadang saya suka kebingungan memasukkan sebuah film ke dalam kategori drama (berseri sampai banyak) atau film wq.

Sepanjang ingatan, film-film pertama yang saya tonton saat kecil dulu itu film-filmnya Jackhie chan dan Jet li. Disusul Bruce Lee lalu film-film India. Film Indonesia menyusul kemudian ditambah film amerika (yang jarang bisa saya tonton sampai tamat, film amerika ini biasanya yang suka ada di tv. Kalau film Jackhie chan, dulu saya sempat sampai koleksi vcd nya). Dulu saya belum mengenal film-film jepang. Pernah beberapa kali (saat SMA) sempat melihat mbak-mbak kuliahan gitu yang suka nonton drama Korea dan Jepang di HP dan saya langsung memandang sinis. Kayak apa ya, ya pokoknya sinis aja lah wqwq

Akhir 2014 lalu adalah kali pertama saya berkenalan dengan dunia Jejepangan. Mulai dari JKT48, beberapa musisi Jepang (Mono, YUI, World End Girlfriend, Perfume, Silent Siren, AKFG, Base Ball Bear) dan Taiyou no Uta atau Midnight Sun (2006) (yang dibintangi oleh YUI) adalah kali pertama saya menonton film Jepang dan langsung suka (saya agak lupa juga sih film ini  atau Densha Otoko/Train Man (2006) yang pertama saya tonton wq).

Train Man dan Taiyou no Uta

Ya pokoknya sejak menonton film itu, saya langsung banyak meminta film-film Jepang lain pada salah satu kenalan saya dulu. Kebetulan film-film yang dia berikan memang pas selera saya semua. Bertema kekeluargaan , kecepatan filmnya stabil, gambarnya menarik.

Nah, sejak 2016 awal lalu, kebiasaan itu terhenti. Sebelum terhenti saya sempat dapat beberapa film sih. Tapi Agustus kemarin komputer saya rusak dan semua data termasuk semua film yang pernah dikasih sejak awal kenal hilang semua T_T. Padahal saya sudah beli flash drive baru buat menyimpan, salah saya juga sih nggak buru-buru backup pas udah beli flash drive nya. Sekarang semuanya hilang tak berbekas. Di satu sisi sedih tapi di sisi lain mungkin itu sebagai pertanda juga kali ya nggak baik menyimpan hal-hal seperti itu, move on, wqwq.

***

Selesai curhatnya, mari kita mulai review-nya.

Su-ki-da tidak sengaja saya temukan dalam kolom rekomendasi tontonan di youtube milik saya. Saat mengetahui bahwa ini bisa ditonton secara offline, segera saya unduh dan pada Sabtu 10 September kemarin, film ini telah saya selesaikan.

sukidaposter

Kesimpulan singkat yang bisa saya dapat setelah menonton ini kira-kira begini:

pada beberapa orang, keberanian mengatakan apa yang dirasakan mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama

Menceritakan tentang Yu dan Yosuke yang merupakan teman sekelas. Yu sering melihat Yosuke duduk di bawah jembatan di tepian sungai sedang bermain gitar namun memainkan melodi yang sama terus menerus. Yosuke sendiri baru mulai menekuni dunia musik setelah sebelumnya fokus di dunia olahraga.

Yu adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Kakak perempuan satu-satunya baru saja kehilangan kekasihnya karena kecelakaan. Setiap pulang sekolah, Yu kerap menyanyikan melodi yang sering dimainkan Yosuke. Tanpa sadar kakaknya Yu sering mendendangkan melodi itu juga. Yu merasa sedikit cemburu. Ditambah setiap Yu sedang bersama Yosuke, Yosuke selalu menanyakan keadaan kakaknya. Yu berpikir bahwa mungkin mereka berdua saling menyukai.

Suatu hari Yu meminta Yosuke untuk menyelesaikan melodi tersebut menjadi sebuah lagu. Yosuke menyanggupi dan berjanji akan melakukan hal itu. Tapi setelah itu mereka lulus dan berpisah tanpa ada kabar selama 17 tahun tanpa pernah mengungkapkan dan mengatakan kejujuran dan isi hati yang sebenarnya.

Berhasilkah Yosuke memperdengarkan lagu yang ia buat untuk Yu?

Film ini terbagi dalam 2 sudut pandang juga 2 pemain berbeda. Saat Yu dan Yosuke remaja diambil dari sudut pandang Yu (Aoi Miyazaki). Sementara saat mereka sudah dewasa diambil dari sudut pandang Yosuke (Hidetoshi Nishijima). Yang menarik, pemain Yu remaja dan dewasa (Hiromi Nagasaku) maupun Yosuke remaja (Eita) dan dewasa, keduanya memiliki ciri fisik yang sama.

Waktu mereka sudah dewasa, saya sempat bingung kok suaranya Eita agak berubah (saya menonton ini karena tertarik dengan Eita-nya). Eh, pas saya iseng cari di google, ternyata memang tokoh dewasanya berubah. Tapi masih mirip-mirip. Mantap.

Problem yang ditawarkan film ini sedikit sih. Film ini lebih banyak diam dengan gerak lambat juga pengambilan gambar yang banyak sekali close up. Di satu sisi saya suka tapi di sisi lain sempat mengalami kebosanan juga. Saya cukup terhibur di bagian Yu dan Yosuke remaja karena sering terdengar sound fx suara gemericik air, suara katak dan jangkrik musim panas. Double mantap.

Sebagai orang yang cukup extrovert dan tidak memiliki banyak kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu pada orang lain, film ini jelas membuat saya sedikit frustasi. Agak sedikit kesal juga sama budaya orang Jepang yang kalau bicara suka setengah-setengah dan tidak menjurus langsung ke maksud dan tujuannya. Tapi di satu sisi, saya jadi belajar untuk mencoba menghargai orang lain, bahwa tidak semua orang itu seperti saya, dan bahwa mungkin untuk beberapa orang, sekedar mengucapkan ”hai” saja butuh keberanian yang luar biasa.

Waktu saya iseng mencari tentang film ini di google, ternyata sutradara film ini juga merupakan sutradara yang membuat film Petal Dance (yang kebetulan merupakan film Jepang yang saya sukai juga). Pantas saja saya merasa gaya pengambilan gambarnya mirip film apa gitu. Ternyata baru saya ketahui kalau sedikit mirip Petal Dance.

Secara keseluruhan mungkin saya memberikan ini 3/5 bintang.

  • Gaya pengambilan gambarnya saya banget
  • Sound fx-nya bikin makin ingin ke Jepang (saya punya keinginan mendengarkan langsung suara Jangkrik musim panas di Jepang XD)
  • Eita sama Aoi remajanya gemas XD
  • Tema ceritanya bukan saya banget, tapi tetap ok.

Bonus beberapa cuplikan kesukaan

screenshot_2016-09-11-18-33-37-591screenshot_2016-09-11-18-35-38-386screenshot_2016-09-11-19-08-07-828screenshot_2016-09-11-19-08-44-333screenshot_2016-09-12-08-42-46-680screenshot_2016-09-12-08-43-23-431

Screenshot_2016-09-12-08-49-18-726.jpeg

Silahkan mencari di lapak terdekat atau bisa menonton melalui Youtube disini

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s