71717

Saya memilih sendiri orang-orang yang ingin saya dekati. Orang-orang yang ingin saya kenal dan perbolehkan ”masuk” dalam hidup saya.

Saya memilih sendiri orang-orang yang ingin saya dekati.

Orang-orang yang kelak akan saya pikirkan ketika beberapa lagu cinta terdengar di udara, pun ketika saya melihat birunya langit di suatu pagi yang cerah.

Saya memilih mereka.

Jadi bila akhirnya nanti mereka menyakiti atau saya menyakiti mereka atau pun terjadi hal-hal lain tidak berjalan seperti seharusnya, saya tidak menyesal meski sakitnya luar biasa.

Mereka mengajarkan banyak hal pada saya. Membuat hari-hari saya indah dan penuh dengan cengiran tawa, membuat saya kembali bersemangat bekerja, membuat saya belajar untuk menghargai pilihan orang lain, menghormati tanpa perlu menanyakan kenapa.

Bila semua tidak berjalan sesuai rencana, sakitnya memang luar biasa. Dan sialnya, sembuh dari sakit yang seperti ini kadang tidak bisa dengan cepat.

Tetapi saya yakin semua pasti akan baik-baik saja.

Seperti yang pernah xs katakan, yang patah tumbuh, yang hilang berganti.

Saya pasti akan bisa kembali lagi terbangun dari tidur dengan perasaan tenang, tertidur dengan pulas tanpa perlu memikirkan what if what if yang tidak pernah berhasil lakukan dan yang paling penting, bisa kembali menatap sosoknya tanpa ada rasa perih tetapi dengan penuh rasa damai dan senang. Bahagia karena melihat sosoknya bahagia.

Lagipula, beberapa bulan ke depan mungkin saya bakalan lupa dan jatuh cinta lagi xD
(dan sebenernya gak sakit-sakit amat sih, hadeeh)

Percaya deh, kalau kamu berani terus berjalan dan tidak diam di tempat, di belokan sana kamu bakal ketemu orang baru.

Dan kamu pasti akan jatuh cinta pada sosok itu.

 

 

 

Hari ini tanggalnya bagus.

17 7 17 atau kalau dalam penganggalan bulan dulu jadi 7 17 17, angka favorit saya.

Semoga hari dan hidupmu juga tidak kalah bagus dan menyenangkan.

Berjuanglah untuk dirimu sendiri. Bukan untuk orang lain.

Saya percaya kamu bisa. Saya percaya kamu mampu membuat sosok yang tiap pagi kamu lihat dalam pantulan cermin tersenyum bangga.

Kamu pasti bisa melaluinya.

[Product Review] Juni Haul (Innisfree Jeju volcanic, Organic supply, Laneige lip sleeping mask, Skinfood)

Saya suka memberi hadiah untuk diri sendiri. Pada ulang tahun saya yang ke 21 kemarin, saya menghadiahi diri sendiri dengan beberapa skincare korea yang sudah lama saya incar.

Selama ini sebenarnya saat pakai skincare dari viva saya cocok-cocok saja sih. Cuma karena penasaran dan mumpung ada rezeki juga, jadi ya saya iseng mencoba. Saya membeli beberapa skincare korea dari Althea. Kebetulan saya beli bareng sama teman dan karena pakai alamat beliau, saya jadi gak bisa foto pas packing barang dari althea-nya datang huhu.

Oiya, saya belanja dari aplikasi Althea yang bisa diunduh gratis dari playstore. Jadi website Althea itu kena internet positif (gak tau kenapa._.). Aplikasi Althea-nya sendiri cukup bagus ya. Cukup friendly dan mudah banget digunakan.

Pada post kali ini, saya ingin membuat quick review sekalian melihat barang apa saja yang sudah saya beli. Oiya, saya baru ingat buat foto barangnya pas udah pada tinggal sedikit wqwq. Saya beli sejak bulan Maret akhir. Datang kira-kira akhir Mei.

Dan langsung saja, ini beberapa barang yang saya beli!

IMG_20170711_135909

Skinfood Fresh Fruit Lip and Cheek Trio shade #2 Strawberry

Yang ini saya dikasih teman saya ya. Gaktau dia beli dimana. Belum dipakai sama sekali oleh beliau dan gak suka juga dengan warnanya.

Produk dikemas dalam kemasan kaleng yang cukup mini. Gak ada penjelasan khususnya di badan produk karena hanya ada tulisan berbahasa Korea saja.

Cara membuka kemasan produk ini dengan cara digeser ya. Persis kayak korek api kotakan gitu. Pas dapat ini sumpah saya bingung sendiri ini bukanya gimana wqwq. Pas cari-cari reviewnya di youtube, eh ternyata digeser*norak.

Dari kemasan, saya cukup suka sih. Ukurannya mini, gak makan tempat, unik. Nah, kalau soal produknya saya kurang suka.

Produk ini tidak dilengkapi spatula atau alat untuk colek-colek. Jadi kalau kita mau pakai, pastikan tangan dalam kondisi bersih. Atau mau pakai brush/spatula yang kita siapkan sendiri juga bisa, walaupun ribet lagi bawanya hehe.

Produk terdiri dari 3 warna. Shade yang saya punya ini Strawberry yang lebih ditujukan untuk pemilik purple undertones.

Di gambar atas itu saya 2x colek trus disapukan ke tangan. Yang tengah warnanya kurang keluar. Wanginya enak banget, ada wangi anggur, peach sama stoberi gitu.

Menurut penilaian saya, produk ini cukup ok untuk blush on dan eyeshadow (saya suka pakai blush on sebagai eyeshadow juga di ujung mata). Tapi kalau untuk liptint, produk ini kurang saya rekomendasikan.

Selain warnanya tidak terang, produk ini juga membuat bibir kering. Kalau pakai ini buat liptint, saya harus colek-colek banyak banget biar warnanya keluar, tapi saat dipakai di bibir malah bikin bibir terkelupas gitu.

Ya tapi gak papa, barang gratisan ini hehe.

Untuk blush on, saya sangat suka yang warna ungu. Di pipi saya warnanya jadi peach gitu, cukup bikin wajah segar dan awet. Suka, tapi tidak saya rekomendasikan.

IMG_20170711_162304

Laneige Lip Sleeping Mask Special Care

Ini murni benar-benar penasaran sama produknya. Sebenarnya saya sudah cocok pakai madu dan Evete Natural Lipbalm, tapi gaktau kenapa tetap masukin ini di keranjang belanja. Gak minat beli versi trial-nya karena takut nagih, jadi sekalian beli yang besar mumpung ada uang xD

Ukuran produk ini lebih kecil daripada Laneige sleeping mask (padahal harganya hampir sama). Tapi produk ini juga dikemas dalam kemasan kaca yang cukup kokoh. Tidak ada deskripsi produk yang bisa saya jelaskan karena semuanya dalam bahasa korea.

Produk dilengkapi spatula kecil untuk colek-colek biar tidak terkontaminasi bakteri. Spatulanya cukup kokoh dan lebih bagus daripada spatula yang sleeping mask.

Punya saya isinya sudah berkurang lumayan banyak karena setiap hampir setiap hari saya pakai kalau di rumah sebelum tidur. Kalau lagi bepergian gitu saya pakai lip balm dari evete karena masih sisa lumayan banyak.

Produk ini cukup berminyak ya, ada bau yang cukup manis dan tidak terlalu menyengat. Pas pertama kali pakai, kesan saya produk ini mirip lipbalm biasa. Bikin mulut berminyak banget. Di awal-awal saya agak terganggu dengan hal ini. Tapi kesananya enggak sih, lama-lama jadi enak.

IMG_20170711_162512

Saya pakai ini setiap malam. Hasil akhir ketika bangun tidur bibir jadi super lembab dan kenyal. Tiap pagi saya pasti gemas sama bibir sendiri dan rasanya pengen ciuman gitu hh. Enak. Dan saya akui, waktu saya pakai lipcream langsung bisa merata dan warna lip creamnya hidup. Kualitas memang tidak bisa bohong,ntap.

Sejauh ini saya cukup puas dan suka meskipun masih terganggu kalau pas baru pakai bibir jadi berminyak. Tapi melihat hasilnya yang cukup bikin pengen cium diri sendiri…well, produk ini sangat saya rekomendasikan!

Saya penasaran ini bisa membuat warna bibir jadi merata juga gak ya, soalnya saya punya masalah dengan bibir yang menghitam hehe. Kita lihat hasilnya nanti kalau produknya sudah habis!

IMG_20170712_111851

Roseship Seed Oil & Lavender Aromatheraphy Roller ball Organic Supply Co

Kalau ini saya beli sendiri ya. Saya beli melalui website Organic Supply Co. 2 produk sekecil itu datang dengan packing kardus yang super besar dan super aman. Waktu buka paketnya saya beneran mengacungi jempol banget karena produk pesanan benar-benar dijaga supaya selamat sampai tangan pembeli dan tidak bocor.

Yang roseship oil saya beli karena saya ingin menghilangkan bekas luka di kaki. Ini saya asal beli sih sebenernya wqwq. Tertarik karena liat klaim di tab deskripsi produk aja. Bisa untuk night serum juga sih, tapi saya belum coba karena sedang pakai laneige sleeping mask.

Dia murni roseship oil ya. Gak ada wangi apapun. Wangi alami gitu yang..agak asam dan aneh sih. Kalau kamu gak suka bau-bauan pasti gak suka deh. Tapi wanginya gak bertahan lama, tercium pas kita buka produk dan oles-oles ke tangan aja.

Kalau sudah dipakai di badan langsung menyerap dan gak bikin berminyak. Malah menurut saya justru menutrisi karena kebetulan saya pakai di seluruh kaki (tidak hanya yang ada luka) dan pas bangun tidur kaki jadi halus dan tidak mengering. Untuk menghilangkan luka di kaki,,,belum terlihat hasilnya tapi gatal-gatal di kaki saya sudah agak berkurang.

kemasan produk yang apik dengan dominasi warna putih (klik untuk memperbesar gambar)

Ini aromatic roll on 100 murni lavender yang dikemas dalam botol kaca. Wanginya kayak obat nyamuk gitu menurut saya wqwq. Murni tanpa pewangi tambahan. Saya beli ini karena waktu itu iseng coba punya bos yang beliau kasih pas pinggul saya kram saat haid.

Waktu itu produk ini saya oleskan sekitar pinggul dan jadi agak enakan. Dia gak bikin panas, kalau dioleskan di badan saya malah rasanya dingin. Saya gak ngerti juga cara kerjanya gimana, tapi kalau lagi gak enak-pusing atau kaki pegal dan saya oleskan ini, lama-lama jadi gak sakit lagi.

Sejauh ini cukup suka dan selalu saya bawa kemana saja. Kurang suka sama baunya tapi untuk hasil di tubuh sangat superr memuaskan.

Innisfree Jeju Super Volcanic Pore Clay Mask

Satu hal pasti yang saya langsung rasakan setelah pakai produk ini adalah, wajah jadi super halus!

Pertama kali pakai ini dulu pas saya lagi jerawatan di dahi dan pipi yang cukup besar dan memerah. Nah pas pakai ini tuh ya, rasanya ampun-ampunan banget, perih euy T_T. Tapi yang canggih, pas selesai pakai, jerawat yang besar langsung kempes. Trus 3 hari kemudian saya pakai lagi dan bekas jerawatnya hilang~

Saya gak tau ini cocok-cocokan atau gimana sih, tapi kulit saya memang tipe kalau ada jerawat gak bakal berbekas. Jadi mungkin belum tentu efek menghilangkan bekas jerawat ini juga berpengaruh ke kulitmu hehe.

Sebulan pakai, menurut saya produk ini cukup membantu mengurangi minyak berlebih. Biasanya jam 8 pagi wajah saya sudah berminyak (kondisi di dalam ruangan dengan makeup tipis). Tapi sejak pakai ini sampai jam 11 atau jam 1 siang juga masih clingg~

Untuk efek saat pakainya biasa saja menurut saya hehe. Bau produknya sih ”mud” banget dan pas dicolek memang ada efek panasnya gitu. Tapi menurut saya produk ini kurang ”kencang” (dibandingkan dengan glamglow) (saya pernah coba glamglow punya teman dan superrr1111).

Untuk penilaian dari saya…biasa aja. Gak wow banget. Menurut saya masih ok produk dari Himalaya herbals. Tapi saya suka dengan packing produk ini. Lucu,hehe

Yah, setidaknya sekarang saya sudah tidak penasaran lagi dengan produk ini hehehe.

IMG_20170713_124247

Itulah beberapa produk yang saya beli beberapa bulan terakhir ini. Yang paling suka sih produk dari Organic supply dan laneige lip sleeping mask. Super memuaskan dan gak nyesel beli :3

Untuk yang bertanya harga, bisa langsung berkunjung ke web Organic Supply dan unduh aplikasi Althea di play store ya, lupa harganya berapa xD

Sampai bertemu di review lainnya!

Buku, Film dan Twitter

Semenjak lulus sekolah dan menunda melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, saya akhirnya mulai merasakan dunia kerja di sebuah restoran kecil di pinggir laut utara Jakarta. Tidak berlangsung lama sih, hanya beberapa minggu karena kemudian saya mendapatkan pekerjaan lain.

Pekerjaannya bukan saya banget. Saat sekolah dulu, saya pernah punya keinginan bila seandainya harus bekerja, saya mau punya pekerjaan yang mengharuskan saya banyak bergerak dan bertemu banyak orang; 2 hal yang sangat saya sukai.

Sementara pekerjaan yang saya dapatkan adalah asisten seorang dokter kulit. Enak sih, jalan-jalan terus ke tempat pasien. Tapi entah mengapa saya kurang sreg. Dan pekerjaan ini tidak bertahan lama.Saya kemudian di rekomendasikan ke teman dokter tersebut untuk bekerja menjadi seorang customer service sebuah perusahaan kecil karena pekerjaan saya cukup baik. Saya bekerja disini sampai 1 tahun lebih sedikit.

Saya kemudian di rekomendasikan ke teman dokter tersebut untuk bekerja menjadi seorang customer service sebuah perusahaan kecil karena pekerjaan saya cukup baik. Saya bekerja disini sampai 1 tahun lebih sedikit.

Karena perusahaan tempat saya bekerja cukup kecil dan tidak banyak customer yang datang, saya memiliki cukup banyak waktu luang. Bersyukur saya mengenal internet. Pada saat itu, waktu luang di kala kerja banyak saya habiskan dengan berselancar di dunia maya terutama untuk main twitter.

Sejak lulus sekolah, selain menunda melanjutkan pendidikan saya juga merombak habis citra diri saya di dunia maya. Saya menghapus pertemanan dengan beberapa teman sekolah di berbagai sosial media; twitter, facebook, instagram. Saya mulai mencari ”teman” baru dari twitter. Teman yang benar-benar tidak saya ketahui bagaimana rupa aslinya atau bahkan lokasi tinggalnya di peta.

Apa ya, semacam ingin mengenal dunia baru saja sih. Kalau seharusnya saya kuliah kan saya akan mendapat teman baru (secara nyata). Nah karena saya menunda kuliah dan kebetulan di lingkungan kerja saya tidak ada partner lain sehingga saya tidak memiliki teman, maka saya memutuskan mencari teman baru dari dunia maya.

Dan berhasil.

Saya lupa bagaimana ceritanya tapi yang jelas saya sempat bergabung ke beberapa circle geng tubir (tubir=ribut) yang ”cukup” terkenal di twitter. Saya kenal dengan beberapa pengguna akun twitter, kerap bercengkrama dan bertemu juga melalui komunitas Commutrip, komunitas yang hobinya jalan-jalan naik commuter line di Jabodetabek juga beberapa komunitas organisasi dan volunteer lain.

Lalu pada suatu ketika, saya mengenal seorang lawan jenis yang cukup menarik dan kami sempat dekat (silahkan artikan sendiri). Kami dekat, dekat, dekat lalu kami memiliki suatu kebiasaan kecil berkirim paket tiap bulan. Lokasi tinggal kami berjauhan dan kami suka saling berkirim paket yang isinya pinjaman buku / makanan ringan buatan sendiri atau flash drive yang isinya film.

Sejak kecil saya paling susah menonton film. Mata saya termasuk tidak cukup kuat menatap layar terlalu lama. Kalau dipaksakan, pasti saya akan ketiduran. Ini tidak hanya terjadi pada layar televisi tetapi juga dengan layar bioskop. Makanya selama saya pacaran beberapa kali, bisa dihitung dengan 10 jari berapa kali saya kencan ke bioskop xD.

Sejak dekat dengan seseorang ini, saya di perkenalkan dengan dunia film. Saya ingat waktu pertama kali beliau mengirimkan flashdrive berisi beberapa film dan sebuah surat. Dalam surat itu, kalau tidak salah ia menulis sebuah kutipan yang kira-kira seperti ini,

Dengan menonton satu film sehari, maka kita tidak lagi membutuhkan dokter.

Kurang ingat bagaimana pastinya tapi kira-kira begitu (suratnya masih saya simpan tapi malas tak bongkar di tumpukan file). Beberapa inti lain dari surat itu kalau tidak salah adalah, 1). Dengan menonton film, kita bisa jadi belajar tentang ”hidup” orang lain. 2). Menonton film dengan tema berbeda tiap harinya bisa membuat kita lebih bahagia.

Ya kira-kira seperti itulah, hh..

Beberapa film pertama yang ia kirimkan pada hari itu diantaranya adalah Taiyou no Uta (2006), Densha Otoko the Movie (2005), Koizora (2007) dan Collage of Our Life (2003). Ya, saya diberi film-film Jepang karena memang saya pernah bilang kalau saya tidak bisa menikmati ”gaya” film amerika.

Itu adalah kali pertama saya menonton film Jepang dan saya langsung suka. Dan kami jadi semakin sering berkirim paket. Kadang dalam sebulan bisa saling berkirim 2x kadang hanya sekali. Karena koleksi buku saya banyak, biasanya saya berkirim buku dan beliau yang mengirim film.

Tidak hanya film, saya juga sempat dikenalkan dengan seri drama Jepang. Beberapa seri drama awal perkenalan dan memiliki kesan menyenangkan bagi saya di antaranya, Rich Man Poor Woman (2013), Gokusen (2002), Hana Kimi (2007), Brother Beat (2005) dan Hotaru no Hikari (2007).

Yang menarik, beberapa film dan seri drama yang saya sebutkan di atas itu pilihan dari beliau. Bukan dari saya. Dan entah mengapa, setiap film dan serial drama yang dikirimkan selalu ”pas” dengan kondisi terakhir hidup saya gitu wqwq (cocoklogi). Biasanya kalau selesai nonton, saya dan beliau akan membahasnya entah itu melalui chat atau telepon berjam-jam.

Tapi dari semua itu, ada 2 film yang benar-benar membekas dalam benak saya yang menyangkut hidup dan hubungan kami berdua juga. Eat Sleep Die (2012) dan Solanin (2010).

Film pertama saya tonton ketika saya resign dari pekerjaan customer service dengan alasan ingin melanjutkan kuliah tapi ternyata saya malah main-main. Saya ingat, waktu menonton film itu saya menangis ra karuan karena saya juga sedang mengalami kebingungan seperti tokoh dalam film tersebut karena tidak memiliki kepastian pekerjaan dan masa depan.

Sementara film kedua, Solanin, saya menontonnya bersama beliau. Tidak, kami menonton di rumah masing-masing. Cuma nontonnya barengan gitu. Saat menonton film itu kondisi kami berdua sebenarnya dalam keadaan sehabis berantem. Lalu saat sudah selesai menonton itu, saya nangis super kejer sampai beberapa jam. Tokoh Meiko sedikit mirip saya.

Kami berdua sempat berbicara di telepon setelah selesai menonton film Solanin. Curhat akan banyak hal termasuk membahas sedikit soal pertengkaran kecil diantara kami beberapa hari sebelumnya. Seperti halnya dalam film Solanin, kami berdua juga mengucapkan janji kecil-kecilan untuk tidak saling meninggalkan dan tetap bersama. (hadeeh), yang sayangnya beberapa bulan kemudian malah saya langgar dan menyebabkan kami berpisah.

Dan ya, begitulah. Kami berpisah. Kebiasaan mengirim film itu terhenti. Saya pun berhenti menonton film, melanjutkan hidup hingga akhirnya resmi menunda kuliah lagi dan mendapatkan pekerjaan baru.

***

Beberapa waktu setelah saya resmi berpisah dengan beliau ini, saya sempat menghindari twitter, tempat kami berdua saling mengenal. Tapi tidak bertahan lama soalnya saya berhasil menemukan hal lain dari twitter yang lebih menyenangkan.

Saya lalu mendalami beberapa ilmu menarik seputar dunia twitter (yang tentunya tidak perlu saya jabarkan disini). Saya sempat membuat beberapa grup ngobrol menarik yang kerap membahas rencana rencana-yang tentu saja, lagi-lagi tidak perlu saya jabarkan disini.

Saya juga kemudian bergabung dengan komunitas membaca buku, mengaktifkan akun Goodreads dan kembali giat membaca. Saya menyembuhkan patah hati dan mengobati kesedihan saya dengan banyak membaca dan bertemu orang baru. (beberapa buku menarik yang saya temukan ada di post ini)

Waktu terus berlalu, saya akhirnya mulai merasa sedikit bosan dengan ritme hidup yang gini-gini aja. Kerja-pulang kerja baca buku-tidur:diulang setiap hari. Pekerjaan baru saya adalah sosmed admin di sebuah perusahaan dan toko yang cukup besar di sebuah Spesialist Trade Mall di Barat Jakarta.

Produk yang disediakan toko saya ini cukup beragam mulai dari alat safety, alat perkebunan dan pertanian, tangga dan perkakas rumah tangga, alat listrik, alat kesehatan hingga AC serta timbangan yang dijual dalam partai besar. Selain menjual secara offline, toko tempat saya bekerja ini juga menjual secara online.

Jobdesc saya adalah menginput barang-barang yang dijual tersebut ke website resmi dan beberapa situs marketplace. Kadang saya juga membuat beberapa konten dan ikut langsung ke proyek untuk melihat dan meninjau pengajuan pembelian dari calon pembeli.

Sebenarnya pekerjaan ini cukup sulit dan sibuk, mengingat stok barang ada banyak dan terus berkurang serta bertambah tiap hari. Tapi meski sibuk, kadang saya punya beberapa waktu senggang yang kerap saya gunakan untuk twitteran hingga yang baru saya tekuni setahun terakhir yaitu mengunduh film.

Dulu kan waktu saya dekat dengan seseorang itu saya dikirimi film yang sudah dia unduh. Nah, suatu hari saya kepikiran kalau bisa dia unduh, berarti saya juga bisa dong? Trus saya cari deh ”unduh film Jepang” dari google dan muncul beberapa situs ternama dan klik klik klik, saya mulai mengunduh dan menonton film lagi.

Lalu entah bagaimana, kebiasaan menonton film ini kembali hidup dan menjadi sebuah aktivitas yang cukup penting dalam keseharian saya. Saya mengunduh dan menyimpan film itu di komputer kantor (huhu maaf pakai peralatan kantor seenaknya :'<) lalu film yang sudah saya unduh itu saya pindahkan ke handphone karena kebetulan saya tidak punya dan tidak bisa juga sih lama-lama menatap layar laptop.

Karena menonton dari hp, dalam sehari kadang saya bisa menonton sampai 5 film sekaligus. Biasanya saya nonton saat dalam perjalanan pulang-pergi kerja dan malam hari sebelum tidur. Begitu terus kebiasaan saya setiap hari.

Dan yah, pada post kali ini saya ingin membuat daftar 30 film favorit yang tanpa sadar mempengaruhi dan membentuk pola pikir hingga sekarang saat saya hampir memasuki usia 21 tahun. Tadinya saya mau membuat 21 film tapi sulit menentukan pilihan. Jadi saya genapkan menjadi 30 hehe.

Iya, beberapa hari lagi saya berusia 21 tahun. Hm, kalau saya jadi mahasiswi maka saya sudah di semester akhir ya….HHH tidak. Yang mau kita bahas sekarang film bukan galauin masa depan. Langsung saja, ini 30 film kesukaan saya.

Kebanyakan film Jepang/Asia karena saya belum tertarik menjelajah film dari benua lain. Kebanyakan film juga bergenre drama-family-friend-youth karena saya belum berani nonton film yang banyak darah atau film setan.

Ini 30 film tersebut di urutkan berdasarkan abjad, bukan rating atau urutan kesukaan.

17-06-14-12-42-50-004_deco17-06-14-12-44-19-258_deco17-06-16-15-02-22-970_deco

17-06-14-12-46-59-920_deco

  1. 0,5mm
  2. 10 Items or Less
  3. 5 to 7
  4. After The Storm
  5. A Letter to Momo
  6. A Story of Yonosuke
  7. Big Hero 6
  8. Castle In The Sky
  9. Chef
  10. Fallen Angel
  11. Hana-Bi
  12. Flying Colors
  13. Inside Out
  14. I Wish
  15. Kisaragi
  16. Monster University
  17. Oh Brother, Oh Sister!
  18. One Million Yen Girl
  19. Ponyo
  20. Solanin
  21. Sue, Mai, Sawa: Righting the Girl Ship
  22. Summer Wars
  23. Sunny
  24. Tampan Tailor
  25. The Secret Life of Walter Mitty
  26. Tokyo Oasis
  27. Wall – E
  28. Whisper of The Heart
  29. Wood Job
  30. Zootopia

Kalau diminta untuk membuat kesimpulan, maka yang bisa saya katakan adalah, kebanyakan film yang saya cantumkan di atas bertema family dan krisis pencarian jati diri. Lebih banyak sih yang seputar family complex: keluarga berantakan, orangtua bercerai, hubungan kakak adik, ketakutan akan masa depan dan hal-hal sejenis itu.

Saya tidak begitu paham banget soal sinematografi film. Biasa saya menonton dan mengunduh film karena siapa pemain dan sutradara, apa judulnya dan genrenya apa. Jarang saya menonton film lihat sinopsisnya dulu.

Ada beberapa film di atas yang saya sukai karena tidak sengaja mengunduh, ada juga yang rekomendasi dari teman. Intinya, kalau kamu bertanya ”Mai itu orang yang gimana sih?”. Mungkin jawabannya ada di 30 film itu. Atau mungkin kamu bertanya, ”keluarganya Mai itu kayak gimana sih? Mai mau punya hubungan di rumah tangga yang bagaimana sih?” dll, jawabannya ada di 30 film itu wqwq.

Kalau ditanya, saya tentu ingin memiliki akhir hidup yang menyenangkan seperti dalam kisah 30 film kesukaan tersebut. Tapi ah, hidup saya kan bukan film. Jadi yang bisa saya lakukan adalah tetap melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya. Semoga akhirnya baik sih, hehe

***

Lalu, kalau seandainya kamu bertanya berdasarkan apa saya memilih film-film tersebut, maka mungkin jawabannya seperti ini:

Semenjak saya tidak sekolah, saya seperti kehilangan jati diri. Di lingkungan kerja isinya orang yang lebih tua dari saya semua, tidak punya teman mengobrol dan saya terjebak dalam “rutinitas”. Tidak bisa ketemu banyak orang, jarang bicara dan terus menatap komputer dan lain sebagainya. Berselancar di internet memang menyenangkan, tapi saya tidak pernah bisa benar-benar menikmati dengan baik.

Badan rasanya ada yang “salah” kalau tidak berinteraksi dengan banyak manusia. Sebagai seorang extrovert dan ESFP sejati yang bisa stress kalau kebanyakan diam, bekerja di depan komputer sangat menyiksa saya.

Nah, kehadiran internet dan film mungkin bisa dikatakan adalah seorang “teman” pengganti yang baik. Twitter dan film menurut saya seperti sebuah “sekolah tidak resmi” bagi kehidupan saya setelah lulus. Dari twitter dan pengguna yang saya ikuti, saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang manusia. Mempelajari status yang kerap mereka unggah, trivia yang mereka ketahui bahkan sampai kisah sehari-hari dari kantor atau hubungan dengan kekasih.

Dari film, saya seperti belajar sebuah teori. Semacam mendengarkan guru yang sedang mengajarkan sesuatu. Yang menarik, saya bisa memilih mau belajar apa hari ini: alih-alih mengikuti “jadwal” belajar. Ya, memang apa yang saya dapatkan dari film tidak semuanya berguna sih. Soalnya kan tetap, yang terpenting adalah praktek (dan tentu saja tidak semua yang saya dapatkan dari film bisa saya praktekkan dalam kehidupan yang saya jalani saat ini).

Tetapi intinya, dari menonton banyak film dan berselancar di twitter, saya jadi merasa tidak terlalu kesepian banget. Saya juga berkesempatan ikut beberapa kegiatan relawan untuk charge energi extrovert saya (seperti volunteer mikoshi kemarin). Dan ya, begitulah hal-hal yang membentuk kepribadian saya 21 tahun terakhir.

***

Beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan buka bersama dengan teman-teman semasa sekolah. Obrolan yang terjadi tentu bisa ditebak, ada beberapa yang mulai membahas tugas akhir kuliah, ada juga sih yang sibuk membahas diskon pakaian anak. Jujur, saya agak merasa sedih.

Dulu saat sekolah saya cukup berprestasi, eh tapi malah menunda kuliah. Ya memang tidak ada yang salah sih. Hanya saja kalau habis menonton film yang endingnya bahagia gitu kadang saya suka kepikiran, mau sampai kapan “sampai kantor download sampai rumah nonton film terus?”. “Mau kerjaannya gini-gini doang duduk depan komputer?”. “Emangnya gak mau ketemu dengan banyak orang secara real dan bekerja dengan banyak gerak?”. Dan masih banyak pikiran-pikiran lain yang tidak ada habisnya membuat khawatir.

Tetapi, yah, begitulah. Keinginan untuk menjadi lebih baiknya sih ada. Tapi mungkin nanti aja.

Kapan?

Kapan-kapan.

Hhhhh 😥

Kalau mau jujur, 30 film yang saya pilih adalah film-film yang menggambarkan tentang, keluarga-pertemanan-percintaan-dan karir yang saya harapkan dan inginkan di masa depan. Kira-kira, ada gak ya, dari 30 film itu yang endingnya bisa terjadi sama saya di dunia nyata(?)

Hhaaaaaahhh, sisa beberapa hari lagi sebelum saya berusia 21.

Saya penasaran, kira-kira hal menarik macam apa ya yang menunggu di depan sana?

 

 

*Pada post ini saya ingin mengucapkan spesial terima kasih kepada Dony Iswara, pengguna twitter pertama yang mengikuti balik akun saya dan “tanpa disadari” memperkenalkan saya pada geng CPS, Commutrip, dll, dsb, dst.

***Juga pada -Jaeger Admin y?- yang memperkenalkan saya pada film, JKT48 dan dunia Jepang lebih luas. s(y)g.

***Pada Burhan, Paidi, Badrun! 3 tokoh fiktif twitter kesayangan. Terima kasih sudah mampir ke warkop ci mai<3

****Pada reixha, kaknash, bangsop, ranANNISrun, ghaida farisya, viviyona apriani, cindy yuvia. Teman curhat, oshi kesayangan dan senpai baik hati<3

*****Pada semua following twitter saya sejak 2014 baik yang sudah kopdar atau masih tidak diketahui bagaimana bentuk aslinya, kalian mewarnai masa pencarian jati diri saya, terima kasih!