20 tahun membaca

Saya tidak pernah bisa bertahan menyukai suatu hal dalam waktu lebih dari 2 minggu. Hal yang saya dimaksudkan disini bisa apa saja. Makanan, jenis musik, hobi, warna, bahkan seseorang. Saya mudah sekali bosan. Ini menimbulkan masalah tersendiri bagi saya ketika diminta untuk menjelaskan ”siapa dirimu”.

Tidak hanya saya, beberapa teman saya juga banyak yang mengalami kesulitan saat diminta untuk memberikan pendapat tentang siapa dan bagaimana diri saya. Mereka mengatakan mengenal saya, tapi mereka tidak pernah benar-benar tau apa yang saya sukai. Bukan karena mereka tidak tau, hal yang saya sukai itu cepat berubah, jadi mereka selalu kebingungan.

Yang paling lucu pernah terjadi saat saya berusia 13 tahun. Pada awal tahun, saya sangat menyukai karakter One piece. Saya sampai mencari ke banyak tempat komik dan segala hal tentang One piece untuk menuntaskan rasa penasaran.

Pada bulan Juni saat ulang tahun, saya mendapat kado set gantungan kunci karakter lengkap One piece. Kondisi saya saat itu sudah tidak menyukai One piece. Bahkan seingat saya, kesukaan terhadap One Piece ini hanya bertahan kurang dari sebulan karena saya menemukan hal lain yang lebih menarik.

Lalu bagian mana lucunya?

Bagian lucunya waktu teman saya marah-marah karena saya terlihat tidak senang dan biasa saja saat menerima hadiah tersebut. Hasilnya? sekarang teman-teman saya jarang ada yang memberikan saya kado ulang tahun atau memberikan sesuatu. Alasan mereka karena bingung dan takut tidak sesuai. Cukup menarik. Meskipun sebenarnya saya juga tidak terlalu suka mendapat kado.

Lagipula bila bisa memilih,kado yang saya inginkan dari seseorang itu hanya 3 hal,

  1. Diingat
  2. Didoakan
  3. Diberi waktu (mau meluangkan waktu bersama saya)

Soal diingat, ini semacam sudah menjadi keinginan saya tiap berkenalan dengan orang yang menurut saya menyenangkan sih. Saya mau diingat. Saya takut dilupakan. Sebab dilupakan berarti dianggap tidak pernah ada. Jadi saya ingin selalu diingat oleh orang-orang yang pernah mengenal saya.

Jika sudah ingat, saya ingin di doakan. Saya percaya keajaiban doa. Saya juga percaya perihal, banyak kepala lebih baik daripada hanya satu. Sebab dengan banyaknya doa yang dikirim, kita tidak pernah tau mana yang akan diijabah tuhan. Siapa yang tau bukan bahwa doa sederhana ”semoga panjang umur” dari followers twitter yang bahkan belum pernah bertemu akan dikabulkan tuhan?

Dan terakhir, jika ia sudah mengingat, mendoakan dan bahkan mungkin merindukan saya, saya mau ia bisa meluangkan waktunya untuk saya. Waktu adalah hal paling berharga yang kita miliki. Sebab ia tidak bisa diputar, ditambah dan dikurang. Oleh sebab itu saya sangat menghargai sekali orang-orang yang masih mau meluangkan 1 dari 24 jam yang ia miliki untuk saya.

3 hal itu, adalah kado yang tepat dan terbaik untuk saya. Kamu tidak perlu takut merasa tidak sesuai dan kesal karena ‘kado’ milikmu mungkin tidak cocok untuk saya. Cukup 1 atau ke-3 hal itu.

***

Saya juga selalu merasa kesulitan setiap diminta menuliskan kolom bio pada banyak akun sosial media yang saya miliki. Bila melihat beberapa bio milik orang, biasanya tertulis hal-hal yang mereka kuasai atau sukai. Sementara hal yang saya suka dan kuasai……..apa?

Mudah bosan membawa dampak yang cukup buruk. Sisi positif mudah bosan mungkin menyenangkan. Kita jadi selalu tertantang mencoba banyak hal baru. Sisi negatif yang paling saya rasakan adalah, karena terlalu sering mencoba banyak hal baru, saya jadi tidak bisa mendalami 1 hal secara khusus. Saya jadi semacam tidak memiliki identitas.

Seingat saya, dari banyak dan aktivitas yang pernah saya lakukan, satu-satunya hal yang masih terus saya lakukan hingga kini hanya membaca. Berlari, skateboard-ing, merajut, ikut komunitas otomotif, menjadi fans Arema, fans band endank soekamti, SID, Souljah, shaggy dog dll, dsb, dst hanya bertahan sebentar saja. Rekor terlama saya menyukai sesuatu adalah saat saya menyukai band Souljah (8 bulan) dan menekuni kegiatan berlari (5 bulan). Sisanya hanya bertahan 2 minggu.

***

Berbicara tentang membaca, maka saya akan teringat dengan Bapak. Saya bisa membaca saat berjalan saya belum lancar. Di kamar saya dulu terdapat banyak sekali gambar tempel kumpulan huruf alfabet, jenis binatang, huruf hijaiyah, tata cara wudhu dan bahkan nama-nama penemu di dunia.

Bapak dan ibu menikah dalam keadan ibu masih menjadi mahasiswi dan bapak belum memiliki pekerjaan. Ketika saya lahir dan sudah bisa merangkak, bapak sering sekali mengajak saya mengobrol-hingga akhirnya saya bisa bicara dan mengeja. Kegiatan kesukaan saya dan bapak sebelum saya tidur dulu adalah belajar mengeja 2 huruf

B A, BA. C A, CA. BA-CA

L U, LU. P A, PA. LU-PA

Saya ingat bahwa kami dulu bisa melakukan hal itu sampai larut malam. Saya juga ingat masa-masa saya akhirnya sudah bisa berjalan dan menulis. Bapak kerap membelikan saya kapur dan saya gemar sekali menuliskan nama saya dimanapun dengan huruf kapital dan dengan ukuran yang super besar.

Kegiatan dan kesukaan membaca mulai bapak tularkan ketika bapak akhirnya memutuskan membuka toko kelontong yang menjual rokok serta bensin eceran dan juga menjadi agen koran ketika sudah nyaris 4 tahun menganggur setelah menikah. Saya sering ikut bapak berada di toko kelontong. Waktu-waktu kosong saat tidak ada pembeli sering kami habiskan berdua untuk membaca koran yang belum terjual. Ya, koran di Jogja sekitar tahun 98-99, beberapa majalah Ayah bunda dan majalah anak Ina adalah bacaan pertama saya meski kini saya tidak lagi ingat isinya.

Tahun 2000 ketika akhirnya ibu dan bapak berpisah, saya sempat berhenti membaca dan menjadi anak yang pendiam. Kebetulan saya sudah masuk sekolah. Karena kesibukan ibu bekerja dan nenek yang sibuk mengurus adik saya yang masih baduta, sayapun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sendiri. Seingat saya dulu saya pernah sakit-sakitan karena di rumah terus dan sedih karena tidak punya teman. Sampai waktu itu saya tidak sengaja menemukan koleksi buku kuliah ibu saya. Penasaran, sayapun iseng membukanya dan jadi tertarik.

Akhirnya buku-buku kuliah milik ibu, resmi menjadi teman bermain saya sejak itu. Meski sebenarnya saya masih tidak mengerti apa-apa. Saya masih ingat kebiasaan saya yang membuka buku-buku referensi kuliah bersampul hardcover milik ibu yang sering saya jadikan bantal atau buka-buka karena saya suka baunya.

Karena sering membaca buku-buku kuliah milik ibu, saya sering merasa sombong dan lebih tau daripada orang lain XD. Saya juga sering merasa lebih dewasa dan (menurut beberapa teman saya) hal tersebut terbawa sampai sekarang karena (mereka bilang) pembawaan saya bisa dibilang sudah dewasa. padahal mah

Bacaan saya sejak kecil adalah buku-buku self help dan konseling serta beberapa buku psikologi dan agama. Saya rasa ini satu-satunya kesukaan saya. Karena sering membaca buku berjenis ini, saya jadi menyukai manusia. Maksudnya, saya suka sekali mengamati hubungan antar manusia. Sesama manusia, manusia ke masyarakat. Rasanya menyenangkan sebab selalu ada hal menarik yang saya dapatkan dari setiap manusia.

Bertambahnya usia dan ibu yang menyadari bahwa saya membaca buku yang sebenarnya tidak cocok dibaca oleh anak seusia saya, akhirnya ibu mulai sering membelikan saya bacaan khusus. Seringnya sih buku-buku bekas karena penghasilan ibu masih sedikit. Donal bebek, Bobo, majalah anak Ina (yang berubah nama menjadi Ino) adalah buku-buku bacaan saya selanjutnya.

Saya masih terus membaca buku berjenis majalah anak seperti itu sampai besar. Waktu di sekolah saya sudah ada beberapa anak yang membaca komik dan novel (yang ukuran bukunya memanjang seperti susu karton) saya masih setia dengan Donal dan Bobo. Saat pindah ke Jakarta pada tahun 2006-lah saya akhirnya baru mengenal ”dunia lain”

***

Beberapa waktu lalu saya genap berusia 20 tahun. Salah satu kebiasaan saat pertambahan usia yang kerap saya lakukan adalah menulis surat dan harapan untuk diri sendiri. Biasanya saya juga akan membaca ulang lagi surat-surat saya tahun lalu atau bahkan membaca ulang semua diary juga (ya saya masih menulis, dan akan saya buat post tersendiri untuk hal ini).

Saat membaca surat-surat saya tersebut, saya tiba-tiba teringat bapak dan perihal kebiasaan membaca yang diturunkannya. Pada beberapa hal, saya sebenarnya agak membenci bapak karena meninggalkan keluarga. Membuat saya kehilangan orangtua bahkan sebelum saya menjadi orangtua. Saya pernah membenci membaca karena rasanya berbeda bila membaca tidak ditemani bapak.

Tapi untuk kebencian itu tidak bertahan lama. Sebab, bisa dikatakan bahwa, apa yang membentuk kepribadian saya sekarang ini sebagian besar dipengaruhi oleh buku. Saya tidak bisa membenci bapak dan buku. Sebab bapak adalah orang yang mengajarkan saya membaca dan mengenalkan pada buku.

Bermula dari hanya membaca koran yang tidak terjual sampai buku kuliah milik ibu, jenis bacaan saya berkembang ke berbagai jenis. Mulai dari koran yang dipakai untuk pembungkus nasi sampai koleksi buku ”terlarang” yang hanya boleh dipinjam dengan izin khusus di perpustakaan.

Perihal kebiasaan membaca ini ternyata juga dihampiri oleh rasa malas. Dan kalau boleh jujur, meski saya banyak membaca, entah mengapa saya seringkali merasa kesulitan dalam merangkai kata. Saya banyak sekali menggunakan pengulangan kata yang tidak penting. Kemarin saya mencoba iseng membuat daftar kemalasan dan keanehan yang saya dapatkan selama 20 tahun membaca,

  1. Meskipun saya banyak membaca buku, saya tidak pernah bisa mengelompokkan buku dengan baik. Jenis buku menurut saya ada 5. Komik, novel, kumpulan cerita, kumpulan tulisan dan kumpulan puisi. Novel grafik? masuknya ke kategori komik.
  2. Saya juga hanya mengenal genre fiksi, fantasi, kisah nyata, dan dongeng saja.  Distopia? Thriller? saya gak kenal. Saya masukkan itu ke kategori fiksi atau kalau ada kisah nyata ya fiksi kisah nyata.
  3. Saya tidak bisa membaca 1 buku saja. Rekor poligami membaca terbanyak saya adalah 12. Saat itu saya membaca Dunia sophie, Harry Potter, Quiet dan beberapa teenlit sekaligus. Pagi hari saya membaca Harry potter, buku teenlit saya bawa dalam perjalanan pulang-pergi ke kantor, sebelum tidur saya bergantian membaca Quiet atau Dunia sophie. Bagaimana saya bisa mengatur jalan cerita masing-masing buku ini saya sendiri juga tidak tau,haha. Waktu itu saya menyambi banyak cerita begini karena buku Quiet dan Dunia sophie terlalu banyak mengajak ”mikir” sementara buku Harry Potter menyeramkan. Jadi saya menetralisir dengan membaca buku lain.
  4. Melakukan poligami buku biasanya saya lakukan kalau saya memiliki banyak tumpukan buku yang belum dibaca. Saya paling tidak bisa melihat buku menumpuk. Saya semacam diliputi perasaan bersalah karena tidak segera membaca mereka. Jadi cara menghabiskan tumpukan buku itu ya dengan melakukan poligami. Bila tidak ada tumpukan buku dan ternyata buku yang saya baca membuat bosan, maka saya akan berhenti membaca buku tersebut sampai saya mendapat mood untuk melanjutkannya kembali. Ini biasanya tidak berlangsung lama, lagi-lagi karena perasaan bersalah karena tidak segera menyelesaikan buku itu XD.
  5. Saya jarang bisa kecantol tertarik dengan suatu buku karena sampul. Berdasarkan ingatan saya, alasan saya membeli buku ini sebagian besar karena judul dan harga (untuk penulis yang belum saya kenal) dan siapa penulis dan harga (untuk penulis yang beberapa karyanya sudah pernah saya baca). Saya suka judul-judul buku yang sederhana atau mengingatkan saya pada seseorang. Tapi kalau judul yang nyeleneh dan panjang-panjang gitu kadang malah bikin saya ilfeel.
  6. Saya tidak memiliki penulis kesukaan. Tidak fanatik terhadap penulis tertentu juga. Cuma, kayaknya kalau ada yang nanya penulis kesukaan, saya kayaknya bakal menjawab Raditya dika deh (akan saya buat post khusus tentang ini! dan, YAAA SAYA FANS RADIT DAN SAYA BANGGAAA XD).
  7. Belum pernah membaca karya Murakami, Agatha Christie, Pram, Enid Blyton. Dan baru mulai membaca karya Dee lestari serta Jk Rowling sejak awal tahun lalu. Dulu saya memiliki semacam ‘anti’ membaca buku yang sedang populer dan punya banyak fans. Baru tertarik membaca karya Rowling dan Dee juga karena saya ‘kehabisan’ bahan bacaan dan ingin mencoba buku jenis baru.
  8. Saya kurang suka dengan rekomendasi buku dari seseorang. Menurut saya, memilih apa yang akan kita baca itu harus berdasarkan kemauan dan keinginan diri sendiri bahwa memang kita ingin mengenal penulisnya lebih dekat lagi. Jadi ketika membaca, kita bisa menikmati dengan baik karya tersebut. Ini adalah alasan kenapa saya belum membaca novel Tere liye (untuk beberapa teman yang menanyakan). Saya belum berminat mengenal Tere liye lebih dekat.
  9. Saya suka melihat buku yang tersampul, tapi saya tidak bisa menyampul buku. Solusi yang saya lakukan adalah memasukkan buku kedalam plastik kemasan agar buku tersebut tidak menguning dan…yah sedikit mirip dengan disampul kan? šŸ˜€
  10. Saya tidak bisa me-review walaupun sudah belajar meresensi buku T_T. Pendapat saya jika ditanya sesuatu hanya ada 3. Bagus, jelek, biasa aja. Waktu pertama kali tergabung dalam goodreads, saya hanya memberi bintang tanpa menulis review. Habis bingung apa yang mau ditulis. Sekarang sih sedang belajar. Tapi itu juga bukan review. Sebagian besar yang saya tulis biasanya feeling saya setelah membaca buku itu atau mengomentari tokohnya ditambah dengan curhat.
  11. Saya tidak terlalu peduli dengan ending. sad atau happy sama saja, tidak bisa menjadi kenyataan T_T
  12. Kalau ada yang minta rekomendasi buku dari saya, saya pasti selalu bingung. Jawaban saya biasanya ”mau yang sedih atau senang” dan saya langsung berikan judul-judul tanpa lihat genre buku itu apa. Pokoknya saya hanya tau buku itu terbagi menjadi 2, yang bisa membuat sedih dan senang saja.
  13. Saya paling cepat stress dan bisa marah-marah kalau buku sampai terlipat atau lecek oleh orang lain. Apalagi kalau buku itu saya beli pakai uang sendiri. Saya semacam tidak ikhlas, saya beli buku itu eh malah dilecekin orang lain dan mereka sembarangan. Jadi ya bisa dikatakan koleksi milik saya mulus semua karena saya membacanya dengan hati-hati. Kalau tidak sengaja terlipat oleh saya sendiri bagaimana? Biasanya saya langsung teriak-teriak panik dan ber- ”YAH YAH YAH” lalu mencoba meluruskan lipatan itu sampai menyetrika segala agar lurus kembali XD
  14. Karena hal itulah saya cukup pelit dalam meminjamkan buku ke orang lain. Kecuali kalau mungkin saling pinjam meminjam. Biasanya kalau begini, kalau orangnya saya segani, maka saya akan banyak-banyak berdoa dalam hati agar buku tersebut tidak lecek dan kotor. Kalau orangnya sudah saya kenal baik, maka saya akan selalu mengingatkan ”JANGAN SAMPAI LECEK!!!” wqwq
  15. Koleksi majalah Bobo, ayah bunda dan buku referensi serta skripsi milik ibu saya rusak karena rayap. Oleh sebab itu saya menjaga koleksi buku milik saya dengan baik agar tidak menyesal dan bisa bernostalgia. Bisa untuk investasi juga.
  16. Karena hal itu pula saya sedikit menyukai bau buku. Apalagi kalau bau buku baru yang tersimpan lama tapi pas dibuka masih wangi seperti baru. Ada kebanggaan tersendiri kalau bisa menyimpan seperti itu.
  17. Dulu saya melipat buku untuk menandai halaman. Sekarang saya membuat sendiri pembatas halaman dari karton. Dulu saya suka mencatat kutipan-kutipan penting. Sekarang hampir tidak pernah. Paling saya foto dan kadang saya post di instagram  atau kalau di buku tersebut banyak kutipannya, buku tersebut akan saya letakkan dalam rak terpisah agar saat ingin membaca ulang bisa ditemukan dengan mudah.
  18. Mengamini ucapan sahabat saya, efek membaca ini sepertinya hanya berpengaruh ke pembawaan dan kemampuan berbicara saya saja. Tidak berpengaruh ke gaya tulisan saya. Saya payah dalam hal menulis.
  19. Saya tidak bisa membaca sambil mendengarkan lagu atau minum kopi. Yang ada saya malah tidak fokus. Entah itu jadinya malah menghabiskan kopi dan melupakan buku atau malah mengutak atik playlist lagu. Tapi saya juga tidak bisa membaca dalam keadaan hening. Malah ngantuk. Tapi juga gakbisa dalam keadaan ramai. Malah pusing. Jadi ya tergantung mood. Kalau mood bagus, biasanya seramai apapun sih ayo aja. Oh, saya tidak bisa membaca dalam kendaraan tapi saya suka membawa buku kalau bepergian. Eh, sebentar, saya tidak minum kopi ding XD
  20. Saya pernah seharian di toko buku. Dan itu membosankan bukan main. Waktu terlama saya di toko buku 14 jam (nyaris selama jam buka toko). Tapi kalau benar-benar niat dan bukan karena suatu hal, dalam waktu 1 jam sebenarnya saya juga sudah bosan. Saya lebih suka menghabiskan waktu di Swalayan di bagian sayuran dan pakaian anak-anak.
  21. Saya kurang menyukai novel terjemahan. Seingat saya sih karya terjemahan yang saya baca baru sedikit. Tapi membaca novel lokal juga bukan hobi. Saya lebih banyak membaca kumpulan-kumpulan tulisan, essai, buku self help, motivasi dan komik.
  22. Saya suka cerita yang bertema persahabatan, keluarga dan kalau romance, saya suka cerita dewasa yang dijodohin secara paksa gitu. Gatau kenapa saya pernah punya keinginan dijodohin paksa dengan seseorang. Penasaran aja apakah saya dan dia kemudian bisa saling suka atau tidak wq. Makanya saya suka baca buku yang bertema begitu, bisa membuat saya makin menghayal wqwq. Dan ya, saya suka membaca buku 18+ sejak usia 14 tahun. Efek lingkungan pergaulan,jangan ditiru ya wqwq
  23. Oiya, saya tidak terlalu peduli dan ngerti tentang penghargaan-penghargaan gitu. Pernah saya kenal seorang bookworm yang sedikit-sedikit berbicara ”dia kan penulis yang menang award ini itu anu lohh”. Kembali lagi, ke no 8, saya mau membaca sebuah buku biasanya karena memang ingin berkenalan. Bukan karena embel-embel best seller, terjual sekian juta copy, diangkat layar lebar ataupun menang penghargaan.
  24. Saya takut membaca buku fantasi yang ada naga, raksasa, penyihir, alien dan sejenis itu. Khayalan saya gila. Dan saya mudah terbawa ke alam mimpi tiap habis melakukan sesuatu yang berbeda diluar kebiasaan saya. Saya juga takut buku bercerita horor dan pembunuhan. Bikin parno.
  25. Sejak aktif di goodreads, 100 buku terakhir yang saya punya sejak Juni ini sepertinya saya baca karena pengaruh review teman di goodreads. Padahal dulu saya tidak percaya review orang XD. Tapi tetap, saya filter dulu mana yang benar-benar ingin saya baca dan kenali penulisnya lebih jauh.
  26. Sejauh ini, tokoh laki-laki yang berhasil membuat saya jatuh cinta itu pak Koiwai dalam manga Yotsuba!. Yang lainnya saya tidak ingat T_T. Masih tertulis di diary saya ”ingin memiliki suami seperti pak Koiwai” yang sampai sekarang belum terganti karena belum ada tokoh fiksi yang bisa mengalahkan pesonanya. Saya suka tipe-tipe lucu begitu. Gemas.
  27. Saya suka baca komik. Tapi saya mengelompokkan komik dalam 5 jenis. Komik anak-anak, komik porno, komik fantasi, komik serial cantik dan komik sekolah cinta. Komik sekolah cinta itu maksudnya komik slice of life/shoujo gitu. Shoujo apaan aja saya gatau wq. Pokoknya yang bahasnya kehidupan sehari-hari. Komik fantasi ini jenisnya banyak. Komik tentang ninja, baseball gitu-gitu saya masukkan kesini, bukan jenis yang saya suka.
  28. Saya kurang suka menonton film. Jadi kalau ada buku yang di-film kan gitu saya biasa aja. Cuma sekarang saya penasaran ingin menonton Koala kumal dan Sabtu bersama bapak. Tapi saya pernah menonton beberapa film yang diangkat dari buku. Sejauh ini yang saya suka itu Alexandria dan eiffel I’m in Love. Bagas-Alexandria serta Adit-Tita menurut saya pasangan terepik. Tidak terhitung berapa kali saya sudah menonton film ini tanpa bosan.
  29. Saya suka membaca buku anak. Tapi lebih ke cerita fabel, cerita rakyat atau buku pengetahuan anak gitu. Saya besar dengan dongeng nabi serta cerita rakyat yang sering diceritakan bapak dan kakek saya sebelum tidur. Dan sampai saat ini saya masih melakukan hal itu, bercerita kepada adik-adik sepupu saya sebelum tidur.
  30. Saya lemah dengan obralan buku walaupun tidak pernah selalu belanja sih. Tapi minimal saya pasti mampir dan melihat-lihat dulu kalau ada obralan buku. Soal apakah membeli atau tidak ini jarang, Sangat jarang saya pulang membawa sesuatu tiap habis dari obral. Soalnya saya bisa dikatakan cukup bisa menahan diri kalau melihat buku fisiknya. Nah kalau obral buku di dunia maya ini susah. Pokoknya tau-tau ada kurir dateng aja antat paket buku
  31. Tidak bisa nyambung dengan Roald dahl, The catcher in the rye dan little prince.
  32. Tebal-tipisnya suatu buku saya nilai biasanya dari siapa penulisnya. 300 halaman ditulis Jk Rowling menurut saya itu tipis. Dan baik tebal atau tipis saya bisa menikmati dengan baik.
  33. Saya cukup menyukai perpustakaan….untuk tidur. Serius. Masa SMA saya sering saya habiskan di perpustakaan untuk tidur. Tapi kalau membaca, saya lebih suka membaca koleksi disana. Bukan membawa buku untuk saya baca disana. Buku yang saya baca di perpus biasanya buku kumpulan esai atau majalah horison.
  34. Tempat kesukaan saya mencari buku bekas itu di google. Cukup ketik judul buku dan tambahkan kata ‘bekas/preloved’ lalu muncul link-link yang menjual buku itu. Atau di instagram dengan mencari melalui tagar #jualbuku. Atau di Tokopedia. Atau di Carousell
  35. Rekor membaca tercepat dengan ketebalan buku normal itu, Novel Blue Romance dalam waktu 40 menit. Teman sekelas saya dulu membawanya setelah kemarin membeli di toko buku. Boleh dipinjam tapi tidak boleh dibawa pulang. Akhirnya saya baca di tempat dan selesai dalam waktu singkat karena saya menikmatinya dengan baik. Buku yang membahas kopi pertama yang saya baca juga.
  36. Akhir-akhir ini sedang tertarik membaca buku elektronik. Meski terkadang membuat mata cepat lelah tapi cukup menyenangkan kalau menemukan kutipan bagus tinggal screenshoot saja,hehe
  37. Saya bisa membaca dengan cepat. Waktu pelajaran menghitung kecepatan membaca saat duduk di bangku kelas 2 SMP dulu guru bahasa saya bilang memang saya cukup tanggap dan memiliki respon serta ingatan yang bagus dalam membaca. Cuma akhir-akhir ini kecepatan membaca saya cukup berkurang karena sering tergoda bermain internet. Jadi sulit fokus.
  38. Meski saya kurang suka dengan rekomendasi buku dari seseorang, akhir-akhir ini saya suka ikut acara swap dan blind date with a book gitu. Lumayan menyenangkan juga sih mendapatkan pinjaman dan koleksi buku baru yang tidak kita duga sebelumnya. Dan sejauh ini buku-buku yang saya dapatkan belum ada yang mengecewakan.
  39. Saya kurang suka mendiskusikan buku dengan orang lain. Makanya ada fandom fans suatu buku gitu kadang membuat saya bingung. Isinya ngapain aja ya fansnya. Gak bosen apa membahas buku terus gitu. Ya tolong ini dimaklumi karena saya memang tidak bisa ngefans dengan sesuatu secara konsisten dan setia.
  40. Bagus tidaknya suatu cerita menurut saya juga dipengaruhi oleh nama. Saya pernah merekomendasikan buku ke teman dan dia memarahi saya karena ceritanya gak jelas. Kenapa saya rekomendasikan? karena nama tokoh utamanya adalah gebetan saya kala itu. Pokoknya nama tokoh sangat berpengaruh dalam penilaian saya apakah buku itu bagus atau tidak. Misal, ada nama Albert sebagai orang sunda. Meskipun saya tau kemungkinan ini ada, tapi karena saya udah heran dan gak percaya, jadi saya tidak bisa menikmati cerita di buku itu dengan baik. Meminjam kata raditya dika yang kalau tidak salah begini,

stand up comedy itu membuat membangun dan membuat cerita yang believeable agar penonton bisa tertawa. bukan membuat cerita lucu. dengan cerita yang believeable, otomatis penonton bisa menikmati, membayangkan dan tertawa.

menurut saya, membaca buku juga demikian. Dan hal itu saya terapkan dalam proses membaca saya.

***

Wah ternyata banyak juga ya pengakuan dan daftar dari apa yang saya dapatkan selama 20 tahun membaca ini wq. Saya buat catatan ini karena beberapa minggu yang lalu ada yang mengirimi saya pesan di goodreads, bagaimana caranya saya bisa membaca dengan cepat.

Menurut saya sih cara membaca cepat ya tinggal baca wq. Tidak ada tips khusus. Kalau dilihat dari Reading Challenge sih tertipu karena saya banyak membaca komik. Kunci dari membaca ya baca. Iqra, bacalah.

Apaan nyambungnya kesitu wqwq

Jadi begitulah cerita saya dengan membaca. Sampai bertemu di catatan membaca saya yang lainnya!

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s