#TeamNastar atau #TeamKastengel? Maaf saya #TeamAstor!

Bagaimana kalau saya katakan bahwa Kastengel dan Nastar adalah kue yang akan sulit ditemukan di rumah saya saat lebaran? Bukan karena cepat habis. Tapi karena keluarga saya memang jarang sekali menyediakan kedua kue tersebut.

Ya, bila ada beberapa orang yang merasa bahwa lebaran belum pas tanpa nastar atau kastengel, di keluarga saya justru tidak demikian.

Menurut keluarga saya, nastar dan kastengel itu biasa saja. Dan banyak orang yang mencibir keluarga saya karena hal itu. Tapi menurut saya itu masih masuk akal dan wajar. Tidak semua orang terlahir untuk menyukai selai nanas dan keju.

Tapi saya yakin semua orang pasti menyukai cokelat. Makanya saya selalu merasa aneh dan bahkan cenderung tidak percaya dengan orang yang ketika lebaran tidak menyediakan astor di rumahnya πŸ˜„

***

Kecintaan saya terhadap astor ini sudah ada sejak saat kecil. Bentuknya yang panjang dengan warna hitam-putih ini menarik perhatian mata dan perut untuk dicicipi. 

Rasa cokelat yang manis ditambah tekturnya yang renyah dan gurih hingga menimbulkan suara kres kres saat digigit menimbulkan rasa ketagihan tersendiri hingga membuat siapapun yang makan akan merasa bahwa 10 buah itu kurang. Ingin selalu makan lagi dan lagi.

Satu toples yang bisa saya habiskan sendiri dalam sekejap mata😍

Di rumah saya sendiri biasanya bisa menyetok hingga 8-10 kardus astor tiap lebaran. 1 kardus berisi 3 pak. 1 pak berisi 150 batang astor. Dan biasanya kalau semuanya langsung dikeluarkan, belum sampai hari ke 3 lebaran astor-astor tersebut sudah ludes.

Makanya biasanya persediaan kue lebaran-khususnya astor di rumah saya baru dikeluarkan dan dipajang di ruang tamu sekitar 3 sampai 2 hari sebelum lebaran agar tidak habis duluan.

Dipajang di ruang tamunya pun biasanya hanya sedikit. Baru benar-benar dibuka lagi saat banyak tamu datang atau memang sudah benar-benar lebaran.

Selain Astor, kue kering yang sudah pasti ada di rumah saya adalah kue Biji ketapang. Kue ini biasanya dibuat sendiri oleh nenek saya hingga bertoples-toples. Biasanya nenek akan menyebar kue ini ke tetangga,bila kebetulan hasilnya gurih dan tidak keras. 

Ya, hasil masakan kue biji Ketapang milik nenek saya ini selalu berbeda tiap tahun. 2 tahun lalu misalnya. Nenek kebetulan menambah porsi terigu dan telur untuk membuat kue ini. Niatnya agar tetangga yang dibagi bisa lebih banyak.

Tapi ketika kuenya sudah jadi ternyata hasilnya keras sekali. Karena malu dan tidak enak, kuenya pun tidak jadi dibagi ke tetangga. Hasilnya, sekitar 3kg kue biji ketapang itu dihabiskan sendiri dan baru bisa habis dimakan setelah nyaris 5 bulan setelah lebaran.

Tahun ini kebetulan hasil kue buatan nenek berhasil. Rasanya manis, gurih dan tidak terlalu keras. Bikin nagih. Dan sejauh ini, baru kedua kue itu saja yang tersedia dalam porsi banyak di rumah saya.

Jadi, kalau kamu bertanya apakah saya #TeamNastar atau #TeamKastengel , maka dengan bangga saya akan menjawab, maaf saya #TeamAstor πŸ˜„πŸ˜„

Advertisements

3 comments

  1. Itu. Banyak. Yang. Mencibir. Gara-gara. Ga. Makan. Nastar. Haduh sedih. Hehehe. Kalo aku sukanya astor yang masih di toples gitu, pasti awalnya makan yang udah diplastikin dulu. \:p/

    Like

    1. Ada beberapa teman arisan nenek saya yang kalau lebaran ke rumah pasti misuh-misuh karena tidak ada nastar di rumah saya. Nenek pernah diledek juga “alasan sebenernya bukan karena gak doyan tp karena pelit kan gamau beli nastar” XD padahal memang tidak ada yang doyan

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s