Mai knapa sekarang jadi membabibuta ngewotanya

1473818571414

Waktu saya mendapat pertanyaan itu dari seorang teman twitter, saya langsung tertawa. Kala itu memang saya sedang giatnya mencari tau lagi semua tentang JKT48. Sebenarnya dibilang membabibuta juga tidak sih. Di twitter sendiri saya kan memang tidak punya konten twit khusus. Twitter memang murni saya buat dan pakai untuk mencari informasi dan komunikasi dengan beberapa teman SMP dan SMA. Benar-benar murni akun personal yang saya pakai untuk berkicau tentang apa saja. Acak tanpa ada branding macam-macam.

Nah, mungkin karena biasanya saya berkicau random apa saja lalu tiba-tiba sering bicara tentang JKT48 inilah maka dia (dan beberapa teman SMP saya) jadi bertanya kenapa sekarang sering berkicau tentang JKT48 wqwq. Ada beberapa teman yang menyarankan saya buat alter akun khusus ngidol saja. Tapi saya pikir, nggak lah. Lagian paling hobi ngidol ini juga tidak akan bertahan lama seperti hobi saya yang lainnya.

Saya sendiri sudah mengetahui JKT48 sejak kemunculan di iklan provider telepon seluler (saat anggota gen 1 masih lengkap) dan saya tertarik dengan Cleopatra Djapri. Rambut lurus, jidat jenong dan suara serak basahnya dulu lucu. Tapi sayang saat saya memutuskan untuk menjadikannya oshi, tidak lama kemudian dia graduate/keluar dari JKT48.

Oshi pun ganti. Waktu itu saya tertarik dengan Stella. Lucu. Pipinya ada bakpaonya gitu dan badannya juga bagus. Dibilang gemuk tidak, kurus juga tidak. Yang sayangnya lagi, setelah 2 bulan saya menjadikan dia sebagai oshi, berita graduate/keluarnya dia pun juga diumumkan.

Karena kecewa 2x baru mau menyukai sesuatu eh malah ditinggal pergi, saya pun memutuskan untuk tidak memiliki oshi. Eh, meski saya mengatakan bahwa saya menjadikan mereka oshi, sebenarnya saya belum pernah menonton mereka tampil di teater. Saya memilih Stella sebagai oshipun sebenarnya karena dia juga di-oshi-kan oleh kakak sepupu saya. Dulu member JKT48 yang saya tau hanya Cleo, Nabilah dan Melody saja.

Nah setelah Stella resmi grad itulah saya mulai mencari tau JKT48 lebih jauh. Pilihan saya kala itu jatuh pada Ghaida dan Dhike. Selain karena mereka berambut pendek, namanya juga lucu dan enak dilafalkan aja gitu, D-h-i-ke, G-h-a,ida. Tapi saya lebih condong ke Ghaida karena saya dan dia ternyata Gemini (dan ulang tahunnya beda sehari dengan ibu saya) haha. Untuk Dhike sendiri tidak terlalu.

skip skip skip,

Saya akhirnya berteman dengan banyak orang yang menyukai JKT48 juga. Bagaimana saya bisa berteman dengan mereka ini saya juga bingung menjelaskannya. Pokoknya waktu itu ada yang me-retweet foto Dhike di timeline twitter, dan saya stalking akun tersebut. Setelah riset-riset-riset, saya baru tau kalau ternyata member itu punya akun twitter XD. Dulu saya mengikuti perkembangan JKT48 dari tv dan website JKT48 saja. Tidak pernah terpikirkan bahwa mereka memiliki akun twitter. Sayapun follow beberapa akun member.

Meski sudah follow beberapa akun member dan fans mereka, saya belum tertarik mencoba menonton JKT48 secara langsung. Saya merasa takut dan di cap aneh saja gitu ada perempuan menonton JKT48,haha. Sampai akhirnya April 2016 kemarin, saya berkenalan dengan seorang fans JKT48 wanita yang mengajak nonton teater.

Kala itu saya langsung mengiyakan dan ya show teater Himawarigumi pada 21 April 2016 adalah show teater JKT48 pertama yang saya tonton.

CgE4ryQUEAAWANY

Saya memilih show ini karena ini adalah show spesial dimana member yang tampil adalah campuran dari 3 tim JKT48. Show pertama berjalan mulus, saya banyak bengong, nostalgia dan sedikit menangis saat mendengar dan melihat beberapa lagu kesukaan yang pernah saya lihat di Youtube namun hari itu bisa ditonton langsung seperti Rider dan Bingo.

Selesai nonton saya langsung nagih dan mau nonton lagi karena merasa sangat terhibur. Saya merasa puas dan lepas saja karena saat nonton saya merasakan banyak emosi yang tak terduga.

Setelah nonton pertama kali sukses itu akhirnya saya ketagihan nonton lagi. Karena tidak ada teman, akhirnya nonton sendiri dan ternyata saya berani. Padahal dulu tiap diajak nonton saya selalu merasa takut dan awkward. Oh, dulu saya juga pernah beberapa kali datang ke teater untuk menonton sendiri. Tapi tiap sampai lantai 4 dan melihat ada banyak massa di depan teater, saya sudah down duluan dan selalu pulang lagi wq. Sekarang saya main jalan bebas aja cuek bebek melangkah sendiri XD.

Bosan 4x menonton show himawarigumi terus, saya akhirnya mencoba menonton show per tim. Pilihan pertama jatuh ke tim T (generasi ke-3)

CAIFn59UsAASNca

Show pertama ini kacau banget sih. Saya kurang bisa menikmati bahkan di beberapa lagu sempat menguap lebar dan tertangkap mata oleh seorang member. Sempat nyaris terlelap dengan sempurna juga kalau seandainya tidak kaget dengan intro lagu Tali Persahabatan. Setelah nonton ke-2 kalinya saya baru bisa nyambung dengan mereka. Stefi dan Devi sejauh ini menjadi member kesukaan karena performa mereka di panggung sangat total. Saat lagu sedih bisa berekspresi dengan baik dan saat lagu gembira mereka bisa sangat lepas.

Lepas dari tim T,saya pun tertarik menonton show tim K3 (generasi ke 2). Show pertama saya dengan k3 waktu itu kebetulan sekalian show perayaan ulang tahun salah satu member, Alicia (Acha).

CRgDPmMUwAAbbJY

Saya mengharapkan sesuatu yang wah saat akan menonton ini. Kebetulan teman twitter saya banyak yang fans tim K3. Mereka sering err, membanggakan(?) slogan tim k3 yang kompak, bersemangat dll. Saya berharap bisa melihat sesuatu yang beda pada show ini.

Tapi sayang show tim K pertama kali bagi saya itu kurang berjalan dengan baik. Alih-alih menikmati lagu dan penampilan, saya malah fokus melihat salah satu member, Lidya JKT48 yang penampilannya terlihat tidak bersemangat hari itu. Saat MC oleh 3 member pentol K3 (Dela,Saktia,Sisil) pun saya malah tidak bisa tertawa dan malah menguap lebar. Kebetulan dari semua tim, lagu dari tim K3 saja yang jarang saya dengar karena tidak banyak tersedia di youtube. Jadi lagunya benar-benar tidak ada yang saya tau. Lain dengan Tim T dan tim J.

Sampai 3x show tim K3 saya tonton, saya masih kurang sreg dan kurang bisa menikmati. Pada tiap show yang saya tonton, entah mengapa saya selalu menemukan member yang terlihat tidak bersemangat dan membuat saya malah terus memperhatikan dia. Tapi saya malah kepincut dengan salah satu member k3, Cindy Yuvia. Suaranya lucu, sering muncul di hampir setiap lagu dan ekspresinya juga menarik. Meski saat MC sering sulit fokus dan kagetan kalau tiba-tiba ditanya.

Dan akhirnya setelah mempersiapkan mental, saya memberanikan diri menonton show tim J (generasi ke 1). Ada banyak hal yang membuat saya memilih show tim J dalam pilihan terakhir seperti, karena saya malu bertemu membernya (karena saya hampir mengikuti perkembangan semua member tim J dari awal), karena mereka adalah member pertama yang memperkenalkan JKT48, juga karena banyak teman yang menyarankan mending nontonnya terakhir saja agar biar lebih terasa aura idolnya.

Show penutupan sebelum ramadan dan juga sekaligus perayaan ulang tahun Ghaida adalah show tim J pertama yang saya tonton. 2 hari sebelumnya kebetulan ada acara handshake dan saya ikut. Saat HandShake (HS) event itu saya hanya bersalaman dengan Ghaida (gen 1) dan Yona (gen 2), dan keduanya sangat menyenangkan.

Waktu bersalaman dengan Ghaida kebetulan masih pagi dan venue acara masih sepi, ditambah itu adalah acara salaman pertama saya. Sempat bingung kala itu mau ngomong apa. Eh pas sudah berhadapan dengan Ghaida-nya saya malah nangis dan langsung curhat. Sebenarnya waktu saya nangis dan curhat itu sudah lewat dari durasi bersalaman.

Tapi karena masih pagi dan sepi, sama Ghaidanya sendiri malah ditahan dan dia mengusap pipi bahkan mencubit sambil mengatakan ”don’t cry”. HHHHH diingat-ingat malu juga ya, freak abis pertama kali ketemu dan bersalaman langsung malah curhat dan nangis wqwq.

Waktu sama Yona sendiri juga berjalan menarik. Anehnya saya bisa santai dan tidak tegang saat bersalaman dengan dia. Mungkin karena tidak ada yang mau di obrolin juga kali ya jadinya cuma basa-basi hai biasa aja. Nah, setelah handshake dengan yona itu, saya dapat tiket handshake gratis dengan Melody dan bukan cuma 1-2 tiket tapi banyak.

Awalnya saya sempat menolak. Menurut saya, handshake dengan member itu harus karena memang saya mau mengenal dia bukan karena dapat gratisan dari teman. Jadi perjuangan dan feel-nya lebih dapet wqwq. Tapi ya karena saya tidak ada kegiatan lain akhirnya dicoba. Dan asli, sama sekali tidak berkesan. Melodynya sendiri lebih banyak diam, saya bingung mau ngomong apa dan kebetulan cara dia menggengam tangan saya juga terlalu dekat. Posisi berdiri Melody juga seperti menunjukkan kekuasaan.

Kalau sama Ghaida dan Yona, mereka mepet ke bilik. Kalau Melody berdiri di tengah-tengah. Saya jadi canggung dan merasa tidak nyaman. Akhirnya setelah selesai salaman dengan dia, saya malah bernapas lega dan sampai ini saya tulis, saya belum tertarik untuk mencoba bersalaman lagi dengan dia. Nanti aja kalau dia mau grad,hehe

***

Show tim J pertama yang saya tonton berjalan sangat sukses. Kebetulan saya tidak dapat tempat duduk dan akhirnya berdiri diantara fans Ghaida sambil menjalankan projek ulang tahun. Saya ikut terlibat sedikit disitu karena kebetulan kemarin membeli tiket handshake dengan fanbase mereka.

CgrmqZ_VEAEpQ3A

Lagu yang dibawakan oleh tim J pun bisa saya nikmati dengan baik meskipun sama seperti tim K3, tidak ada satupun lagu yang saya tau. Veranda dan Nabilah menjadi member kesukaan saya di show kala itu. Saat melihat Veranda menari saya benar-benar terhipnotis. Lucu aja gitu,gemas lihatnya haha. Kalau Nabilah sendiri, dia berhasil menghipnotis saya saat lagu Candy(?) dan saat menjadi MC. Sejauh ini saat saya menonton show Himawarigumi pun saya selalu bisa lepas tiap ada Nabilah. Pembawaan dia saat MC menarik meski kadang ia berbicara terlalu cepat dan suka belepotan.

Skip bulan ramadan, saya hanya menonton JKT48 Versus di hari terakhir sebelum lebaran. Acaranya sendiri kurang berkesan dan sepertinya member juga tidak bisa lepas karena acara tersebut akan dibuat sebagai liputan di beberapa media.

Pada 14 Juli kemarin akhirnya saya menonton teater lagi. Show tim J menjadi pilihan saya karena kebetulan saya baru 1x menonton tim J. Saya benar-benar menikmati dan bahkan bisa sing a long di beberapa lagu karena pernah mencari tau lagu dari tim J di youtube. Dhike dan Shania yang hari itu menarik perhatian saya. Mereka benar-benar enerjik.

Hari itu kebetulan ada yang MVP 300 oleh @thehasya. Saya tidak kenal sih tapi dia cukup terkenal(?) di kalangan fans jkt48. MVP sendiri adalah semacam penghargaan(?) atas partisipasi kita yang telah menonton teater. Ada MVP 100x nonton, 200 dan 300.

Nah, setelah selesai MVP dan member mengucapkan terima kasih, tiba-tiba ada pengumuman bahwa Dhike akan graduate dari JKT48. Badan saya langsung kaku. Apa ya, kaget dan bingung,haha. Ini pertama kalinya saya nonton teater dan ada yang mengumumkan graduate. Selain itu, hari ini penampilan Dhike juga total dan saya suka. Lalu mendengar dia akan grad,,,langsung lemas.

Setelah pengumuman singkat itu saya hanya diam. Teringat akan banyak hal dan langsung membayangkan kalau seandainya Ghaida atau member kesukaan saya yang lain grad juga bagaimana ya hhh

***

Jadi ya begitulah pengalaman saya dengan JKT48. Sejauh ini saya cukup menikmati menonton teater dan handshake (meski baru 1x) walaupun kadang saat keluar dari teater dan sedang berbaris menunggu Hi-touch saya sering berpikir ”ngapain sih lo ngeluarin duit buat ginian? apa yang lo cari?” dan hal-hal seperti itu.

Saat menyetujui ajakan nonton teater oleh teman saya kala itu sebenarnya saya sudah menetapkan budget. Tidak boleh lebih dari 1 Juta abis itu dan udah gak usah urusin JKT48 lagi. Tapi ini sudah mau 1 juta wqwq.

Bila dibuat urutan, saya menyukai setlist show Himawari-Tim T-Tim J-Tim K3. Lagu dari tim T itu gampang banget nyangkut di otak saya meskipun dari membernya sendiri saya kurang suka karena, apa ya, saya merasa canggung aja gitu sebab mereka lebih muda dari saya semua tapi mereka terlihat vvah wq.

Pada beberapa kesempatan saya juga sering sering berpikir apa manfaat buat saya nonton ginian apa dan kalau nggak nonton akan berakibat apa ke diri saya tiap dalam perjalanan pulang setelah nonton teater. Semacam kayak mikir aja gitu. Nyaris tengah malam, perempuan dan masih di perjalanan pulang naik transjakarta sendirian.

Di beberapa halte ada perempuan lain juga yang naik-turun Transjakarta. Wajah mereka kelelahan entah karena shift malam atau lembur dari pekerjaan. Alasan mereka pulang malam wajar. Lah,saya,pulang malam karena habis menonton teater. Entahlah, saya jadi merasa bersalah dengan diri sendiri aja gitu karena melalukan sesuatu yang tidak tau apa gunanya buat diri saya(?)

Beberapa alasan seseorang bergabung menjadi member JKT48 katanya mereka ingin meraih mimpi. Beberapa member yang mengatakan hal seperti itu seusia saya bahkan ada yang lebih muda. Saya sempat terpikir, daripada menyemangati mereka meraih mimpi, kenapa tidak saya raih mimpi saya sendiri juga(?). Pulang tengah malam karena abis pulang kuliah kayaknya lebih keren deh daripada karena abis nonton teater…

Dan ya, begitulah. Pada saat saya menulis ini, saya juga sambil menghitung rekapan anggaran belanja saya sejak Januari tahun lalu karena saya bingung kemana larinya gaji saya sementara saldo tabungan masih segitu aja. Dan ternyata, meskipun anggaran belanja bukunya lebih banyak, anggaran untuk hal-hal berbau JKT48 ada di baris kedua di daftar anggaran pengeluaran terbesar saya. Saya memang terhibur sih saat menonton JKT48, tapi saya juga merasa bersalah dengan diri sendiri aja gitu.

Lagipula saya juga mau membuat perencanaan keuangan baru yang lebih baik lagi. Jadi sepertinya,,mulai hari ini saya akan mengurangi hal-hal tentang JKT48 dalam hidup saya. Ngidol kebetulan juga bukan sebuah hobi. Sejak dulu saya juga paling tidak bisa kan menyukai sesuatu dalam waktu lama. Tidak 100% pensiun sih. Hanya dikurangi dan mungkin akan berinteraksi melalui sosial media saja.

Begitulah cerita saya dengan JKT48~

Ini ada bonus top 10 lagu JKT48 yang saya suka. Ada bonus juga lagu dari seorang Dhike Oshi. Waktu Dhike mengumumkan kelulusannya, lagu ini terputar otomatis di kepala

Dan ini top 10 lagu JKT48 kesukaan saya

Nah, itulah cerita saya bersama JKT48, kalau ceritamu bagaimana?

 

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s