Hei, apakah semua orang di twitter yang sudah bahagia akan menutup akun-nya sepertimu?

Jadi setelah sebulan berlalu sejak hari itu, aku kembali memimpikanmu.

Bukan jenis mimpi yang menyenangkan. Tetapi bukan juga jenis mimpi yang membuatku menangis ketakutan.

Di mimpiku semalam aku hanya samar melihatmu berlari menyongsong datangnya pagi.

Ekspresimu terlihat begitu bahagia sekali. Bahkan sampai saat aku menuliskan ini-nyaris 21 jam setelah terbangun dari mimpi- ekspresi bahagiamu masih tergambar jelas.

Kamu berlari menyongsong pagi sambil tertawa. Dari kacamata milikmu terpantul jelas sinar matahari pagi yang masih malu-malu muncul menyinari bumi. Kamu terlihat sangat bahagia.

***

Sudah sebulan berlalu setelah hari itu.

Hari dimana kamu menutup akun twitter yang menjembatani perkenalan kita. Akun twitter yang membuat kita saling mengenal satu sama lain.

Rasanya sedikit hampa bermain twitter tanpa adanya akun milikmu. Tidak ada lagi kicauan bernada sarkas dan cerita-cerita seputar “persiapan menikah” di timeline ku.

Aku pikir, dengan tidak adanya akun twitter milikmu akan membuat proses merelakanmu menjadi lebih mudah.

Tapi hari ini setelah genap sebulan akun milikmu benar-benar hilang ditelan internet, ternyata aku malah merindukanmu.

Sangat dan terlalu.

Hei, apakah semua orang di twitter yang sudah bahagia akan menutup akun-nya seperti kamu?

Advertisements

4 comments

    1. Dia pernah ngetwit “kalau udah bahagia mau tutup akun”. Dan habis putus sama saya dan mendapat pacar baru lalu melakukan hal itu. Jadi mungkin ya..😅

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s